ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 91



Elonar sedang berbincang dengan sahabat lamanya saat ini, seorang wanita yang di temui sepuluh tahun silam di sebuah tempat hiburan yang ada di negara Eropa saat itu, dia adalah Jarred Rebecca, wanita blesteran yang mempunyai kekuatan tenaga dalam.


"Aku selalu mengagumi mu Elonar" ucap Jarred.


"Come on, aku selalu menganggap mu sahabat Red, apa kau lupa itu?" Sahut Elonar, dan tentu saja membawa raut wajah kecewa bagi Jared Rebecca.


"Sudahlah, kalau begitu katakan padaku, bantuan apa yang ingin kau minta?" Tanya Jarred.


"Racun mu"


"Hem, itu mudah, untuk musuhmu?" Tanya Jarred.


"Tentu saja, aku ingin yang cepat dan tak terlihat, juga aman dari deteksi medis" ucap Elonar.


"Bukan hal yang sulit, siapa yang harus aku atasi?"


"Zafian"


"Zafian?" Nampak Jarred berpikir sejenak, sepertinya pernah mendengar namanya.


"Wow, jangan bilang kalau itu adalah Zafian Al Faradz, pengusaha muda sukses dan bisa di katakan menduduki urutan milyarder muda di negara ini, benarkah dia?" Tanya Jarred sambil menatap Elonar penasaran.


"Tepat sekali"


"What?!, Bukannya dia akan segera menjadi adik ipar mu?" Tanya Jarred terkejut dan heran.


"Itu cerita lalu, Laki-laki itu mengacaukannya, dan sekarang menjadi musuh keluarga Ricardo"


"Oh ya, miris sekali nasibnya, berani sekali berurusan denganmu dan keluarga Ricardo"


"Begitulah, aku ingin kau melenyapkannya, tapi ingat_!" Ucap Elonar tertahan.


"Apa?" Tanya Jarred makin penasaran, melihat wajah Elonar begitu serius.


"Jangan sentuh istrinya" jawab Elonar.


Sontak membuat Jarred terkejut, sedikit memicingkan matanya, sambil menatap lekat Elonar yang berusaha untuk menghindar.


"Tunggu!" Ucap Jarred saat Elonar ingin beranjak dari tempatnya.


"Ada apa?" Tanya Elonar.


"Jelaskan padaku, kenapa aku tidak boleh menyentuh Istrinya?" Ucap Jarred penuh curiga.


Elonar kembali menyamankan posisinya, menatap Jarred dan akhirnya menjelaskan satu persatu.


"Mereka berdua orang-orang yang memiliki kekuatan tenaga dalam seperti kita"


"What!" Jarred terkejut, sekilas teringat akan pertemuan dengan seorang wanita beberapa waktu lalu


"Rupanya di negara ini, banyak juga yang punya kekuatan supranatural" ucap Jarred.


"Bisa saja, dan yang aku tau saat ini, hanya mereka berdua" sahut Elonar.


"Aku rasa tidak, tapi entahlah, lanjutkan saja penjelasan mu" ucap Jarred.


"Itu kenapa aku membutuhkan bantuan mu, aku rasa kelebihan yang ada pada dirimu untuk mengeluarkan racun rahasia mu, bisa mengatasi masalahku dengan mudah" sahut Elonar menjelaskan.


"Jadi kau sudah berhadapan dengan mereka?"


"Tentu saja, kekuatan mereka sangat besar, aku bisa merasakannya"


"Dan kau tidak mampu mengatasinya?" Tanya Jarred lagi.


"Kalau satu orang, aku mungkin masih mampu, tapi_"


"Kenapa?, Apa istri Zafian juga berkekuatan lumayan besar juga?"


"Hem, begitulah"


"Sepertinya cukup menyenangkan, kau mencari ku untuk menyeimbangkan perlawanan, menarik sekali"


"Siapkan saja dirimu" sahut Elonar.


"Jadi, aku bebas membunuh Zafian dengan caraku?"


"Iya, asal sesuai dengan persyaratan ku tadi, jangan sampai melibatkan ku dengan urusan hukum di negara ini, nama keluarga Ricardo jangan sampai tercoreng kembali" ucap Elonar dengan serius.


"Baik, lalu.. kalau aku boleh membunuh Zafian, kenapa aku tidak boleh menyentuh Istrinya?, Bukankah dia juga musuh?" Tanya Jarred ingin tau pasti.


"Apa dia wanita spesial bagimu?"


"Aku bilang itu urusanku, jangan ikut campur, persahabatan kita ada batasan Jarred Rebecca" sahut Elonar penuh penekanan.


Jarred terdiam, merasa sangat kesal di hatinya, namun, seorang Elonar Ricardo tidak pernah bisa dia tolak, hatinya begitu kuat ingin sekali bersamanya, bahkan dalam keadaan apapun, dia akan selalu mendukungnya, karena di hatinya sudah lama tersimpan namanya.


"Maaf, aku hanya bercanda Elo, tentu saja aku akan melakukan tugasku sesuai dengan keinginan mu" jawab Jarred yang kini berjalan mendahului Elonar untuk masuk ke dalam Mansion.


Tak lama kemudian keduanya keluar kembali, dan Elonar mengantarkan Jarred untuk kembali ke Apartemen dengan membawa dua mobil masing-masing, rupanya Jarred mendapatkan dukungan penuh dari Zafian, hingga Apartemen dan mobil sudah dia dapatkan.


*


*


Seorang laki-laki telah selesai mengadakan rapat penting di sebuah Rumah Sakit besar dan ternama, berjalan keluar ruangan dengan membawa misi yang berat sebagai ketua Seminar Akbar para Dokter yang ada di Indonesia, dan akan dilaksanakan di kota Surabaya.


"Aku butuh bantuan Afita soal gedung yang harus aku persiapkan" ucapnya lirih


Dokter Firman masih terus melangkah dengan cepat, menuju ke mobilnya untuk menemui wanita yang diharapkan bisa membantunya, namun laju mobilnya terhenti sejenak, Teringat akan bagaimana posesif nya pemilik wanita yang akan di temuinya.


"Heh, sebaiknya aku bertemu Zafian saja, biar mudah urusannya" batin Firman dan kembali memilik arah jalan yang lain.


Hingga akhirnya tiba di perusahaan AFIAN group, segera dirinya masuk, sekretaris Zafian menyambutnya, lalu mengantar masuk dan mengucap salam.


"Sepertinya ada yang penting kali ini, mengingat pesan yang kau kirim begitu serius kata-katanya" ucap Zafian menyambut sahabatnya yang sudah duduk nyaman di sofa.


"Hem, bantu aku mencari gedung yang bagus"


Zafian menoleh dan menatap lekat Firman setelah berucap, ada kecurigaan disana.


"Aku bukan orang yang tepat, lagi pula untuk apa gedung itu, jangan bilang kau menghamili anak orang dan harus segera membuat pesta pernikahan" sahut Zafian dengan serius.


"Ck, kau ini, aku masih bisa berpikir sehat, walaupun aku belum punya kekasih disaat usiaku sematang ini Zaf"


Brug


Lemparan bantal dari Firman tepat di tangkap oleh tangan Zafian.


"Syukurlah kalau begitu, benihmu masih aman di tempat nya" sahut Zafian lagi.


"Kau ini bicara apa, dasar, kembali ke topik, sekarang apa yang harus aku lakukan Zaf!"


"Kau ini aneh, kenapa harus meminta pertimbangan ku soal sesuatu yang tidak aku pahami sama sekali"


"Lalu siapa yang paham?"


"Lebih tepatnya Afita!" Sahut Zafian seketika.


"Okey, jadi aku harus meminta bantuannya?" Tanya Firman memastikan.


"Tentu saja!" Sahut Zafian dengan pasti.


"Siap, boleh ni ya, aku menemuinya sekarang juga?"


" Jelas saja, kenapa kau malah menemui ku?" Ucap Zafian.


"Ijin mu aku kantongi, dan aku permisi, akan bertemu wanita cantik dan Kharismatik yang pasti bisa mengatasi masalahku, yah walaupun mungkin kita akan berbincang agak lama, sekalian makan siang"


"Hem, pergilah" sahut Zafian masih tampak biasa saja.


Firman baru saja melangkah, dan Zafian segera terkejut menyadari sesuatu.


"Tunggu!" Teriak Zafian.


Senyuman langsung mengembang di bibir Firman, seolah sudah menduga apa yang akan terjadi.


"Ada apa?" Firman membalikan badan.


"Jangan berani menemui istriku sendiri, aku ikut!" Ucap Zafian langsung beranjak pergi, berjalan didepan Firman yang masih menahan tawanya.


"Dasar posesif!" Ucap lirih Firman dalam tawanya.


"Aku mendengar mu Fir!" Zafian memperingatkan, bukannya takut, Firman semakin tertawa.


Hari ini Update 2 kali ya.. Sore Author akan menyapa kembali, jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA.


Bersambung.