
"Mama benar - benar kecewa sama kamu Kay!" kata Anita
"Kayla salah apa ma?" tanya Kayla yang jadi ketakut saat meliht perubahan ekspresi Anita.
"Mama nikahin kamu sama Adrian itu karena mama ingin membuat Adrian jauh dari si wanita gak benar itu. Eh kamu sebagai istri malah nggak bisa jaga suami nya , gimana sih kamu!" kata Anita.
"Maksud mama gimana sih, Kayla nggak ngerti ma?!" tanya Kayla yang masih belum bisa menangkap hal yang di maksud oleh mertuannya itu.
"Ma, ini bukan salah Kayla" saut Adrian
"Iya ini salah kamu! salah kamu yang mencintai wanita nggak benar itu!" Anita tak bisa lagi membendung air mata nya.
"Kenapa sih ma, mqma beni banget sama Loly, padahal dia nggak pernah bersikap buruk sama mama?" tanya Adrian penasaran
"Baiklah mama akan cerita sama kamu alasan nya, tapi sebelum itu, tawarilah mama mu ini duduk nak e, capek tau dari air port langsung ke kantor niat mau kasih kejutan eh malah mama yang di kejutkan" kata Anita.
"Hehe... Yuk mah, kita duduk di sana." ucap Adrian mengiring mamanya ke ruangan keluarga.
Sementara Kayla pergi ke dapur, ia menyuruh mbak Titin untuk membuatkan minuman dan cemilan.
Kayla berlalu menghampiri mertuan dan suaminya di ruang keluarga. Kayla mendudukkan tubuhnya di samping Anita, Kayla tau kalau Adrian sangat berharap kalau dirinya akan duduk di sebelah pria itu.
"Udah ma, sekarang ceritakan lah!" seru Adrian.
"Kamu tau, kakak nya wanita itu dulu menggoda papa mu! Dan mereka hampir bersama malam itu karena kakak nya begitu licik menaruh obat di minuman papa mu!"kata Mama.
Adrian tak percaya dengan apa yang di katakan oleh mama nya, setau nya, kakak Loly begitu baik selama ini. Tapi Adrian juga tau kalau mama nya tak pernah membohonginya selama ini.
"Apa ini ada kaitannya dengan kematian kakak nya Loly dengan keluarga gue?" batin Adrian.
Adrian menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.
"Ma, apa kematian kakaknya Loly ada hubungannya dengan keluarga kita?"tanya Adrian
"Cerita itu terlalu rumit, mudah - mudahan bukan karena pertengkaran hebat kami saat itu yang menyebabkan dia meninggal, karena setahu mama, kakaknya meninggal sebula setelah pertengkaran kami saat itu...."
"Saat itu mama mendatangi rumah wanita itu dan melabraknya karena telah berani menggoda papa mu, enak aja dia mau ngambil papa dari mama dengan seenaknya." sungut mama
"Mama mengamuk disana, mama pulang setelah papa menjemput mama. Dan setelah kejadian itu dia sudah nggak ada lagi mendekati atau pun menemui papa." lanjut mama.
"Tapi kenapa dia ingin membalas dendam pada keluarga kita?" tanya Adrian.
"Mungkin itu hasutan dari kakeknya. Kakek Loly adalah musih bebuyutan kakek mu dulu. Keluarga mereka dulu vukup terpandang, namun di saat itu ada sebuah tender besar yang di perebutkan perusahan kakek mu dan kakeknya Loly. Tender itu di dapat kan oleh kakek dan ternyata kakek Loly sudah mengeluarkan modal yang lumayan besar untuk memenangkan tender tersebut, tapi semuanya tidak sesuai dengan harapannya
dan akhirnya perusahaannya pun bangkrut, dari situ lah dendam itu bermulai. Maka nya mama tuh begitu marah saat tahu kamu menjalin hubungan dengan wanita itu ." kata mama menjelaskan
Adrian dan Kayla terdiam mendengarbsemua cerita dari mamanua.
"Mama udah ceritain semuanya smaa kamu. Kanu pikirkan lah baik baik ucapan mama. Mana ada orang tua yang nggak pengen lihat anaknya bahagia?? Dengan mama menikahkan kamu sama Kayla, mama berharap kamu bisa melupakan wanita itu, mama pengen kamu hidup bahagia bersama Kayla Dri." pinta mama.
"Iya ma, aku janji akan membahagian Kayla dengan segenap jiwa dan raga. Tapi aku menyelesaikan masalah aki dengan Loly terlebih dahulu.Jadi aku mohon mama dan Kayla janga. Salah paham ya sama aku." ujar Adrian berpindah tempat duduk di sebelah Kayla, Anita hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya itu.
"Kamu percaya kan sama aku,? Dan kamu mau kan menunggu aku?" tanya Adrian. Adrian menggenggam erat tanga Kayla yang sedari tadi diam tak bersuara.
"Aku percaya kok"
"Terima kasih sayang."ucao Adrian mencium tangan Kayla.
"Ehem ... Ehem... Kok tiba tiba jadi gerah ya.." sindir mama.
"Ya sudah kalau gitu mama mau pergi dulu, papa pasti udah nungguin mama di air port dari tadi. Mama harap kalau selalu akur yadan segera beri mama cucu" kata mama sambil mengedipkan sebelah matanya keada Adrian.
Ucapan Anita sukses membuat wajah Kayla langsung merah karena malu.
"Mama nggak nginap di rumah?"tanya Adrian
"Nggak sayang, mama ke sini cuma mampir doang karena papa ada meeting di sini makanya mama ikut, sekalian jenguk putri cantik mama ini" jawab Anita sembari mengelus pipi Kayla dengan sayang.
"Ingat pesan mama, cepat buatkan mama cucu biar mama bisa menetap di sini lagi sama kalian " ujar Anita
"Apaan si ma... Kita mau pacaran dulu ma, lagian Kayla masih sekolah juga jadi nggak usah cepat cepat minta cucu." saut Adrian.
"Ya gak masalah masih sekolah, kan bentar lagi Kayla juga lulus kan ya? Jadi nggak masalah dong sayang" balas Mama
"Setidaknya dia lulus sekolah kan harus kuliah duku ma, jadi planing buat punya cucu nya mama harus bersabar dulu" seru Adrian
"Ngapain, kamu kira kuliah itu gak boleh hamil, banyak kali yang kuliah sambil hamil, bukan alasan itu." jawab Mama tak mau kalah.
"Pokoknya jangan di tunda - tunda, kalau kalian nggak bisa ngasunya biar mama yang ngasuh, kalian cuma bikin saja dah tu." imbuh mama tersenyum.
"Enak banget mama ngomong gitu, mama kira bikin anak itu semudah bikin adonan kue." kata Adrian.
"Ah ribet kalau ngomong sama kamu, yaudah mama pergi ya."kata Anita menyerah untuk berdebat dengan putranya.
Adrian dan Kayla mengantar mamanya kelur runah dan Adrian terus saja memeluk pinggang istrinya. Kayla benar benar nggak bisa berkata apa apa sampai kepergian mama mertuanya.
"Udah jangan terlalu di fikirkan soal anak, kakak pengen kita pacaran dulu sama kamu, kan kata kamu, kamu belum pernah pacara kan. Jadi kakak pengen kamu ngerasain gimana enaknya pacaran apalagi ini pacaran halal pasti tambah seru" ucap Adrian
"Tapi, bukan berarti aku pengen nunda punya momongan ya, tadi sama mama kakak ngomong gitu , biar mama nggak desak kamu terus." kata Adrian
kayla tidak menjawab dia hanya diam menatap Adrian.
"Kakak tau, kamu terlalu muda untuk hamil, setidaknya kita tunggu ketika usia kamu matang untuk hamil, setelah itu baru kita program, gimana?" tanya Adrian
"Iya, aku ngikut kakam aja" jawab Kayla.
"Memangnya kakak kuat nahan hasrat selama itu?" tanya Kayla dengan polos.
"Ppfffuuuttt ahahaha ya ampun sayang... Pikiran kamu yaaaa udah jauh banget. Apa jangan jangan selama ini kamu pengen yah ehem ehem sama suami kamu ini??" goda Adrian memeluk pinggang Kayla
"Apaaaaa an sih kak!" kata Kayla malu.
~•••~