
"Honeymoon,?Gimana kalau honeymoon nya kita percepat aja, gimana kalau minggu depan kita pergi honeymoonnya." goda Adrian menarik tubuh Kayla ke dalam pelukannya.
"Jangan becanda..." Kayla mendongakkan kepala nya menatap Adrian.
"Aku serius sayang, kenapa juga aku harus becanda, gimana?" kata Adrian mengusap rambut Kayla.
"Nggak, kita pergi nya setelah semua masalah kamu sama kak Loly selesai. Aku nggak mau masalah ini makin berlarut, kalau kamu mau cepat, makanya cepat selesaikan..." kata Kayla meletakkan kepala nya di atas dada suamia nya itu.
"Baiklah, aku janji akan menyelesaikannya secepat mungkin, tapi sayang kamu tau nggak, kamu makin sexy deh dengan tanda yang aku buat.." seru Adrian.
"Tanda apa?" tanya Kayla.
"Aku tadi lihat banyak karya yang aku cipta kan di sini.." kata Adrian sambil mengusap leher Kayla.
"Geli, jangan di pegang yang.." Kayla menjaihkan tangan Adrian dari lehernya, lalu mendongakkan kepalanya lagi, menunggu kelajutan ucapan suaminya itu.
"Aku bahagia bisa menandai nya, lebih bahagian lagi kalau pun aku penuhi lehermu dengan lukisan bibir ku , tidak akan ada yang bisa melukis disini selain aku. Karena aku adalah suami mu, beruntungnya aku menjadi suami mu " kata Adria panjang lebar.
"Lukisan bibir? Maksudnya? Kamu kalau ngomong bisa agak lebih jelas dikit nggak sih ,jangan ambigu gitu." protes Kayla yang sedari tadi suka bingung saat suaminya bicara entah mengarah kemana, Kayla pun tak tau.
"Kamu nggak ngerti juga? Aduhhh polos nya istri ku ini" kata Adrian saat melihat ekspresi wajah Kayla bibgung.
"Ayo sini ikut aku, biar kamu paham apa yang aku kata kan." keduanya pun bangkit lalu Adrian membawa Kayla ke depan cermin.
Saat sampai di depan cermin, Kayla menutup mulut nya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Leger mulus nya penuh dengan tanda merah ke ungu - unguan, kenapa dia tadi tidak menyadarinya ya, padahal tadi saat ia mengganti baju ia sudah bercermin terlebih dahulu.
Adrian tersenyum melihat keterkejutan Kayla.
"Bukan hanya di situ saja sayang, tapi di dada mu aku rasa juga penuh.." Bisik Adrian di telingah Kayla.
Ucapan Adrian tersebut membuat Kayla ingin membuktikan nya. Tapi dia urungkan karena ada Adrian di samping nya.
"Kenaoa nggak jadi di lihat?" tanya Adrian saat Kayla mengurungkan niat nya.
"Aku lihat di kamar mandi aja." Ucap Kayla hendak pergi ke kamar mandi, tetapi Aderian mencegahnya.
"Nggak usahnmalu sayang, aku sudah melihat semuanya." ucap Adrian dengan tersenyum menggoda.
Sontak ucapan Adrian itu berhasil membuat wajah Kayla memerah.
"Ayo buka, aku jug mau lihat." pinyta Adrian
"Aku malu.." rengek Kayla.
"ya udah kalau kamu nggak mau juga gak apa - apa lihat lah sendiri aku tunggi di ranjang ya."ucap nya lalu pergi meninggalkan Kayla di depan cermin.
Setelah kepergian Adrian, Kayla langsung membuk kancing baju nya, dia pun langsung terkejut saat melihat dada nya yang penuh dengan tanda kepemilikan. Kemudian ia tersenyum, karena semua itu di berikan oleh suami nya., orang yang berhak atas diri nya.
Lalu Kayla menyusul Adrian naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Adrian dengam wajah yang saling menhadap.
"Sekarang tidur ya sayang ,ini sudah terlalu larut, besok kamu sekolah." ucap Adrian.
Cup
Cup
Adrian mengecup sekilas kening dan bibir Kayla.
"Selamat tidur sayang, I love you" Ucap Adrian
"Love you too sayang" balas Kayla.
Lalu keduanya memejamkan mata sambil saling berpelukan.
~
Pagi hari nya Kayla terbangun terlebih dahulu, ia memindahkan tangan Adrian dari tubuhnya dengan pelan, kemudian ia turun dari ranjang dan berlalu pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah.
Setelah Kayla selesai mandi dan mempersiapkan semua perlengkapan alat sekolahnya, Kayla pun perginke dapur untuk membantu mbak Titin untuk menyiap kan sarapan.
"Pagi mbak.. Gimana tidur nya nyenyak.." sapa Kayla sambil tersenyum kepada mbak Titin.
"Pagi juga non, seger banget ini." balas mbak Titin.
"Hehe, harus semangat dong mbak.." ucap Kayla.
Mbak Titin tersenyum dan tanpa sengaja melihat tanda keunguan di leher Kayla.
"Ooo pantesan semangat nya beda dari biasa nya, ternyata udah ehem ehem..."sindir mbak Titin sambil nahan tawa.
"Maksud mbak? Pamer apaan?" tanya Kayla yang belum ngeh dengan apa yang di maksud oleh mbak Titin.
"Itu non, lehernya.." Kayla dengan spontan memegang lehernya dan berlari pergi gitu aja ninggalin mbak Titin.
"Mbak, maaf ya aku nggak bisa bantuin..."teriak Kayla sebelum masuk ke kamarnya.
Mbak Titin hanya menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah nona muda nya itu.
Sementara di kamar Kayla dengan cepat - cepat mengeluarkan foundation nya dan mengoleskannya ke lehernya.
"Aish.. Gue kok bisa lupa sih, ini juga kenapa banyak banget, dasar bibir laknat..." dumel Kayla.
"Bibir siapa yang Laknat?" Kayla kaget.dan menoleh kearah pintu, di sana ia bisa melihat Adrian sudah berdiri di sana dengan pakaian yang sudah rapi.
"Bibir kakak lah, emang bibir siapa lagi, tc" jawab Kayla kembali mengoleskan foundation ke lehernya.
Adrian berjalan menghampiri Kayla yang sedang duduk di meja rias.
"Kenapa harus di tutup, biar kan saja.." kata Adrian
"Apa kakak becanda, kalau aku biar kan bisa - bisa satu sekolah mengira aku jual diri." jawab Kayla
"Mereka kan gak tau kalau aku udah punya suami." tambahnya
"Benar juga, yaudah sini kakak bantuin ngolesnya." kata Adrian dan dengan senang hati Kayla menyerahkan Foundationnya kepada Adrian.
~
Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat, Adrian mengantar Kayla ke sekolah setelahnya baru ia pergi ke kampus karena pagi ini ia memiliki kelas pagi.
Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah Kayla, Adrian tak henti - henti nya menggoda Kayla.
"Kakak tau nggak aku tadi tu malu banget, pas mbak Titin bilang tentang tanda - tanda ini" kata Kayla
"Aduh sayang, ini udah yang ke dua kalinya kamu bilang itu, biar kan saja,lagian mbak Titin kan tau kalau kamu istri nya aku."balas Adrian.
"Aish... Kakak ni ya, enak banget bilang gitu, yang malu tu aku, awas lain kali kakak bikin tanda kayak gini lagi."
"Kenapa memangnya?" tanya Adrian
"Aku nggak mau lagi tidur bareng kakak." jawab Kayla
"Mana bisa gitu.." protes Adrian tak terima.
"Hmm.. Yang gimana Kalau kamu pake hijab aja, jadi kan kamu nggak perlu repot lagi nutupinnya." kata Adrian.
"Hijab, tapi aku... Baiklah ini karena kamu yang nyuruh aku kan berhijab, tapi masa aku berhijab cuma gara - gara itu, kan gak baik yang." balas Kayla
"Ya kamu jangan hanya berhijab aja, sekalian perbaiki semua nya" ucap Adrian.
"Hmm... Baiklah, tapi kita sama - sama ya" kata Kayla
"Oke" Adrian pun menghentikan mobilnya di deoan gerbang sekolah Kayla.
"Baiklah kalau gitu, aku pergi ya." kata Kayla hendak membuka pintu mobilnya.Tapi niatnya di urungkan saat Adrian menyentuh pundaknya.
"Jangan keluar dulu dong, kamu lupa ya. Jatah morning kiss aku mana?" pinta Adrian menunjukkan bibirnya.
"Tapi ini di sekolah kak, dan apa kakak nggak lihat tu udah banyak siswa yang datang.." Kayla mencoba menolak.
"Nggak akan ada yang lihat, kaca mobil ini tidak tembus pandang, jadi orang diluar gak akan tau kegiatan kita di dalam" ucap Adrian. lalu tanpa aba - aba.Adrian menarik tengkuk Kayla dan mendaratkan kecupan di bibir Kayla.
Cup
Cup
Adrian mengecup sekilas bibir dan kening Kayla lalu menyodorkan tangannya pada Kayla. Kayla pun menerima nya, dan mencium punggung tangan Adrian.
"Udah kan, sekarang aku turun ya." ucap Kayla
"Belajar yang bener ya, sampai jumpa di rumah." kata Adrian
Kayla pun keluar dari mobil Adrian dan berlalu masuk ke dalam sekolah, Adrian pun malajukan mobilnya meninggalkan pekarangan sekolah istrinya itu.
~•••~