
Setelah makan malam, Kayla masuk kedalam kamarnya dan belajar. Kayla juga tidak lupa untuk mengunci pintu kamarnya, karena dia tidak mau di ganggu oleh Adrian.
Sedangkan Adrian dikamarnya, sedang mengerjakan pekerjaan kantor yang sengaja di bawahnya pulang.
Saat Kayla sedang setius membuat tugas, pintu kamarnya di ketuk dari luar, Kayla menoleh ke arah pintu dan terdengar suara pintu kamarnya kembali di ketuk, Kayla berdiri dan berjalan menghampiri pintu.
Kayla membuka pintu dan nampak Adrian sedang berdiri di depan pintu tersebut.
"Ada apa?" tanya Kayka setelah membuka pintu.
"Elu bilang apa tadi sama mama? Kok mama marah - marah?" tanya Adrian
"Tadi mmaa cuma nanyaim elu, ya gue jawab jujur, kalau elu belum pulang." jawab Kayla dengan santai, karena memang dia tak bersalah pikirnya.
"Pantes aja mama marah, lain kali pake alasan apa gitu, biar mama nggak ngira gue nelantarin elu."jelas Adrian
"Tapi tadi udah gue jelasin kok" bela Kayla.
"aya, tetap saja mama nggak terima alasan apa pun, mama maunya gue yang abtar jemput elu." ucap Adrian.
"Kenapa gitu? Kalau kita satu sekolah ya nggak apa - apa ya kan, lah ini kita jangankan satu sekolah searah aja nggak, gimana mau bareng? "tanya Kayla.
"Lagian gue nggak mau klau satu sekolah gue tau, kalai gue udah nikah..." imbuh Kayla.
"Ya jangan sampai tau lah, yaudah mulai besok gue yang akan antar jemput elu, dan klaau masalah hubungan, elu tenang aja, ntar elu gue turunin di perempat dekat sekolah mu itu."putus Adrian
"Iya deh, gue ngikut aja." jawab Kayla pasrah.
Lalu Adrian berbalik kembali ke kamarnya, tapi dia jadi teringat akan sesuatu dan kembali kembali menuju kamar Kayla.
"Tunggu Kay!.." cegah Adrian dengan sedikit berteriak saat meihat Kayla hendak menutup pintu kamarnya.
"Apa lagi sih?" tanya Kayla mengurungkan niatnya untuk menutup pintu.
"Bantuin gue ngerjain tugas kantor ya, gue keteteran ini dan gue juga lagi malas ngecek laporan yang banyak angka - angkanya, mau ya" Adrian memohon kepada Kayla.
Kayla tersenyum mendengar ucapan Adrian yang seperti anak kecil, lalu dia mengangguk.
"Baiklah. mau ngerjain di mana?" tanya Kayla.
"Di kamar gue aja." kata Adrian lalu dia jalan lebih dulu, sedangkan Kayla masuk ke dalam kamar untuk membereskan buku - bukunya.
Meski pun jurusan mereka berbeda tetapi Kayla dengan mudah mempelajari bagaimana cara memeriksa laporan itu. Cukup dengan sekali Adrian menjelaskan kepadanya, cewek itu langsung paham dan mengerti.
Kayla mulai memeriksa laporan keuangan, dia mengerjakannya dengan sangat mudah dan cepat, sementara Adrian sibuk memeriksa laporan yang lainnya.
Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, dan tugas Adrian belum juga selesai, Kayla masih setia menunggunya meski pun bagiannya sudah selesai.
Deringan ponsel Adrian mengganggu konsentrasi mereka yang sedang memeriksa laporan. Lalu Adrian mengambil ponselnya tersebut, sebelum dia menggeser tombol hijau di layarnya, Kayla lebih dulu berucap.
"Dari siapa? Kalau bukan darinpapa atau mama, nanti saja, selesaikan dulu pekerjaan ini!" ucap Kayla mencegas Adrian mengangkat telfonnya.
"Masih banyak waktu buat telfonan sama pacar elu ity" seakan Kayla tahu siapa yang sedang menghubungi Adrian
"Ntar gue angkat sebentar, biar di nggak telfon lagi." ucap Adrian.
Lalu dia mengangkat telfon tersebut, dia mengatakan kalau dia sedang menyelesaikan pekerjaan kantor, dan orang di sebrang sana pun memakluminya. Dan Adrian memutuskan sambungan telfonnya, lalu ia kembali memeriksa tumpukan - tumpukan laporan itu.
Satu jam kemudian, Adrian pun sudah selesai mengerjakan tugasnya, dia melihat kearah Kayla, ternyata gadis itu sudah tertidur sambil duduk, kepalanya dia letakkan di atas sofa. Adrian yang melihat itu merasa kasihan pada Kayla, karena menunggunya untuk menyelesaikan pekerjaanya Kayla sampai tertidur pulas.
"Kay bangun, gue udah selesai nih. Kay, Kay..." Adrian menggoyang - goyangkam tubuh Kayla. Lalu Kayla membuka matanya dengan perlahan.
"Eh... Kenapa gue malah tidur di sini... Aish.." gumam Kayla yang kembali bangkit saat dirinya sudah berbaring di ranjang Adrian.
"Sorry.." ucapnya kemudian berlalu keluar kamar dengan langkah yang agak sempoyongan. Adrian hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Kayla yang terlihat lucu di matanya itu.
~
Keesokan harinya....
Kayla sudah bersiap untuk pergi ke sekolah, setelah menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri mengingat suaminya itu pasti akan sarapan dengan kekasihnya itu, jadi Kayla agak malas repot - repot menyiapkannya untuk Adrian. Adrian terlihat baru turun dari kamarnya
"Elu udah sarapan?" tanya Adrian yang melihat di atas meja hanya ada sepiring nasi goreng saja.
"Belum, ini baru mau sarapan" jawab Kayla
"Lah kok cuma sepirng?" tanya Adrian heran
"Iya, emang, kan cuma buat gue aja, elu bukannya nanti sarapan sama kak Loly ?"tanya Kayla menatap Adrian.
"Hmm... Hari ini, dia lagi sibuk" jawab Adrian
"Terus?..."
"Ya gue sarapan dirumah lah..."
"Cepat ambilkan sarapan buat gue!" perintah Adrian lahi, kemudian ia menarik salah satu kursi dan mendudukinya.
Kayla berdiri dan perginke dapur mengambilkan sepiring nasi goreng yang masih ada di wajan untuk Adrian.
Kemudian Adrian dan Kayla sarapan bareng di meja makan, nampak Adrian begitu menikmati nasi gorengnya, yang ia tahu ini pasti masakan Kayla, ia memakan sarapannya dengan sangat lahap. Kayla tersenyum tipis saat melihatnya.
Setelah selesai sarapan Kayla pamitan untuk berangkat ke sekolah.
"Gue berangkat dulu ya.." pamit Kayla beranjak berdiri dari duduknya.
"Tunggu!.." cegah Adrian, Kayla menoleh melihat kearah Adrian.
"Bareng gue aja, lagian sekolah elu juga searah dengan kantor." kata Adrian meminum air putih yang ada di depannya.
"Nggak usah, ntar merepotkan,gue bisa naik bus kok. Lagian..."
"Jangan ngebantah, yuk..." potong Adrian, ia beranjak dari duduknya dan menarik tanan Kayla untuk mengikutinya ke arah garase.
Adrian dan Kayla pun berangkat menuju ke sekolah Kayla.
Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam saja. Kayla mendengarkan musik dengan memakai headset di telinganya. Sementara Adrian dia hanya diam dan fokus pada jalan. Tak lama sampailah mereka di sekolah Kayla.
"Kenapa harus berhenti di depan gerbang sih? Udah di suruh berhenti di perempatan juga.." gerutu Kayla. melihat sekeliling sekolahnya.
"Udah cepatan turun! Gak usah banyak protes.." kata Adrian
"Tc... Makasih tumpangannya, gue turun dulu.."ucap Kayla
"Iya, sekolah yang bener," pesan Adrian, Kayla tidak menanggapi ucapan Adrian, ia langsung ke luar dan menutup pintu mobil.
"Kayak dianya bener aja, lagian kapan gue gak sekolah dengan benar." gerutu Kayla berjalan masuk kedalam gerbang sekolah.
"Kayla..."Adrian menatap tajam seseorang yang sedang menghampiri Kayla.
~•••~