
Selama Adit tidur, Sandra pergi kedapur. Ia mengobrol dengan pembatu yang ngurusi rumah Adit. Sandra akhirnya tau cerita masa kecil Adit dan juga tentang kisah perceraian kedua orang tua Adit.
"Semua nya akan terlihat baik - baik aja di depan orang lain, tapi beda jika tuan sudah sendiri di rumah nya ini, dia akan terlihat hancur jika dia sedang sendirian."ujar mbak Mona
"Mbak kok tau banyak sih tentang Adit?"tanya Sandra
"Iya, karena saya yang mengasuh tuan Adit dari dia kecil."Sandra mengangguk - angguk mendengar nya.
"Kalau Adit itu, penah bawah perempuan nggak sih mbak ke sini?"tanya Sandra.
"Nggak pernah... Palingan yang sering datang ke tu teman nya tuan yang nama nya Rafi." jawab mbak Mona
"Oooo gitu ya."Sandra tampak lega, seenggak nya hanya dia perempuan pertama yang diajak Adit ke sini bukan hanya sekedar dia ajak, tapi hanya dia yang akan menjadi nyonya di rumah ini..
Setelah puas mengorek info tentang kehidupan pribadi suami nya. Sandra pun kembali ke kamar. Tampak Adit baru bangun dari tidur nya.
"Dari mana?"tanya Adit begitu Sandra datang.
"Dari belakang, habis ngobrol sama mbak Mona"Jawab Sandra
"Pantesan aku cari - cari nggak ada."ujar Adit.
"Abis elo tidur nya nyenyak banget, gue kan bete nggak ada temen ngobrol."ujar Sandra
"Kan persiapan buat lembur ntar malam"Jawab Adit sambil tersenyum penuh arti.
"Dasar mesum."Sandra melempar bantal kearah Adit.
"Ya nggak apa - apa lah, kan mesum nya sama istri sendiri" ucap Adit tersenyum
Malam nya setelah makan malam, mereka pun ke mbali ke kamar.
"Ngapain dikunci segala?"tanya Sandra, protes ketika Adit langsung mengunci pintu kamar.
"Biar nggak ada yang gangguin kita."jawab Adit sambil mendekat kearah Sandra. Dalam sekejab tubuh Sandra sudah berada dalam dekapan nya.
"Siapa juga yang akan gangguin kita, orang disini nggak ada siapa - siapa."ucap Sandra
"Kan jaga - jaga aja."
Adit mendekatkan wajah mereka hingga tatapan mereka saling mendekat saling bertem dan bibir keduanya saling pun bertautan.
Adit me lu mat dan menyesap bibir Sandra dengan rakus. Sandra yang awal nya sangat kaget pun mulai membalas nya dengan melingkarkan kedua tangan nya di leher Adit.
Sandra melepaskan sejenak tautan bibir mereka ketika ia merasa ada yang menganjal di bagian bawah tubuh nya.
"Apa itu?"tanya Sandra polos.
"Dia lah adikku." jawab Adit
"Adik kecil elo udah bangun?"tanya Sandra yang langsung paham maksud dari kata adik yang itu.
"Iya" jawab Adit dengan suara seraknya. Ia pun semakin merapatkan tubuhnya dan kembali me lu mat bibir Sandra.
Perlahan Adit menggiring Sandra menuju ranjang mereka dan langsung mengurung Sandra di bawah tubuh nya.
Hanya dalam hitungan menit kedua nya berhasil menanggalkan pakaian yang melekat di tubuh mereka.
Adit menatap takjub pada tubuh polos istri nya. Ini untuk pertama kali Adit melihat tubuh wanita polos tanpa sehelai benang pun.
Meski pun Adit memiliki club malam, dan banyak pegawai wanita cantik dan seksi. Namun dirinya tidak pernah sampai melewati batas sampai yang namanya men icip - icip nya.
Adit selalu berpegang teguh pada pendirian nya, untuk selalu menjaga dirinya hingga suatu saat hanya istrinya lah yang akan mendapatkannya.
"Kenapa malu? Aku ini suami kamu, jadi nggak harus malu. Lagian tumben kamu pemalu."ucap Adit tersenyum.
"Ihhh kali ini bedah.."ucap Sandra.
"Hahaha... Kamu makin menggemaskan." Adit memulai aksi nya
Skip
(Kalian lanjutin aja ya sendiri, author lagi nggak mood namba dosa)
Adit mencium bibir Sandra lembut, dan memeluk tubuh istrinya itu.
"Terima kasih, sayang."bisik Adit ditelinga Sandra.
"Berarti sekarang gue udah nggak perawan lagi dong?"tanya Sandra
"Hmm... Iya dan aku adlah orang yang beruntung mendapatkan nya."bisik Adit lagi.
"Kamu menyesal?"tanya Adit menatap intens kedua mata Sandra yang mengembun.
"Ngga, justru gue sennag karena gue memberikannya pada suami gue sendiri"jawab Sandra.
"Sayang, kaya nya ada yang harus di robah deh."ucap Adit.
Sandra menatap Adit bingung, "Apa?"tanya nya
"Panggilan, masa kamu sama suami sendiri masih pake elo gue." ujar Adit.
"Terus apa.?"
"Ya, yang agak roamtis dikit dong."
"Apa, udah nggak usah ribet deh. Elo kaya anak kecil aja, masa cuma gara - gara panggilan doang di ribetin."ucap Sandra mengeratkan pelukan nya pada tubuh Adit.
Adit melepaskan pelukan istrinya, dan membelakangi istrinya itu.
Sandra menatap Adit heran, dia bingung dengan sikap suaminya itu yang tiba - tiba berubah jadi sedikit manja dan suka ngambek.
"Elo eh kamu ngambek? Adit.."Sandra mencoba membujuk Adit, tapi Adit masih tetap tak bergeming.
"Apa ini? Kenapa dia jadi suka ambekan kaya gini?"pikir Sandra
"Ayo Sandra, elo mikir gimana cara nya agar dia mau baikan sama elo. Ihh nggak lucu banget masa habis malam pertama kita berantam."pikirnya lagi.
"Ehm.. Sayang.."panggil Sandra dengan suara manja nya.
"Kamu panggil aku apa?"tanya Adit, langsung membalikkan tubhnya menghadap kearah Sandra.
"Sa sayang."ucap Sandra tersenyum
Cup
"Jangan ngambek lagi."ucap Sandra setelah mengecup bibir Adit.
"Nakal kamu ya."ucap Adit senang
Dan pertempuran pun di lanjut kan...
~•••~