My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 139



Malam hari nya Adrian pergi menemui Adit, dia tidak sendirian melain kan dia bersama dua sahabat nya. Geva dan Rangga.


"Elu yakin, ini tempat nya?"tanya Geva ragu, karena alamat yang di berikan Adit adalah alamat sebuah club malam.


"Iya, tadi gue yakin banget kalau dia bilang di sini. Gak percaya, nih lihat dia tadi ngirimin gue share loc ni."Adrian menunjukkan alamat yang di kirim oleh Adit kepada nya.


"Gila tu anak, nyembunyiin orang di sini."ujar Geva melihat kaedaan sekeliling.


"Yaudah kita masuk yuk, sekalian refresing kita. Kan semenjak, Adrian punya bini kita udah lama nggak pernah lagi ke sini." ucap Rangga.


"Jangan macam - macam, kita ke sini tu buat nemuin Adit sama pelaku nya. Bukan buat senang - senang. "ujar Adrian berjalan lebih dulu.


Setiba nya di dalam, Adrian menemui Adit yang sudah menunggu mereka di kursi depan bartender club itu.


"Di mana?"tanya Adrian to the poin.


"Ikut gue."ucap Adit. Adit beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju ka lantai 3 club itu.


"Kenapa ke lantai 3, bukan nya ini khusus ruangan owner nya?" tanya Rangga.


"Iya."Jawab Adit, malas menjelaskan kalau Club malam ini adalah milik nya sendiri.


Mereka sampai di lantai 3, Adit membuka salah satu kamar yang ada di sana. Jadi, di lantai 3 ini hanya ada 4 kamar, dan itu semua ruang khusus buat Adit semua. Hanya dia yang boleh masuk ke sana tanpa terkecuali.


"Itu dia kak." kata Adit, menunjuk ke arah sebuah ranjang.


Adrian dan yang lain nya pun menoleh kearah ranjang dan melihat di sana sedang terbaring seorang laki - laki dengan posisi telentang dan kedua tangan kaki nya di ikat ke sisi ranjang.


"buset, ini kok di iket kaya gini, Dit?"tanya Geva yang keget saat melihat nya.


"Sengaja kak, karena gue punya rencana spesial buat dia kalau dia nggak mau ngaku ntar."kata adit tersenyum eil.


"Serem juga ni anak ternyata."bisik Geva kepada Adrian.


"Jadi, dia belum ngaku siapa bos nya?"tanya Adrian.


"Belum kak, karena emang belum gue tanyain. Kan elo bilang nunggu elo dulu."kata adit.


Adrian mengangguk, dan mendekati pria itu. Ia membuka penutup matanya dan melihat dengan jelas siapa dan bagai mana bentuk orang yang udah melukai istri nya itu.


"Lah kok udah babak belur gini? Kata nya belum di apa - apain?"tanya Adrian kaget saat melihat wajah pria itu yang sudah bonyok.


"Itu, gue nggak bisa nahan diri gue kak. Tapi itu gue lakukan pas penangkapan kok, jadi wajar lah ya kan."ujar adit menjawab pertanyaan adrian.


"Oke, kalau gue sih juga pasti akan me lakukan hal yang sama sih kaya yang elo lakuin ini."balas Adrian dan naik ke atas tempat tidur, lalu


PLAKKK


tiba - tiba Adrian menampar pria itu sangat keras. "berngsek, berani nya elo nyakiti istri gue!!" herdiknya.


Yang lain nya hanya bisa diam dan menyaksikan Adrian yang sedang meluapkan emosinya, hingga saat adrian hendak meninju dada pria itu. Dengan sgera Adit, Geva dan Rangga melerainya.


"Tahan kak, dia nggak bakalan ngaku kalau kakak pake kekerasan kaya gini."ucap Adit menarik adrian turun dari ranjang.


"Sorry, gue nggak bisa nahan diri. " ucap Adrian mengusap wajah nya.


"Jadi elu punya rencana kaya mana, Dit?"tanya Rangga


"Tunggu bentar!"seru Adit, ia mengeluar kan ponsel nya dan menghubungi seseorang.


"Bawa masuk.!!!"titah nya.


Geva dan Rangga saling pandang, mereka rasa Adit ini orang nya terlalu misterius dan nggak bisa di tebak.


tok.... tok.... tok...


"Masuk!!"


Tak lama masuk lah dua rang pria bertubuh kekar berbaju hitam dengan di ikuti 5 orang pria gemulai di belakang nya.


"Kalian berdua, boleh pergi!"ucap adit kepada kedua pria bertubuh kekar itu.


adrian hanya melihat semua yang di lakukan oleh adit, sebenarnya dia sangat penasaran dengan rencana bocah itu dengan membawa shemale ke dalam kamar ini.


"Mereka buat apa?"tanya Geva bergidik ngeri saat melihat salah seorang dari pria gemulai itu mengedipkan sebelah mata kepada nya.


"Ini hadia special, buat dia."jawab Adit sambil menunjuk kearah ranjang.


"What, gila!"seru Geva nggak percaya.


Adit hanya tersenyum." Silahkan, dia khusus untuk kalian."kata Adit.


"Makasih bos tampan."ucap mereka dengan suara yang di buat semerdu mungkin.


"Ingat kalian harus bikin dia mengaku siapa bos nya. kalau kalian gagal, kalian tau kan akibatnya apa?!!"seru adit.


Mereka semua pun tersenyum dan mangangguk.


"Apa kakak ingin menyaksikan mereka bekerja?"tanya Adit


"Gue nggak sanggup, gila..."ujar Geva yang geli sendiri melihat nya.


"Yaudah kita ke ruangan sebelah aja, yuk."ajak Adit. Mereka pun pergia meninggalkan ruangan itu.


~


Di rumah sakit terlihat Sandra yang sedang menjaga Kayla yang masih belum sadar kan diri, kata dokter itu efek dari bius nya.


"Kay, ayo dong bangun."kata Sandra terus mengajak Kayla ngobrol meski nggak ada respon dari sahabat na itu.


"Kay. elu tau nggak hari ini elu sukses lagi menguji perasaan kak Adrian tau nggak."


"Dia seperti orang ke setanan tau nggak dan dia ketara banget kalau dia udah cinta mati sama elo."


"Elo berhasil kay, elo berhasil buat dia bertekuk lutut .ayo dong bangun, kita bahas ini bareng."kata sandra terus mengusap tangan sahabat nya itu.


"Elo tau nggak kay, suami elo itu over protecktive banget, dia sampai nyuruh 100 pengawal buat jagain elo di sini."


"Elo tau kay, selama gue ngenal dia. gue belum pernah lihat dia nunjukin siaa jati diri nya kepada orang lai, kecuali sama elo, dia membentak dan mengancam akan meroboh kan umah sakit ini dengan dalil nama keluarga nya"


"Ah nggak seru, masa elu dia aja saat gue udah nyerocos dari tadi."kata Sandra dengan nada pura - pura ngambek, dia berharap dengan begitu Kayla akan bangun.


~


"Udah kak, yuk kita kembali kesana. kata mereka pria itu sudah mengaku."kata Adit.


Adrian dan yang lain nya pun beranjak dari duduk nya dan keluar dari ruangan itu dan masuk kedalam ruangan tadi kemabali.


" Gimana?"tanya Adit saat berdiru tak jauh dari mereka yang sedang memasang pakaian nya.


"Silahkan di intro bos, "jawab salah satu dari mereka.


"Sekarang kalian mundur, biar kami bisa mendekat."kata Adit yang mengerti kalau Adrian dan kedua teman nya sangat jijik melihat anak buah nya itu.


"Baik bos"dengan tertib mereka keluar dari runagan itu. Namun salah satu dari mereka sebelum keluar dengan sengaja meraba bo ko ng geva.


"AGRRRR"teriak Geva histeris.


"gue ternodaii"teriak nya lagi


Rangga dan yang lain pun tertawa mendengar nya,"nggak papa kak, dia udah jinak kok."ucap Adit masih tertawa.


Adrian berjalan mendekati pria itu, dia bisa meliahat jika tubuh pria itu bergetar saat dia mendekati nya.


"buset efek nya ngeri juga."kata rangga.


"gimana nggak ngeri coba, diper ko sa rame - rame gitu."saut Geva bergidik ngeri.


"Siapa yang nyuruh elo buat mencelakai Kayla?"tanya Adrian.


"Gu-gue ju-juga ng-nggak tau o-orang n-n-nya, me-re-ka se-selalu pa- pakai mas-ker ke-kete-mu gu - gue."kata pria itu,gugup.


"Mana ponselnya?"tanya Adrian mengulurkan tangan nya kepada adit.


Adit pun memberikan ponsel itu kepada adrian.


"Berapa sandi nya?"tanya adrian


"090104"


"Siapa nama nya di sini?"tanya adrian lagi


"bos A"jawab nya.


Adrian pun mencari nama kontak boss A dan ia pun mengirim sebuah pesan kepada orang itu.


"Yuk, cabut, Dit lo tolong awasi dia. Dan gue minta elo siapin menu spesial yang lebih banyak untuk besok!"seru adrian.


"Baik kak"balas Adit.


Adrian dan kedua sahabat nya pun pergi meninggalan ruangan itu.


~•••~