ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 27



Sementara Afita kini sudah berbincang dengan seorang laki-laki yang dari semalam ditunggu beritanya, namun tidak datang juga.


"Bagaimana kabarmu?" Sapa Afita.


"Tentu saja baik nyonya Afita Al Faradz" jawab laki-laki itu dengan tawa yang sangat mempesona.


"Kau ini!" Sahut Afita sambil menaruh barang bawaan di tempatnya.


"Ada apa dengan sekretaris mu kak, sepertinya sedang memantau mu dengan ketat" tanya laki-laki itu lagi.


"Biarkan saja, dia nanti akan mati penasaran sendiri" jawab Afita sambil meringis geli membayangkan apa yang tengah di lakukan sekretaris nya.


"Rupanya sekejam itu nyonya Zafian"


"Ish, panggil aku seperti biasanya, kenapa kau kesini, aku kira sudah pulang tanpa pamit denganku" ucap Afita sambil mendudukkan dirinya dengan nyaman di sofa.


"Tentu saja aku tidak akan berbuat seperti itu, ada salam dari mommy untukmu"


"Waalkum salam, kapan Tante Alena segera kesini?"


"Aku juga tidak tau, kalau untuk mengatasi masalah kak Zafian, bukankah kak Afita mampu melakukannya?" Tanya Evan.


"Semoga, tapi lebih cepat kalau Daddy ku dan Tante Alena ikut membantuku"


"Jangan berharap kak"


"Aku tau"


Keduanya tersenyum, seolah saling mengerti apa yang tengah terjadi, kesibukan orang-orang yang diharapakan datang tak mungkin lagi untuk diganggu disaat ini, dan Afita pun tidak berharap banyak, karena sebenarnya dirinyapun mampu, hanya perlu bersabar untuk menjalaninya.


Yah, rupanya sosok tampan nan rupawan adalah laki-laki yang masih saudara dan semalam bertemu di tempat pesta sebagai artis terkenal dalam group band, siapa lagi kalau bukan Evan Eagle Nugraha.


Sebelum meninggalkan kota Surabaya dan kembali ke Jakarta, Evan sengaja meluangkan waktu untuk berpamitan sekaligus menyampaikan salam dari sang mommy Alena untuk kakak sepupunya yaitu Afita.


Pengobatan alami dengan kekuatan penyembuh yang turun temurun dari keluarga Nugraha rupanya menjadi pembahasan di ruang itu.


"Apa kak Zafian sudah menunjukkan perubahan kak?"


"Hem, tentu saja, lumayan, aku bahkan optimis sekali, sebentar lagi suamiku akan bisa berjalan kembali" jawab Afita.


"Alhamdulillah, lalu, apa kak Afita sudah mencintainya?" Tanya Evan membuat Afita terkejut.


"Memangnya kenapa?"


"Tidak ada, aku hanya khawatir saja, pernikahan kakak bukan atas dasar cinta tapi lebih tepatnya karena Acciden"


"Entahlah, aku sendiri juga belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta seperti apa"


"Mau aku beri tau?"


"Ck, tidak usah, aku takut kau mengajariku yang bukan-bukan "


Hahaha..


Keduanya langsung tertawa. Siapa yang tidak kenal dengan seorang Evan, bahkan keluarga besarpun mengerti bagaimana sang Casanova Evan Eagle Nugraha yang sering berganti kekasih dan diperebutkan banyak wanita.


"Aku peringatkan, jangan sampai berbuat di luar batas, Dady mu akan membunuhmu Ev, disaat itu, aku yakin tidak ada yang sanggup membantumu, mengerti?"


"Tenang saja kak, aku tau batasanku"


"Bagus" sahut Afita.


Keduanya tertawa kembali, bahkan kini Evan sudah menarik Afita duduk dan berada dalam pelukannya.


"Jangan begini, nanti ada yang salah paham Ev"


"Tidak apa-apa kak, aku merindukanmu, lama kita tidak berlatih dan tertawa bersama, tak terasa semua sudah disibukkan dengan urusan masing-masing, rasanya ingin sekali kembali ke masa remaja, atau anak-anak" ucap Evan, kini malah merebahkan kepalanya di bahu Afita.


"Aku juga, kangen berkumpul dengan kalian, tapi mau bagaimana lagi, dinikmati dan di syukuri saja semuanya" ucap Afita dan mengelus sedikit rambut sang adik.


"Hem, tentu saja, aku berharap kakak segera disibukkan dengan seorang Baby setelah ini"


"Ck, masih lama, aku saja belum_" Afita segera mengerem kalimatnya.


Evan yang terkejut, langsung menarik tubuhnya dan menatap intens Afita yang kini sudah salah tingkah di buatnya.


"Ish, kau itu kenapa, jangan menatapku seperti itu!" Afita memperingatkan.


"Tunggu, jangan bilang kakak masih belum buka segel?"


"Bukan urusanmu!"


"Oh mau God, benarkan itu kak?, Hahaha" bukannya prihatin, Evan malah tertawa ngakak melihat wajah Afita.


"Diam!" Teriak Afita.


"Ampun kak, sakit!"


"Mangkanya Diam, jangan berisik!" Ucap Afita yang kini membungkam mulut Evan yang masih mentertawakan dirinya.


Tak lama kemudian, Evan segera pamit setelah mengangkat panggilan dari handphone nya berbunyi, keduanya berpelukan kembali, lalu segera berpisah.


Naura masuk begitu saja setelah kepergian laki-laki yang membuatnya curiga.


"Ada apa?" Tanya Afita melihat Naura kini sudah ada didepannya dengan tatapan menelisik.


"Siapa laki-laki itu tadi nona, katakan" ucap Naura dengan penuh curiga.


Afita menoleh ke Naura, bukannya menjawab malah tersenyum, rasanya ingin sekali tertawa, tapi cukup dilakukan dalam hatinya.


"Bukan siapa-siapa, hanya teman saja memangnya kenapa?"


"Ya ampun Nona, ingat ya, Nona Afita sudah menikah, sudah bersuami, dan_"


"Apa?"


"Kenapa nona mematikan handphone?" Tanya Naura membuat Afita terkejut karena teringat akan handphonenya yang kehabisan baterai, lupa mengisi karena kedatangan saudaranya.


"Ya Ampun, lupa!" ucap Afita, segera melesat untuk mengatasi masalahnya.


"Ya Tuhan, bisa-bisanya nona, pantas tuan Zafian murka, dan meneleponku terus dari tadi!" Teriak Naura berharap Afita mendengar apa yang dikatakannya sebelum melesat pergi.


"What!, Mati aku, kenapa kau tidak memberitahu ku dari tadi!" Teriak Afita tak kalah panik.


"Ish, siapa juga yang mengunci pintu ruangan dari tadi, mana bisa saya masuk, ketukan tangan saya saja tidak nona hiraukan" sahut Naura.


"Hehh, iya sorry, ya sudah, kita lanjutkan saja pekerjaan" ucap Afita.


"Tapi itu tadi_ ?"


"Tidak perlu kamu tau, yang jelas bukan kekasihku, bukan selingkuhanku, jadi_ AMAN!" sahut Afita memotong kalimat Naura sebelum makin membuatnya pusing.


**


Waktu berlalu begitu cepat bagi Afita, tak terasa sudah saatnya untuk makan siang, perutnya terasa sudah keroncongan ingin sekali segera di isi.


"Kita ke restoran bawah saja, aku malas untuk jalan kemanapun, capek rasanya"


"Baik Nona" ucap Naura sesuai perintah, dia pun segera mencari tempat yang nyaman untuk makan siang bersama sang atasan.


Hingga makan siang telah berlalu keadaan masih terasa aman, namun sejenak Afita merasakan keanehan disaat merasakan tidak ada pesan atau apapun yang berasal dari suaminya.


Kenapa Nona?" Tanya Naura saat melihat keanehan akan ekspresi wajah wanita yang ada di depannya.


"Tidak ada" jawab Afita segera memasukkan kembali handphone nya.


"Kelihatan sekali kalau Nona Afita itu gelisah" ucap Naura.


"Ish, berisik, makan saja dulu, jangan sambil ngomong" sahut Afita memperingatkan sang sekretaris yang makin menambah dirinya resah.


Makan siang pun berakhir dengan aman dan nyaman, namun tidak dengan Afita yang rupanya makin tak tenang, dimana jam sudah menunjukkan pukul empat sore dan belum ada kabar berita apapun akan sang suami yang harusnya sudah menjemput.


"Dimana Zafian, kenapa belum sampai juga, apa mungkin dia lupa?" Batin Afita bertanya-tanya.


Masih menunggu dengan sabar Afita menoleh ke kanan dan ke kiri, meneliti semua penjuru ruangan yang sudah mulai nampak sepi, apalagi Naura sudah berpamitan untuk pulang hampir setengah jam yang lalu.


"Zafian!, Dimana sih kamu" gumam Afita yang merasa makin tak sabaran.


Berakhir dengan merogoh handphone nya, dan segera menghubungi sang suami yang tak kunjung datang, bersambung memang, namun tidak juga di angkat oleh sang pemiliknya.


"Sial, dimana Zafian?, Kenapa tidak diangkat sih" omel Afita jengkel sendiri, dilihatnya jam tangan yang melekat di tangannya dan terkejut saat sudah menunjukkan hampir jam lima sore.


Dengan terpaksa,akhirnya Afita meminta bantuan Naura untuk menjemput kembali dirinya, tidak butuh waktu lama, sepulu menit Naura pun sudah datang dan masuk ke ruangannya.


"Ya Tuhan, kok bisa sih Nona Afita, gak di hubungi tuan Zafian nya?" Cicit Naura terheran.


"Diam, aku lagi tidak ingin berdebat ataupun bicara, dasar Zafian sialan!" Teriak Afita melampiaskan kekesalannya dan membuat Naura terkejut.


"Ya ampun Nona, jantungku hampir copot" ucap Naura.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA juga ya.


Bersambung.