ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 60



Zafian sudah berdiri diluar, siap mendengar penjelasan yang akan diberikan.


"Cepat katakan!" Ucapnya.


"Begini Tuan, dari semua yang memberikan penjelasan, bahwa_" anak buah Zafian terdiam kembali, ragu saat akan meneruskan perkataannya.


"Bahwa apa?, Cepat katakan, jangan membuang waktuku" ucap Zafian mulai kesal.


"Baik Tuan, yang menghancurkan tempat itu dan menyerang mereka semua adalah seorang wanita, dia_"


"Apa?, Wanita, maksud mu apa, satu wanita mampu melakukan hal itu, kau ini jangan bercanda, aku akan menghajar mu ya!" Teriak Zafian makin kesal dengan penjelasan yang menurutnya tidak masuk akal.


"Sungguh Tuan, dan mereka menyebut wanita itu adalah Istri Anda"


DEG.


Zafian langsung terdiam, berusaha memasukkan kata-kata terkait yang membuatnya makin tidak paham, perlahan mencerna dan memasukkan semua cerita yang di dengar kedalam otak normalnya.


"Tidak Mungkin, ini mustahil" ucapnya lirih dengan gelengan kepala.


"Maaf Tuan, awalnya saya juga tidak percaya, tapi dari semua yang memberikan penjelasan, jawabannya sama, bahkan tuan Bimo Trihatmodjo sangat ketakutan saat saya menyebutkan nama istri anda"


Zafian makin terdiam, masih tidak bisa menerima semua penjelasan di luar logika.


"Oh my God, benarkan semua ini, mungkinkah rumor tentang keluarga Nugraha itu benar, dan Afita menutupinya dariku selama ini?" Ucapnya lirih namun terdengar oleh anak buahnya.


"Maaf Tuan, siapa yang dari keluarga Nugraha?"


"Is_" ucap Zafian terpotong, karena tersadar hampir saja kebablasan berucap.


"Jangan ikut campur, siapa saja yang mengetahui hal ini?" Tanya Zafian.


"Kami semua Tuan"


"Oh my God, okey, jaga rahasia ini, jangan sampai kalian menyebar kan masalah ini sampai keluar Mansion, untuk sementara Bunda jangan sampai tau, apa dimengerti?"


"Siap Tuan"


Zafian segera masuk keruangan sang istri setelah kepergian anak buahnya, mendekat dan duduk di dekat Afita yang tengah asik dengan handphone nya.


"Yang?" ucap Zafian.


"Hem, ada apa?" Tanya Afita yang tengah tersenyum dengan kesibukan memainkan handphone nya.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Zafian tampak bimbang.


"Aku sudah katakan dari kemaren, aku baik-baik saja, tapi malah kau bawa ke Rumah Sakit" jawab Afita sedikit kesal.


"Ada yang ingin aku tanyakan, dan ini tidak mungkin bagi ku, tapi semua memberikan keterangan yang sama"


"Ck, maksudnya apa yang?, Perkataan mu tidak jelas, aku jadi bingung" ucap Afita yang kini meletakkan handphonenya.


"Begini, apa benar kamu lolos dari tempat itu sendirian?"


"Hem" jawab Afita mengangguk pasti.


"Kamu juga yang membuat semua orang terluka?"


"Hem" angguk Afita lagi.


Zafian terdiam, seolah tidak percaya dengan semua jawaban sang istri.


"Dan tempat itu _?"


"Aku sendiri juga yang merobohkan nya" sahut Afita dengan pasti.


"Apa?, Yang, aku serius" ucap Zafian.


"Aku juga serius, dan aku dari awal sudah memberitahu mu yang, tapi malah kau buat aku tergeletak disini" ucap Afita.


"Astagfirullah, yang, jadi, semua kabar tentang keluarga Nugraha itu benar?" Tanya Zafian mendekat dan menatap lekat mata sang istri untuk memastikan kebenaran akan jawaban selanjutnya.


"Kabar yang mana?" Sahut Afita sedikit mundur dan menyandarkan punggungnya di tepian tempat tidur perawatan.


"Kekuatan itu, kekuatan tenaga dalam Klan keluarga Nugraha" ucap Zafian dengan serius.


"Iya, kami semua punya kekuatan itu, dan aku harap kamu bisa menerima ku, maaf kalau selma ini aku merahasiakannya, itu semua karena dulu aku belum bisa melihat cinta di hatimu untukku"


"Maaf yang, maafkan aku" ucap Zafian begitu menyesali, sementara Afita menundukkan pandangan lalu merasakan sebuah genggaman tangan yang hangat dan erat.


"Oh my God, kalau boleh aku tau, seberapa besar kekuatan mu yang?" Tanya Zafian melanjutkan.


"Untuk apa aku ceritakan, lama-lama nanti kamu akan melihatnya juga yang" sahut Afita.


"Jadi kamu sendirian yang membuat gedung itu roboh?" Tanya Zafian lagi.


"Iya, aku tidak sengaja, mereka membahayakan nyawaku, aku sudah memperingatkan, dan tentu saja aku melakukan itu untuk membela diriku"


"Oke-oke, aku tau, apa kamu bisa mengendalikan kekuatanmu dengan baik?" Tanya Zafian dengan cemas.


"Tergantung"


"Maksudnya?"


"Kalau kau macam-macam dan membuat ulah di luaran sana, apalagi berselingkuh, aku bisa langsung menghancurkan tubuhmu"


"Hahaha" seketika Afita tertawa melihat keterkejutan suaminya akan jawaban yang diberikan.


"Aku hanya bercanda yang, tenang saja, kekuatanku tidak akan aku gunakan dengan sembarangan, dan dari kecil kami semua sudah dilatih untuk mengendalikannya dengan baik"


"Oh, syukurlah" sahut Zafian kini bisa bernafas dengan lega.


"Jadi, bolehkan aku pulang sekarang, disini sangat membosankan" mohon Afita.


"Tentu saja sayang, maaf" ucap Zafian, mencium kening istrinya, menatapnya dengan lembut, sungguh di dalam hatinya sangat bersyukur telah di pertemukan dengan pendamping hidup dari seorang wanita yang luar biasa.


**


Sudah tidak ada kata maaf lagi bagi Bimo Trihatmodjo yang kini hanya bisa berada dalam kursi rodanya, gugatan ce-rai pun sudah di ACC dan akhirnya berpisah dengan sang istri yaitu Eliza Ricardo.


Tentu saja kepemimpinan beberapa perusahaan milik Bimo Trihatmodjo kini semakin berantakan, beberapa kolega bisnisnya bahkan banyak yang mengundurkan diri, begitu juga dengan pemegang saham di beberapa perusahaannya.


Singkat cerita, kondisi pengusaha sukses Bimo Trihatmodjo kini sedang tidak baik-baik saja, sudah beberapa perusahaan terlepas dari tangannya karena di jual untuk menutupi hutang-hutangnya, bahkan hotel mewah yang baru saja di rebut nya dengan licik terancam akan di lelang juga.


Tepat satu bulan berselang, status Eliza kini sudah single kembali, mendengar kesuksesan seorang Afita menjalankan bisnisnya membuat rasa iri di hatinya, keadaannya sebagai model yang karirnya mulai stagnan membuatnya semakin tidak terima melihat kesuksesan Zafian.


"Harusnya dia tau diri, kalau bukan karena bantuan keluargaku, Zafian tidak akan bisa menjadi apapun sampai detik ini" batin Eliza saat melihat beberapa media yang mempublikasikan kabar berita tentang pengusaha muda yang tengah melejit namanya.


Eliza tersenyum sinis, kemudian melangkahkan kaki menuju perusahan AFIAN GROUP, berjalan masuk lalu segera menuju ke ruangan Zafian.


"Maaf Nona, apa anda sudah membuat janji temu dengan Bapak Zafian?" Ucap Seorang laki-laki yang menempati meja sekretaris.


"Kamu siapa?, Orang baru disini, sampai tidak mengenaliku ha?" Ucap Eliza mulai kesal.


"Maaf Nona, saya sekretaris baru di sini, dan sesuai yang diperintahkan oleh Pak Zafian kalau_"


Tiba-tiba saja Eliza langsung menerobos masuk, membuat sang sekretaris itu sangat terkejut.


"Nona tunggu!" Teriaknya, namun terlambat, Eliza sudah membuka pintu dan masuk kedalam ruangan.


Tampak Zafian ikut terkejut, menatap sekejab wanita yang kini ada di depannya, lalu beralih ke sekretaris nya yang terlihat takut.


"Maaf Pak, saya sudah mencegahnya, tapi _"


"Tidak apa-apa, tetaplah disini" perintah Zafian, membuat Eliza tak percaya.


"Apa, aku ingin bicara empat mata, suruh keluar sekretaris mu!" Ucap Eliza dengan ketus.


"Tidak ada yang akan keluar dari ruanganku, dan itu perintahku" ucap Zafian yang kini berpindah ke sofa.


"Terserah!" Sahut Eliza tak perduli lagi.


"Ada apa kau kesini?" Tanya Zafian melanjutkan.


"Aku butuh bantuanmu" ucap Eliza datar dengan kaki yang sudah melipat dan semakin mengeksplor pa-ha mu-lusnya.


"Maksudnya?" Tanya Zafian mengalihkan pandangannya.


"Aku butuh uang untuk melunasi mobil mewah yang baru saja aku beli, dan seperti biasa, aku butuh bantuanmu, mengingat bagaimana dulu kau sudah berjanji akan membantu keluargaku setelah apa yang sudah kami lakukan untuk mu" ucap Eliza begitu saja.


"Apa, kau_!"


"Jangan lupa, semua ini kau raih berkat papaku yang dulu membantumu" sahut Eliza dengan senyum sinis nya.


"Okey, pergi dari sini dan aku akan membantumu melunasinya" ucap Zafian tampak menahan emosinya.


"Okey, Thanks Zaf" ucap Eliza dengan senyum kemenangan.


"Tapi ingat, ini untuk yang terakhir kali, setelah itu, jangan harap aku akan membantumu!" Ucap tegas Zafian, sebelum Eliza melangkahkan kaki keluar dari pintu ruangannya.


"Kita lihat saja nanti" sahut Eliza dengan senyum liciknya.


Sang sekretaris masih terdiam tak percaya, rupanya wanita yang baru saja cekcok dengannya adalah mantan kekasih bosnya yang dengan mudah menuruti keinginannya.


"Oh ya Tuhan, semoga nyonya Afita segera mengetahuinya" batin sang sekretaris.


"Kau boleh keluar sekarang" ucap Zafian yang membuat sekretaris nya terkejut dan segera pergi.


Zafian duduk kembali, tidak ingin lagi menyembunyikan apapun dari sang istri, lalu menggapai ponselnya dan segera menghubungi untuk pulang bersama.


Tak lama keduanya kini sudah berada dalam mobil yang sama.


"Ada apa, hari ini suamiku pendiam sekali" ucap Afita.


Zafian tersenyum, menarik tubuh sang istri dan memeluknya.


"Ada yang ingin aku ceritakan" ucap Zafian setelah menci-um puncak kepala istrinya.


"Serius?" Tanya Afita memastikan.


"Hem, nanti saja di rumah" ucap Zafian masih mendekap mesra tubuh istrinya.


"Jadi hal itu yang membuatmu jadi pendiam saat ini?" Tanya Afita lagi.


Zafian tersenyum, menatap balik sang istri yang penasaran, lalu menyambar bibir lembutnya yang selalu membuat candu baginya.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA ya.


Bersambung.