ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 145



Dan apa yang terjadi kemudian?, Hanya ada ledakan kecil dan tidak membahayakan terjadi disana, Cahaya api itu perlahan menghilang dan tubuh Fian terjatuh dari ketinggian bersama dengan tubuh seseorang yang sepertinya tak bernyawa.


Afita segera menangkap tubuh Fian dan kini sudah berada dalam pelukannya, sedangkan Kaisar menyambar satu tubuh orang dewasa yang tidak dikenalnya sama sekali, sementara dari arah belakang nampak Zafian berlari dan menerjang pintu masuk begitu saja.


"Fian!" Teriak Zafian.


"Dia aman" sahut Afita yang kini tengah memeluknya.


"Syukurlah" ucap Zafian merasa begitu lega dan mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.


"Reno?!" Ucap Zafian kemudian yang terkejut melihat seseorang dalam gendongan Kaisar.


"Kau mengenalnya?" Tanya Kaisar.


"Iya Paman, nanti akan kami jelaskan" sahut Zafian segera menghampiri untuk melihat keadaan saudara tirinya.


"Dia terluka sangat parah, aku tidak bisa memastikan apa dia bisa bertahan hidup" ucap Kaisar saat akan meletakkan tubuh Reno di atas sofa.


"Bawa dia ke kamar, aku akan berusaha membantunya!" Sahut Alex dengan cepat dan kini Kaisar mengurungkan niatnya, lalu membawanya masuk ke dalam salah satu kamar yang tadinya telah terpakai.


"Siapa dia?" Tanya Reyna yang kini ikut berjalan di samping Afita yang tengah menuju kamar Fian.


"Adik tiri Zafian Mom"


"Apa?!"


"Nanti aku jelaskan" sahut Afita.


"Oh my God, dia bahkan tak memperdulikan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan cucuku" ucap Reyna.


"Iya, aku tau, aku sangat berterima kasih padanya" sahut Afita yang kini merasa sangat bersyukur karena Fian sudah bisa di selamatkan.


Saat perlahan Afita merebahkan tubuh Fian, dirinya dikejutkan dengan sebuah gelang yang kini sudah melingkar di lengan kiri anaknya, bahkan gelang itu kini bersinar terang, membuat Reyna juga sangat terkejut melihatnya.


"Apa ini?" Tanya Reyna tak mengerti.


"Itu milik Reno, dan rupanya dia sengaja memindahkan ke tangan Fian untuk menyelamatkannya" ucap lirih Afita yang sudah mulai bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya sudah dilakukan oleh Reno sesaat tadi.


"Reno?" Tanya Reyna masih bingung.


Afita tersenyum, lalu duduk sambil mengusap wajah Fian dengan lembut dan menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya untuk memperbaiki keadaan Fian yang baru saja terkuras tenaganya.


"Biara aku yang melakukannya sayang, kamu ceritakan saja semuanya, Mommy masih tak mengerti sama sekali siapa Reno dan Gelang apa ini" ucap Reyna yang sudah tak sabar lagi.


Afita menghentikan apa yang dilakukan, lalu Reyna yang kini menggantikannya, setelah itu Afita perlahan menceritakan semua yang perlu diketahui oleh sang Mommy.


Entah apa ya g harus dirasakan oleh Reyna, disisi lain tak menyalahkan sikap Zafian dan Bundanya, namun dirinya juga tidak bisa menyangkal begitu saja bahwa Reno telah menyelamatkan nyawa cucunya.


"Aku tidak tau lagi harus berkata apa, hanya berharap Zafian dan Bu Anita mau menerima Reno sebagai keluarganya, bagaimana pun ada darah yang sama mengalir dalam tubuh Keduanya" ucap Reyna setelah menghentikan aktifitasnya karena dirasa cukup untuk memperbaiki keadaan Fian saat ini.


"Aku juga berharap begitu Mom, tapi kepergian ayah Zafian karena keluarga barunya itu menorehkan luka cukup dalam, dan aku sendiri tidak sanggup membayangkan hal itu" sahut Afita.


"Mommy mengerti" ucap Reyna.


Reyna segera keluar setelah memastikan keadaan Fian baik-baik saja, lalu kemudian menuju kesebuah kamar dimana ada Anita disana, mengetuk pintu perlahan, hingga terdengar suara mengijinkan untuk masuk.


"Maaf, apa Bu Anita baik-baik saja?" Tanya Reyna yang kini sudah duduk di tepian tempat tidur.


"Alhamdulillah, sudah lebih baik, maaf kedatangan kalian malah disambut dengan masalah sebesar ini, bagaimana dengan cucu kita?" Tanya Anita.


"Fian baik-baik saja, dia anak yang kuat, dan sekarang kita tidak perlu khawatir lagi, sepertinya kekuatan hitam miliknya tidak akan bisa muncul kembali"


"Gelang yang ada di tangan seseorang yang bernama Reno itu telah berpindah ke tangan Fian, dan hal itu yang menyelamatkannya dan seterusnya akan menghilangkan kekuatan hitam itu tidak akan muncul, walaupun semua itu akhirnya malah melukai pemilik awalnya" ucap Reyna.


Anita terkejut, ada rasa bahagia, karena masalah sang cucu akhirnya bisa diatasi untuk selamanya, namun ada perasaan bingung bercampur aduk di dalam hatinya, antara benci, kasian dan juga berterimakasih atas apa yang dilakukan oleh Reno yang ternyata anak dari suaminya bersama dengan wanita lain.


"Sebaiknya anda istirahat dulu Bu Anita, jangan terlalu dipikirkan, kelola stres anda dengan baik, dan pasrahkan semuanya kepada sang pencipta, saya yakin apa yang terjadi dengan kita sudah diatur sedemikian rupa, mungkin saja itu sebuah petunjuk menuju jalan yang lebih baik lagi" ucap Reyna sebelum akhirnya pamit keluar dari kamar.


Anita masih terdiam, memikirkan semua perkataan Reyna yang memang benar apa adanya, tidak ada satu kejadian pun dalam kehidupan manusia yang tidak ada hikmah di dalamnya, jika kita mau menyikapinya dengan cara pandang yang bijak.


Sementara itu, di dalam sebuah kamar, Alex tengah menyalurkan tenaga dalam penyembuhnya, dengan sekuat tenaga membantu seseorang yang telah menyelamatkan nyawa cucunya.


Hingga tak lama kemudian, terlihat gerakan jari jemari yang membuat Alex, Kaisar dan juga Zafian bisa bernafas dengan lega.


"Akhirnya, sepertinya dia sudah mulai tersadar, dan denyut jantungnya perlahan normal" ucap lirih Alex.


"Sebaiknya Dady, istirahat dulu" ucap Zafian.


"Dan biarkan aku yang melanjutkan memberikan tenaga dalamku" sahut Kaisar.


"Tidak perlu, yang aku berikan sudah cukup Kai, dan ada kabar buruk yang harus aku beritahukan"


"Ada apa Dad?" Ucap Zafian merasa khawatir seketika.


"Semua aliran tenaga dalamnya terlepas, beberapa titik syaraf bahkan mengalami cidera, namun bisa aku atasi sebagian besar, dan aku pastikan dia tidak mempunyai kekuatan supranaturalnya lagi"


"Bukankah itu lebih baik?" Tanya Kaisar.


"Aku tau maksudmu Kai, dia memakai gelang itu karena kekuatannya sangat mirip dengan apa yang di punyai Fian dan selama ini sepertinya tidak bisa dia kendalikan, tapi kekuatan Supranatural sebesar itu terlepas dari tubuhnya tentu sangat beresiko"


"Aku tau, dan semoga saja dia tidak mengalami kelumpuhan" ucap Kausar sambil menatap Reno yang masih terbaring dengan keadaan yang perlahan membaik.


Zafian terdiam, matanya masih tak lepas dari pandangan menatap Reno, ada rasa bercampur aduk disana, terus terang tak sampai hati kalau sampai hal itu terjadi, namun juga masih ada rasa sakit hati saat mengingat apa yang telah terjadi di masa silam.


Hingga kemudian, ketiganya di kejutkan dengan kedatangan Reyna.


"Apa dia baik-baik saja honey?"


Alex menoleh ke sumber suara, lalu memeluk Reyna saat sudah berada di dekatnya.


"Jangan khawatir, aku bisa mengatasinya" ucap Alex.


"Syukurlah, aku merasa lega, sebaiknya kita beristirahat, ini sudah malam, dan aku sarankan meminta tolong seseorang untuk tetap berada di dekatnya mengawasi kondisinya" ucap Reyna sambil menatap Reno yang tengah terbaring.


"Iya Mom, aku akan menempatkan salah satu asisten rumah tangga di sini untuk mengawasi, dan Paman Kai mari ikut saya untuk beristirahat dulu" ucap Zafian yang kini sudah berjalan di ikuti oleh Kaisar.


*


*


Saat di sepertiga malam, Anita terbangun, dan entah kenapa begitu ingin melihat keadaan sang cucu saat ini, lalu berjalan dan membuka perlahan pintu kamar itu, terlihat Afita dan juga Zafian tengah tidur disamping sang cucu tercinta.


"Alhamdulillah, sepertinya Fian baik-baik saja" ucap lirih Anita sambil tersenyum bahagia, lalu menutup kembali pintu kamar dan berjalan turun untuk mengambil air putih yang kebetulan habis di kamarnya.


Namun saat melewati sebuah kamar, Anita hampir saja bertabrakan dengan salah satu asisten rumah tangga yang berlari keluar dari salah satu kamar.


"Astagfirullah, ada apa?" Tanya Anita terkejut.


Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya ya.


Bersambung.