
Afita yang kebetulan mendengar apa yang dikatakan Zafian segera berlari mendekat, merasakan sesuatu yang tak biasa, Afita segera menyahut tangan Zafian yang hendak meneruskan langkah.
"Ada apa?" Tanya Afita.
"Bunda"
"Bunda kenapa?" tanya Afita semakin cemas.
"Aku akan menjemputnya, sebaiknya kamu disini dulu sayang, jangan kemana-mana, aku rasa saat ini penjagaan di Mansion adalah yang paling aman"
"Tunggu yang, ada apa sebenarnya, Bunda kenapa, oh my God, Di Culik?" Tanya Afita memastikan perasaannya yang mengatakan hal itu tengah dialami oleh sang Bunda.
Zafian tidak menjawab, menatap mata Afita, lalu memeluknya, menyatakan bahwa apa yang di pikirkan oleh istrinya benar dan secepatnya dirinya akan menyelamatkannya.
"Aku ikut!" Ucap Afita, melepaskan pelukan suaminya.
"Aku mohon, tetap lah disini yang" ucap Zafian.
"Tapi_"
"Sudah cukup Bunda dalam keadaan seperti ini, tolong, jangan buat aku semakin merasakan sakit lagi dengan mencemaskan mu terlibat urusan ini"
Afita terdiam, mengerti apa yang tengah dirasakan oleh suaminya, hingga dia terpaksa mengalah dari egonya.
"Baik, aku akan menunggu disini, kabari aku secepatnya apapun yang telah terjadi di sana" ucap Afita.
"Zafian tersenyum, mengecup bibir istrinya sejenak, lalu segera keluar bersama dengan beberapa pengawal yang sudah di perintahkan untuk ikut serta.
*
*
Sementara itu, Firman yang hampir saja tiba di tempat Naura, di kejutkan dengan mobil yang melintas dan melewatinya.
"Bukankah itu mobil Zafian dan pengawalnya?" Ucap lirih Firman namun masih terdengar oleh Naura.
"Iya, saya rasa itu benar, bukankah itu mobil Tuan Zafian?" Sahut Naura.
"Sebaiknya kamu turun Nau, aku akan mengikuti Zafian"
"Saya ikut Dokter, takutnya ada Nona Afita juga di sana, boleh?" Tanya Naura sedikit ragu.
Firman tidak bisa berpikir lebih lama, dan berakhir membawa Naura ikut serta mengejar mobil sahabatnya, Segera Firman menghubungi Zafian untuk memastikan, namun tidak ada jawaban, hingga dia melajukan lebih cepat mobilnya dan berhasil menyusul walau jarak masih begitu jauh.
Naura tak tinggal diam, ikut menghubungi Afita untuk menanyakan keadaan, dan saat panggilan itu tersambung, dirinya sudah berhenti di pinggiran jalan.
"Iya Nau, ada apa?" Tanya Afita.
"Apa nona baik-baik saja?"
"Iya tentu saja, ada apa?"
"Saya dan dokter Firman mengikuti mobil tuan Zafian" ucap Naura.
"Apa?!, Pergi dari sana Nau, berbahaya!" Afita mengeraskan suaranya saat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Naura.
Firman langsung menyambar handphone Naura untuk berbicara langsung dengan Afita.
"Ada apa, katakan yang sebenarnya" ucap Firman makin penasaran.
"Kamu di mana?, Kirim lokasimu, Cepat!" perintah Afita sebelum menjawab, kini bukan hanya sang bunda yang di khawatirkan, tapi juga Naura yang sudah berada di tempat yang berbahaya.
Firman yang merasa bingung segera mengirimkan lokasinya.
"Tunggu di sana, jangan kemana-mana ataupun menyusul Zafian, jaga Naura, ingat itu Fir!" Ucap Afita yang rupanya tengah bersiap menyusulnya.
"Apa?!, Ada apa sebenarnya, katakan padaku Afita, mana mungkin aku berdiam diri kalau Zafian dalam bahaya!" Sahut Firman.
"Bunda di culik, dan Zafian sekarang sedang berusaha menyelamatkan, mereka orang-orang berbahaya_"
Tut Tut Tut
Sambungan segera diputus oleh Firman.
"Kamu tunggu di sini saja, aku akan membantu Zafian, ingat, jangan keluar dari mobil, kau mengerti?!"
"Tunggu, setidaknya jelaskan padaku dokter, apa yang sebenarnya terjadi?" Sahut Naura yang masih belum mengerti sama sekali.
"Bunda di culik, Zafian ada di sana untuk membebaskan"
"Aku juga belum tau, dan itu tidak penting saat ini, aku akan membantu Zafian" ucap Firman yang tidak mungkin membiarkan sahabatnya dalam bahaya sendirian.
Setelah kepergian Firman, Ponsel Naura berbunyi kembali, segera diangkat dan rupanya Afita yang berada dalam panggilan.
"Jangan biarkan Firman mendekat!" Ucap Afita.
"Apa?, Dokter Firman sudah menyusul Tuan Zafian, Nona!" Jawab Naura yang ikut panik di buatnya.
"Si-al!, Mereka bukan orang sembarangan Nau, aku bisa merasakan ada kekuatan supranatural yang besar diantara mereka!" Ucap Afita dan membuat Naura semakin tidak mengerti.
"Maksud Nona?" Tanya Naura.
"Oh my God, kau tidak akan mengerti, tunggu aku, sebentar lagi aku sampai di sana!" Ucap Afita nampak sangat khawatir.
Masalahnya, Firman memang belum pernah melihat kekutan supranatural yang sudah di miliki oleh Zafian sahabatnya, parahnya lagi mungkin tidak menyadari bahwa ada kekuatan besar yang sedang mengancamnya karena dia hanya mempunyai tenaga biasa.
Sedangkan Naura malah lebih parah lagi, tidak tau soal tenaga supranatural dan bahkan tidak pernah terlintas dalam benaknya, bisa di bayangkan dia tidak tau sama sekali bahaya akan dirinya jika sampai terkena salah satunya.
*
*
Sesuai dengan rute yang telah dikirim oleh seseorang yang sangat ingin di beri pelajaran oleh Zafian, tiga puluh menit kemudian akhirnya sampai di sebuah pinggiran kota yang cukup sepi, bisa di bilang hampir di dalam hutan.
"Persiapkan diri kalian" Zafian memberi perintah.
Semuanya segera bersiap dan turun, Zafian berjalan dengan di lindungi oleh beberapa pengawal yang telah siap siaga.
Disebuah rumah yang cukup luas dan hanya ada satu-satunya di sana, Zafian rupanya sudah di sambut, keluar seorang wanita yang tidak di kenalnya sama sekali bersama dengan lebih dari sepuluh orang di sampingnya.
"Selamat datang Zafian Al Faradz" ucap wanita itu, dengan senyuman sinis yang mengerikan.
Zafian masih terdiam, tidak bisa menerka siapa sebenarnya wanita ini.
"Aku tidak mengenalmu dan sepertinya suaramu adalah yang memberikan pesan untukku tadi, jadi_, jangan macam-macam, karena aku tidak pernah merasa pernah membuat masalah denganmu" sahut Zafian.
"Hahaha, tentu saja, aku pun sangat penasaran dengan mu, dan aku bisa merasakan kekuatan yang tidak biasa, aku suka!"
"Siapa kau sebenarnya?!" tanya Zafian di tengah rasa geramnya.
"Aku wanita yang di tugaskan untuk memberikan mu sesuatu, aku tidak menyangka kau berani membuat masalah dengan keluarga Ricardo"
Zafian tersentak, mulai mengerti apa yang tengah terjadi, "Rupanya ulah keluarga Ricardo, Ba-ng-sat!" Ucap Zafian.
Dan tak lama kemudian, seseorang muncul dari belakang wanita itu, tak lain adalah Elonar.
"Bagaimana Red?"
"Tentu saja semua berjalan sesuai dengan rencana, ini terlalu mudah bagiku" jawab Jarred tersenyum sinis.
"Jangan mengentengkan" sahut Elonar, lalu berjalan melewati Jarred dan kini lebih dekat berhadapan dengan Zafian.
"Ada seorang wanita yang tengah berada di genggamanku, aku tidak akan menyentuhnya sama sekali, asal kau mau memenuhi permintaan ku" ucap Elonar dengan percaya diri.
Zafian tersenyum sinis, strategi yang di rancang nya rupanya hampir selesai, beberapa anak buahnya yang sudah menyusup masuk, memberikan tanda hampir berhasil.
Sengaja mengulur waktu, Zafian masih di tempatnya, ingin mengetahui motif pasti dari apa yang sudah di perbuat oleh Elonar terhadap dirinya.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Zafian.
"Menghancurkan mu!" Ucap Elonar dengan tenang.
"Oh ya, dan kau tau tidak semudah itu bukan?!" Sahut Zafian dengan senyum sinis nya.
"Tentu saja aku tau, namun itu tidak sulit kalau orang tersayang mu ada di genggaman ku" ucap Elonar.
"Kau Benar-benar Ba-ji-ngan!" Teriak Zafian.
BLAM
Suara ledakan tiba-tiba saja terdengar, Zafian segera melompat mundur dan tersenyum.
"Ba-ng-sat!" Teriak Elonar yang sudah melompat sedikit menjauh untuk menghindari percikan Api, begitu juga dengan Jarred yang tidak menduga hal itu akan terjadi.
Kasih Hadiah untuk semangat Author melanjutkan episode berikutnya dong..Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA.
Bersambung.