ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
171. Firman_ Naura 25



"Reno?" Ucap Firman terkejut.


"Kenapa ada keributan di Rumah Sakit, kalian sedang mencari kesembuhan atau mencari masalah?" Ucap Reno tajam ke beberapa orang yang sudah membuat keributan.


"Tuan Reno?" Ucap salah satu dari mereka yang rupanya mengenal Reno.


"Bagus, kalau ingatanmu masih waras, Dokter Firman adalah adikku, dan wanita yang kau dorong ini adalah_" sejenak Reno Terdiam untuk berpikir dengan cepat.


"Dia KEKASIHKU" lanjut Reno.


DEG


"Apa_?, tapi_"


"Diamlah, atau masalah ini tidak cepat selesai" bisik Reno saat Ana ingin memprotesnya.


"Ma-maaf Tuan, kami tidak tau kalau_"


"Pergilah dari sini dan ikuti semua prosedur yang berlaku di Rumah Sakit ini, jangan buat masalah, atau aku sendiri yang akan turun tangan dengan keluarga besar mu!" Sahut Reno.


Seketika masalah teratasi, Firman menyapa curiga kedatangan Reno ke Rumah Sakit.


"Kenapa kamu datang kesini?" Tanya Firman.


"Tidak adakah ucapan terimakasih untuk ku?" Tanya Reno yang kemudian tersenyum ke arah Ana yang juga merasa aneh.


"Terimakasih Tuan, sudah membantu kami" ucap Ana dengan sopan.


"Aku Reno, kamu?" Reno mengulurkan tangan, Ana ter gugup dan segera menyambutnya.


"Saya Dokter Ana, Partner kerja Dokter Firman" ucap Ana.


"Oh, hanya partner kerja?" Tanya Reno seolah menyelidik.


"Ish, kau ini, hentikan tatapan aneh mu itu, kami sudah lama bekerja sama, dan jangan punya pikiran aneh-aneh tentang hubungan kita!" Seru Firman yang tentu saja membuat Reno hanya tertawa.


"Maaf, saya harus melanjutkan tugas kembali" sahut Ana yang merasa jengah dengan sikap konyol laki-laki yang lumayan tampan dan masih belum dikenalnya.


"Ada apa kamu datang kemari?" Tanya Firman lagi.


"Mengambil hasil pemeriksaan Bunda, sekalian obat yang sudah di resep kan oleh dokter" jawab Reno.


"Lalu kemana tujuanmu selanjutnya?" Tanya Firman.


"Tentu saja pulang, kamu sendiri?"


"Sama" Jawab Firman yang kini sudah berjalan sedikit cepat.


"Siapa wanita yang tadi?" Tanya Reno membuat Firman menghentikan langkahnya.


"Yang mana?" Tanya Firman mencoba mengingat kembali sambil terus berjalan berdampingan dengan Reno.


"Sepertinya dia sangat menyukai mu?" Sahut Reno bukannya menjawab pertanyaan Firman.


"Seperti yang kamu lihat" jawab Firman.


"Oh my_, jadi kamu menjalin kasih dengan teman kerjamu juga?" tanya Reno.


"Ngawur!" Sahut Firman yang kini sudah mengehentikan langkah dan berbalik menatap Reno sebelum membuka pintu mobilnya.


"Lalu itu apa?" Ucap Reno dengan santai.


"Dia memang menyukai ku, tapi kami sudah berdamai dengan keadaan, dimana aku sudah menyatakan tidak bisa menjalin hubungan yang seperti dia inginkan, apa kau sudah paham?"


"Oh ya, paham apa tidak yang terjadi padaku tidak masalah, justru yang terpenting adalah, wanita itu paham atau tidak apa yang kamu maksudkan?" Sahut Reno yang kembali dengan pertanyaan.


"Heh, aku tidak ingin berdebat, segera kembali menemui istriku adalah hal yang terpenting saat ini, ada bahaya yang mengancam" ucap Firman dengan cepat amsuk ke dalam mobilnya.


"Bahaya yang mengancam?, Maksudmu?!" Teriak Reno saat penasaran dengan ucapan Firman yang kini sudah melesat pergi meninggalkan Reno yang masih terbengong seorang diri.


"Oh, sh-itt!, Dia malah meninggalkanku!" Reno menggerutu dan segera berjalan menuju mobil, lalu melaju ke jalanan lumayan kencang.


*


*


Sementara itu, Firman yang sudah merasa cemas sejak tadi, kini sudah memasuki halaman Mansion dan menoleh kearah sekitar.


Kedatangan Firman rupanya dibarengi dengan Zafian bersama Afita yang baru saja memarkirkan mobilnya.


"Baru datang Fir?" Tanya Zafian meras heran melihat Firman berjalan cukup cepat.


"Hem, aku masuk dulu"


"Kenapa jalanmu cepat sekali, ada keadaan darurat?" Tanya Zafian.


"Iya, harus segera di tangani!" Teriak Firman tak memperdulikan Zafian lagi.


"Ada apa yang?" Tanya Afita yang melihat aneh tingkah laku Firman.


Zafian hanya mengangkat kedua bahunya untuk menjawab pertanyaan Afita, dimana dirinya memang tidak tau sama sekali apa yang di maksud oleh Firman sesat tadi.


Rupanya Firman masih menahan diri untuk tidak berbuat konyol, lalu dirinya segera masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri, setidaknya dia harus lebih rapi dari teman-teman Naura saat bertemu sebentar lagi.


"Kalian akan ku buat mengerti, siapa sebenarnya pemilik Naura yang sesuai" gumam Firman dengan cepat masuk ke kamar mandi, lalu segera berganti pakaian.


Sementara Zafian yang tengah menuju kamarnya juga melihat ternyata ada Naura yang tengah bercengkerama dengan ketiga sahabatnya, juga terlihat kedua sahabat laki-lakinya berada dekat dengan Naura.


"Ada apa?" Tanya Afita saat melihat sang suami masih berdiri dan mengamati.


"Sepertinya aku tau alasan berfirman bertingkah aneh seperti tadi yang" ucap Zafian yang kini tengah tersenyum.


Afita ikut melihat ke arah pandang suaminya, lalu kemudian ikut tertawa sudah mengerti maksud suaminya.


"Akan ada perang Dunia sepertinya" sahut Afita yang sudah terkekeh sambil melanjutkan jalan menuju ke kamarnya,


Begitu juga dengan Zafian yang menyusul sang istri dan merangkulnya menuju ke pintu kamar yang tak berada jauh dari sana.


Detik berikutnya muncul juga Reno yang sudah berlari masuk Mansion dan melihat sekeliling yang nampak sepi dan baik-baik saja.


"My God, apa sebenarnya maksud Firman dengan mengatakan ada bahaya yang mengancam, semuanya tampak seperti biasanya" gumam Reno yang tengah melanjutkan langkah untuk melihat keadaan sekitar Mansion.


Disaat dirinya membuka pintu belakang Mansion, baru Reno mulai mengerti dan tertawa lirih sambil berjalan masuk kembali.


"Aku tak menyangka, sepertinya Firman akan berolah raga sore ini, setidaknya aku akan menikmati pertandingan di sore hari" ucap lirih Reno yang sudah bersiap berdiri disana, sengaja ingin melihat kejadian berikutnya.


Masih dalam pengawasan Reno, apa yang diduga sepertinya benar, Firman sudah turun dan berjalan cepat melewati dirinya, tanpa menyapa sama sekali.


"Hei Fir!" Teriak Reno.


"Jangan mengganggu ku!" Jawab Firman tanpa menoleh dan terus melangkah.


Hingga tak lama kemudian, Furman menunjukkan kekuasaannya akan diri Naura.


CUP CUP CUP


Tiga kecupan di kedua pipi dan Naura di tampah dengan satu lagi tepat di bibirnya.


Sontak Naura Sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Aku sudah datang sayang, dan sangat merindukanmu hari ini" ucap Firman yang tentu saja membuat Naura begitu sudah menelan saliva nya.


"Yang apa _"


"Oh iya, kenalkan untuk yang kesekian kali dengan status yang berbeda tentunya" sahut Firman memotong ucapan Naura.


"Yang _"


"Aku FIRMAN HAMID, pemilik Naura seutuhnya sekarang ini, dengan kata lain suami sah dari Naura" ucap Firman membuat semua mata terbelalak yang percaya.


"Na-Naura, apa ini?" Ucap Liana nampak begitu shock.


"Jangan bercanda Dokter Firman" sahut Leon.


"Cara yang kampungan, mari kita bersaing dengan adil, tidak ada pengakuan memiliki yang di buat-buat" ucap Mark.


"Silahkan tanya sendiri ke sahabat terbaik kalian ini, apa statusku sekarang dimatanya" Firman memeluk Naura tanpa ada rasa sungkan sama sekali.


"NAURA?" Ucap ketiga sahabatnya yang kini menatap tajam Naura untuk meminta penjelasan.


"A-AKU.."


Lirih suara Naura merasa tersedot waktu.