
Sinta terlihat tidak bersemangat, saat masuk ke dalam tenda. Saat ia masuk, ia melihat Wela yang sudah menunggu kedatangan nya dari tadi, dengan raut wajah yang terlihat sedikit resah.
"Bagaimana, apakah Ravi menerima minuman yang elu buatkan?"tanya Wella, manatap Sinta dengan tatapam penuh penasaran.
Sinta menatap wajah Wella, dengan tatapan yang tidak bersemangat, seraya menghembuskan napas yang terasa berat, karena kecewa
"Sama saja, Wel, dan gue yakin, Ravi pasti udah jatuh cinta banget sama anak miskin itu, walau pun dia belum mengungkapkan nya secara langsung pada anak miskin itu."
katanya dengan memaksakan diri nya untuk tersenyum, di balik rasa kecewa nya.
"Bersabar lah, Cepat atau lambat dia pasti aan menerima elu kok, pevaya deh sama gue." kata Wella memberi semangat kepada Sinta.
"Hmm... Baik lah, gue akan coba untuk bersabar." ucap Sinta dengan nada yang terdengar berat.
****
Mentari perlahan tengah menampak kan wajah nya, setelah kegelapan menghilang secara sempurna dari muka bumi.
Adrian saat ini sedang sibuk menghubungi assistent dan juga sekretaris nya, ia menyuru mereka untuk menyiap kan tim SAR untuk membantu nya dalam pencarian istri nya Kayla.
Adrian keluar dari tenda dan menghampiri para siswa dan siswi yang sedang sarapan bersama
Sandra orang pertama yang menyadari ke hadiran Adrian.
"Kak, Adrian sudah bangun? Ayo kak kita sarapan dulu, setelah itu baru kita semua mencari keberadaan Kayla." kata Sandra.
"Selamat pagi pak." sapa Adam yang baru saja datang
"Pagi Adam, apakah kau sudah mencari bantuan, untuk mencari istriki?" tanya Adrian yang mengabaikan perkataan Sandra.
" Sudah pak, mereka sekarang menunggu kita di depan sana."jawab Adam.
"Baiklah, ayo kita pergi!" ajak Adrian hendak pergi, namun dengan cepat Sandra menahan nya.
"Kak, sarapan lah dulu, dari tadi malam kakak belum makan"bujuk Sandra, Adrian menoleh ke arah adik dari sahabat nya itu
"Sandra maaf, tapi untuk saat ini aku benar - benar nggak selera." ucap Adrian, melepaskan tangan Sandra dari pergelangan tangan nya.
"Ayo Adam" kata nya berlalu pergi meninggalkan Sandra.
Sandra pun kembali ke tempat duduk nya semula. Ravi menatap kearah Sandra,sebenar nya ia sangat ingin bertanya kepada Sandra mengenai hubungan Kayla dengan Adrian.
Dari semalam, ia baru sadar kalau Kayla dan Adrian ini, tidak hanya memiliki hubungan sebatas adek dan kakak, tapi mereka pasti memiliki hubungan yang lebih dari itu.
"Perhatian semua nya, berhubung Kayla belum di temukan, maka setelah sarapan ini kalian semya silahkan melakukan packing dan setelah itu kita akan ikut membantu mencari Kayla di hutan, mengerti!!"ucap Ravi tegas.
"Buat apa sih, kita harus capek - capek nyariin sih miskin itu." seru salah seorang siswi lain.
"Tau nih, palingan dia itu sengaja sembunyi biar di cariin sama orang, bikin susah orang aja." tambah yang laim, Sandra mengepalkan kedua tangan nya saat mendengar ucapan dari teman - teman nya itu.
"Kalian nggak boleh ngomong gitu, belum tentu apa yang kalian duga itu benar, jadi untuk saat ini gue harap kalian mau ikut berpatisipasi untuk masalah ini"pinta Ravi.
"Sekali ini aja gue harap, kalian nggak mandang status sosial. Tolong gunain empati kemanusiaan kalian untuk ngebantu nyari Kayla" kata Ravi kemudian berdiri dan berlalu pergi.
Sinta terlihat begitu kesal, begitu pun dengan Wella yang tengah menikmati sarapan pagi nya.
"Elu lihat sendiri kan, benar yang gue katakan semalam, kalau Ravi itu udah benar - benar jatuh cinta sama si miskin itu" ucap Sinta pelan kepada Wlla dengan raut wajah memerah, akibat rasa kesal yang teramat sangat.
"Elu harus bersabat, gue yakin cepat atau lambat elu pasti bisa dapati hatinya Ravi." kata Wella.
"Hmm... Makasih."balas Sinta dengan nada memelas.
****
"Maaf tuan, kami sudah menyusuri hutan. Tapi kami tetap tifak menemukan keberadaan istri anda di mana pun." kata salah seorang petugas tim pencarian.
"Iya, tuan. Mungkin saja istri anda sudah dimakan binatang buas. Karena di sini banyak binatang buas, yang berkeliaran tuan."timpal, petugas yang lain.
Raut wajah Adrian seketika berubah memerah, sebeb dia sama sekali tidak terima dengan apa yang dinkatakan, oleh anggota rombongan tim SAR itu.
"Apa kau bilang?! Istriku di makan binatang buas?!" Dengan kemarahan, yang teraman sangat.
"I.... Iya tuan."jawab laki - laki itu gugup karena takut.
Senyuman sinis membingkai di wajah nya, dan dia meyakini Kalau Kayla masih hidup.
"Aku yakin, istriku asih hidup. KAY... KAYLA...." teriaknya yang begitu menggema, karena frustasi memikirkan Kayla yamh bel juga di temuka.
Adam menghampiri Tuan muda nya itu, yang terlihat begitu frustasi.
"Tuan, aku mohon tenang lah, ternanglah tuan" bujuk Adam, pada bos nya itu.
Adrian menengadakan kepala nya, menatap Adam dengan tatapan nanar,terspam kesedihan yang begitu mendalam.
" Bagaimana aku bisa tenang , Adam? Sementara istri ku hilang di hutan. Bagaimana kalau betul, dia sudah di makan binatang buas." kata Adrian dengan pilu.
Adam menghembuskan napas dalam, berusaha mengerti dengan apa yang di rasa kan oleh tuan muda nya itu.
"Aku yakin, nona Kayla akan baik - baik saja, tuan. Dan kita akan melanjutkan pencariannya besok pagi."bujuk Adam.
Adrian berusaha untuk.mengiyakan ajakan sekretarisnnya, walau pin hati nya sesungguh nya sangat lah berat.
"Kak Adrian.." panggil Sandra, dia dan rombongan dari sekolah nya menghampiri Adrian.
"Bagaimana kak, apa Kayla sudah di temukan?" tanya Ravi,Adrian menggelengkan kepalanya.
"Sekarang kalian mau kemana?" tanya Ravi yang melihat rombongan Adrian bersiap - bersiap hendak pergi.
"Kita memutuskan untuk melanjutkan pencariannya besok, karena keadaan tuan yang tidak memungkin kan."jawab Adam.
"Baiklah kalau begitu kita pergi dulu, kalian semua sebaiknya juga kembali, bahaya berada di hutan malam - malam begini."ucap Adam lagi.
"Sandra, ayo kita kembali.." ucap Adrian kepada Sandra.
"Iya kakak, duluan saja, nanti kami akan menyusul." tolak Sandra.
"Ravi kamu sebagai pemimpin di sini, tolong bawah lah mereka kembali ke tenda."ucap Adrian kepada Ravi.
"Iya kak." jawab Ravi. Rombongan Adrian pun berlalu pergi meninggalkan rombong anak SMA itu.
"Gimana Vi, apa kita juga akan menghentikan pencarian?" tanya Adit.
"Gue juga nggak tau, tapi tadi gue dapat info dari salah satu petus pencarian Kak Adrian, kalau Kayla sudah tiada ia sudah dimakan binang buas katanya, tapi gue nggak yakin soal itu"ucap Ravi.
"APA?" tanya Sandra saat mendengarkan pembicaraan Ravi dan Adit.
"San, San, elu tenang dulu ya, itu baru asumsi petugas doang mereka belum mendapatkan bukit kuat mengenai itu." Kata Ravi yang berusaha menahan tubuh Sandra yang tiba - tiba melemah.
"Kayla, Kay..... KAYLA ELU DIMANAAAAAAA?" raung Sandra frustasi.
~•••~