ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 137



Sementara itu, Bu Tiwi sudah sampai di perusahaan, nampak masuk ke dalam dengan tatapan aneh semua karyawan yang ada di sekitarnya.


"Bu Tiwi kenapa begitu berani, malah membela Fita yang gak jelas dengan sikapnya" ucap salah satu dari mereka.


"Iya, dan sekarang tanggung sendiri akibatnya, Pak Reno pasti sangat murka dan akan memecatnya" sahut yang lainnya.


Tiba akhirnya di ruang kerjanya, Bu Tiwi merasa lega dan menghela nafas panjang, berharap tidak akan ada lagi keributan yang di awali dengan amarah sang Bosnya.


Namun dirinya sangat terkejut, saat mendapati ruangannya sudah kosong, dan di saat yang sama, Reno masuk dan memberikan perintah begitu dingin.


"Keruangan ku sekarang juga!" Ucap Reno dengan tatapan tajam.


"I iya pak" jawab Bu Tiwi dengan wajah takutnya.


Bu Tiwi segera mengikuti langkah Reno dari belakang, berdoa semoga tidak terjadi hal buruk berikutnya.


Reno berjalan menuju meja kerjanya, dengan cepat mengambil sesuatu dari lacinya dan melemparkan semua itu di atas meja, tepat di mana Bu Tiwi berada.


"Keluar dari perusahaan ini, dan jangan pernah menampakkan mukamu lagi!" Ucap Reno.


"Tapi pak, saya sudah bertahun-tahun bekerja di sini, apa salah saya seberat itu hingga harus _"


"Diam!, Perusahaan ini milikku, apa kau lupa itu ha!, Kau pikir dengan apa yang sudah kamu lakukan tadi akan membuatku senang?!" Seru Reno yang terlihat begitu menahan Amarah.


"Maaf pak Reno, saya selalu membiarkan apa yang pak Reno lakukan dengan semua wanita manapun selama ini, tapi saya mohon pak, jangan Fita, dia wanita baik-baik dan sudah saya anggap seperti adik saya sendiri"


"Kurang ajar!, Kau berani mengaturku sekarang!" Teriak Reno makin murka saat Bu Tiwi membela Afita.


Bu Tiwi terlihat pasrah dengan apa yang akan terjadi, bagaimana pun dirinya merasa tak berdaya karena pada kenyataannya lebih membela Afita dari pada Reno yang jelas salah dengan sikapnya.


Perlahan Bu Tiwi mengambil amplop pesangon dan juga berkas pemecatan dari Atasannya, ada sedikit perasaan lega si sana, karena sudah melakukan hal yang dianggapnya benar walaupun susah sendiri pada akhirnya.


Belum juga Bu Tiwi melangkah kan kakinya keluar dari ruangan sang Bos, terlihat Reno sudah menerima sebuah panggilan dari handphone nya.


"Apa!, Kau sudah gila?!" Teriak Reno yang nampak Terkejut.


Bu Tiwi tak peduli lagi, segera melanjutkan langkahnya, hingga menuju ke ruangan kerjanya yang sudah nampak rapi, terlihat sekali Reno sudah tidak sabar untuk mengusirnya dari perusahaan.


Namun tiba-tiba saja, Bu Tiwi di kejutkan dengan kedatangan pengawal yang sempat di kenalnya di waktu perjalanan kembali ke perusahaan.


"Ada apa pak, apa ada yang terbawa olehku?" Tanya Bu Tiwi nampak bingung sendiri.


"Ikut saya Bu, ruangan anda sudah di persiapkan, dan apa tugas anda selanjutnya akan saya jelaskan nanti" ucap pengawal itu dengan penuh rasa hormat.


Bu Tiwi tak di beri kesempatan untuk bertanya lebih banyak lagi, kali ini pengawal itu sudah berjalan memberikan arahan dan petunjuk.


"Silahkan anda masuk Rungan ini Bu" Ucap pengawal itu, dan membuat Bu Tiwi sangat terkejut.


Nampak di atas mejanya bertuliskan Pejabat 2 perusahan AFIAN GROUP, sontak hal itu membuat mata Bu Tiwi melebar karena kaget.


"Tunggu Pak, apa maksudnya ini?, Saya ada di sini?" Tanya Bu Tiwi memastikan kalau dirinya tak salah tempat.


Sang pengawal menjelaskan dengan detail, beberapa kali Bu Tiwi memegangi dadanya, seolah tak percaya dengan tugas baru yang di berikan oleh perusahaan besar AFIAN GROUP di sana.


Pengawal itupun pergi, dan Bu Tiwi segera menata hati dan ruangannya untuk di pergunakan senyaman mungkin.


*


*


"Ada apa denganmu?" Tanya Eliza dengan wajah menyelidik.


"Apa kau tau soal Afita?" Reno nampak curiga dengan mimik wajah Eliza.


"Kenapa kau tanya seperti itu?, Apa telah terjadi sesuatu?" Tanya Eliza lagi.


"Jawab saja pertanyaan ku!" Suara Reno sedikit meninggi.


Eliza hanya tersenyum, lalu kemudian sudah duduk di kursi sofa tanpa di persilahkan oleh Reno, lalu Eliza menatap intens laki-laki yang ada di depannya.


"Jadi Zafian sudah menandai kepemilikannya?" Pertanyaan Eliza yang tidak di mengerti sama sekali oleh Reno.


"Apa maksudmu?" Tanya Reno.


"Oh, jadi sepertinya kamu belum paham juga, baik akan aku jelaskan dengan lengkap, dan persiapkan dirimu" ucap Eliza


"Jangan berbelit-belit, katakan saja!"


Eliza tersenyum miring sebelum akhirnya menceritakan hubungan Afita dan Zafian yang sebenarnya.


Bahkan, Eliza juga menceritakan bagaimana kekuatan supranatural keduanya, juga di ceritakan kematian sang kakak karena dahsyatnya kekuatan Zafian yang tak terkontrol di saat itu.


Reno di buat semakin melongo, tak menyangka sama sekali kalau Afita sudah menjadi istri Sah dari Zafian sejak lama.


"Bre-ng-sek, jadi aku sudah salah sangka selama ini, dan semua telah terjadi, itu artinya aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan yang aku mau" ucap Reno.


"Terserah, yang jelas aku sudah menjelaskan" ucap Eliza.


"Apa kau juga masih mengharapkan Tuan Zafian?" Tanya Reno.


"Tentu saja, aku masih belum menyerah, karena pada awalnya, dia hampir saja menjadi milikku" jawab Eliza.


"Oh ya, kalau begitu, aku pun sama, lalu, apa kau punya rencana?" tanya Reno.


"Hem, tentu saja, semua sudah aku pikirkan dengan matang dan pastinya aku membutuhkan bantuan mu" ucap Eliza dengan senyuman penuh maksud.


"Apa yang bisa aku bantu?" Tanya Reno.


"Tentu saja kekuatan mu, ada gelang yang selalu menemanimu dan itu bisa kau gunakan untuk melumpuhkan kekuatan apapun, aku membutuhkan hal itu untuk mengantisipasi kalau harus menghadapi kekuatan mereka" jawab Eliza dengan penjelasan yang detail.


"Lalu?"


"Ada satu rencana lagi, dan ini pasti akan mengejutkanmu" ucap Eliza dengan senyuman yang membuat Reno makin penasaran.


"Apa ini akan sangat berbahaya?, Bagaimana pun semua rencana harus dipikirkan dengan matang, mereka bukan orang yang mudah kita kalahkan, dan satu lagi, jangan sampai nantinya akan menghancurkan perusahaan ini" sahut Reno menjelaskan resiko yang bisa saja terjadi.


"Tenanglah, aku sudah memikirkan hal itu, dan hasil akhirnya adalah sesuatu yang akan sangat kita sukai, yaitu membuat mereka berdua mengikuti semua keinginan kita, bagaimana?" Tanya Afita sambil tersenyum dan menatap lekat mata Ronan yang ada didepannya.


"Baik, katakan sekarang juga apa rencanamu, nantinya aku akan menyiapkan diri dengan segera, tak sabar lagi melihat mereka tak punya pilihan dan harus mengikuti apa yang kita inginkan" sahut Reno.


Makin penasaran, yuk jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA.


Bersambung.