
"Loly, sudah cukup ya, kamu jangan kesini lagi pagi - pagi. Biar aku aja yang jemput kam, Oke."kata Adrian.
"Memangnya kenapa sih aku gak boleh kesini? Jangan hanya karena sepupu kamu tadi, kamu jadi nggak boleh aku datang kesini, lihat gara - gara dia kita udah ribut pagi - pagi." kata Loly
"Bukan gitu maksud aku, kamu boleh kesini tapi jangan pagi, dan kamu tau nasi goreng ini, bukan pelayan yang bikin ,tapi melainkan Kayla sendiri yang memasaknya." kata Adrian mencoba menjelaskan kepada Loly
"Belain aja terus sepupu kamu itu! Mungkin kamu udah nggak sayang lagi ya sama aku,!" kata Loly dan berlalu pergi meninggalkan Adrian.
"Loly... Loly heyyy jangan ngambek dong, Kayla itu udah di amanahkan ke aku buat jaga dia, dan aku minta sama kamu tolong bersikap baik la ke Kayla. Aku nggak bisa lepas dia gitu aja, kamu tau kan mama gimana orangnya, pleasee ngertiin posisi aku dong yang" bujuk Adrian.
"Dia udah besar, udah bisa ngejaga dirinya sendiri. Lagi pula kenapa harus kamu? Kenapa bukan sepupu kamu yang lain saja?" tanya Loly.
"Itu... Itu karena aku yang paling dekat dengan Kayla, dia paling susah dekat sama orang lain, makanya mama nyuruh aku yang jaga dia."jawab Adrian.
"Iya tapi mau sampai kapan?"tanya Loly.
"Itu... Aku juga gak tau"
Loly benar - benar nggak suka melihat Kayla yang tinggal serumah dengan Adrian.
Kayla keluar dari kamarnya dan tanpa pamit kepada Adrian ia kekuar dari rumah. Saat pintu di buka, sebuah mobil putih berhenti di depam rumah.
"Hai, yuk .." Sapa Ravi
"Iya"
Kayla langsung masuk ke dalam mobik Ravi dan beranhkat bersama. Sepangjang perjalanan Kayka hanya diam menahan tangisnya ia mendengar semua ucapan Adrian dan kekasihnya itu.
Ravi mengambil kotak tissue di kursi belakang, kemudian ia membelokkan mobilnya ke jalan yang sepi.
"Kok berhenti disini? Kenapa?" tanya Kayla menatap Ravi dengan suara berat.
"Gue beri elu waktu buat meluapkan semua kekesalan yang sedang elu pendam." Ravi memutar lagu Rock dengan volume yang cukup tinggi, kemudian ia keluar dari mobil.
Setelah Ravi keluar, benar saja, Kayla mengeluarkan semua rasa kesal dan amarah yang sedari tadi di pendamnya. Bagaimana bisa Adrian yang tadi pagi bersikap manis kepada nya, kemudian dalam kurung waktu tak lama kemudian dia menghancurkannya begitu saja.
"Apa gue selemah itu, sehingga dia berani semena - mena gini sama gue?"
"Kenapa rasanya sakit.." kata Kayla memukuk dadanya.
Setelah meresa agak baikan, Kayla melirik jam di tangannya, ia rasa sudah cukup baginya untuk meluapkan amarahnya itu. Ia menghapus air matanya dan membenahi dirinya.
"Ravi..." panggil Kayla kekuar dari mobil
"Eh Kayla..." Ravi menoleh kebelakang.
"Ayo kita berangkat, nanti kita telat." kata Kayla pelan
"Oke"
Mereka pun masuk ke dalam mobil, Ravi mematikan musiknya kemudian menjalankan mobilnya menuju ke sekolah.
"Makasih.."
"Untuk apa?"tanya Ravi
"Tumpangan dan tissue nya" jawab Kayla
"Udah santai aja, yang penting elu udah lega sekarang, nggak kayak tadi"kata Ravi
Kayla tersenyum kearah Ravi, ia nggak nyangka kalau cowok yang di sebelahnya ini sangat peka terhadapnya.
Akhirnya mereka pun sampai di sekolah, Ravi memakirka mobilnya kemudian mereka keluar dari mobil barengan. Nampak dari kejauhan rombongan Sinta yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan dengan tatapan tak suka.
"Siak kenapa sih akhir - akhir ini si Ravi selalu deket sama si miskin itu?"
"Gue denger sih, Ravi suka sama dia dan sedang mengejarnya atau jangan - jangan mereka udah jadian." kata Salah satu teman Sinta
"Elo dapat info dari mana? Jangan asal ngomong lo!" bentak Sinta.
"Kok lo bentak gue sih? "kata temannya yang nggak terima di bentak oleh Sinta.
Sinta berlalu begitu saja tanpa mengubris omongan temannya itu.
~
Pulang sekolah.
Saat pulang sekolah, Kayla sengaja menolak tebengan dari Sandra dan juga Ravi. Untuk saat ini ia hanya ingin sendiri, kalau bisa untuk saat ia rasanya ia sangat malas untuk pergi kerja tapi ia tidak bisa egois, bekerja di cafe adalah tanggung jawabnya.
"Aish... Kenapa hari ini gue jadi mewek gini sih." katanya menghapus air matanya.
"Busnya kemana sih, kok lama banget.."
~
Malam harinya, Kayla sedang bersiap - siap untuk pulang, jam kerjanya baru saja selesai. Saat di ruang ganti Mita menghampiri Kayla.
"Kayla..." panggil Mita.
Mendengar namanya di panggil, Kayla oun menoleh ke belakang.
"Di depan ada yang sedang nungguin elu tu." seru Mita
"Siapa?" tanya Kayla
"Nggak tau, tapi katanya dia lagi nunggui elu." jawab Mita.
"Yaudah, makasih ya." ucap Kayla, Mita pun berlalu pergi keluar dari ruang staff, karena hari ini adalah jadwalnya untuk menutup Cafe.
Saat keluar dari ruang staff Kayla mengedarkan pandangannya, mencari siapa orang yang sedang di maksud Mita tadi, dan ia melihat Ravi yang sedang menunggunya di salah tu meja Cafe.
"Ravi.." Kayla berjalan menghampiri pria itu.
"Hai Kay... Udah pulang kan?" sapa Ravi saat melihat Kayla mendekatinya.
"Elu ngapain disini?" tanya Kayla
"Jemput elu lah, mau ngapain lagi coba." balas Ravi.
"Nggak usah, gue naik bus aja." tolak Kayla yang merasa nggak enak dengan Ravi.
"Elu tega nolak gue, padahal gue udah nunggui elu dari tadi."Kata Ravi dengan wajah memelas.Kayla diam melihat ekspresi Ravi.
"Hmm... Yaudah kali ini aja ya." kata Kayla.
"Yuk." ajak Ravi semangat.
Sepanjang perjalanan Kayla hanya diam melihat keluar kaca mobil, ia hanya akan bersuara ketika Ravi bertanya dan jawabannya pun sangan singkat.
"Mmmm kita makan dulu ya, gue laper." kata Ravi
"Kenapa nggak makan di cafe aja tadi sekalian."tanya Kayla.
"Bosen gue makan di situ, lagian bukan elu yang masak." balas Ravi.
"Taoi jangan lama ya, takut kemalaman."kata Kayla.
"Iya." Ravi pun mulai melajukan mobilnya menuju ke restoran favouritnya.
Kayla dan Ravi pun masuk kedalam restoran, kemudian mereka memesan makanan. Tampak Kayla dan Ravi sama - sama gerogi, mereka bingung mau ngobrol apa karena dua - duanya bukan lah type orang yang suka banyak bicara.
Ravi pun mulai memulai obrolan, memecah kesunyia di antara mereka berdua
"Kay, elu di rumah itu tinggal sama siapa aja?" tanya Ravi
"Huh.. Itu gue tinggal sama anaknya pak Bagas dan para pelayannya juga." jawab Kayla seadanya.
"Ooo.... Gue kira elu tinggal di sana cuma bedua doang sama cowok itu." kata Ravi.
"Nggak banyak orang di sana, lagian gue juga jarang ketemu sama anaknya Pak Bagas." kata Kayla.
"Elu kan udah di adopsi tu sama keluarga orang kaya, terus kenapa elu masih kerja?" tanya Ravi penasaran, pertanyaan ini sudah di pendamnya dari lama.
"Itu... Gue nggak terbiasa jadi orang kaya. makanya gue mau tetap kerja."jawb Kayla.
Makanan mereka pun datang, mereka menyantap makanan sambil melanjutkan obrolan mereka.
Semua pertanyaan Ravi di jawab Kayla dengan jujur kecuali mengenai hubungannya dengan Adrian.
Dari meja lain terlihat Loly dan para sahabatnya baru selesai mekan fan akan pergi meninggalkan Restoran. Loly mrlihat Kayla bersama Ravi tengah menikmati makanan sambil bercerita. Ia pun menghampiri meja Kayla
"Eh Kayla!"
Kayla menoleh ke samping
"Kak Loly?"
"Kayak gini ya kelakuan kamu! Dirumah kamu godain Adrian dan di luar kamu jalan sama cowok lain! Sumpah tampilan kamu aja yang polos tapi kelakuan ngelebihi ******!"kata Loly kasar,ia menatap Kayla remeh.
"Kak, jaga ucapan nya ya, gue nggak pernah godain siapa pun seperti apa yang kakak bilang, gue udah mencoba bersabar selama ini ngad..."
Byuuuuuuurrrr
Loly menyiram juss jeruk ke kepala Kayla.
"Rasakan! itu hukuman untuk gadis penggoda seperti elu!!" Kata Loly kemudian berlalu pergi begitu saja meninggalkan Kayla.
"Aarggghhh..." Geram Kayla kesal.
"Kay, elu nggak apa - apa?" tanya Ravi mendekati Kayla.
"Gue nggak apa - apa kok, kita pulang aja ya." kata Kayla pelan.
Ravi mengangguk, sebelum pergi Ravi mengambil tissue terlebih dahulu dan membantu Kayla membersihkan tumpahan jus itu.
Mereka pun berlalu pergi menuju.pakiran, sepanjang perjalanan Kayla hanya diam saja, ia masih tak percaya dengan apa yang dialaminya barusan.
Begitu juga dengan Ravi, ia hanya dia menatap lurus ke jalan. Meski pun sebenarnya ia sangat ingin bertanya pada Kayla 'apa maksud dari tuduhan wanita tadi? Menggoda? Benarkah Kayla melakukan hal itu?'
Sampailah mereka di depan rumah keluarga Malik, tampak mobil Adrian sudah terpakir di depan rumah.
"Makasih ya Vi, udah nganterin dan maaf juga buat yang tadi" kata Kayla.
"Iya gak apa - apa santai aja." balas Ravi tersenyum
Kayla membuka pintu mobil dan begitu kaget saat ia mendengar panggilan Adrian.
"KAYLA!!!"
~•••~
Maaf ya semua, yeoja belum bisa kasih double up, tapi yeoja panjangin durasinya aja ya.🙏🙏🙏
Semoga kalian suka ya🤗
Kalau nggak suka juga nggak apa - apa, yeoja nggak maksa kalian buat menyukai karya yeoja.🙂Makasih buat yang udah dukung💜