My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 150



Setelah membeli pakaian, Adrian langsung mengajak Kayla untuk pulang.


Sesampai nya di rumah, Adrian mengantar kan Kayla sampai kamar.


"Kamu istirahat duluan ya, aku mau keluar bentar." kata Adrian kepada Kayla.


"Mau kemana, ini udah malam banget loh?"tanya Kayla penasaran.


"Nggak kemana - mana, cuma mau ketemu sama Geva dan yang lain aja."Jawab Adrian.


"Nggak ketemu sama Lolipop itu kan?"tanya Kayla lagi dengan curiga.


"Ya, nggak lah. Lagian ngapain juga aku ketemu sama dia."Balas Adrian.


"Hey, tumben kamu ragu gini sama aku. Kamu nggak percaya lagi sama aku?"tanya Adrian sambil meraih tangan Kayla.


"Aku percaya sama kakak, tapi aku nggak percaya sama wanita itu. Bisa saja kan, dia menemui kakak, tanpa sepengetahuan aku, dan karena terlalu sering ketemu, udah perasaan kakak sama aku pun goya."Ucap Kayla.


CUP


Adrian mengecup bibir istri nya itu, kemudian menatap mata nya.


"Coba deh kamu tatap mata aku, apa ada nama wanita lain di sana?"tanya Adrian.


Kayla pun menatap manik mata suami nya itu dan dia tidak melihat apa pun di sana kecuali wajah nya.


"Lihat kan cuma ada kamu di sana."kata Adrian.


Pluk. Kayla menepuk bahu suami nya itu.


"Dasar buaya, jelas hanya ada aku di sana. Kan kakak sekarang lagi lihat aku, coba deh tu kakak tatap tu kursi. Pasti juga cuma ada kursi itu di mata kakak."balas Kayla.


"Hehehe... Emang susah gombalin kamu, biasa nya kalau cewek di gombalin gitu, pasti tersipu malu tu, ini kamu, hadeuu... Udalah aku pamit ya."Kata Adrian.


"Iya, hati - hati dan jangan pulang terlalu malam. kata nya.


"Iya."balas Adrian. berlalu pergi meninggalkan kamar itu.


~


Di perjalanan, Adrian menghubungi para sahabat nya dan menyuruh mereka untuk menemuinya rumah om Firman.


Tak lama kemuadian, Adrian pun sampai di rumah om Firman.


Kedatangan Adrian pun sudah di tunggu oleh Firman di depan rumah nya.


"Om."sapa Adrian saat berdiri di depan Adrian.


"Iya, ayo kita masuk dan duduk di dalam saja."Kata Firman.


"Apa kita nggak tunggu, Rangga dan Geva dulu aja om?"tanya Adrian.


"Nggak usah, mereka pasti udah tau kalau kita nunggu nya di ruang kerja om."balas Firman.


"Baiklah."Firman pun membawa Adrian masuk dalam rumah nya dan langsung pergi ruang kerja nya.


"Jadi, apa yang mau kamu bicara kan. Kalau dari suara kamu, om tangkap nya, ini serius banget ye."Kata Firman. duduk di kursi kerja nya dan di susul oleh Adrian duduk di depan nya.


"Iya om, jadi tadi tu aku sama Kayla makan malam di luar dan nggak ada angin nggak ada hujan tiba - tiba, saat aku ke toilet Kayla di serang gitu sama Loli mantan aku. Dan di toilet pun aku juga di kunciin dari luar."kata Adrian memulai ceritanya.


"Terus, bagaimana keadaan Kayla sekarang?" tanya Firman.


"Syukur nya, dia nggak kenapa - kenapa om. Si Loli nggak nyerang pake pisau atau apa pun gitu. Tapi dia kaya pengen mempermalukan Kayla gitu dan seolah - olah Kayla ini udah berbuat jahat sama dia dan mendapat kan hujatan gitu sama publik." kata Adrian, Firman pun mendengar dengan baik.


"Dan untung nya lagi, Kayla mampu membalik kan keadaan, sehingga yang kena hujat itu adalah Loli. Tapi, tadi aku sempat lihat kalau pipi nya Kayla kaya ada bekas di tampar gitu."kata Adrian.


"Apa di tampar, terus kamu diam aja?"tanya Firman.


"Kan aku lagi terkurung di toilet om, lagian dia nggak ada ngadu jadi aku biarkan aja."Kata Adrian.


"Pertanyaan om, Kenapa mantan kamu ini tiba - tiba nyerang Kayla? Kenapa baru sekarang? Kenapa nggak dari dulu aja?"tanya Firman.


"Nah, ini yang mau aku diskusikan sama om."balas Adrian.


Ceklek.


"Sorry - sorry kita telat, tadi gue jemput curut ini dulu."kata Geva yang berjalan mendekati Adrian.


"Udah nggak apa - apa, ayo duduk." Kata Firman,


"Kalau gitu kita pindah duduk di sofa itu aja."Kata Firman lagi saat menyadari bangku nya tak cukup.


Mereka pun berdiri dan berpindah ke sofa yang tak jauh dari sana. Firman duduk di sofa singel dan Adrian dan kedua sahabat nya duduk di sofa panjang.


"Terus, ada apa ini kita di kumpulin disini malam - malam gini?"tanya Rangga.


"Tadi Kayla dan Adrian di serang."jawab om Firman.


"Apa? Kok bisa? Dimana?"tanya Geva kaget.


"Tadi saat kita dinner di cafe berdua...."Adrian pun mulai menceritakan detail kejadian yang di alami nya tadi kepada kedua sahabat nya itu.


"Wah, kurang kerjaan banget tu Lolipop!"Seru Geva kesal.


"Tapi, kenapa Loli nyerang Kayla? Bukanya kalian udah lama putus?"tanya Rangga.


"Nah, itu yang gue nggak ngerti."jawab Adrian.


Firman terdiam sejenak, " Hmmm, ini menurut pra duga oma ja ya. Apa mungkin Loli ada hubungan nya dengan kasus si Sinta ini?"ujar Firman, menatap ketiga pemuda itu.


"Kenapa, om sama kepikiran ke sana?"tanya Adrian.


"Nggak tau juga, tapi feeling om kuat mengatakan kalau masalah penyerangan ini, berhubungan dan ini udah di rencanakan."kata Firman.


"Kalau ini udah di rencanain, berarti di balik perencanaan ini ada sebuah jebakan dong."kata Geva.


Semua orang menatapa Geva penuh tanda tanya dengan maksud perkataan nya barusan.


"Jebakan?"tanya Adrian.


"Iya, dia sengaja melakukan penyerangan itu, karena dia tau kalau elo bakal pergi menemui kita, untuk membicarakan nya."kata Geva.


Ketiga nya masih mencoba mencerna perkataan Geva hingga AKhirnya.


"KAYLA DALAM BAHAYA."teriak ketiga nya.


"Sekarang Kayla di mana?"tanya Om Firman.


"Tadi habis dinner aku anterin dia pulang sih, dan aku nganter sampai kamar malah."kata Adrian.


"Sekarang coba kamu hubungi Kayla cepat!!"suruh Firman.


Dengan gerakan cepat Adrian mengeluarkan ponsel nya dan langsung mencari konta ponsel istri nya itu.


"Gimana?"tanya Rangga penasaran.


Adrian menggeleng."Belum di angkat"kata Adrian.


"Coba telpon lagi!!"seu Geva. Adrian pun mengangguk mengiyakan.


"Sekarang nggak aktif"kata Adrian yang mulai khawatir.


"Coba kamu hubungin orang tante atau om gitu buat cek in di kamar."kata Rangga.


"Papa dan mama lagi nggak di rumah, mereka tadi berangkat ke Bandung."kata Adrian.


"Yaudah, gue balik aja,."kata Adrian langsung berdiri dari duduk nya.


"Om aku, pulang dulu"pamit nya.


"Kalau ada apa - apa, segera hubungin kita."kata Firman.


"Iya,"Balas Adrian kemudian berlalu pergi gitu aja.


Setelah ke pergian Adrian. Firman mnegajak Geva dan Rangga untuk mendiskusi kan rencana yang akan mereka lakukan jika ada kejadian darurat.


~•••~