My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 80



"Kayla..."Adrian menatap tajam seseorang yang sedang menghampiri Kayla.


Kayla menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya, di samping pak Toyo, Kayla bisa melihat Ravi yang sedang berdiri sepertinya pria itu sedang menunggu ke datangannya.


"Eh Ravi, ada apa?" tanya Kayla yang sudah dengan laki - laki itu.


"Kenapa nggak ngabarin gue, kalau elu di anter ke sekolahnya?" tanya Ravi dengan ekspresi muka di tekuk.


"Jelek banget sumpah kalau muka elu gitu.." ledek Kayla.


"Njir malah ngejek, bujukin kek." kata Ravi.


"Males.. Sorry tadi, gue di anterinnya dadakan, makanya gak sempat ngabari elu. Emang elu tadi udah ke rumah?" tanya Kayla sambil kakinya melangkah masuk ke pekarangan sekolah, mereka berjalan beriringan tanpa menyadari kalau Adrian sedang memperhatikan mereka dengan tatapan tajam.


"Siapa dia?"tanya nya geram.


Karena merasa gerah Akhirnya Adrian memutuskan untuk pergi meninggalkan sekolah Kayla.


~


"Yaudah kalau gitu gue ke kelas dulu ya, dan ingat elu nanti udah janji makan siang bareng gue." ujar Ravi berlalu meninggalkan Kayla yang sudah sampai di depan kelasnya.


"Entah mimpi apa gue, sampai bisa sedekat ini dengan dia, huft...." seru Kayla, ia pun melangkah kan kakinya untuk masuk ke kelas.


Tak lama Sandra pun datang dan menghampiri Kayla.


"Good morning bestie.." ucapnya menepuk meja Kayla dengan keras.


"Astaga jantung gue..." ucap Kayla memegang dadanya karna kaget


"Hahaha... Sorry sorry, lagian elo juga sih, pagi - pagi udah ngelamun aja" kata Sandra duduk di bangkunya


"Lagi mikirin apaan sih?" tanya Sandra, sembari menyusun bukunya ke dalam laci dan menggantungkan tasnya di samping meja.


"Gak mikirin apa - apa kok.." jawab Kayla


Sandra menghentikan kegiatannya dan menoleh menatap Kayla sejenak.


"Bohong, elu gak bosa bohong sama gue!" seru Sandra melanjutkan kembali kegiatannya kembali.


"Huft.. Gue lupa kalau elu itu adalah cenayan, " kata Kayla tersenyum


"Gue lagi bingung San.."


"Bingung kenapa? Apa ada sesuatu yanv mengganggu mu?"tanya Sandra


Kayla menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa bingung? Masalahnya dimana?" tanya Sandra.


"Elu tau kan gimana hubungan gue sama Adrian seperti apa?" tanya Kayla dan Sandra menggangguk mengiyakan.


"Di saat gue pengen membuka diri buat Adrian, eh si Ravi datang seperti nyalain lampu hijau buat gue..." kata Kayla


"Elu tau kan gimana perasaan gue sama dia gimana?" tanya Kayla.


Sandra menatap Kayla prihatin, dia mengerti masalah yang sedang di rasakan oleh sahabatnya itu sangat lah berat menurutnya.


"Hmm... Menurut gue ya Kay, elu harus hati - hati dalam menentukan, ini masalah masa depan Kay nggak bisa asal ambil keputusan aja...."


Kayla mendengarkan perkataa sahabatnya itu.


"Kalau elu salah ambil keputusan, maka elu sendiri yang akan menyesal nantinya, saran gue jalani aja semuanya dulu bagaimana nantinya, biarkan takdir yang nentuin..." kata Sandra.


Prok! prok! Prok! Prok!


"Daebak, kata - kata mu sob, aduh... Makasih ya udah nasehatin gue." kata Kayla memeluk Sandra.


"Hehehe... Akhirnya nonton drakor gue bermanfaat juga" balas Sandra.


"Maksudnya?" tanya Kayla melepaskan pelukannya dan menatap Sandra


"Iya kata - kata tadi gue contek dari drakor yang gue tonton semalam." ujar Sandra.


"Aish dasar, gue kira itu dari otak elu yang ceteg itu.." seru Kayla, Sandra pun tertawa dan menggeleng mendengarnya.


~


Di kantor Adrian...


Tok! Tok! Tok!


"Masuk" saut Adrian


Ceklek


"Sayaaaaang..."


"Loly?" gumam Adrian


"Lagi sibuk ya?" Loly duduk di depan meja Adrian.


"Sedikit, ada apa?" tanya Adrian.


"Kita makan siang bareng yuk?? Kangen tau, udah lama banget kita nggak makan siang bareng. Sayang kamu nih sibuk terus deh belakangan ini, jadi kesel aja, susah buat ketemu sama kamu." kata Loly


"Oke" balas Loly tersenyum


Setelah Adrian menyelesaikan mengerjakan tugasnya, Adrian dan Loly pergi makan siang bersama di sebuah restoran mahal dan terkenal.


~


Jam pulang pin berbunyi.


"Kay, elu hari ini mulai kerja lagi kan di cafe?.." tanya Sandra


"Iya, kenapa?" tanya Kayla


"Nggak ada, gue cuma mau ngajak elu pulang bareng aja." jawab Sandra.


"Hmm... Kayaknya nggak bisa deh San." seru Kayla.


"Lah kenapa?" tanya Sandra kaget.


"Gue udah janji makan siang bareng Ravi, setelah itu baru gue ke cafe." jawab Kayla.


"Hm... Ya deh yang sekarang udah punya suami dan gebetan, apalah daya gue yang jomblo ini" kata Sandra pelan, namun masih bisa di dengar oleh Kayla.


Kayla menoleh dan menatap Sandra. "gimana kalau elu ikut jug, pasti seru deh.." ajak Kayla


"Gak usab, gue takut ntar kalian terganggu.." tolak Sandra.


"Njir, sejak kapan elu mikirin orang terganggu apa nggaknya"kata Kayla.


"Yudah lah yuk, gue takut ntar Ravi nungguin elunya kelamaan" kata Sandra.


"Bacot.." saut Kayla, Sandra tersenyum mendengar kata Kayla.


Mereka berdua pun berlalu meninggalkan kelasnya, spanjang lorong gedung sekolah Sandra tidak pernah berhenti untuk tidak merayunya.


"Udah, gak capek apa elu dari tadi ketawain gue muku, lihat tu gigi elu aja sampai kering gitu.." kata Kayla.


"Nggak... Hahaha" tawa Sandra


"tc.."


Saat mereka melewati area pakiran di sana, mereka sudah melihat Ravi yang sedang menunggunya dengan setia


"Cie... Udah di tungguin" goda Sandra sambil mencolek lengan Kayla


"Apaan sih" desis Kayla.


"Yaudah kalau gitu gue cabut duluan ya.." pamit Sandra.


"Rav, gue duluan ya.." seru Sandra.


"Ok, hati - hati" saut Ravi.


"Yuk kita berangkat" kata Ravi membuka pintu mobil untuk Kayla.


"Makasih, tapi lain kali nggak usah di bukain pintunya.." kata Kayla.


"Kenapa?" tanya Ravi


"Nggak enak kalau dilihat orang" jawab Kayla.


"Bodo amat, udah yuk masuk" balas Ravi.


Kayla mulai masuk dan tak lama Ravi pun menyusuk Kayla untuk masuk ke dalam mobil.


Mobil Ravi pun mulai meninggalkan pekarangan sekolah.


"Makan di mana?" tanya Kayla


"Di restoran papa aku aja." jawab Ravi menoleh sebentar ke Kayla.


"Tapi ingat ya, gue nggak bisa lama - lama, gue harus kerja" kata Kayla memperingati Ravi.


"Iya elu tenang aja" balas Ravi.


Sesampainya di sana mereka memesan beberapa makanan. Kayla dan Ravi nampak berbincang seru menceritakan pengalaman - pengalaman lucu yang pernah mereka alami.


Saat asyik mengobrol, pandangan Kayla tertuju pada sebuah meja di sudut sana, seorang pria tampan yang tak asinh baginya bersama seorang wanita cantik dan sexy.


"Adrian.."batin Kayla.


Adrian pun merasa dirinya ada yang memanggil, terdengat begitu jelas suara Kayla memanggil namanya. Adrian menoleh kekanan dan kiri depan belakang dan akhirnya ia melihat Kayla yang sedang menatapnya.


"Kayla?" batin Adrian


"Kamu cari siapa sayang??" suara Loly memecah keheningan Adrian.


"Oh bukan siapa - siapa, aku kira tadi seperti melihat sepupuku, ternyata bukan" kila Adrian


"Sepupu? " tanya Loly.


"Iya, tapi kayaknya aku salah lihat" kat Adrian mengalihkan pandangannya.


~•••~