
"Benarkah...."
Semua orang menoleh kearah sumber suara, mereka melihat Adrian sedang berdiri di ambang pintu.
"Adrian" ucap Anita pelan.
Adrian pun masuk melangkah kedalam ruangan mamanya, dia berdiri di samping ranjang mamanya itu.
"Benarkah mama sudah membaik?" tanya Adrian
"Iya, kata dokter besok mama juga udah boleh pulang." jawab Anita.
"Syukurlah ma, Rian senang dengernya."kata Adrian.
"Eh tapi bukan berarti kesepakatan kamu sama papa batal, itu tetap berlaku!" ujar Anita.
Adrian menarik nafas dalam, kemudian ia hembuskan perlahan.
"Iya, aku tahu." sungutnya.
"Nah pa, pakaiannya" Adrian menyerahkan paper bag kepada Bagas.
"Dan ini makanan buat papa." ucapnya, menyerahkan bekal yang ia bawa tadi dari rumah.
"Makasih, kamu tahu aja kalau papa lagi lapar."balas Bagas.
"Aku emang selalu ngertiin papa, tapi papa aja yang gak pernah ngertiin aku" gumam Adrian pelan.
"Kamu ngomong apa?" tanya Bagas yang tidak begitu jelas mendengar ucapan putranya itu.
"Gak , aku gak ngomong apa - apa. Papa salah dengar kali, udah dana mandi.." seru Adrian.
"Mah, Adrian mau keluar sebentar ya. Mama di jagain sama mereka dulu ya." ucap Adrian pemit kepada mamanya.
"Mau kemana?" tanya Anita dan oara teman - temannya hanya bisa menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Ada keperluan sebentar, nanti aku juga kesini lagi " kata Adrian.
"Yaudah, hati - hati. Cepat kembali!!"seru Anita memperingatkan anaknya.
"Bye ma," pamit Adrian.
"Gue titip mama, oke" Adrian pun berlalu pergi meninggalkan ruang rawat mamanya.
"Tapi Dri?" Adrian pergi tanpa mendengarkan ucapsn Nino.
~
Sementara itu Kayla dan Sandra masih asik berbelanja di toko mainan. Kayla sebenarnya sudah mulai merasa gak nyaman, fikirannya terus saja terarah kepada ibunya.
"San,udah yuk" kata Kayla,
"Iya, tunggu bentar ya. Gue tinggal ambil yang di ujung sana." jawab Sandra, ia pun berjalan menuju rak - rak yang di tunjuknya tadi.
"Ok satu itu ya." Kayla mengalah ia pun mengikuti langkah Sandra.
"Menurut elu, bagusan yang ini atau ini?" tanya Sandra.
"Yang mana aja, cepat ah gue udah gak nyaman banget ini" ucap Kayla.
"Ok, kita sena bentar " jawab Sandra.
"Baiklah, kalau gitu gue duluan ya. Elu lanjutin aja, ntar elu nyusul aja" ujar Kayla, berjalan meninggalkan Sandra yang sedang milih - milih mainan.
"Lah, lah, eh Kayla tunggu bentar, woi." panggil Sandra. Namun tak di hiraukan oleh Kayla.
Sandra mendorong semua belanjaannya ke arah kasir.
"Mbak, tolong hitung semuanya dan kirim ke alamat ini. Nanti saya bayar di sana" ucap Sandra berlari meninggalkan toko itu.
"Kayla..." panggil Sandra mengejar Kayla.
Sang supir yang sedang stay menunggu Sandra pun kaget melihat nona mudanya berlarian keluar dari toko.
"Kay, tunggu!" Sandra berhasil meraih tangan Kayla.
"Apa lagi sih San? Gue lagi buru - buru ini" tanya Kayla.
"Sorry.." ucap Sandra.
"Maaf untuk apa?" tanya Kayla.
"Untuk yang tadi." ucap nya.
"Bukannya apa San, gue sih mau - mau aja nemenin elu belaja kaya gitu. Tapi sekarang gue benar - benar lagi buru - buru" ujar Kayla.
"Iya maaf, gue tadi ke blabasan" ucap Sandra.
Kayla menatap sahabatnya itu, ia merasa gak tega melihat Sandra dengan ekspresi merasa bersalah seperti itu kepadanya.
"Iya deh gue maafin" balas Kayla.
"Beneran ya, yaudah yuk kita kepanti" seru Sandra semangat, ia mengandeng tangan Kayla dan masuk kedalam mobilnya yang baru berhenti di samping mereka.
~
"Aduh Kayla kemana ya, apa dia masih marah soal yang semalam. Makanya dia gak mau bantuin aku" gumam bu Tika.
"Tapi tadi pagi, dia seperti gak marah gitu kok" imbuhnya.
"Apa aku coba telpon dia aja ya?" bu Tika pun mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.
Sebelum ia menghubungi Kayla, ia memeriksa aku chatnya terlebih dahulu dan ternyata di sana ada satu pesan dari Kayla.
*Ibu maaf Kay akan sedikit pulang telat ~ Kayla
Kayla lagi nemenin Sandra beli mainan untuk adek - adek ~ Kayla.
Ibu tenang aja Kay akan usahain cepat pulang kok buat bantu ibu ~ Kayla.
Kay akan paksa Sandra untuk membantu kita biar cepat selesai nanti ~ Kayla*
Itulah beberapa pesan yang dikirimkan oleh Kayla, bu Tika pun tersenyum satelah membaca pesan dari Kayla.
"Syukurlah, dia gak marah." ucapnya. Kemudian ia meletakkan kembali ponselnya tanpa membalas pesan dari Kayla.
Bu Tika mulai melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.
~
Tak lama mobil Sandra pun sampai di perkarangan panti asuhan.
"Yu Kay.." Ajak Kayla.
"Seharusnya aku gue yang ngomong gitu" sungut Kayla.
"Hehe... Elu sih lama banget, yaudah gue yang ngajak duluan." Sandra pun keluar dari mobil dan di ikuti oleh Kayla.
Sebelum masuk kedalam panti Sandra menghampiri supirnya terlebih dahulu.
Tok... Tok..
Sandra mengetuk kaca mobilnya, Sang supir pun dengan cepat keluar dari mobilnya.
"Ada apa non?" tanya supir
"Ini pak, nanti kalau ada yang ngantar barang kesini. Bapak tolong bayarin dan bawa masuk ke dalam ya." suruh Sandra, ia menyerahkan kartu kreditnya kepada sang supir.
"Baik non." balas sang supir
Sandra pun berlalu pergi menyusul Kayla untuk masuk kedalam panti.
"Selamat siang ibu... Eh udah sore. Selamat sore ibu" Ucap Sandra ketika ia masuk ke dapur panti.
"Eh nak Sandra,." balas bu tika.
"Kayla nya mana bu?" tanya Sandra.
"Lagi ganti baju, kamu susulin aja ke kamarnya." ucap Bu tika.
"Yaudah kalau gitu, aku ke kamar Kayla dulu ya bu." pamit Sandra.
"Iya.." balas bu Tika. Sandra pun belalu pergi ke kamar Kayla.
Ceklek
Tanpa mengetuk pintu, Sandra langsung masuk kedalam kamar Kayla.
"Ah elu bikin gue kaget aja." seru Kayla yang sedang mengganti baju.
"Hehe... Kay gue pinjam baju elu ya, gerah gue pake seragam" ujar Sandra. ia mulai berjalan ke arah lemari Kayla
"Cari aja yang nyaman buat elu" ucap Kayla.
"Gue pake ini aja deh" ujar Sandra mengambil sebuah celana training dan kaos oblong lengan pendek.
"Yaudah pake aja, gue ke dapur duluan ya." ucap Kayla.
"Enaknya, tungguin gue bentar" pinta Sandra.
"Iya deh iya, cepetan ini keburu sore markona" ucap Kayla.
"Iya bentar." saut Sandra, dengan terburu - buru Sandra pun mengganti pakaiannya. Dan tanpa di lipat terlebih dahulu Sandra pun memasukkan pakaian seragamnya ke dalam tas sekolahnya.
"Itu gak di lipat dulu?" tanya Kayla
"Gak usah, udah yuk ke dapur " ajak Sandra, ia meletakkan tasnya di atas tempat tidur Kayla.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜