ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 41



Alex yang kebetulan mendengar perbincangan Aftan hanya mengerutkan kening, penasaran juga dengan apa yang terjadi.


"Siapa?" Tanya Alex setelah Aftan kembali lagi ke dalam.


"Sebaiknya Daddy tidak perlu tau"


"Hem, tapi sepertinya Daddy bisa menebaknya" jawab Alex


Zafian hanya tersenyum dan beradu pandang dengan sang Daddy, sementara Reyna dan Afita hanya menatap mereka berdua sekejab.


"Jangan main rahasia di sini" sahut Afita.


"Ini masalah laki-laki" Jawab Aftan yang kini sudah duduk di dekat Reyna.


"Sudahlah" ucap Reyna menengahi, "Untuk besok, apa kau bisa mengantarkan Afita?" Tanya Reyna ke anak laki-lakinya.


"Sepertinya tidak bisa Mom, memang Mommy tidak bisa?" Tanya Aftan balik.


"Mommy mendampingi Daddy di peresmian perumahan baru salah satu kolega bisnis kita" sahut Alex mengingatkan.


"Tenang saja, aku bisa belanja sendiri, tidak ada masalah" ucap Afita dengan pasti.


"Tapi kau harus hati-hati, ingat.. banyak musuh yang mengincar keluarga Nugraha" ucap Alex memberikan peringatan.


"Tenang Dad, Afita bisa mengatasi hal itu" jawab Afita.


"Hem, baiklah Deddy percaya padamu" sahut Alex yah kini beralih dan menarik sang istri ke dalam pelukannya.


"Ck, kalian jangan menebar kemesraan disini, menyebalkan!" Ucap Aftan lalu kemudian kembali ke kamarnya.


"Aku juga lanjut ke kamar Dad, Mom, sebelum nanti gosong melihat kemesraan kalian" ucap Afita tersenyum dan kemudian beranjak masuk ke dalam kamar.


Sementara Alex dan Reyna hanya saling pandang dan tersenyum, kemudian berakhir dengan ciu-man singkat yang lembut dan melu-mat, Reyna memukul lengan suaminya, Alex hanya tertawa dan mengangkat sang istri untuk berpindah ke kamar dan melanjutkan aktivitas panasnya.


**


Tepatnya pukul sembilan pagi, sesuai yang di rencanakan, Afita kini sudah berpakaian santai namun rapi, kemudian bergegas keluar dari Mansion menuju ke mobil mewah kesayangannya yang lama tidak di pakai.


"Aku sangat merindukanmu" ucap Afita tersenyum lebar saat memasuki mobil sport kesayangannya.


"Maaf Nona, sesuai perintah tuan Alex, kami harus ikut dengan anda" ucap salah satu pengawal yang sudah berada di dekat mobil Afita.


"Ck, tidak bisakah aku berjalan sendirian kali ini?"


"Maaf Nona"


"Ya sudah, jangan terlalu dekat denganku" ucap Afita memberi perintah.


"Siap nona, kami akan mengawasi anda, mohon kerja samanya"


"Iya, lakukan saja" sahut Afita yang sebenarnya sangat tidak suka saat diikuti oleh beberapa pengawal keluarganya.


Dan kini Afita sudah melakukan mobilnya, berjalan menikmati pemandangan pagi dengan beberapa kali senyuman yang mengembang saat melintasi tempat-tempat yang dulu sering di kunjungi dan ada kenangan tersendiri disana.


Teringat akan sesuatu, Afita segera merogoh handphone setelah memarkir mobilnya saat tiba di tempat yang dituju.


"Apa kau bisa menemani ku?" Tanya Afita sangat berharap.


"Maaf kak, Aku sedang ada di London bersama kak Ethan" ucap salah satu sepupunya yang tak lain adalah Ailina.


"Yah, sayang sekali" sahut Afita dengan kecewa.


"Sorry kak, bagaimana dengan kak Evan?" Ailina memberi saran.


"Musim liburan gini dia sedang sibuk, konser sana sini" jawab Afita sambil terus melangkah memasuki Mall megah untuk berbelanja sesuatu yang di butuhkan.


Terdengar suara tawa Adik sepupunya saat melibatkan Evan dalam perbincangan. Dan akhirnya Afita segera memutuskan sambungan handphonenya disaat telah selesai berbincang.


"Nikmati harimu Afita, ayo semangat!" Ucap lirih Afita menyemangati dirinya sendiri yang sedang belanja seorang diri.


Berjalan kesana kemari, sesekali berhenti saat melihat sesuatu yang diinginkan, Afita benar-benar terbenam dalam suasana belanja yang dibuatnya senyaman mungkin, satu persatu barang yang di butuhkan telah di temukan. Antri dalam pembayaran juga kini sedang dilakoninya.


"Ramai sekali" ucapnya dalam hati, membuka handphone dan melakukan perbincangan lewat Wa dengan Naura yang sempat memberikan beberapa masalah penting yang perlu di sampaikan.


"lakukan saja yang ada di jadwal awal Naura, jangan merubah keputusan apapun sebelum aku kembali ke sana" ucap Afita.


"Baik Nona, ada kabar soal kerjasama kita dengan Tuan Bimo, apa Nona Afita mau mendengarnya sekarang?"


sejenak Afita terdiam, mendengar nama Bimo rasanya masih mempengaruhi emosinya.


"Tidak usah, nanti saja, aku ingin menikmati hatiku dulu" Jawab Afita dengan pasti, lalu segera menutup handphonenya kembali.


Dimana pun Afita berada selalu jadi perhatian, walaupun setengah wajahnya tertutupi oleh masker penutup dan pakaian yang menutup seluruh aurat nya, namun kenyataan aura kecantikannya tidak memudar begitu saja, separuh wajah yang tampak nyatanya mampu menghipnotis orang-orang yang menatapnya.


Begitu juga yang terjadi dengan sosok laki-laki yang kini tengah menatap Afita tanpa disadarinya.


"Cantik" ucapnya.


Hingga laki-laki itupun berjalan mendekat dan kini tepat di belakang Afita mengantri untuk sampai di kasir pembayaran, dan begitulah semua anggota keluarga NUGRAHA, tidak pernah menggunakan kekuasaan dan kebesaran nama keluarga untuk mendapat perlakuan khusus walaupun sebenarnya sangat mudah di lakukan.


Saatnya tiba, Afita berjalan maju dan kini tepat di depan kasir, santai memperhatikan apa yang di lakukan wanita petugas kasir saat menghitung jumlah uang barang-barang yang sudah di belinya.


"Ini semua total belanjanya nona" ucap penjaga kasir setelah menghitung semuanya.


Afita segera merogoh dompet dalam tasnya, keadaan begitu ramai membuatnya membatalkan mengambil Black Card Gold yang hanya ada beberapa di Dunia saat ini.


Alih-alih mencari Kartu pembayaran yang biasa, Afita malah terkejut karena barang itu tidak ada di dompetnya.


"Astagfirullah, apa mungkin ketinggalan di Surabaya?" Gumamnya mulai panik.


Beruntung ada beberapa uang Tunai yang bertengger di dompetnya, sesaat dirinya bisa bernafas lega.


"Uang tunai saja ya mbak" ucap Afita lalu menyodorkan beberapa lembaran uang.


Sosok laki-laki yang ada di belakangnya tersenyum, semakin menyukai apa yang dilakukan sosok cantik yang ada di depannya.


Hingga akhirnya Afita pun berlalu pergi, laki-laki itu kemudian maju dan membayar segelintir barang bawaannya.


Tak terasa rupanya matahari sudah meninggi, Mendengar alarm waktunya sholat Dhuhur, Afita segera melanjutkan perjalannya menuju Mushola yang ada di dalam Mall.


Sedikit berhenti saat dirinya merasakan ada sesuatu yang berbeda, tepatnya seperti sedang di ikuti oleh seseorang, namun saat membalikkan badan, hanya terlihat orang-orang yang berlalu lalang untuk berbelanja.


"Apa perasanku saja ya?" Tanya nya dalam hati, segera masuk dan menunaikan ibadahnya.


Hatinya semakin tenang saat keluar dari tempat ibadah, bersemangat kembali untuk melanjutkan keinginannya yaitu mengisi perut yang mulai keroncongan, saat hampir saja tiba di Restoran yang masih berada di dalam Mall, Afita tertegun melihat sosok laki-laki yang mengayuh kursi rodanya masuk ke dalam restoran yang sama.


Deg.


"Zafian" terucap begitu saja dari bibir Afita.


Teringat akan suaminya, Afita merasakan kerinduan yang menyesakkan, disaat itu juga merasakan nyeri di hatinya mengingat terakhir kali masalah yang ditemui.


"Sudahlah, lupakan masalahmu dulu Afita, semangat!' ucapnya dalam hati.


Afita melanjutkan langkah kakinya masuk dan memilih tempat duduk yang terasa nyaman baginya, tak lama pelayan restoran segera menuju ke tempatnya dan memberikan buku pilihan menu.


"Cukup itu saja mas" ucap Afita setelah melepas masker lalu tersenyum ke pelayan laki-laki yang makin terpana oleh kecantikannya.


"I iya Nona" ucap sang pelayan sedikit tergagap salah tingkah.


Afita hanya menggelengkan kepala, sudah biasa dia akan melihat pemandangan seperti itu dari lawan jenis yang kebetulan berada di dekatnya.


Sambil menunggu makanan datang, tanpa sengaja Afita menatap satu pasangan yang dengan mesra sedang bercengkrama makan bersama.


Seketika pikiran Afita melayang, semua pertengkaran, sentuhan dan gurauan yang kadang tercipta begitu saja, membuatnya makin merindukan sosok Suaminya, disaat yang sama, sejenak Afita terdiam, dirinya seperti merasakan bau khas parfum yang tak asing di penciuman nya, lalu kemudian_


"Silahkan menikmati menunya Nona Cantik"


Deg


"Suara itu!" Ucap Afita langsung menoleh, dan seseorang disana membuat jantung Afita serasa berhenti berdetak, ternyata benar apa yang dirasakannya.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA juga ya.


Bersambung.