
Afita berjalan segera keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, tak di pedulikan lagi teriakan Reno yang melarangnya untuk pergi, mengemudikan mobil menuju rumah untuk menenangkan dirinya sendiri.
Naura terkejut melihat kedatangan Afita yang hanya mengucap salam dan berlalu pergi menuju kamarnya begitu saja.
"Ada apa dengan kak Afita?" Batin Naura yang baru saja mendapat telepon dari Raka.
Sementara Afita kini terduduk di depan meja tempatnya berhias.
"Apa yang terjadi?" Ucap Afita dengan melihat kedua telapak tangannya.
"Apa mungkin kekuatannya ku menghilang, karena aku tak pernah menggunakannya lagi, dan tadi itu, hampir saja Pak Reno menyentuh ku, my God" ucap lirih Afita berbicara dengan dirinya sendiri.
Tak lama kemudian, Afita di kejutkan dengan suara panggilan dari Naura.
"Ada Apa Nau?" Tanya Afita setelah membuka pintu.
"Paman Raka memberi tahu, sudah menemukan tempat yang layak untuk Fian, dan dia sangat senang berada di sana"
"Apa kita bisa menjenguknya, aku ingin sekali tau keadaan tempat itu, bagaikan menurut mu?"
"Tapi kak, apa tidak sebaiknya kak Afita menyelesaikan masalah dengan Tuan Zafian dulu?"
"Tentu saja, aku akan bertemu dengannya nanti sore"
"Syukurlah kalau begitu, aku tidak tega melihat kak Afita terlihat begitu menderita, bagaimanapun Tuan Zafian masih berstatus suami sah kak Afita sampai saat ini, dan Fian sendiri juga harus tau kalau dirinya punya Daddy"
"Aku tau, dan aku melakukan semua ini demi keselamatan Fian, tidak ada maksud lain"
"Aku tau kak" sahut Naura.
*
*
Sementara itu, Zafian sudah berada di Mansion nya kali ini, terkejut melihat sahabat yang hampir tak dilihatnya beberapa hari.
"Rupanya kau sudah pulang" ucap Zafian.
"Hem, ada hal serius yang ingin aku ceritakan Zaf"
"Soal apa?" Tanya Zafian.
"Istrimu, Afita " jawab Firman.
"Ada apa dengan Afita?" Tanya Zafian lagi.
"Aneh, apa ada yang aku lewatkan?" Ucap Firman merasa ada yang tidak beres pada Zafian saat masih begitu tenang ketika menyebutkan nama istrinya.
"Apanya yang aneh?" Tanya Zafian.
"Biasanya kamu akan merubah ekspresi mu begitu serius saat mendapat kabar tentang Afita, tapi sekarang?" Ucap Firman menelisik.
"Ck, sudahlah, ikut saja dengan ku sebentar lagi, dan akan bertemu dengannya" sahut Zafian sukses membuat Firman membelalakkan matanya.
"Tunggu, maksudnya Afita benar-benar ada di sini?" Tanya Firman memastikan.
"Hem, nanti ikutlah, aku ingin ada yang menahan emosi ku kalau Afita masih keras kepala"
"Aku yakin akan ada alasan yang kuat kenapa Afita melakukannya semua ini, dan satu lagi, apa kau tau keberadaan Naura juga?" Tanya Firman makin penasaran.
"Lihat saja kejutan berikutnya, sebaiknya kita makan siang dulu, setelah itu bersiap menemui Afita" sahut Zafian.
"Okey siap, aku akan memasak hari ini, apa kau siap dengan makanan yang akan aku hidangkan?"
Zafian hanya tersenyum, lalu bergegas masuk menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum kemudian keluar menyusul Firman yang kini sudah melakukan aktivitas dimension seperti yang dia janjikan.
Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit, kini Zafian dan firman menikmati makan siang setelah beberapa waktu tidak pernah bertemu sama sekali.
"Apakah sudah siap? "Tanya Firman.
"Tentu saja, Ayo kita berangkat "jawab Zafian.
Setelah itu, keduanya sudah meluncur di jalanan sore yang padat merayap, tidak ada perbincangan sama sekali karena masing-masing dari mereka berbicara dengan pikirannya sendiri.
"Akhirnya kita sampai "ucap Zafian.
"Aku sudah tidak sabar lagi, semoga setelah ini masalahmu yang pelik itu segera berakhir Zaf" sahut Firman.
Keduanya kini telah berjalan menuju tempat yang telah dipesan sebelumnya, dan saat langkah sudah semakin dekat terlihat kursi di sana masih kosong, bisa dipastikan Afita masih belum sampai di tempatnya.
Zafian segera duduk bersama dengan Firman, tak lama kemudian terlihat sosok wanita yang tengah ditunggu dan berjalan menuju ke arahnya.
"Bukankah itu Avita? "Tanya Firman terlihat sedikit terkejut mendapati Avita dengan tubuh yang terlihat lebih tirus dari sebelumnya.
"Hem, kau tidak salah lihat "jawab Zafian.
Afita sedikit menyunggingkan senyum saat berada tepat di depan zafian, lalu kemudian mengambil tempat duduk yang berada di sebelah nya.
"Duduklah" ucap Zafian dengan berdiri dan membantu Avita untuk duduk di kursinya.
"Apa kabar Nona Avita? "Sapa Firman.
" Alhamdulillah, baik "jawab Afita.
Firman tersenyum, lalu kemudian menatap Zafian seolah berpamit untuk memberikan privasi kepada keduanya.
"Baiklah, sebaiknya langsung saja berikan penjelasan kenapa kamu sampai tega meninggalkanku Afita? "ucap Zafian.
"Maaf sebelumnya, ada sesuatu yang saat itu harus aku lindungi "Afita sedikit menunduk sambil berkata.
"Apa maksudmu, melindungi dari apa?, Apa dariku? "Sahut Zafian.
"Aku rasa kamu sudah tahu "ucap Afita.
"Sungguh Af, aku tidak tau apa maksud mu?"
"Aku meninggalkan mu dalam keadaan hamil Zaf, kamu tidak lupa itu bukan?" ucap Afita.
"Tentu saja tidak, dan itu adalah poin terpenting yang ingin aku dengar dari semua penjelasan mu" jawab Zafian.
"Dia yang ingin aku lindungi darimu" ucap Afita kemudian.
"Apa?!, Jangan bercanda Af, apa kau gila?!" Seru Zafian yang percaya dan terlihat sedikit emosi.
"Itulah kenyataannya!" Sahut Afita.
"Tunggu, jadi anak kita tidak apa-apa?, lalu dimana dia, aku ingin menemunya" ucap Zafian yang sudah berdiri.
"Tidak bisa, kau akan membahayakan nyawanya Zaf"
DEG.
Zafian terkejut sekaligus tak percaya, penjelasan Afita begitu nyata di dengarnya, sebuah kenyataan yang sulit untuk dia mengerti saat ini.
Hingga kemudian Afita menjelaskan semuanya, "Ini tidak mungkin, aku tidak percaya Af" sahut Zafian.
"Bukan hanya aku yang mengerti akan hal itu, tapi Aunty Alena, dia yang memberitahukan semua ini"
"Aunty?, My God, lalu kenapa dia tidak menceritakan padaku semua ini, dan kenapa juga kamu harus pergi dari sisiku?!' teriak Zafian yang makin kesal karena merasa tidak tau apapun.
"Maaf, aku merasa semua akan percuma, kau tidak akan bisa menjauh dariku saat itu, kecuali aku meninggalkanmu dan juga keluarga Nugraha, hingga aku nekad pergi menghilang begitu saja dengan bantuan paman Raka"
"Sh-it!, Dan paman begitu tega melakukan semua itu padaku?!" Teriak Zafian semakin kesal.
"Bukan salah paman, karena aku sendiri yang menginginkan hal itu, hingga Paman Raka harus berjanji untuk merahasiakan keberadaanku darimu dan juga keluarga Nugraha, dengan begitu keberadaan anak kita akan aman dari jangkauanmu "Afita menjelaskan.
"Apa kau tidak tahu, sekarang kekuatanku sudah berubah menjadi kekuatan putih, dan menurutku anak kita tidak akan berpengaruh dengan kekuatanku "sahut Sofyan.
"Aku tidak bisa memastikan hal itu, untuk itu saat ini aku sengaja menyembunyikan anak kita dari jangkauanmu, Maafkan Aku "ucap Avita.
"Aku tidak peduli, sebaiknya antar aku menemuinya, bisakah kamu memberitahu siapa namanya, aku Daddy-nya Af" sahut Zafian.
"Maaf Zaf, aku masih belum berani, apa kau tidak khawatir, akan terjadi sesuatu dengan anak kita, nyawanya bisa terancam kalau sampai kekuatanmu masih memicu kekuatan hitam yang berada dalam tubuhnya "Afita berusaha memberikan penjelasan agar Zafian memikirkan resiko yang akan terjadi.
"Kita tidak akan tahu, jika tidak mencobanya, aku akan menjauh secepat mungkin jika terlihat tanda seperti yang kau jelaskan, Bagaimana menurutmu? "Ucap zafian.
Avita terdiam, merasa serba salah dengan permintaan zavian, di sisi lain dia cemas akan keselamatan Fian, namun juga tidak menyalahkan Zafian untuk menemui sang putra yang tentu saja sangat dirindukannya.
Melihat Avita tampak bimbang dan terdiam, Zafian langsung memegang tangan Afita, "aku mohon Af, kasihanilah aku "ucap Sofyan.
Afita tidak bisa lagi memberikan alasan untuk zafian tidak bertemu dengan anaknya, hingga akhirnya Afita mengangguk perlahan Dan tersenyum berharap kejadian buruk yang ada di bayangannya tidak akan terjadi.
"Baiklah, kita akan menemuinya setelah aku menceritakan semuanya ke paman Raka, dan Namanya adalah Fian Al Faradz "jawab Avita.
"My God, dia seorang Jagoan?" Ucap Zafian tampak begitu bahagia dan mengucap syukur lalu memeluk Afita dengan erat.
"Terima kasih sayang, aku bisa memanggilmu seperti itu lagi kan? "Ucap Zafian dengan setetes air mata yang segera dihapusnya.
Tak berapa lama kemudian, perbincangan pun berhenti dan di saat yang sama Zafian melambaikan tangan memberitahu kepada Firman untuk ikut bergabung karena pembicaraan yang serius sudah selesai.
"Oh ya, ada lagi yang ingin aku sampaikan, Maaf sebelumnya, wanita yang ada bersamaku saat ini adalah Naura"
"Sudah aku duga, syukurlah kalau dia baik-baik saja bersamamu Nona Vita "
"Maaf, Naura mungkin tidak akan mengenalmu dokter Firman, karena separuh ingatannya ada yang hilang "ucap Afita.
"Apa?!" Ucap Sofyan dan firman hampir bersamaan.
Jangan lupa memberi HADIAH VOTE LIKE KOMEN dan Tonton IKLANnya.
Bersambung.