My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 104



Akhir pekan telah tiba, pagi-pagi sekali Kayla sudah bersiap-siap, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar lalu melangkah ke ruang tamu serta ruang makan mencari Adrian untuk berpamitan.


Namun, Iya tidak menemukan Adrian di manapun. Entah kemana suami nya itu pagi - pagi begini.


Sejujurnya ada rasa kecewa yang menyelinap di hati Kayla, tetapi ya segera menepisnya dan kembali fokus pada isi ransel yang akan dibawanya.


Ponselnya berbunyi, isinya adalah pesan singkat dari Sandra agar Kayla segera berangkat dari rumah karena na Yang Hendak membawa mereka ke tempat tujuan akan berangkat 30 menit lagi.


Kayla membawa tas maksudnya menuju garasi dan di sana sudah ada sopir yang sudah bersiap langsung bergegas untuk mengantarnya ke sekolah.


****


Di perpustakaan kampus...


Adrian membolak-balik setumpuk kertas laporan yang ada dihadapannya. Tadi pagi otaknya tak mampu berkonsentrasi, pikirannya terus tertuju kepada Kayla yang akan menginap 2 malam di luar sana.


Adrian melirik jam tangan mewah yang melingkar manis di pergelangan tangannya. Waktu menunjukkan pukul 12 siang, dia menaruh kembali kertas laporannya dan bermaksud meneruskannya nanti, beruntung hari ini ia tidak memiliki jadwal kelas sama sekali.


Ketiga sahabatnya Saling pandang, mereka heran melihat gelagat aneh dari Adrian .


"Elu kenapa sih Dri? Gue perhatiin, elu gelisah aja dari tadim"tanya Nino


"Tau nih, udah kaya cacing kepanasan aja elu."tambah Geva


"Aish.... Gak tau kenapa gue rasa nya nggak tenang aja, rasa - rasa ada yang ganjil aja gitu."jawab Adrian


"Udah itu perasaan elu aja, abai kan aja, mending lu fokus deh ngerjain ini. Kata nya mau cepat lulus"seru Angga.


"Mana bisa fokus gue kalau kaya gini" gumam Adrian.


"Emang apa sih yang elu pikirkan? "tanya Nino


"Itu, istri gue lagi ada hiking 2 hari 2 malam."ujar Adrian


Ketiga sahabatnya oun sontak saling pandang, mereka tertegun saat mendengar Adrian mengucapkan kata istri gue.


"Cieee yang udah jatuh hati sama istrinya.." ledek Geva.


"Hahaha..." tawa mereka


"Apaan sih..."


"Eh Dri, kapan ni elu mau ngenalin dia ke kita?"tanya Nino.


"Gak perlu di kenalin juga kalian udah kenal." kata Adrian


"Huh....."mereka bingung


"Udah ah, gue cabut dulu." kata Adrian


"Mau kemana?"tanya Nino


"Nenangin fikiran bentar."jawab Adrian


Iya kamu dan beranjak dari perpus menuju ke parkiran kampus, saya mengendarai mobilnya keluar dari area parkir kampus untuk sekedar mencari angin dan menghilangkan pikiran-pikiran yang mengganggunya.


Namun rumah tanpa diperintah mobilnya justru melaju semakin jauh dan mengambil jalur menuju tempat di mana Kayla berada.


Di sana banyak sekali siswa-siswi yang tengah duduk berkerumun, Adrian turun dari mobilnya dan matanya menjelajah mencari-cari keberadaan Kayla.


Kehadiran Adrian yang sangat mencolok di situ mengalihkan Perhatian para gadis, termasuk Sandra yang sedang beristirahat di dekat pohon dimana mobil Adrian terparkir.


Sandra langsung bangkit, dengan mata berbinar terpesona dia menghampiri Adrian disana.


" Adrian, sedang apa di sini?"tanya Sandra


"Gue sedang ada pekerjaan penelitian di sekitar sini dan ingat kalau Kayla sedang ada acara sekolah di sini juga, jadi saya mampir untuk menyapa." Sahutnya memberi alasan, padahal kenyataanbSebenarnya bukan seperti itu.


"Tadi Kayla sedang bersama Ravi untuk mengatur kelompok, mungkin sedang ada di sana, dekat tenda para panitia." Sandra menunjuk ke arah tenda besar berwarna hijau gelap.


Saat mendengar nama Raffi, hatinya kembali terasa panas, Adrian berusaha mengontrol dirinya dan Tetap tenang agar tidak dikendalikan oleh rasa aneh yang kembali menggerogoti hatinya saat mendengar nama itu kembali titik Adrian tahu kalau rasa yang dirasakannya ini adalah rasa cemburu,.


" Terima kasih atas informasinya ya" adrian hendak melangkah menuju tenda yang dikatakan oleh Sandra tadi, tetapi tangannya ditahan oleh Sandra .


"Biar gue tunjukkan kak"tawar Adrian


"Nggak usah merepotkan, gue bisa sendiri kok, thanks ya "tolak Adrian halus.


Adrian segera melangkah menuju tenda besar yang dimaksud, tetapi rupanya Sandra tak menyerah dan malam mengekori mengikuti Adrian dari belakang dengan girang.


Lengkapnya semakin mendekati tenda besar ditunjukkan Sandra, akhirnya mata Adrian menangkap sosok Kayla, dilihatnya Gadis itu sedang tertawa riang dengan teman sekolah yang sering mengantarkannya pulang waktu itu. Mata Rafi memancarkan Binar tak biasa saat menatap Kayla, dan itu semua tak luput dari pengamatan seorang pria yang kini sedang mengepel kan tangannya.


Adrian berhenti melangkah dan berdiri tepat di hadapan mereka hanya berjarak 1 meter saja.


Dia berusaha mati-matian menormalkan raut mukanya agar rasa cemburu yang meluap-luap di hatinya tak ketara.


Kedatangan Adrian yang tiba-tiba membuat Kayla keheranan , lalu Gadis itu menghampirinya.


"Loh, Kakak kok tiba-tiba bisa ada sini? Apakah ada hal penting? Kenapa tidak menyampaikan lewat telepon saja, kenapa jauh-jauh datang kemari? " tanya Kayla tanpa jeda.


"Ehm.... Ehmm.... Kebetulan hari ini aku sedang ada urusan penelitian di daerah sini, jadi aku sekalian mampir untuk melihat kegiatanmu. Hanya khawatir, jika mungkin bukan kegiatan positif yang terlaksana, Tetapi malah hal-hal pribadi diluar itu yang terjadi"ucapnya sambil melemparkan tatapan tajam kepada Ravi.


Ravi ikut menghampiri dan tersenyum ramah kepada Adrian, sedangkan Adrian terlihat kaku karena sedang berusaha menahan rasa cemburunya agar tidak menyeruak ke permukaan.


" Hai Kak perkenalkan saya Ravi teman Kayla" sapa ravi dengan sopan. Kemudian Ravi mengeluarkan tangannya mengajak Adrian untuk bersalaman.


" Adrian. . . " sahutnya. berusaha menarik kedua sudut bibirnya ke atas untuk tersenyum walaupun sulit. Kemudian ia menerima uluran tangan Ravi dan mereka pun berjabat tangan.


Lalu terdengar instruksi dari pengeras suara yang mengharuskan semua peserta untuk berkumpul karena acara akan dimulai kembali.


"Kak, nanti kita bicara lagi ya "Kayla Melambaikan tangannya dan ikut bergabung bersama teman-temannya meninggalkan Adrian yang masih terdiam di sana.


" Kak Adrian, untuk acara sore ini, kami akan mengadakan game, jika bersedia Kakak boleh ikut serta untuk berpartisipasi "tawar Ravi.


Adrian tampak menimbang-nimbang, tapi kemudian ia mengangguk mengiakan tanda setuju.


Iya akan menggunakan kesempatan ini agar rapi tidak bisa mendekati Kayla titik lomba demi lomba sudah terlaksana, Adrian sengaja duduk bersila di belakang Kayla, sementara di sisi kiri dan kanannya Kayla ada Sandra dan juga Adit.


"Teman mu kok nggak ada yang cewek sih, " desis Adrian kesal saat melihat Adit yang dengan anteng nya sedang berbicara dengan Kayla.


Kayla hanya tersenyum mendengar ucapan suami nya itu.


~•••~