
Kayla membuka pintu kamar mandi dan dengan ceoat Kayla menutup wajah Adrian dengan handuk kecil yang diambilnya tadi.
Saat wajah Adrian tertutup dengan cepat - cepat Kayla mendorong tubuh Adrian untuk masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintu dengan cepat.
Setelah memastikan Adrian tidak akan keluar dari kamar mandi, Kayla pun berjalan menuju tasnya mencari pakaian gantinya. Setelah menemukan pakaiannya Kayla masang pakaiannya dengan cepat sambil sekali - kali matanya melirik kearah pintu kamar mandi.
Di kamar mandi Adrian bedecak kesal, ia tidak habis pikir kalau Kayla akan mendorongnya masuk kedalam kamar mandi. Saat ia di dorong tadi Adrian tersungkur dan kepalanya terbentur di bath tub.
"Awas aja tu cewek, gue bakal bikin perhitungan sama dia.." kata Adrian sambil mengusap kepalanya.
"Untung kepala gue gak bocor, aduh sakit banget." keluh Adrian.
Beberapa menit berlalu, Adrian sudah keluar dari kamar mandi dengan baju kaos dan celana pendek yang melekat di tubuhnya.
Saat ia keluar ia melihat Kayla sedang menyisir rambutnya.
Kayla yang merasa ada yang memperhatikannya, ia pun menoleh kearah Adrian.
"Apa?" tanya Kayla ketus.
"Apa?" Adrian balik tanya.
"Aneh.." kat Kayla kemudian ia melanjutkan kegiatannya menyisir rambut.
"Ini tas nya kok di sini?" tanya Adrian saat ia berjalan mendekati sofa, dan Kayla meletakkan tas barang - barangnya di atas Sofa tersebut.
"Mau di mana lagi, gue gak tau harus menyimpan itu di mana." jawab Kayla.
"Tc.." decak Adrian, ia berjalan kearah walk in closetnya dan melihat apa masih ada tempat yabg kosong untuk barang Kayla.
"Susun di sini aja, tapi ingat jangan sampai berantakan gue gak suka itu." ujar Adrian sembari menunjukkan tempat kosong di lemarinya.
Kayla berjalan menghampiri Adrian dan melihat tempat yang di maksud Adrian.
"Elu kira gue se bar - bar itu apa.." seru Kayla.
"Ya mana gue tau, dan gue juga gak mau tau." ucap Adrian di depan Kayla. Kemudian ia berjalan menuju tempat tidur dan berbaring di sana
"Selesaikan cepat, gue udah lapar ini!" perintah Adrian
"Iya.." balas Kayla.
Kayla membawa semua tas pakaiannya dan mulai merapikan barang - barangnya.
Setelah selesai merapikan pakaiannya, Kayla pun berjaan mendekati Adrian yang sedang tiduran di atas ranjang.
"Apa dia tidur?" gumamnya.
"Hey... Hey bangunlah, ayo kita turun.." Kayla menggoyangkan bahu Adrian.
"Kebo banget ni orang...l ujarnya, Kayla kembali menggoyangkan bahu Adrian kali ini agak kuat.
"Hmm... Apa?" tanya Adrian pelan.
"Ayo turun kebawa makan malam sudah mau di mulai, " ajak Kayla.
Dengan malas Adrian pun bangkit dari tidurnya dan berjalan melewati Kayla tanpa sepatah kata pun. Kayla yang melihat Adrian seperti itu tampak biasa saja, meskipun dalam hati dia sangan jengkel dan kesal. Kemudian Kayla pun berjalan mengikuti Adrian dari belakang.
~
Setelah makan malam Adrian langsung saja masuk ke dalam kamar, akren aia merasa sangat setelah melewati kegiatan hari ini. Adrian tidur di ranjang tanpa memikirkan Kayla akan tidur dimana, karena ia merasa kalau ranjang itu adalah miliknya dan Kayla mau tidur di mana ia masa bodo akan hal itu.
Masa iya dia harus tidur di lantai kan gak mungkin, apalagi di sofa, bisa - bisa badanya akan terasa pegel besoknya.
Beberapa menit kemudian Kayla memasuki kamar. Ia sedikit kaget saat melihat Adrian sudah tertidur di atas ranjang.
Tapi dia tidak peduli dan membiarkannya begitu saja. Kayla berjalan menuju meja belajar yang ada di dalam kamar Adrian ia mengambil buku pelajarannya, meskipun besok adalah hari liburnya, tapi Kayla memutuskan untuk belajar sebelum tidur.
Setelh di rasa sudah lelah dan mengantuk Kayla pun berniat untuk tidur. Tapi dia bingung harus tidur di mana? Sedangkan ranjang sudah ada Adrian. Lalu terlintas dalam pikirannya, dia akan tidur di sofa saja dari pada di harus seranjang dengan laki - laki itu.
Kayla berjalan mendekati ranjang dan mengambil bantal dan menarik selimut yang di pakai oleh Adrian.
"Elu kan udah tidur di ranjang jadi gak butuh ini lagi" ucap Kayla.
Kemudian Kayla mulai membaringkan tubuhnya di atas sofa.
"Emang bener sofa orang kaya sama sofa yang ada di panti, sofa orang kaya se empuk kasur gue.." ujarnya pelan.
Kayla mulai memejamkan matanya dan ia juga tidak lupa untuk berdoa sebelum tidur.
Tengah malam sekitar pukul dua dini hari, karena merasakan dingin yang menusuk kulit nya, Adrian pun terbangun, ia mencoba mencari keberadaan selimutnya.
"Selimut gue mana?" tanya nya, adrian beranjak duduk, dan ia kaget saat melihat Kayla tertidur meringkuk di sofa dan ia melihat gadis itu sedang menggunakan selimutnya.
"Pantesan gue ke dinginan.." gumamnya.
Adrian turun dari ranjang dan berjalan menuju lemari penyimanan selimutnya.
"Mana ni selimut - selimut gue, kok gak ada satu pun." tanya Adrian.
"Udah tengah malam gini, mbak Titin pasti udah tidur," ucapnya.
ia kembali berjalan menuju ranjangnya, ia kembali berbaring dan mencoba menutup matanya.
"Gue gak tahan dingin banget" ujar nya.
Adrian beranjak dari atas tempat tidur, berjalan menghampiri Kayla.
"Dia tidurnya pulas banget lagi, tapi bagus deh kalau di tidur gini jadi gue gak harus berdebat lagi dengannya.." gumamnya.
Adrian mulai mengangkat tubuh Kayla dan memindahkannya ke atas ranjang.
"Kalau gak karena dingin gue gak sudih gendong elu kaya gini." serunya.
Adrian pun berjalan ke arah samping Kayla dan muai membaringkan tubuhnya di samping gadis itu.
"Semoga telingan gue aman besok pagi.." gumamnya, saat mengingat bagaimana teriakan Kayla saat mendapati dirinya tidur di ranjang yang sama dengannya.
~
Pagi hari nya, Kayla bangun terlebih dahulu karena dia mendengarkan suara alarm dari ponselnya. Kayla sudah terbiasa bangun subuh sejk dulu.
Dia merasa sangat nyaman sekali tidurnya malam ini, saat membuka mata Kayla sabgat terkejut karena tangan nya yang ia kira sednag memeluk guling ternyata malah memeluk tubuh seseorang. Siapa lagi kalau bukan tubuh Adrian yang masih tidur sembari memeluk tubuhnya juga.
Mengingat ia sedang di rumah orang dan waktunya juga masih subuh, jadi Kayla tidak mau berteriak dan membangunkan semua orang di rumah ini.
Kayla melepaskan pekukannya pada tibuh Adrian dan ia juga melepaskan pelukan Adrian oada tubuhnya dengan hati - hati, karena ia takut jika Adrian bangun dan dia masih memeluk tubuh pria itu, mau di taruh di mana mukanya ini.
Jelas - jelas dia sendiri yang mengatakan kalau dirinya sangat tidak sudi untuk di sentuh oleh pria itu, tapi ini kenyataannya malah dirinya yang memeluk pria itu.
~•••~
Terima kasih atas dukungannya💜