My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 158



Adrian dan Sandra membawa Kayla ke rumah sakit terdekat, namun rumah sakit tersebut tidak bisa menangani Kayla Akhir nya mereka pun membawa Kayla ke rumah sakit khusus keluarga Malik dengan ambulance yang berisi tim medis untuk melakukan pertolongan selama perjalanan sampai mereka tiba di rumah sakit.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhir nya mereka sampai di rumah sakit. Kini Kayla sedang ada di ruang operasi.


Tak lama kemudian Kedua orang tua Adrian dan Ibu Tika datang dengan tangisan dan raut ke sedihan.


Anita langsung memeluk Adrian.


"Adrian kenapa jadi begini?"tanya Anita menangis di pelukan putra nya. Bagas tampak menepuk bahu putra nya itu.


"Aku juga nggak tau mah. Awal nya semua nya berjalan sesuai dengan rencana tapi, aku tak menduga kalau Rafi akan mengambil pistol polisi dan dia ingin menembak ku namun Kayla menolongku."kata Adrian juga ikut menangis.


Anita tak henti- henti nya menangis, kejadian ini mengingat kan nya akan kejadian saat ia harus kehilangan putri nya. Anita tidak ingin kehilang Kayla juga. Meskipun anak nya meninggal bukan karena tembakan tapi trauma kehilangan itu masih ada.


"Anita tenang lah, Kayla pasti kuat. Dia jagoan seperti yang kamu bilang kan. Dia pasti akan baik - baik saja."kata Bagas mencoba menenangkan istri nya. Bagas tau betul dengan yang di rasakan oleh istri nya itu, saat mereka harus kehilangan putri kecil mereka dulu.


"Benar, Anita kamu harus tenang, smua nya akan tambah rumit jika kita melalui nya dengan tenang. Jangan menangis, lebih baik kita perbanyak berdoa agar Kayla selamat dan di lancar kan operasi nya"tambah Tika dari belakang.


Sebenar nya , Tika saat ini kurang lebih sama dengan Anita tapi dia mencoba mengontrol diri nya agar semua nya tidak bertambah panik dan rumit.


"Tenang saja, anak ku pasti bisa melalui ini, karena dia anak yang kuat dan baik. Tuhan pasti melindungi nya."tambah tika


Semua orang setuju dengan ide Tika merek semua pun ke musholah yang ada di dalam rumah sakit itu. Sedangkan Sandra tidak ikut dan tetap di depan ruang operasi karena ia sedang PMS.


1 jam telah berlalu mereka sudah kembali. wajah mereka tampak agak lebih tenang dari sebelum nya. Mereka masih menunggu Kabar dari dalam ruang operasi. Anita masih aja mondar - mondir sedang kan Adrian terus menunduk menyesali diri nya yang tidak bisa menjaga istri nya sendiri. Kayla benar - benar menepati janji nya untuk selalu membantu dan melindungi Adrian.


24 menit kemudian, seorang dokter keluar dari uangan operasi. semua mendekati dan menantika jawaban nya. sang dokter pun tersenyum dengan lembut.


.Peluru itu sudah di keluarkan, beliau sudah melewati masa kritis nya. Kita hanya tinggal menunggu nya untuk sadar."ujar Dr. Nina.


"Terima kasih ya allah."Adrian mengucap kan syukur karena istrinya selamat. Allah telah mengabulkan doa nya.


"Dok boleh kah kami melihat nya?"tanya Adrian penuh harap.


"Boleh tapi hanya satu orang saja yang bisa masuk untu melihat nya."jawab Dr. Nina.


Da duduk di samping Kayla dan memegang tangan Kayla.


"Hei, bangun lah. Apa kamu maumembalsa dendam kepada aku? Baik lah kamu menang. Sekarang ayo bangun dan buka lah mata mu itu, Aku benar - benar tak snggup melihat kamu kaya gini." kata Adrian mengusap air mata nya.


"Bodoh nya aku, seharusnya aku yang melindungi mu, bukan sebalik nya. Kenapa sih kamu mau begini? Apa kamu tau bahwa aku sangat mencintaimu, di tambah lagi kamu melakukan ini membuat aku bisa mati tanpa mu. Apa kamu malaikat berkedok manusia ha?"Adrian mencium punggung tangan Kayla


"Kamu harus bangun, Aku belum memberi hukuman pada mu karena ternyata kau itu dulu telah menyukai Rafi dan menjadi kan nya cinta pertama mu"


Adrian mengelus kepala Kayla lalu mencium kening nya mesra. " Cepat sadar ya sayang, aku mencintaimu." bisik Adrian.


Adrian melagkah kan kaki nya keluar namun langkah nya terhenti saat suara lemah memanggil nya.


"Kakak..."


Adrian menoleh, dia telah mendapati Kayla yang sudah sadar. Seperti nya suara Adrian membangkit kan semangat nya untuk kembali sadar.


Adrian tersenyum senang lalu memanggil dokter untuk memeriksa Kayla. Dr. Nina datang dan memeriksa nya. Keluarga Malik yang lain nya juga ikut masuk kedalam karena tidak sabar ingin melihat menatu kesayangan nya , putri kesayang dan sahabat terbaik nya.


"Alhamdulillah Nona Kayla, sudah sadar dan dia baik - baik saja."ucap Dr.Nina.


Semua orang bernaps lega dan menunjukkan raut wajh gembira. Mereka saling berpelukan Adrian mendekati Kayla dan mencium kening nya.


"Ternyata kamu sangat suka jika kau marah, berjanji lah jangan lakukan ini lagi."ucap Adran sambil tersenyum lembut.


"Kayla sayang hiks, kamu baik - baik aja kan sayang."kata Anita dan Tika serempak, mereka pun memeluk menantu dan putri nya itu. Mereka sangat bersyukur karea kayla baik - baik saja.


Kayla mengangguk lemah dan mencoba tersenyum untuk sekedar menenagkan kedua wanita yang dia sayangi itu.


"Nona Kayla masih butuh istirahat, sebaik nya tunggu di luar saja ya tuan dan nyonya."Ujar Dr. Nina saat menyadari ruangan itu terlalu banyak orang. Mereka pun menurut lalu melangkah keluar.


"Terima kasih telah sadar, Aku bisa mati tanpa mu."kata Adrian, kali ini Adrian mencium bibir Kayla lalu pergi keluar ruangan itu dengan sebuah senyuman.


~•••~