ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
168. Firman _Naura 22



Sementara Naura kembali menekuk wajahnya karena merasa kali ini tidak akan termaafkan lagi oleh avita.


"Baik, aku rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi" ucap avita.


"Tapi pernikahan mendadak seperti ini tidak mungkin dilakukan sesuai aturan negara bukan?" Ucap Firman dan membuat Naura seketika mendongak seolah mendapat harapan baru.


"Yang terpenting kalian harus sah di mata sang pencipta, dan urusan aturan negara akan segera kita susulkan" sahut Afita dan tentu saja membuat wajah Naura yang awalnya ceria kini kembali mendung.


"Okey, aku yang akan mengurus sisanya" sahut Zafian kini sudah menghubungi seseorang untuk segera datang ke Mansion.


Ternyata bukan hanya keempat orang itu yang akhirnya hadir dan menyaksikan ijab qobul secara agama yang akan segera dilangsungkan oleh firman dan Naura.


Anita yang kebetulan diantar pulang oleh Reno karena sangat merindukan Fian, juga sangat terkejut melihat apa yang terjadi di Mansion.


"Tidak kusangka kedatanganku di sini justru disambut dengan sebuah pernikahan, lumayan menarik juga" ucap Reno yang kini sudah tersenyum miring melihat ke arah Firman dan juga Naura.


"Ck, senyumanmu sangat menyebalkan" sahut Firman yang sedikit merasa kesal.


Reno hanya terkekeh kemudian membantu Zafian menyiapkan sebuah ruangan yang akan segera dijadikan tempat untuk acara sakral ijab kabul.


"Jangan membuat masalah terus dengan Firman, kelihatannya saja dia begitu tenang, tapi di hatinya saat ini dia sangat khawatir" Zafian memperingatkan Reno yang kini sudah duduk di sampingnya.


"Aku hanya menggodanya saja, justru harusnya Firman berterima kasih pada kalian, dengan begini cinta terpendamnya sudah terjawab bukan?" ucap Reno.


"Jangan sok tahu dan ikut campur, bisa saja kamu akan menerima nasib yang sama dengan mereka berdua" Zafian memperingatkan.


"Oh my_, itu tidak mungkin, Aku bahkan masih belum menemukan wanita seperti istrimu" jawab Reno.


"Takdir tidak ada yang tahu, dan hilangkan Afita dari pikiran mu, ingat itu" Zafian memperingatkan.


Reno tertawa melihat ke posesif an saudaranya, kemudian segera beranjak dari tempatnya saat melihat seseorang telah datang, begitu juga dengan Zafian yang sudah tersenyum dan menyambut laki-laki setengah baya dengan aura yang begitu tenang.


Rupanya Zafian dan Afita sudah memanggil seorang tokoh agama untuk memimpin ijab Kabul yang akan segera dilakukan.


Anita hanya tersenyum senang, merasakan kebahagiaan, karena sesungguhnya dari dulu dia sangat setuju jika Firman bersatu dengan Naura, perlahan Anita pun memegang tangan dingin Naura dan memberikan ketenangan.


"Semua akan baik-baik saja, dan sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri Naura" ucap Anita.


"Iya Bun, tapi aku masih sangat takut" jawab Naura.


"Itu wajar, seiring berjalannya waktu kalian akan saling mengisi dan mengerti, di saat itulah kebahagiaan yang nyata akan kalian alami, semoga pernikahan kalian akan langgeng selamanya" ucap Anita beserta doanya.


"Iya Bun, terima kasih atas Restunya, saya akan terus belajar menjadi seorang istri yang baik" jawab Naura.


Di saat yang hampir sama, Afita mendapat panggilan dari ponselnya, rupanya orang tua Firman kini sudah bersedia menyaksikan ijab qobul lewat video call yang sudah dipersiapkan.


Firman tersenyum dan menyapa kedua orang tuanya, sementara Naura tampak takut dan ragu untuk menyapa, hingga kemudian Firman yang memulai nya.


"Terima kasih atas restunya Mom, Dad" ucap Firman yang kemudian mengajak Naura ikut berbincang dengan kedua orang tuanya.


"Kami merestui kalian, maaf karena tidak mungkin saat ini kita bisa langsung berada di sana, dan untuk acara resmi kalian semua akan kami urus" jawab Farah.


"Maafkan kami kalau mengecewakan Bu Farah, saya tidak bermaksud untuk_"


"Kami sangat bahagia mendengar kabar baik ini sayang, dan aku harap kamu bisa mendampingi putra kami satu-satunya dengan baik, aku titipkan Firman padamu" sahut Farah sebelum Naura selesai dengan ucapannya.


"Terima kasih atas kepercayaan ya Bu, sekali lagi saya minta maaf kalau hal ini mengecewakan" kembali Naura berkata.


"Tidak ada yang mengecewakan, justru semuanya adalah kabar baik yang kami inginkan sayang, kita akan berbincang lebih lama lagi saat nanti bertemu, dan ingat, kami sekarang adalah orang tuamu, jadi bisa kan kamu memanggil kami mom and dad?" Jawab Farah yang sudah tidak sabar melihat prosesi ijab kabul yang akan segera dilangsungkan.


Naura tersenyum dan mengangguk, dalam hatinya merasa lega karena ternyata kedua orang tua Firman begitu menerimanya.


Semuanya berkumpul di ruang tengah, bersyukur tidak membutuhkan waktu yang lama saat proses ijab kabul itu dilakukan dengan khidmat, hingga kemudian..


Seruan kata yang diharapkan akhirnya terucap serempak dari semua orang yang mengikuti.


Kini Firman sudah begitu lega, tentu saja hal yang sama dirasakan oleh Afita dan juga suaminya, Naura sempat meneteskan air mata kemudian segera menghapusnya, sementara anggota yang lain ikut senang dengan hal yang bahagia ini.


Sebuah kotak kecil yang kemarin dibeli oleh Firman sebagai hadiah ulang tahun segera dikeluarkan, nampak kotak kecil berwarna keemasan kini telah berada di tangannya.


"Maaf, hanya ini yang bisa aku berikan padamu sementara waktu, dan nanti saat peresmian acara kita, aku bisa menggantinya kalau memang itu yang kamu inginkan" ucap Firman yang kini sudah mengeluarkan isi kotak mungil itu dan ternyata sebuah cincin berlian yang sangat cantik.


"Ini_?" Nampak Naura sangat terkejut, karena dirinya tahu bahwa barang yang diberikan oleh Firman adalah sesuatu yang dibeli dengan harga yang pasti fantastis.


"Apa kau tidak menyukainya?" Tanya Firman sebelum memakaikan di jari manis Naura.


"Tidak, ini sangat cantik, tapi bukankah berlebihan untukku?" jawab Naura.


Firman membelai wajah Naura sekejap, kemudian teriakan dari beberapa orang yang merasa gemas dengan apa yang mereka lakukan menyadarkan keduanya.


"Jangan beradegan romantis di sini, setidaknya hargai aku yang masih belum mempunyai pasangan!" Teriak Reno dan membuat semua orang tertawa.


Firman menatap Reno dan semua yang sedang berbahagia, kemudian tanpa ragu lagi memasukkan cincin itu ke jari manis Naura. Semuanya berteriak dan kemudian bergantian memberikan ucapan selamat.


Malam yang begitu sepi kini menjadi sangat meriah hingga membangunkan Fian kecil yang sedang nyenyak dalam tidurnya, hingga kemudian Fian ikut bergabung karena telah melihat kedua orang tuanya sudah ada di sana.


"Kangen mommy..!" Teriak Fian kini sudah berlari dan memeluk avita.


"Daddy tidak?" Sahut Zafian tidak terima.


"Deddy juga..!" Fian berlari ke arah Zafian untuk memeluknya.


Tak hanya itu, Anita dan Reno kemudian memberikan kejutan dengan menampakkan dirinya di hadapan Fian, tentu saja Pria kecil itu begitu senang melihat kehadiran keduanya.


"Fian kangen nenek!, Dan Om Reno juga!" Teriak Fian membuat dirinya berlari dan kini sudah berada dalam pelukan Anita dan juga Reno.


Naura menyaksikan semua kebahagiaan itu, merasa bersyukur bisa berada di tengah-tengah orang-orang yang penuh dengan kasih sayang.


Firman melihat Naura dan memeluknya, kemudian memberikan satu kecupan di puncak kepalanya.


"Kita akan mempunyai keluarga yang bahagia seperti mereka" ucap Firman.


"Amin" jawab Naura sambil tersenyum dalam pelukan Suaminya.


Semuanya berkumpul, terjadi perbincangan hangat mulai dari masalah yang telah selesai dihadapi oleh Zafian dan Afita, berlanjut dengan rencana peresmian pernikahan firman dan Naura yang tentu saja ingin digelar dalam sebuah pesta.


Naura tidak banyak berkata, baginya bisa bersama dengan Firman dalam ikatan suci pernikahan sudah membuatnya sangat bersyukur.


"Apa kamu tidak menginginkan sesuatu dalam pesta itu yang?" Tanya Firman.


"Tidak, seperti apapun pesta yang akan dilangsungkan, aku setuju" jawab Naura.


"Baiklah, aku rasa tidak ada masalah, dan aku ucapkan terima kasih kepada keluarga ini yang sudah menerima Naura sebagai anggota keluarga dengan limpahan kasih sayang, untuk selanjutnya izinkan aku yang menggantikan semua itu" ucap Firman membuat semua terharu.


"Aku titipkan Naura padamu Fir, jaga dia dengan baik" ucap Zafian.


"Jangan pernah menyakitinya, bicarakan semua dengan baik-baik jika kalian ada masalah, dan kamu Naura, hargai Firman karena dia sekarang adalah imammu" sahut Afita.


Naura dan juga Reno ikut memberikan beberapa pesan.


"Kami tetaplah keluarga kalian, jangan lupa itu" ucap Anita dengan senyuman yang bahagia.


"Dan jangan sungkan-sungkan meminta bantuanku, bagaimanapun aku juga saudara kalian, setidaknya kalau kalian meminta bantuan, aku juga bisa meminta imbalan dengan mencarikan ku pasangan" laki-laki Reno membuat suasana rumah kembali meriah dengan suara tawa.