
Sementara Di rumah, Kayla.
Sepeninggalan Adrian Kayla langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersih kan diri dan mengganti pakaian nya.
Sekitar 10 menit Kayla pun keluar dari kamar mandi dan hendak bersiap tidur.
Tringggg...
Kayla menoleh ke ponsel nya yang ada di dalam tas selempang yang di pakai nya tadi, yang tergeletak di atas sofa.
"Siapa yang chat malam - malam gini?"gumam Kayla, ia pun berjalan menghampiri tas nya.
Kayla mengambil tas nya dan mengeluar kan ponel nya, Kayla mengerut kan kening nya saat melihat pesan tanpa nama dari pengirim nya.
"Siapa ya?"tanya nya.
Kayla meletak kan kembali tas nya di atas sofa dan membawa ponsel nya ke atas tempat tidur. Di atas tempat tidur Kayla membaca isi pesan tersebut.
Hai, Kayla.....
Bagaimana kabarmu?...
Aku ada sesuatu ni buat kamu...
Kayla mengerutkan dahi nya, dia membaca isi pesan itu berkalil - kali.
"Ini siapa ya, kenapa dia bisa tau namaku?"tanya Kayla bingung.
Karena penasaran Kayla pun, mencoba menghubungi nomor tersebut. Di saat deringan pertama, telpon itu langsung di terima dan langsung di alihkan ke video call.
" Hai Kayla..."Sapa orang itu.
^^^"Kamu siapa?" tanya Kayla, di sana dia tidak melihat wajah orang . Karena kamera nya di arah kan ke dinding.^^^
"Kamu nggak perlu tau siapa aku, yang harus kamu lihat tu ini." orang itu pun mengalihkan kamera ke arah lain.
Betapa kaget nya Kayla saat melihat sahabat nya Sandra, sedang terduduk lemah di atas kursi dengan kondisi terikat dan mulut tersumbat lakban.
^^^"SANDRA..."teriak Kayla spontan^^^
^^^"Kamu jangan macam - macam ya, mau kamu apain Sandra?" tanya Kayla.^^^
"Hahaha... Tenang dia nggak bakalan aku apa - apain asal kamu datang ke sini."ucap nya.
Mendengar itu pun Sandra mengelengkan kepala nya, dia nggak mau kalau Sampai Kayla datang ke sana.
^^^"Dimana tempatnya?"tanya Kayla tanpa pikir panjang dan mengabaikan gelengan kepala dari Sandra.^^^
"Hahahaha.... Bagus, kamu datang kesini, nanti saya kirim lokasi nya."kata orang itu.
"Eh, tapi ingat. Kamu harus datang sendiri, dan jangan sampai ada yang tau kalau kamu menemuin aku, ngerti!!"kata orang itu lagi.
^^^"San, elo tunggu gue akan kesana."kata Kayla, sebelum panggilan itu berakhir.^^^
Dengan buru - buru Kayla bersiap - siap untulk pergia, hal pertama yang di lakukannya yaitu. mengganti baju nya, nggak mungkin kan dia pergi dengan menggunakan piayama tidur.
Di saat Kayla sedang bersiap - siap, tiba - tiba tubuhnya merosot lemas kebawa lantai kamar. Dia menangis meratapi keadaan nya yang saat ini semakin mencekik nya. Dia ingin sekali menghubungi Adrian dan mengatakan kalau sahabat nya sekarang sedang di culiik oleh orang tidak di kenal nya. Tapi Kayla mengurungkan niat nya, karena dia nggak mau Sandra kenapa - kenapa karena tindakan nya yang gegabah.
Apa lagi dia sangat tau kalau suami nya itu sangat tempramental, dia nggak akan segan - segan pergi ke sana dengan membawa banyak pesuruh dan bisa saja dia juga memawa polisi.
Hal itu, bukan nya membantu, tapi malah mempercepat orang itu untuk menyakiti sahabat nya itu.
Kayla kembali ke kamar, dia menatap Kearah ranjang, dan bayangan wajah Adrian pun terlukis di pelupuk mata nya.
Kayla nggak tau apa yang akan terjadi pada diri nya setelah ini, satu yang dia tau. Kalau orang itu, sebenar nya hanya ingin diri nya.
"Selamat tinggal sayang, aku sangat mencintai mu dan mungkin ini adlah jalan yang terbaik buat kita. Aku nggak pengen kamu terus di hantui oleh rasa ke khawatiran, dan aku juga tau kalau kamu sangat capek dan lelah dlam mengurus ini semua." ucapan KAyla terputus karena dia mencoba menahan tangis nya.
"Jika, aku harus pergi meninggalkan k\=mu adalah salah satu cara untuk kebahagiaanmu, maka mengertilah, yang aku lakukan ini, semata - mata hanya untuk melindungi kalian dan aku juga nggak mau lagi jadi bebas buat kalian."Kata Kayla.
Kayla menghapus air mata nya dan, menyelinap lewat intu di belkanang dan keluar dengan cara memanjat tembok belakang rumah itu. Setelah sampai di jalanan, dia segera berlari dan memberhentikan taxi yang lewat. Kayla menunjukkan alamat yang di kirim kan oleh pria tadi ke supir taxi.
Tak lama mobil pun sampai, Kayla menyusuri gang kecil itu demi mencapai markas tempat Sandra di sekap. Dia menghentikan langkah nya, saat sudah sampai di depan markas itu.
Kayla hendak membuka pintu markas itu, namun tiba - tiba saja dia merasakan sakit di belakang kepalanya karena hantaman benda keras.
BRUGH..... Kayla pun pingsan.
~
Adrian sampai di rumah, dia langsung berlari menuju kamar nya di lantai atas.
"Kayla, sayang?"panggil nya saat masuk ke dalam kamar.
"Kay..."Panggilnya lagi, karena tidak mendengar sautan balasan dari istri nya itu.
Deg!.
Jantung Adrian mulai berpacu cepat, rasa khawatir dan panik seketika menyerang nya.
Andrian mengecek ke seluruh kamar dan dia tidak menemukan Kayla.
"Nggak, nggak mungkin, dia pasti ada di kamar tamu."ucap Adrian, mencoba menepis pikir buruk di kepala nya.
Dengan langkah cepat Adrian kembali menuruni tangga dan dengan terburu - buru dia membuka pintuk kamar tamu yang tidak terkunci itu.
"KAYLA!!!"teriak nya.
Karena suara teriakan Adrian yang cukup kearas, hingga semua orang yang ada di rumah itu pun datang menghampiri nya.
"Aden kenapa?"tanya Mbak titin sopan.
"Apa kalian, ada yang tau Kayla di mana?"tanya Adrian
Semua nya pun menggeleng.
"Setau saya, setelah pulang dengan Aden tadi, non Kayla nggak ada keluar dari kamar."kata mbak Titin.
"Memang ny ada apa sih Den?"tanya Mbok Iyem.
"Kayla nggak ada mbok,"jawab Adrian, ia pun berlalu pergi meninggalkan kamar tamu itu, dan kembali ke kamar nya dan Kayla.
Adrian berjalan dengan gontai nya menuju kamar, setiba nya di kamar. Adrian terduduk di sofa yang ada di dalama kamar nya.
Saat duduk dan memikirkan kemana istri nya itu akan pergi. Dengan tak sengaja Adrian melihat ada secarik kertas yang di himpit oleh pena.
"Apa ini?"tanya Adrian.
~•••~