My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 82



Beberapa menit kemudian Adrian baru sampai di rumahnya.


"Dimana Kayla mbak?" tanya Adrian saat mbak Titin membuka kan pintu untuknya.


"Non Kayla, lagi di kamar Den." jawab mbak Titin.


Adrian berlalu ke kamar Kayla, membuka pintu kamar Kayla yang ternyata tidak di kuncinya. Dilihatnya Kayla yang sudah tidur di ranjangnya kemudian Adrian masuk ke kamar Kayla dan duduk di samping ranjangnya.


Kayla tampak berkeringat deras membasahi dahinya.


"Maaa... Paaa... Jangan tinggalin Kay hiks hiks, Kay mohon jangan pergi, jangan tinggalin Kayla Maaa paaa hiks." Kayla mengingau sambil menangis saat tidurnya.


Adrian mengusap keringat Kayla dan menyadarkannya.


"Kay, Kaylaa" panggilnya.


"Jangan pergi ma, temenin Kayla ma hiks hiks" Kayla memegangi Adrian dengan begitu kuat dan dengan mata yang masih terpejam. Akhirnya, Adrian memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di sampinf Kayla dan memeluknya dengan begitu erat.


Suara alarm membangunkan Kayla dari tidurnya. Ia merasakan kehangatan yang tak biasa di dalam tubuhnya. Kayla begitu kaget saat mendongakkan kepalanya keatas.


"Adrian???" ucap nya.


Kayla langsung melepaskan pelukan Adrian, dan duduk sambil menarik selimutnya.


"Ada apa sih Kay? Pagi - pagi l, elu udah berisik banget"keluh Adrian yang merasa terganggu


"Elu, kenapa tidur di sini?" tanya Kayla


"Memangnya kenapa? Elu kan istri gue. Jadi, salahnya dimana?"Kata Adrian


Adrian ikut duduk di samping Kayla, terlihat Adrian yang tidak memakai baju, dan Kayla hanya menggunakan Tank top sejari dan hotpans yang tertutup selimut.


"Apaan sihh.. Gue udah lihat kali.."


"Dasar mesum.." Kayla mendorong - dorong Adrian turun dari ranjangnya, tap malah Adrian memegang tangannya dan menjatuhkamnya. Kini Adrian sudah berada di atas Kayla.


Jantung Kayla dan Adrian berdebar - debar saat mata.merema sanlimg menatap


Perlahan Adrian menunudukkan wajahnya dan Kayla pun jadi tegang...


CUP


Bibir keduanya kini saling bersentuhan, hanya kecupan ringan. Kayla membulatkan matanya kemudian mendorong tubuh Adrian.


Adrian melepaskan Kayla dan duduk bersama.


"Elu yang mulai duluan." kata Adrian.


Kayla membulatkan mata mendengarnya.


"Apaa?" katanya tak habis pikir.


"Elu yang narik gue buat tidur disini semalam." kata Adrian sengaja mengalihkan pembicaraaan, dia tidak mau membahas kejadian barusan.


"Huh,"


"Gak mungkin, elu pasti bohongkan, gimana caranya coba, gue bisa narik elu kesini?" tanya Kayla menatap Adrian.


"Elu ngingau semalam sambil manggil - manggil mama dan papa terus sambil menangis pula. Pas gue lewat, karena penasaran gue masuk untuk ngecek. Kemudian elu memegang tangan gue dengan kuat."


"Oh, maaf gue gak sadar, gue semalam mimpi buruk. Mungkim karena gue terlalu merindukan kedua orang tua gue kali ya. Gu..." wajah Kayla beruh redup dan sedih.


Adrian meraih Kayla dan memeluknya


"Tenang sekarang elu udah punya gue sekarang, gue akan jagain elu,hmm.." kata Adrian. Ia tidak tau dari mana kata - kata itu berasal. Tapi, yang pasti dia hanya ingin menenangkan Kayla saat ini.


Kayla mengangguk perlahan, ia pun mengeratkan pelukannya di dada bidang milik suaminya sambil menahan tangis.


Selama ini tidak ada yang pernah tau kalau Kayla sering bermimpi buruk, dan rasa sedihnya selalu ia simpan sendiri. Sekarang, entah kenapa ia merasa sangat senang, karena ada seseorang yang mencoba untuk memahaminya dan dia nggak tau entah itu hanya bohong belaka dari suaminya itu atau yang di ucapkannya tadi beneran dari hatinya.


"Sekarang mandilah, ntar telat lagi ke sekolahnya."kata Adrian


Saat Adria melepaskan pelukannya, terdapat tanda merah di dadanya. Adrian melihat bekas itu dan hanya tersenyum.


"Elu harus tanggung jawab untuk ini Kay" kata Adrian


"Maksudnya? Tanggung jawab gimana?" Kayla memundurkan badannya sampai mentok di dinding kasur, karena Adrian terus maju mendekatinya perlahan dan terus menatapnya dengan senyum liciknya yang membuat Adrian makin tampan.


Kemudian Adrian menggelamkan kepalanya di leher Kayla dan memberikan tanda kepemilikannya di sana. Kayla merasakan sesapan Adrian sampai tubuhnya menegang dan bergetar hebat.


"Impaskan?!" kata Adrian tersenyum melihat ekspresi Kayla.


"Mesummmm!!!"


Adrian langsung turun dari ranjang dan berlari keluar kamar Kayla sambil tertawa puas.


Kayla mengatur detu napasnya yang memburu, ia pun menetralkan dengan beberapa kali membuang napas kasar.


Kayla memegangi lehernya yang masih terasa panas, dan Kayla merasa bergidik ketika teringat apa yang di lakukan Adrian terhadapnya barusan.


"Dasar pria mesum, lagi pula kenapa sih gue harus dia aja tadi." gerutu Kayla kesal kepada dirinya yang mau - mau aja di cium Adrian.


Kayla beranjak dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


~


Kayla tengah sibuk memasak di dapur, tanpa ia sadari Adrian sudah duduk di meja makan memperhatikannya yang mondar mandir mengambil bahan - bahan untuk masakannya.


"Kenapa jantung gue terus berdebar ya, padahal cuma lihat dia masak doang, ah ini sudah ada yang nggak beres." batin Adrian sambil mengusap - usap dadanya.


"Astaga! Elu ngagetin gue tau ngga?!" kata Kayla


Adrian berdiri menghampiri Kayla yang saat berbalik akan meletak kan nasi gorengnya ke atas meja


"Lebay, segitu kagetnya." kata Adrian tersenyum


"Iya lah, gimana nggak kaget coba, elu tiba - tiba muncul gitu! Untukng nasi nya nggak tumpah!" kata Kayla marah


Adtian terkekeh kecil melihat wajh Kayla yang marah tapi menurutnya itu sangat menggemaskan


"Iya, iya sorry gue salah." kata Adrian duduk di kursinya kembali dan bersiap akan menyantap nasi goreng yang sudah jadi kesukaanya sejak Kayla yang memasaknya.


Kayla pun ikut duduk di samping Adrian


"Sayangggggg lagi sarapan ya?"suara seseorang tiba - tiba menggema di ruangan itu.


Loly datang saat Adrian akan memasukkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.


"Iya, pagi - pagi udah kesini?" tanya Adrian menatap Loly aneh


"Iyaa dong, nih aku bawain nasi goreng dari tempat favorit kamu" jawb Loly dan tanpa basa basi ia mengambilka piring kemudian memindahkan nasi goreng yang di belinya ke piring .


Loly mengambil piring nasi goreng yang ada di depan Adrian dan menggantikkannya dengan piring nasi goreng yang dibawanya tadi.


lehh, kenapa di ganti??" tanya Adrian protes.


"Ini jauh lebih enak yang, dari pada nasi goreng buatan pembantu kamu itu. Udah kamu makan aja, cepat atau kamu mau aku suapin" kata Loly.


Kayla yang melihat kejadian itu langsung jadi kesal di buatnya. Ia pun meletakkan sendoknya kemudian beranjak dari kursi


"Kay, mau kemana?" tanya Adrian melihat kearah Kayla.


"Ke sekolah." jawab Kayla ketus.


"Habiskan dulu sarapannya!" suruh Adrian


"Gue lagi nggak nafsu" kata Kayla berlalu pergi kekamarnya dan mengambil tas serta bukunya.


"Loly, sudah cukup ya, kamu jangan kesini lagi pagi - pagi. Biar aku aja yang jemput kam, Oke."kata Adrian.


~•••~