
Adrian selesai mandi, karena merasa haus Adrian pun pergi ke dapur untuk mengambil minum.
Saat berjalan melewati ruang tamu, Adrian melihat seseorang sedang duduk di kursi yang ada di tepi jendela.
"Siapa itu?" tanya Adrian,karena penasaran Adrian pun menghampiri orang itu.
Adrian memegang bahu orang itu, karena merasakan ada sentuhan di bahunya, orang itu pun menoleh kebelakang dan menatap Adrian
"Kamu ngapain sendirian di sini?" tanya Adrian
"Aku lagi sedih.." jawabnya.
Adrian penasaran dengannya dan memilih untuk duduk di sampingnya.
"Hai nama kamu siapa?" tanya Adrian
"Aku Reno kak. Kakak siapa dan ngapain malam - malam masih di panti." tanya Reno manatap Adrian penuh tanya.
"Aku Adrian dan aku di sini sedang menginap.dan besok juga akan pergi" jawab Adrian apa adanya.
"Ngomong - ngomong, kamu kenapa sedih?" tanya Adrian.
Sebelum menjawab pertanyaan dari Adrian, Reno menarik nafasnya terlebih dahulu.
"Aku denger kemaren malam, ibu dan kak Kayla ngobrol." ucap Reno.
"Ngobrol? Ngobrolin tentang apa? Kamu nguping ya?" Tuduh Adrian
"Bukan, aku tidak menguping, aku hanya gak sengaja mendengarnya."
"Sama aja, emang mereka lagi bahas apa?" tanya Adrian
"Ibu bilang ke kak Kayla, kalau dia harus menikah." ucap Reno
" Dan semenjak mendengar hal itu, aku jadi sedih dan susah tidur kak" keluh Reno
"Kenapa kamu harus sedih? Bukankah seharusnya kamu itu harus seneng. Karena kak Kayla akan mempunyai keluarga baru" tanya Adrian menatap bocah lima tahun di sampingnya itu.
"Gak, aku gak senang. Aku gak mau kak Kayla menikah dengan orang itu." balas Reno.
"Lah kenapa?" tanya Adrian penasaran.
"Karena kak Kayla juga tidak mau menikah dengan orang itu" jawab Reno lagi.
"Kamu taunya dari mana, kalau kak Kayla gak mau menikah dengan orang itu? Apa dia pernah cerita sama kamu" tanya Adrian
"Gak, kak Kayla gak pernah mau menunjukkan kesedihannya ke kami."
"Lalu kamu tau dari mana?" desak Adrian.
"Aku melihat kak Kayla menolak untuk menikah sambil menangis di depan ibu. Jadi, menurut aku kak Kayla gak mau menikah dengan orang itu" seru Reno meneteskan air mata.
"Kenapa kamu menangis?" tanya Adrian heran.
"Aku jadi ikut sedih saat mengingat wajah kak Kayla penuh dengan air mata. Sebelumnya kak Kayla tidak pernah menangis seperti itu, bahkan di depan kami dia selalu tersenyum, walau aku dan yang lain tau kalau kak Kayla sedang kesusahan" Adrian mengulurkan kotak tissue kepada Reno.
"Makasih kak" ucap Reno menerima tissue tersebut.
Ia mengeluarkan ingusnya hingga bersih, dan ia juga.menghapus air matanya dengan menggunakan tissue itu.
"Emang kak Kayla sayang banget ya sama kamu?" tanya Adrian.
"Bukan sama aku aja, kak Kayla sayang ke semua anak - anak yang ada di panti." seru Reno
"Ternyata baik juga ni cewek aneh" pikir Adrian.
"Udah gak usah menangis, kamu seharusnya bahagia dan berikan semangat buat kak Kaylanya biar dia tetap semangat" Adrian memberikan nasihat kepada Reno.
"Yaudah, sekarang mending kamu kembali ke kamar dan tidur. Gak baik untuk anak kecil seperti kamu tidur larut malam gini" seru Adrian
"Ini bocah, gak sesuai umur banget jalan pikirnya" pikir Adrian menatap Reno.
"Hmm... Kalau gitu gimana kalau kamu temanin kakak ambil minum ke dapur" ucap Adrian. Reno menoleh keaeah Adrian
"Kakak takut?" tanya nya.
"Gak siapa yang takut
"Terus kenapa minta ditemanin?" tanya Reno.
"Itu... Itu, kakak kan baru kali ini nih nginap di panti jadi kakak belum tau seluk beluknya panti ini" kila Adrian.
"Ooo... Yaudah ayo aku temanin" seru Reno, ia beranjak berdiri dan berlalu berjalan tanpa menunggu Adrian.
"Eh malah di tinggalin.." Adrian pun mengejar Reno yang sudah agak jauh darinya.
Setelah mengambil minum, Adrian dan Reno kembali ke tempat duduknya semula. Adrian terus menerus mencoba menghibur Reno untuk tidak bersedih lagi dan membujuknya agar mau kembali kekamar dan tidur.
Adrian kembali ke kamar, ia mengunci pintu kamar kemudian berjalan kearah kasur Lipatnya.
"Begini amat ya hidup gue, dipaksa menikah, tidur di lantai gini dan parahnya gue gak di kasih selimut" gerutu Adrian saat ia membaringkan tubuhnya di atas kasur lipatnya.
"Dingin banget disini..." ucapnya saat ia merasakan hawa dingin yang menggrogoti tubuhnya, ia meringkukkan tubuhnya berharap dengan begitu dapat mengurangin rasa dinginnya.
"Dia enak - enak an pake selimut, apa dia sengaja gak ngasih gue selimut biar gue mati membeku disini" gerutu Adrian melihat Kayla yang tidur pulas dibawah selimut tebal.
"Bodo amat, gue udah gak tahan..." seru Adrian.
Adrian pindah naik keatas ranjang dan masuk kedalam selimut yang di gunakan Kayla.
" Ginikan mendingan" gumamnya tersenyum. Ia pun tertidur dengan posisi membelakangi Kayla.
Pukul lima subuh Kayla mulai sadar dari tidurnya, dia mengeliat tapi rasanya begitu susah, ia merasa tak seleluasa seperti biasanya, saat mata Kayla terbuka dia begitu sangat terkejut karena mendapati waja Adrian yang berada tepat di hadapannya dengan tangan yang saling memeluk satu sama lain.
"Kyaaaa.......!!!!!!"teriak Kayla yang berhasil membuat Adrian ikut terbangun.
"Apaan sih elo? Teriak pagi - pagi gini" Sahut Adrian kesal karena ia merasa tidur nya terganggu karena suara teriakan Kayla.
"Elu ngapain sih peluk - peluk gue?...." tanya Kayla yang merasa tidak terimatm tubuh nya di sentuh oleh Adrian.
"Ya mana gue tau... Kan gue juga tidur" jawab Adrian cuek.
Adrian melihat jam yang ada di dinding kamar Kayla, terbya hari masih subuh.
"Aish... Masih subuh ternyata pantesan gue masih ngantuk" gumamnya.
"Dasar cewek aneh, awas elu gangguin gue tidur lagi" seru Adrian menatap Kayla yang masih memandangnya kesal.
"Yaelah, itu mata bisa biasa aja gak sih? " tanya Adrian yang melihat Kayla menatapnya dengan tatapan garang.
"Lagian gue gak ngapa - ngapain elu juga, cuma peluk sedikit doang dan itu pun terjadi saat gue tidur." seru Adrian
"meskipun, gue gak bisa terima" protes Kayla.
"Bodo amat, yaudah gue mau tidur "seru Adrian, kembali menarik selimut dan menutuoi seluruh tidurnya.
"Menyebal kan, pagi - pagi udah bikin emosi aja"Ujar Kayla beranjak dari kasurnya dan berjalan mengambil handuk dan saat ia hendak membuka pintu, suara Adrian pun menghentikannya.
"Tunggu!!!!"
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜