ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 112



Begitu jelas terdengar, dimana sang Mommy yang sedang berbincang dengan Bunda Anita menyebutkan bahwa keadaan Naura sangat memprihatikan dan Coma karena kekuatan hitam Zafian.


Tangan Afita mencengkeram dengan kuat, rasa nyeri di perutnya hampir tak bisa dirasakan lagi, hatinya terasa remuk untuk yang kesekian kali di hari yang sama, mencoba untuk melangkah pergi, bayangan Naura seketika memenuhi isi kepalanya.


"Tidak, ini tidak mungkin, Naura_" ucap lirih Afita dengan tubuh semakin dingin dan terus melangkah keluar Mansion menuju salah satu mobil mewah yang berjajar di garasi belakang.


Deru mobil terasa aneh bagi Penjaga gerbang utama, sudah lama sekali nyonya mudanya tidak pernah mengemudikan mobil dengan gaya pembalapnya.


"Maaf Nyonya, Anda_"


"Buka!" Teriak Afita hingga membuat penjaga itu terjungkal kaget.


Segera gerbang utama pun terbuka dengan cepat, tak berani lagi mereka bertanya, apalagi menyapa, hingga kemudian mobil itu melesat dengan kecepatan di atas rata-rata.


Dari perbincangan yang didengarnya, Afita sudah bisa menyimpulkan, dimana dirinya harus menemukan Naura dengan segera, jantungnya berdetak dengan kencang, ingin segera tau apa yang terjadi dengan Naura, kata hatinya memohon semua ini hanya mimpi belaka, namun kenyataan yang baru saja dilihat dan di dengar tidak mengijinkan hal itu terjadi.


Tiba di pelataran tempat parkir, mobil dengan mudah sudah terparkir, Afita berlari menuju tempat informasi, dan data tentang keberadaan Naura sudah di dapatkannya.


*


*


Sementara Zafian baru saja sampai di Mansion, ada perasaan aneh dan tidak mengenakkan yang beberapa saat lalu hinggap di hatinya, tak tau entah itu apa, namun menimbulkan kegelisahan yang luar biasa.


Pintu gerbang terbuka, masih belum ada tanda-tanda sesuatu terjadi, sedikit tenang, Zafian keluar dari mobilnya dan membawa sang Bunda berjalan masuk ke dalam Mansion.


DEG.


Nampak semua anggota keluarga Nugraha berkumpul di Ruang tengah, namun tidak nampak istri dan juga ayah mertuanya.


Sementara, Reyna masih di peluk oleh Alena dengan mata yang sembab terlihat dari keduanya, setelah mengucap salam, semuanya menoleh ke arah Zafian dan Anita.


Aftan tidak seperti biasanya, berjalan masuk di sebuah kamar tempat kedua orang tuanya beristirahat, begitu juga dengan Evan dan Ethan, tidak ada satupun dari mereka yang mau menatap Zafian.


Reyna tersenyum kearah mereka, namun begitu terlihat guratan kesedihan di wajahnya, dan Zafian membiarkan ibu mertuanya itu beranjak dan masuk ke dalam kamarnya.


Alena dan Edward berjalan menghampiri, disusul dengan Abraham dan Jasmine, Ailina ikut serta dan memperkenalkan mereka.


Anita tersenyum, merasa senang dengan kedatangan keluarga besar Nugraha, walaupun merasakan Aura Aneh disana.


"Sebaiknya Bunda beristirahat dulu, biar saya antar kak Zaf" ucap Ailina, dan kini sudah berjalan memapah Anita masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Edward mengajak Zafian untuk duduk bersama.


"Maaf, saya tidak menyambut kedatangan GrandMa dan GrandPa dengan baik" ucap Zafian.


"Tidak Masalah" ucap Abraham mewakili jawaban.


"Bagaimana kondisi tubuhmu?" Tanya Edward.


"Saya, baik-baik saja, hanya kadang merasa ada yang menyakitkan di bagian tertentu, baru tadi pagi saya merasakannya" jawab Zafian.


"Kekuatan mu harus di segel kembali, kalau itu terlalu sulit, harus di musnahkan dari tubuhmu, itupun bukan hal yang gampang, nyawamu menjadi taruhannya, atau paling tidak seperti yang terjadi dengan Alex" ucap Abraham.


"Daddy Alex?, Memangnya apa yang terjadi?" Zafian seketika terkejut.


Edward menghela nafas, menatap sekejab sang istri yang sudah berada di sampingnya.


"Ikut dengan ku" ucap Edward, lalu kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan memasuki kamar diikuti oleh Zafian di belakangnya.


"Daddy_?" Tanya Zafian segera berjalan cepat melihat keadaan Alex.


Alex masih memejamkan matanya, tubuhnya begitu dingin hingga Zafian seketika menoleh ke arah Edward untuk meminta penjelasan.


"Apa yang terjadi?" Tanya Zafian dengan wajah yang begitu cemas.


"Kekuatannya kini tersegel, itu hukuman atas kesalahannya"


"Apa?, Kesalahan apa?, Jelaskan padaku Om" sahut Zafian makin tak mengerti.


Edward duduk dan mulai bercerita, bahwa dalam keluarga Nugraha ada aturan yang harus di tegakkan, semua di lakukan karena kakek buyutnya tidak ingin setiap anggota yang mempunyai kekuatan Supranatural menggunakan kekuatannya dengan seenaknya.


"Tapi apa yang dilakukan Daddy tidak salah, melepaskan segel ku karena tidak tau apa yang ada di dalam kekuatan ku" sahut Zafian.


"Alex dengan jujur mengakui, sebenarnya merasakan kekuatan hitamnya saat melepaskan segel itu, karena egonya yang hanya memikirkan kepentingan pribadi, dia menerobos tanpa peduli lagi"


"Apa?!, Tapi ini tidak benar, kalaupun ada yang harus menerima hukuman, akulah orangnya, bukan Daddy!" Teriak Zafian.


"Tenanglah, Alex akan mengalami kehilangan kekuatan tenaga dalamnya hanya untuk sementara, namun proses penyegelan beruntung berjalan dengan baik, hingga kelumpuhan ini hanya berlangsung beberapa hari saja, karena Klan keturunan asli keluarga Nugraha mempunyai perisai khusus di setiap aliran darah yang dengan cepat akan memperbaiki sistem jaringan yang rusak" Edward memberi penjelasan.


"Benarkah, tapi, ini tidak adil bagi Daddy, akulah yang bersalah disini!" protes Zafian masih tidak terima.


"Maja bersiaplah kau harus menerima hukumanmu, aku tidak menjamin saat Daddy Abraham menyegel mu nanti kau akan _"


"Afita!" Teriak Reyna membuat gaduh suasana.


Zafian seketika terkejut, lalu melesat keluar dan mencari sumber suara yang menyebutkan nama istrinya.


"Ada apa Mom?" Tanya Zafian dengan jantung yang mulai berpacu.


"Aku tidak menemukan Afita dimanapun, ponselnya tertinggal, tidak biasanya dia meninggalkan barang penting itu kalau memang keluar, bagaimana ini Zaf?"


Zafian nampak berpikir sambil berlari kesana kemari, lalu seketika itu juga berhenti saat menyadari sesuatu.


"Apa Afita tau semua ini?" Tanya Zafian.


Dan kebetulan sekali seorang pengawal telah masuk dan melaporkan.


"Maaf Tuan, tadi saya melihat nyonya Afita mengendarai mobil sendiri keluar dari gerbang" ucap salah satu pengawal memberikan informasi


"Apa?!" Teriak semua orang hampir bersamaan.


Zafian langsung terdiam, berusaha berpikir tenang untuk mencari bayangan dimana saat ini Afita berada, menyadari mobil mewahnya yang di pakai Afita pergi, Zafian segera menghidupkan alat pelacak, hingga dari handphonenya ditemukan mobil itu berada di titik Rumah Sakit tempat Naura di rawat.


"Sh-it!, Maaf Mom, Dad, aku akan menyusul Afita" sahut Zafian tanpa ba-bi-bu lagi, kini dirinya segera berlari dan menghubungi Firman sahabatnya.


"Tolong jaga Afita di sana, aku akan segera menjemputnya"


"Ada Ap_"ucapan Firman tertahan.


Tut Tut Tut


Sambungan sudah terhubung dengan Firman, sambil mengemudikan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata, kini Zafian telah membelah jalanan.


Yuk jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya


Bersambung.