My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 41



Sesampainya di panti asuhan, Kayla langsung turun begitu saja tanpa menunggu Adrian atau pun bu Tika, Adrian melihat Kayla yang berlalu pergi tanpa berkomentar apa pun.


"Maaf kan sikap Kayla ya nak, biasanya dia tidak pernah seperti ini.."ucap bu Tika yang merasa tidak enak kepada Adrian.


"Iya bu tidak apa - apa, aku ngerti kok" balas Adrian.


"Ayo nak kita masuk kedalam." Ajak Tika seraya keluar dari mobil Adrian.


"Hmm..." balas Adrian, menyusul bu Tika.


Mereka berdua pun masuk kedalam panti, dengan Adrian yang selalu mengekor di belakang bu Tika.


"Ayo nak, ibu antar ke kamar Kayla..." bu Tika menuntun Adrian menuju ke kamar Kayla.


Sesampainya di depan pintu kamar Kayla, bu Tika mengetuk pintu kayu itu beberapa kali.


Tok... tok....


"Kayla buka pintunya!.." teriak bu Tika.


"Iya sebentar bu..." saut Kayla dari dalam


Ceklek


Kayla membuka pintu kamarnya dan melihat bu Tika dan juga Adrian pria yang baru saja sah menjadi suaminya itu, sedang berdiri di depan kamarnya.


"Iya ada apa ibu memanggil Kayla?" tanya Kayla.


"Ini ibu cuma mau mengantarkan suami kamu kesini" jawab bu Tika.


"Baiklah kalau begitu, ibu ke kamar ibu dulu, selamat malam Kay, dan juga. Adrian, selamat beristirahat" ucap bu Tika berlalu pergi.


"Iya, makasih ya bu..." jawab Adrian


Setelah bu Tika pergi, tiba - tiba Adrian menerobos masuk kedalam kamar Kayla.


"Eh... Eh... Ini apa - apaan?" Kayla mengejar Adrian masuk kedalam kamar.


Ia melihat Adrian sedang berbaring di atas kasurnya, dengan kesal Kayla menarik Adrian untuk menjauh dari kasurnya.


"Minggir...." Kayla menarik tangan Adrian


"Apaan sih....?" tanya Adrian duduk.


"Minggir!! Jangan tidur di ranjang gue?" seru Kayla.


"Terus gue tidur di mana lagi coba, disini cuma ada ini.."ucap Adrian melihat sekeliling kamar Kayla, yang isinya hanya, sebuah meja kecil , lemari ukuran dua pintu dan sebua ranjang .


"Tunggu disini...!!" seru Kayla beranjak pergi ke lemarinya.


"Jangan tiduran di ranjang lagi.." Kayla menoleh ke belakang dan memberikan peringatan kepada Adrian.


"Iya... Iya.. Dasar bocah..." sungut Adrian melihat gerak gerik gadis itu.


Kayla meraih kasur lipat yang ada di atas lemarinya dan membawa kasur itu ke hadapan Adrian.


"Nah, tidur disini!!" Kayla menyerahkan kasur itu kepada Adrian.


"Tipis banget, jangan becanda dong. Mana bisa gue tidur di sini." protes Adrian.


"Ee... Dasar manja, bersyukur masih ada alas buat tidur, dari pada gak gue kasih alas sama sekali." ucap Kayla kesal.


"Pokoknya ini, terserah elu dah bisa atau gak bisa tidur. Yang jelas gue udah capek dan gue mau tidur" ujarnya seraya menarik Adrian yang masih duduk di atas tempat tidurnya.


"Hais, santai aja dong, gak usah main kasar gini" kata Adrian yang hampir tersungkur.


"Bodo amat" balas Kayla, ia menarik selimut hingga menutupi kepalanya.


Adrian geleng - geleng melihat kelakuan Kayla. "Dasar cewek aneh" ucapnya.


"Woy mandi dulu baru tidur, jorok banget sih jadi cewek" seru Adria.


Kayla tidak merespon ucapan Adrian, ia benar - benar sudah lelah hari ini, bukan hanya jasmaninya saja yang lelah tapi rohaninya juga terasa lelah.


"Bener - benar..." Adrian menggelar kasur lipatnya di bawah samping tempat tidur Kayla.


"Ini sama aja tidur di atas lantai" kata Adrian membaringkan tubuhnya di atas kasur lipat itu.


Ia menutup matanya dan mencoba untuk tidur, namun sedari tadi rasa kantuk tak kunjung menghampiri nya.


"Gue gak biasa, gak mandi sebelum tidur" gumamnya.


"Enak banget dia bisa tidur sepulas itu, sementara gue gelisah gini." Adrian mendekati Kayla dan membangunkan gadis itu.


"Cewek aneh.. hei..."Adrian menggoyangkan bahu Kayla.


"Hei bangun..." ucapnya dengan terus menggoyangkan bahu Kayla.


"Hmm... Ada apa?"tanya Kayla dengan suara khas orang bangun tidur


"Bangun..." seru Adrian.


"Iya ada apa sih, gue ngantuk banget ini" gumam Kayla dengan mata yang masih terpejam.


"Gue mau mandi, ayo antarkan ke kamar mandi." kata Adrian


"Pergilah sendiri kamar mandinya itu ada di ujung kamar ini" ucapnya lagi.


"Gue tahu, ayolah gue gak nyaman ini..." Adrian berdiri dan dengan sengaja ia juga mendudukkan Kayla kemudian ia menarik tangan Kayla untuk berjalan.


"Eeehhh.... Ini apa - apaan?" kaget Kayla. Saat dirinya tiba - tiba di tarik.


"Kan udah gue bilang temani gue ke kamar mandi."jawab Adrian dengan wajah tanpa rasa bersalah.


"Aish... Menyebalkan banget sih lo" seru Kayla kembali duduk di atas tempat tidur dengan wajah cemberutnya.


"Ayo!!" Adrian kembali menarik tangan gadis itu.


"Menyusahkan!!" gerutu Kayla, Adrian tidak mengubris ucapan Kayla ia terus berjalan hingga di depan pintu kamar, ia tiba - tiba menghentikan langkahnya .


"Ada apa lagi?" tanya Kayla kesal.


"Pinjam handuk!" ucapnya.


"Menyusahkan, " ucap Kayla, ia menghempaskan tangan Adrian yang masih menggenggam tangannya.


Kayla berjalan kearah lemari dan mengeluarkan sebuah handuk bersih, ia kembali menghampiri Adrian.


"Nah.." ia menyerahkan handuk itu kepada Adrian


"Ayo cepat lah, gue benar - benar lelah." kata Kayla, berjalan mendahului Adrian. Kemudian Adrian megikuti Kayla dari belakang.


"Ini kamar mandinya, udah kan gue balik kamar lagi.l" ucap Kayla.


Adrian menahan tangan Kayla. " Apa elu gak mau mandi juga?"tanya nya.


"Apa elu da bosan hidup" jawab Kayla menatapnya garang.


Adrian mengedikkan bahunya, kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi, sementara Kayla kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.


"Semoga ini cuma mimpi buruk" ucap Kayla sebelum tidurnya.


~


Sementara di rumah sakit terlihat Anita dan Bagas sedang mengemasi barang - barangnya selama di rawat.


"Aku senang akhirnya bisa pulang ke rumah." kata Bagas sembari menaruh tas pakaiannya di atas sofa.


"Maaf ya mas karna aku, kamu jadi gak nyaman tidurnya." seru Anita, Bagas menoleh kearah istrinya lalu melangkah menghampirinya.


"Udah gak apa - apa, selagi niat kamu baik. Aku akan selalu dukung" kata Bagas sembari memeluk istrinya itu.


"Terima kasih sayang." ucap Anita.


"Yaudah yuk kita cepat - cepat berkemasnya, biar cepat pulang dan bisa istirahat." Bagas mengurai pelukannya dan menatap Anita.


"Iya.." balas Anita, kemudian mereka pun sibuk memasukkan barang - barang kedalam tas.


~


Adrian selesai mandi, karena merasa haus Adrian pun pergi ke dapur untuk mengambil minum.


Saat berjalan melewati ruang tamu, Adrian melihat seseorang sedang duduk di kursi yang ada di tepi jendela.


"Siapa itu?" tanya Adrian,karena penasaran Adrian pun menghampiri orang itu.


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜