
"Sandraaaa,tidaaaak, lepaskaaaaaan!!!"teriakkan Kayla menggema dalam ruangan itu.
Rafi tidak memperduli kan nya, dia terus saja memukuliperut dan wajah Sandra.
Tiba - tiba lampu padam, semua nya jadi gelap. Rafi pun menghentikan pukulan nya
Namun, tiba - tibamengaduh kesakitan, ada yang telah meninju wajah nya. Seseorang juga mengambil pistol nya. Rafi mengambil ponsel nya dan menghidup kan senter nya. Namun lagi - lagk sebuah pukulan mendarat di wajah nya.
"Brengsek!!! Siapa elo?!! Tunjukan wajah lo pengecut!!" teriak Rafi
Tak lama kemudiam lampu kembali hidup, sekarang terlihat jelas siapa yang sejak tado memukuli diri nya. Seseorang yang kini tengah berdiri lurus di depan nya sambil memegang pistol mengarah tepat di kepala nya.
Dia adalah tak lain tak bukan....
"ADRIAN!!!"Teriak Rafi kaget.
Dia seperti habis melihat hantu saat melihat keberadaan Adrian tepat di depan nya sambil memegang pistol yang tadi di ambil dari nya.
"Doooooorrrrr....."sebuah tembakan terdengar dalam ruangan itu. Kayla berteriak dan menutup mata nya. Adrian tersenyum sinis saat melihat Rafi juga menutup mata nya. Tembakan itu mengenai dinding yang ada di belakang Rafi. Rafi tampak pucat, jika tembakan itu mengenai nya maka tamat lah sudah.
"Jika gue nggak mengingat dosa dan hukuman yang ada di negara ini, maka peluruh tadi nggak akan segan - segan menembus kepala elo itu."kata Adrian tajam.
Adrian menurunkan pistol itu dan membuang semua peluruh nya. Lalu dia melempar pistol itu ke salah satu pengawal nya. Rafi melihat semuah anak buah nya ssudah di tangkap oleh Adrian. Mereka tidak bisa berkutik karena jumlah anak buah Adrian lebih banyak.
Kayla membuka mata nya, sungguh dia tidak bisa melihat ada nya pertumpahan dara disini. Ternyata tidak Adrian hanyak menembak dinding untuk sekedaf menggertak Rafi. Kayla percaya Adtian tidak akan melakukan tindakan kriminal. Tapi Kayla masih heran bagaimana Adrian bisa ada di sini? Apa sebenarnya yang terjadi?
Rafi masih berdiri di tempat nya, dia masih heran dengan kedatangan Adrian. Adrin memerintahkan pengawalnya untuk mengikat Rafi di sebuah bangku yang ada di sana. Kemudian dia menyuruh semua pengawal nya membawa pengawal Rafi keluar.
Kini tinggal lah Rafi, Kayla, Adrian dan Sandra. Kayla mendekati Sandra yang tergeletak lemah tak berdaya di sisi ranjang. Dia tampak sangat ke sakitan. Adrian mengambil sebuah kursi dan duduk berhadapan dengan Rafi dalam jarak 1 meter.
"Pasti elo bertanya - tanya kan kenapa gue bisa ada di sini?"Adrian menyilangkan tangan nya di dada. Mata nya menatap lurus ke arah Rafi yang tampak penasaran.
"Gue ingin menyarankan, jika elo ingin menghancurkan seseorang apa lagi itu gue. Elo harus melihat dengan jelas siapa lawan elo sebenarnya. Elo harus tau siapa keluarga gue, musuh atau lawan kaya elo ini, nggak sebanding untuk mereka, elo tau itu!!!"
Rafi terkejut mendengar penuturan Adrian. Adrian dapat melihat keterkejutan Rafi dan dia pun tersenyum sinis akan hal itu.
"Apa elo kira, gue selama ini nggak menyelidiki elo? Nino yang bodoh dan Alex yang gila sudah gue jebloskan kedalam penjara." Adrian tersenyum kemenangan.
#Flashback on#
Di sebuah rumah kecil di pinggir kota, Adrian dan Nino bertemu untuk melakukan transaksi. Alex ada di dalam salah satu kamar untuk memvideokan transaksi itu agar dia mempunyai bukti untuk memasukkan Adrian kedalam penjara.
Namun naas nya, saat Nino dan Adrian sedang melakukan transaksi, tiba - tiba saja pintu rumah itu di dobrak oleh beberapa orang yang berpakaian seperti preman dan menagkap Nino dan Alex yang berusaha untuk kabur.Mereka adalah polisi yang bekerja sama dengan Adrian untuk menangkap Nino dan Alex.
Sebenarnya yang di incar oleh polisi itu hanya lah Alex saja, yang memang sudah di buruh selama ini. Tapi, karena Adrian ingin memberi pelajaran kepada Nino dia pun meminta agar Nino juga di tangkap.
Nino di tangkap tanpa ada nya perlawanan namun Alex sempat lari dan polisi pun dengan terpaksa menembak salah satu kakinya. Mereka langsung di bawa ke kantor polisi.
"Maaf Nino, gue lakuin ini agar elo jerah. Dan bisa menerima takdir."kata Adrian tersenyum mengejek.
"Siapa yang akan kecewa Dry, malahan kita bangga sama elo karena udah melakukan hal yang sangat tepat dan bijak."saut Geva yang tiba - tiba datang.
"Kalian?"Adrian dan Nino kaget.
"Malahan kita tu kecewa sama dia, kenapa dia bisa setega ini sama sahabat nya sendiri. Hanya karena seorang cewek dia rela mengorban kan persahabatan kita selama ini."ujar Rangga kecewa.
Nino hanya bisa diam dan menunduk malu, dia baru sadar kalau perbuatan nya itu adalah kesalahan yang sangat fatal.
"Sorry..."ucap Nino pelan.
"Renungin la, semua kesalahan elo di dalam penjara. Dan, jujur gue udah maafin elo tapi dengan syarat elo jangan ganggu hubungan gue sama Kayla lagi." kata Adrian menepuk bahu Nino.
#Flashback off#
Rafi tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Ternyata Nino dan Alex sudah tertangkap.
"Lalu siapa yang mengirimi gue pesan?"tanya Rafi semakin bingung.
"Tentu saja gue, emang nya elo doang yang bisa menyabotase ponsel istri gue, gue juga bisa kali, apa lagi anak buah elo itu cebong semua,"ucap Adrian dengan nada sinis
Kayla terus saja mendengarkan pembicaraan mereka. Dia ingin sekali bertanya namun biarkanlah Rafi menghilangkan rasa penasaran nya terlebih dulu. Toh melalui pertanyaan Rafi, Kayla juga bisa mendengar jawaban yang ingin di dengar nya.
"Lalu sejak kapan elo tau rencana gue? Ngga nggak, maksud gue sejak kapan elo merancana kan ini semua?"tanya Rafi
Adrian membenarkan posisi duduk nya.
"Sejak kapan ya? Mungkin sejak kedatangan istri gue kali"jawab Adrian santai. Adrian menoleh ke arah Kayla, dan menatap istri nya itu begitu berarti.
Kayla menatap nya penuh keheranan.
"apa maksudnya"batin Kayla.
"Apa?"Teriak Rafi.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Dan maaf, akhir - akhir ini yeoja suka sering nggak up🙏 kalian kan tau kalau anak cewek itu pasti akan sangat sibuk jika hari lebaran tiba, dan ini idul adha. Banyak banget kerjaannya.
Dan karena hal itu, mungkin terlalu capek. Otak yeoja jadi mumet dan nggak fokus buat nulis. Apalagi ini epesodenya butuh konsentrasi banget biar dapat feel tegangnya.
Yeoja juga nggak tau, apakah kalian bisa merasakan feel yang udah yeoja usahankan semampunya.
Terimah kasih💜