
"Sudahlah nak, yang tadi gak usah di bahas lagi. Yang jelas ayo kita kembali ke kamar mama. Mama mu pasti sudah menunggu kita dari tadi." ajak Bagas.
Bagas pun berdiri dari duduknya dan mengulurkan tanganya kepada Adrian.
"Ayo.."
"Pah, apa tidak ada cara lain?" tanya Adrian menoleh kearah papanya, Bagas diam menatap anaknya sambil menggelengkan kepalanya.
"Ayolah, jangan seperti anak kecil." Bagas meraih tangan anaknya dan membantunya berdiri.
"Baiklah..." Adrian pun berdiri tanpa menerima uliran tangan papanya dan berlalu begitu saja.
Bagas menatap anaknya, ia menghela nafas kemudian mengikuti Adrian dari belakang.
~
Mobik yang di kemudikan pak Tito pun berhenti di depan rumah sakit tempat Anita di rawat.
"Kalian masuk lah dulu, aku akan menyusul nanti." ujar pak Tito.
"Baiklah, ayo Kay!" ajak bu Tika, ia keluar dari mobil dan di susul oleh Kayla.
"Terima kasih ya pak..." ucap Kayla kepada pak Tito
"Iya sama - sama nona." jawab Tito tersenyum, pak Tito pun berlalu meninggalkan Kayla dan bu Tika.
"Bu, Kay malas sekali untuk menemui tante Anita.." seru Kayla menatap bu Tika.
Tika menoleh kearah Kayla. " Kenapa, kamu gak boleh seperti itu nak, ayo!" ajak Tika.
"Kay tunggu di lobi aja ya, ibu aja yang keatas" seru Kayla
"Kay..." panggil bu Tika sambil menatap Kayla.
"Iya, iya ayo.." sungut Kayla. Tika tersenyum melihat tingkah Kayla.
"Bagaimana kamu bisa menikah Ka
y, tingkah kamu saja masih seperti ini." gumam bu Tika dalam hati.
"Aku tidak tau harus bagaimana mengatakannya kepadanya, semoga saja bu Anita bisa mengatakannya dengan baik nanti" pikirnya lagi.
"Ibu ayo.. Eh malah melamun" seru Kayla yang melihat kearah Tika yang sedang melamun jauh di belakangnya. Kayla berjalan menghampiri ibunya.
"Ayo kita temui tante Anita, biar urusan kita ceoat selesai dan biar cepat pulang" ujar Kayla. Tika menggapinya dengan senyuman. Mereka pun berlalu pergi menuju ke ruangan Anita
Sesampainya di ruangan Anita, Kayla mengetuk pintu itu terlebih dahulu, setelah mendengar sautan dari dalam baru lah Kayla membuka pintu ruangan itu.
"Selamat malam..." ucap Kayla saat ia masuk ke ruangan Anita. Disana dia melihat ada Adrian tapi ia tidak menemukan Mita di sana.
"Eh Kayla, selamat malam sayang. Sini.." panggil Anita.
Kayla berjalan menghampiri Anita dan berdiri di sebelah Adrian karna di sisi ranjang yang satunya lagi sudah di isi oleh Bagas.
"Tante apa kabar?..." tanya Kayla.
"Tanta sudah mendingan kok sayang." jawab Anita.
"Kanu gimana kabarnya?..." tanya Anita.
"Kayla baik juga kok tan." jawab Kayla tersenyum.
"Hmm... Kalau boleh tau, kata ibu tante mau bicara sama Kay ya. Mau bicara apa tan?" tanya Kayla.
"Oh ibu kamu belum kasih tau ya?..." tanya Anita, ia menatap kearah bu Tika. Tika menggelengkan kepalanya keoada Anita. Anita yang mengerti maksudnya pun tersenyum.
"Gak ada, ibu gak ada bilang apa - apa." jawab Kayla. Ia menolehkan kepalanya melihat kearah ibunya yang sedang duduk di sofa.
"Yaudah kalau gitu biar tante aja yang kasih tau ya.." ucap Anita.
Di raihnya tangan Adrian dan juga Kayla, kemudian ia menyatukan kedua tangan itu dalam satu genggamannya.
Kayla sangat syok dan menatap kearah Adrian yang diam saja.
"Tante ingin malam ini juga kalian berdua menikah!!" ujar Anita.
DUUUARRR....
Bagaikan tersambar petir Kayla sangat kaget mendengar perkataan Anita.
"Iya dan calonnya itu Kamu.." jawab Anita.
Kayla tidak bisa mengontrol emosibya, ia tiba - tiba meneteskan air matanya dia terus menggelengkan kepalanya.
"Ta- tapi tan..."
"Tunggu mah, biar Adrian yang bicara sama dia..." potong Adrian
"Ya sudah, tolong ngomong baik - baik ya nak." balas Anita.
Adrian pun menganggukkan kepalanya, kemudian ia menarik tangan Kayla dan membawany akeluar dari ruangan itu.
Sesampainya di luar ruangan, Kayla menghempaskan tangan Adrian.
"Lepas!!..." kata Kayla, Adrian menatap Kayla.
"Ikuti gue!!!"perintah Adrian.
Berjalan dengan cepat, Kayla menatap Adrian kesal. Kemudian ia mengikuti Adrian dari belakang, terlihat sesekali ia menyeka air matanya.
Adria membawa Kayla ke taman, sesampainya di sana Adrian memilih untuk duduk di salah satu bangku yang ada.
"Duduklah!!!"seru Adrian, Kayla menuruti ucapan Adrian, ia mendudukkan tubuhnya di sebela Adrian.
"Kenapa semuanya jadi seperti ini?" tanya Kayla
"Gue sudah berusaha, tapi mama sepertinya mengetahui rencana gue.."jawab Adrian
"Apa tidak ada cara lain? Gue gak mau menikah sama elu.." tanya Kayla.
"Elu kira, gue mau nikah sama bocah kaya elu apa.." balas Adrian tak terima
"Yaudah, kalau gitu. Pikirin bagaimana caranya supah pernikahan ini batal..." seru Kayla.
"Elu kira semudah itu, gue udah mikirin segala cara tapi..."
"Tapi apa?" potong Kayla.
"Tapi semuanya berdampak buruk ke mama..." jawab Adrian.
"Aduhhh... Ini benar - benar gila tau gak sih.." teriak Kayla.
"Gue banar - benar belum siap untuk nikah" ucapnya lagi. Kayla menelungkupkan telapak tangannya ke wajah dan tak lama kemudian suara isakan pun terdengar.
Adrian menoleh dan menatap Kayla kasihan, sebenarnya ia benar - benar tidak tega melihat Kayla seperti itu.
Tapi mau bagaimana lagi, ia pun tidak bisa berbuat apa - apa untuk membatalkan semua ini.
"Baiklah, kalau elu gak bisa membatalkannya, yaudah biar gue yang lakuin" seru Kayla tiba - tiba. Ia hendak beranjak berlalu pergi meninggalkan Adrian. Namun dengan cepat Adrian menahan tangannya.
"Elu mau lakuin apa ha?..." tabya Adrian
"Gue mau mengatakan kalau gue gak mau menikah" jawab Kayla.
"Gak, elu gak boleh mengatakan itu" cegah Adrian
"Lah kenapa? Kalau elu gak bisa, yaudah diam aja biar gue yang melakukannya.." ucap Kayla tegas.
"Pokoknya elu gak boleh mengatakan itu..." kata Adrian lagi.
"Tapi kenapa? Elu kalau ngomong yang jelas dong, jangan bikin gue tambah emosi..." protes Kayla.
"Apa elu mau membunuh mama?" tanya Adrian, Kayla menatap Adrian tidak mengerti.
"Elu kira gue gak kepikiran untuk melakukan apa yang akan elu lakukan itu." seru Adrian
"Itu semua udah gue lakuin dan apa yang terjadi, mama drop lagi, dan dokter bilang kalau mama sampai drop sekali lagi maka..." Adrian tidak melanjutkan ucapannya.
"Maka apa, kalau ngomong tu yang jelas."seru Kayla.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜