ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
147. Firman-Naura 1



EMPAT TAHUN BERLALU..


Naura baru saja kembali dari pesta kelulusan di Kampusnya yang berada di Kota London, dirinya segera membersihkan diri lalu kemudian mencari beberapa koper besar yang ada di dalam lemari.


"Oh my God, tak terasa waktu begitu cepat berlalu, dan saatnya aku harus segera pulang ke nagaraku" ucap Naura yang kini sudah membersihkan salah satu koper besar miliknya.


Keesokan harinya Naura segera bersiap di Bandara, dan dirinya sangat bersyukur karena penerbangannya cukup lancar hingga tiba di Indonesia.


Keluarga besar Al Faradz sudah menyambutnya di bandara, dan detik berikutnya kebahagiaan terlihat di mata Naura saat orang terkasihnya saat ini yaitu Afita sudah bersiap memeluknya.


"Aku senang sekali sudah berada disini saat ini Bunda" ucap Naura disaat semua sudah pergi melajukan aktifitasnya masing-masing.


"Bunda juga Naura, terimakasih sudah mau kembali ke rumah ini, rasanya senang sekali ada yang menemani di Mansion sebesar ini saat semuanya sudah pergi melakukan aktifitasnya" Bunda Anita berbicara sambil menghidangkan beberapa cemilan.


"Tapi sebentar lagi saya akan ikut bekerja membantu Nona Afita Bunda"


"Kenapa kamu masih memanggilnya Nona, Kami sudah menganggap mu keluarga dan Afita lebih suka kamu panggil kakak" Anita kini duduk di samping Naura.


Naura hanya tersenyum lalu menjelaskan bahwa dirinya merasa tidak pantas untuk memanggil Afita kakak, namun Afita meyakinkan Naura untuk menghormati keinginan Afita.


"Baiklah Bunda, aku akan mengusahakan memanggil Nona Afita dengan sebutan Kakak" Akhirnya Naura menyetujuinya.


Anita tersenyum senang, lalu mereka berdua melanjutkan percakapan.


"Bagaimana denganmu saat ini?" Tanya Anita setelah memakan beberapa cemilan.


"Aku?" Naura menunjuk dirinya sendiri dan masih belum mengerti.


"Iya sayang, apa belum ada laki-laki yang mengisi hati mu?" Pertanyaan dari Anita membuat Naura sedikit gugup.


"Oh, ayolah Bunda, aku disana benar-benar serius belajar dan tak ingin mengecewakan Kak Afita, tidak ada waktu untuk hal itu" jawab Naura.


"Tapi menjalin hubungan dengan seseorang yang kita sayang akan membuat hidupmu lebih berwarna, apa kamu tidak kesepian?" Mata Anita menatap Naura dengan lekat.


"Tidak Bunda, ada kalian yang meramaikan kisah hidupku, belum lagi si tampan Fian yang selalu aku rindukan" Naura berusaha menghibur hatinya sendiri.


Anita tersenyum, ada rasa ragu akan kalimat Naura yang terucap, bagaimana pun Anita juga sudah tau cerita lama antara Naura dan juga Firman, sahabat Zafian.


Perbincangan itu terhenti disaat ada suara anak kecil yang tengah berteriak dan berlari memanggil.


"Aunty!" Teriak Sosok kecil yang tak lain adalah Fian Al Faradz.


"Hai sayang, sudah pulang sekolah?" Sambut Naura yang kini sudah memeluknya.


"Sudah, Aunty akan lama ada disini kan?" Tanya Fian yang kini baru saja memasuki sekolah dasar.


"Tentu saja, jangan khawatir, Fian akan Aunty temani tiap hari okey?"


"Asik, Fian sayang Aunty!"


"Aunty juga" Naura segera melepaskan pelukannya saat pengasuh Fian mendekat dan ingin membantu Fian untuk membersihkan badan dan berganti pakaian.


*


*


Sore datang menjelang, dan tak lama kemudian semua penghuni Mansion satu persatu telah pulang, diawali dengan Afita yang datang dahulu dengan mengendarai mobilnya sendiri.


"Wah, Tuan Zafian sudah memperbolehkan kak Afita menyetir sendiri?" Pertanyaan Naura menyambut kedatangan Afita.


"Aku mengancamnya" sahut Afita absurt dan tentu saja membuat Naura tertawa.


"Mengancam dengan apa kak?" Tanya Naura.


Afita terdiam sesaat, ada yang aneh dan itu membuatnya suka, lalu tersenyum dan memeluk Naura tiba-tiba.


"Terimakasih ya sudah mau memanggilku kakak lagi" ucap Afita, lalu kemudian melepaskan pelukannya.


"Menikahlah segera, aku akan menceritakan dengan detail ancaman apa yang membuat pasangan kita nanti bertekuk lutut" mata Afita mengerling sebelum beranjak meninggalkan Naura yang masih terbengong tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan oleh Afita.


"Dasar Aneh, ada-ada saja" Naura berbicara sendiri dan segera turun ke bawah untuk membantu Anita yang sepertinya sibuk berada di dapur.


"Apa Bunda sedang membuat kue?" Tanya Naura yang kini sudah memperhatikan Anita.


"Begitulah, apa Afita belum memberitahumu?" Anita masih sibuk mengemas kue yang sudah matang.


"Tidak, memangnya ada apa Bun?" Tanya Naura merasa tak tau apapun.


Lalu tiba-tiba saja terdengar sahutan dari suara seseorang dari belakang.


"Nanti kita akan makan malam di rumah Firman, kedua orang tuanya datang dari luar negeri dan mengundang keluarga kita nanti malam" Rupanya Zafian baru saja datang.


Tak ada jawaban apapun dari Naura, dan Anita memperhatikan hal itu, lalu segera mendekati Naura.


"Nanti ikutlah, kita semua akan kesana, kalian masih saling kontak?" Tanya Anita.


"Maksud Bunda?"


"Dokter Firman" sahut Anita sambil melanjutkan kembali sisa pekerjaan yang hampir saja selesai.


"Kami sudah tidak berhubungan beberapa tahun yang lalu"


"Kalian ada masalah?" Tanya Anita.


"Tidak Bun, kami hanya berteman, dan sibuk dengan urusan masing-masing"


"Tapi aku dengar Dokter Firman pernah menyatakan perasaannya padamu" lagi-lagi Naura di kejutkan oleh suara yang menyahut begitu saja.


"Kak Afita, mengagetkanku saja, dan Aku cukup tau diri kalau tak pantas untuknya" Naura kini beranjak membantu Anita seolah menghindari tatapan Afita.


"Apa kau menyukainya?" Tanya Afita membuat kue di tangan Naura hampir saja terlepas.


"Kak, bisa kita tidak membahas hal ini, semuanya sudah berlalu, dan tidak penting lagi saat ini"


"Baiklah, kalau begitu segera bersiap dan ikut dengan kita, tak ada penolakan, semua harus kesana, keluarga Dokter Firman sudah menunggu" Afita memberikan perintah yang tak mungkin di tolak lagi oleh Naura.


Dalam hati Naura hanya berharap, jantungnya tidak akan lagi berdetak dengan kencang saat di pertemukan dengan sosok yang bertahun-tahun telah di hindari.


Saatnya berangkat, Naura memakai gaun yang sederhana dan terlihat Elegan.


"Wow, kau sangat cantik sayang" ucap Afita memberikan pujian.


"Biasa saja Kak, tidak ada yang mengalahkan kecantikan seorang putri dari keluarga Nugraha bukan?" Sahut Naura


"Hei, ayolah, kamu sungguh terlihat cantik malam ini, benar kan Bunda?" Afita melemparkan pertanyaan ke Anita.


"Kalian berdua sangat cantik, kalau aku hanya mengatakan Naura saja yang cantik, takut ada yang tidak terima, selanjutnya akan panjang urusannya" sahut Anita sambil terkekeh melihat Zafian yang tengah menatapnya.


Afita segera menoleh dan melihat reaksi suaminya juga, dan dirinyapun ikut tertawa, begitu juga dengan Naura yang kini sudah menggandeng Fian yang masih belum mengerti apa maksud perkataan dari orang-orang dewasa di sekitarnya.


Tak ada perbincangan lagi, dan dua mobil mewah meluncur dengan beberapa pengawal yang ada di depan dan di belakang rombongan.


Tak berapa lama sampai ditempat yang di tuju, berharap menjauh dari Seseorang, kini malah sambutan di lakukan oleh Furman secara langsung, tentu saja itu membuat Naura sangat terkejut.


"Selamat datang kembali ke Indonesia" ucap Firman menjabat tangan Naura, lalu melepaskan kembali dan meninggalkan Naura begitu saja sebelum sempat menjawab apapun.


"My God, apa yang terjadi dengan Dokter Firman, sungguh aneh" batin Naura merasa sedikit kesal, lalu melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah mewah dengan pintu terbuka lebar.


Jangan lupa HADIAH VOTE LIKE KOMEN dan Tonton IKLANnya ya.


Bersambung.