
Zafian masih bertahan, kembali menyerang dan menghindar dengan segenap kemampuan yang dimilikinya.
"Sial!, Kemampuanku tidak seimbang sama sekali dan dia_"
Dug.
"Akh!" Teriak Zafian yang berakhir dengan tendangan kaki begitu keras di perutnya.
Melihat lawannya roboh, Elonar menyeringai senang, dalam hatinya merasa puas dan bisa dipastikan kali ini dia bisa memberikan pelajaran kepada Zafian.
"Dasar, manusia rendah, kau tidak sebanding denganku bre-ng-sek!" Ucap Elonar melihat Zafian dengan tertatih berusaha untuk berdiri.
Kembali Elonar melompat dan menyerang Zafian untuk kedua kali.
Brak.
Tubuh Zafian terpelanting kembali ke lantai, kali ini dengan luka cukup serius hingga keluar darah dari mulut dan hidungnya.
Elonar kembali tertawa senang, "Bagaimana, hem?" Ucap Elonar bil terus berjalan maju kearah Zafian yang tengah berusaha bangkit kembali.
"Jangan harap aku akan menyerah begitu saja!" Sahut Zafian yang sebentar kemudian hampir berhasil berdiri dan_,
Dug.
"Akh!" Teriak Zafian saat tendangan kaki Elonar kembali bersarang diperutnya.
Lengkap sudah apa yang tengah dirasakan Zafian, dada dan perutnya serasa panas dan nyeri yang begitu hebat.
Dan kali ini, Elonar menyeringai dengan tangan yang sudah dipersiapkan untuk menyerang Zafian.
"Kau tau, kekuatan tangan kananku ini mampu untuk meruntuhkan apapun yang ingin aku bumi hanguskan, dan sebentar lagi, aku akan akan membakar jantungmu hingga menjadi arang!" Ucap Elonar lalu tertawa kembali.
*
*
Afita semakin merasa tidak tenang, berulang kali memerintahkan laju kendaraannya lebih cepat lagi, hingga denyut jantungnya tiba-tiba saja terasa begitu nyeri.
"Zafian?, Tolong bertahanlah" ucap lirih Afita tak terasa meneteskan air mata.
"Oh sial, kita terjebak lagi Nona, apa yang harus kita lakukan?" Ucap sang pengawal seketika panik kembali.
"Cari jalan yang lain!" Ucap Afita dengan tergesa.
Pengemudi segera mencari jalan yang dirasa cukup aman, beberapa kali berbelok di gang-gang kecil, namun hasilnya masih sama saja.
"Kita terhalang lagi Nona, ada perayaan"
"Oh my God, kenapa bisa begini!" Teriak Afita kesal sendiri.
Sang pengawal kembali melacak jalan teraman dan tercepat untuk sampai di tujuan, namun beberapa jalan alternatif yang di temukan tetap sama, hingga pada akhirnya Afita memutuskan sesuatu.
"Ikuta aku!" Teriak Afita, lalu kemudian keluar dari mobil bersama dengan pengawalnya.
"Aku terpaksa melakukannya, dan berharap tidak ada yang akan melihat hal ini, kekuatanku akan membuatmu ikut melesat di udara bersamaku, bersiaplah!" Ucap Afita menatap tajam.
Hap.
Detik berikutnya, Afita sudah melesat dan melayang di udara dengan sangat cepat dan begitu ringan, bahkan pengawalnya di buat sport jantung dengan apa yang dilakukannya.
Masih dengan penuh ketelitian Afita berlompatan melewati gedung, bahkan pepohonan untuk menyembunyikan dirinya agar tidak terlihat oleh siapapun.
*
*
Sementara Zafian sudah tidak bisa berdiri lagi, satu tangannya kini sudah terinjak oleh kaki Elonar, sedangkan tangan yang lain berusaha menggapai untuk mencari sesuatu yang bisa membantu.
"Lepaskan aku bre-ng-sek!" Ucap lirih Zafian masih berusaha melawan.
"Bersiaplah Zafian Al Faradz, kali ini tamat riwayatmu!" Teriak Elonar Ricardo.
Dag.
Zafian langsung terhempas dan terlempar.
"Akh!" Teriak Zafian begitu kesakitan.
Berikutnya suara Zafian tidak terdengar lagi, Siring dengan pandangannya yang memudar dan merasakan tubuhnya seolah melayang begitu ringan, diiringi sakit yang perlahan menghilang.
"Aku jamin, istri cantikmu itu tidak akan pernah mengenalimu!"
"Tidak!"
Suara teriakan mengagetkan Elonar.
Detik berikutnya, Afita yang kini sudah berada diambang pintu, melesat masuk dan menyerang Elonar hingga membuat dirinya hampir terlempar.
"Kau_, Ba-ji-ngan!" Ucap Afita yang hatinya terasa hancur melihat keadaan suaminya.
Sejenak Elonar terdiam, membenahi posisinya perlahan, terus terang serangan Afita yang baru saja didapatkannya membuat dirinya sangat terkejut.
"Kekuatan yang luar biasa!" Ucapnya lirih dengan mata masih menuju satu titik seorang wanita yang bersiap menyerangnya kembali.
"Lihat keadaan Suamiku!" Teriak Afita memberikan perintah ke pengawal khususnya dengan terus menyerang Musuh yang ada di depannya.
Saat Afita fokus dengan semua gerakan yang disatukan dengan tenaga dalam, disaat itulah terdengar suara yang membuatnya langsung kalut.
"Tuan Zafian keadaan Kritis!" Teriak pengawal Afita dengan panik.
Sejenak Afita kehilangan konsentrasi nya, rasanya ingin menjerit saat sekilas melihat Zafian tidak bergerak sama sekali.
"Kau Ba-ji-ngan, aku akan menghabi-si mu!" Teriak Afita menatap nyalang.
Elonar sangar terkejut, seketika terdengar lantai terasa bergetar, kekuatan yang sangat dahsyat semakin kuat dirasakan.
"Sh-it!, Apa ini?!" Ucap Elonar membelalakkan mata.
Cahaya putih keluar dari tangan dan tubuh Afita, melesat cepat menghujani tubuhnya, berlompatan menghindar dan sangat kesusahan dirasakan oleh Elonar, hingga dia memilih untuk menjaga jarak aman karena merasa terpojokkan.
"Sial!, Kekuatan apa itu, aku bisa_"
BLAR.
Elonar berhasil menghindar, kekuatan dahsyat itu begitu mengerikan berasal dari Afita yang terus mengejarnya, hingga kesempatan untuk meloloskan diri mendapatkannya saat teriakan menghentikan langkah Afita.
"Nona, Nadi tuan Zafian kian menghilang!" Teriak sang pengawal lagi.
Bingung harus nolong atau mengejar musuhnya, akhirnya Afita harus memilih menolong suaminya.
Sang musuh lolos begitu saja, menghilang dari pandangannya tanpa dia kejar karena keadaan yang tidak memungkinkan, Afita langsung melompat di samping Zafian.
"Sayang, bangunlah, Astagfirullah" ucap Afita di tengah kepanikannya.
Tangannya segera mendeteksi keadaan Zafian yang sebenarnya, seketika Afita menangis saat merasakan denyut jantung suaminya makin melemah.
"Aku mohon sayang, bertahanlah" Isak tangis Afita terus melakukan tindakan penyembuhan dengan tenaga dalam lewat telapak tangannya.
Tidak ada respon apapun, berkali Afita mengulang dan menambahkan kekuatan tenaga dalamnya hingga tubuhnya terasa sangat lemah, namun tidak menunjukkan reaksi apapun akan keadaan suaminya.
"Tolong aku ya Allah, jangan kau ambil dia dariku, aku tidak sanggup kehilangannya" ucap lirih Afita dengan deraian air mata.
"Nona, perhatikan juga keselamatan mu, tenaga dalam yang anda keluarkan akan sangat berbahaya jika melebihi batas kekuatan tubuh anda" ucap Pengawal yang merasa cemas akan keadaan Afita.
Detik berikutnya, tubuh Zafian mengejang, memar di dadanya semakin menghitam, rupanya pukulan yang di dapatkan Zafian sangat fatal dan menembus jantungnya.
"Tidak, aku mohon, jangan seperti ini, tidak!" Teriak Afita kembali frustasi.
Bersama dengan itu pula, hembusan angin dirasakan oleh Afita, segera dirinya menoleh kearah pintu masuk, berharap apa yang dirasakannya kali ini akan benar-benar terjadi.
Mata Afita seketika berbinar, melihat sosok yang benar-benar tidak di sangkanya.
"Tetap disana" ucap sosok itu lalu seperti terbang dengan cepat kini berada di samping Afita, senyuman yang lama sekali tidak pernah dilihat oleh Afita mengembang.
Perempuan itu meletakkan Tangannya di atas dada Zafian, persis seperti apa yang di lakukan oleh Afita sebelumnya, namun kali ini kekuatan begitu dahsyat di rasakan oleh Afita.
"Maaf aku terlambat" sebuah suara yang begitu dirindukan oleh Afita.
"Tidak apa-apa, bisakah siamiku_ hiks.. hiks.." tangis Afita pecah kembali.
"Masih bisa"
Satu ucapan yang membuat hati Afita begitu merasakan harapan yang kembali membara.
Bersambung.
Yuk tebak-tebak buah manggis, siapa yang benar menebak sangatlah manis.., kasih Komen jangan lupa, Hadiah VOTE dan yang lainnya ditunggu.