
"Udah pokoknya elu gak usah kasih tau kak Nino" balas Kayla.
"Iya, iya... Yuk bareng gue, gue juga mau ke cafe" ajak Sandra.
"Gue hari cuti" ucap Kayla.
"Lah kenapa? Perasaan kemaren elu juga cuti" tanya Sandra
"Iya, hari ini ibu banyak dapat pesanan makanan kotak gitu.j Makanya gue mau bantu ibu dulu." jawab Kayla.
"Tapi elu udah minta izin kan sama kakak gue?" tanya Sandra lagi
"Udah semalam gue udah minta izin" balas Kayla.
"Yaudah, kalau gitu kita ke panti aja" ujar Sandra.
"Tapi elu katanya mau ke cafe?" seru Kayla.
"Gak jadi gue mau ke panti aja, lagian gue juga kangen sama mereka" Sandra membuka pintu mobik, dan sedikit mendorong Kayla untuk masuk kedalam mobilnya.
"Yuk pak jalan, kita ke panti" ujar Sandra kepada supirnya.
"Baik non." jawab supirnya.
"San, elu gak apa - apa ke panti. Ntar ketahuan orang tua elu gimana?" tanya Kayla sedikit khawatir.
"Udah elu tenang aja, kalau itu biar gue yang urus" jawab Sandra.
"Terserah boss deh" saut Kayla tersenyum.
~
Adrian sampai di rumah nya dia langsung pergi ke dapur untuk menemui para pelayan.
"Mbak, tolong siapakan makanan ya, aku lapar!" perintah Adrian melangkah pergi.
"Oiya mbak tolong siapkan untuk nanti aku bawa pergi ya!" ujar nya lagi, kemudia ia pun berlalu pergi ke kamarnya.
"Den Adrian hari ini keliatan bedah ya?" ujar mbak Marni salah satu pelayan yang ada di dapur.
"Beda gimana?" tanya mbak Titin, seraya mengeluarkan bahan - bahan masakan.
"Iya, dia gak seperti biasanya. Den Adrian kayanya lesu banget, apa ini karna nyonya lagi sakit ya" ucap Marni lagi.
"Mungki iya karna itu, kita kan tau kalau den Adrian itu sangat sayang sama mamanya dari pada papanya" balas Titin.
"Udah ah Mar, jangan cerita mulu. Nanti makanannya gak mateng - mateng lagi karna aku dengerin cerita kamu" ucao Titin.
"Emang kamu mau kena marah?" imbuh Titin. Marnibpun menggeleng dengan cepat.
"Makanya, ayo cepat selesaikan semua ini. Setelah itu nanti kita lanjutin lagi tu ceritanya" Titin mengambil sayuran kemudian mulai memotong - motongnya.
~
Di kamar Adrian sedang mengenakan pakaiannya yang baru saja ia ambil dari lemari.
Drrrrrt.... Drrrt...
Suara getara ponsel Adrian.
"Siapa lagi yang nelpon ?" gerutu Adrian, ia mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja samping tempat tidurnya.
"Rangga, tumben ni anak nelpon" gumamnya saat melihat nama sang penelpon.
^^^"Hallo Ngga, Ada apa?" tanya Adrian to the poin^^^
"Elu dimana?" tanya Rangga
^^^"Gue di lagi di rumah, kenapa emangnya?" tanya Adrian^^^
"Ok, kita otw ke rumah elu." balas Rangga
^^^"Mau ngapain elu ke rumah gue, gue lagi gak ada waktu buat main, bentar lagi gue juga mau ke rumah sakit" ujar Adrian.^^^
"Karna elu mau ke rumah sakit tulah, kami kesana, kita mau jenguk nyokap elu, tapi gak tau dirawat di mana." balas Rangga.
^^^"Ooo.... Yaudah, kalian kesini aja. Tapi cepetan ya, gue malas nunggu - nunggu" ujar Adrian.^^^
"Yaelah iya" balas Rangga,
Rangga pun mematikan sambungan telponnya secara sepihak.
"Tc, main matiin gitu aja lagi, benar - bnar deh tu anak" dumel Adrian. ia pun mulai melanjutkan kegiatannya memakai baju.
Setelah semuanya siap, Adrian pun keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar orang tuanya.
"Ah bodoh amat. Ambil yang mana ajalah, terserah papa suka apa nggaknya." ucap Adrian.
Tanpa pikir panjang kali lebar Adrian pun mengambil pakaian ganti buat papanya dan di masukkan kedalam paperbag yang tadi sempat di ambilnya di kamarnya.
"Apalagi ya, kayanya udah semua" ucapnya saat melihat isi paperbagnya.
Adrian keluar dari kamar orang tuanya, dan berjalan menuju ke ruang makan.
Di ruang makan Adrian sudah melihat begitu banyak makanan yang terhidang di atas meja makannya.
"Wah mbak ini kenapa banyak banget, aku sendiri loh yang makan" tanya Adrian kepada Titin.
"Maaf den, kita tadi lupa kalau yang makan cuma aden saja." jawab Titin.
"Hmmm.... Yaudah deh, makasih ya dan jangan lupa bekal buat papa" ujar Adrian mengingatkan.
"Iya den, kalau begitu saya permisi" balas mbak Titin dan berlalu pergi.
Adrian pun menarik sala satu kursi dan mendudukan tubuhnya disana. Ia mulai mengisi piringnya dengan makanan .
Saat ia sedang menikmati makan pagi jamak siang nya, tiba - tiba terdengar suara bel rumahnya berbunyi.
"Mbaaaakkk... Ada yang pencet bel." teriak Adrian. Dan tak lama Marni pun berlari untu membukan pintu.
"Cepat juga mereka datang nya" gumam Adrian melanjutkan makannya.
Ceklek
Marni membuka pintu dna terlihatlah tiga laki - laki tampan yang sedang berdiri di deoan pintu.
"Haii, mbak."sapa Nino tersenyum
"Apa Adriannya ada?" tanya Nino
"Ada den, langsung masuk aja" ucap Marni mempersilahkan teman - teman majikannya itu untuk masuk.
"Dia lagi di mana mbak?" tanya Geva
"Di ruang makan den" jawab Marni.
Setelah mendengar jawaban Marni, mereka bertiga pun pergi ke ruang makan.
"Hai bro" sapa Nino menepuk bahu Adrian.
"Tumben cepat, biasannya lelet kaya keong" sindir Adrian.
"Iya, sebenarnya kita emang udah siapa stand by saat menghubungi elu tadi."jawba Rangga
"Wah banyak makanan ni Dri" seru Geva
"Iya, kalian kalau mau makan, makan aja mumpung banyak ini" ujar Adrian
"Asik makan gratisss." seru Geva, Nino dan Rangga hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Geva.
"Mbaaa... Minta piringnya Tiga" teriak Adrian
"Iya den.." saut Titin
"Ini den piringnya" ucap Titin yang menyerahkan tiga piring bersih kepada teman - teman Adrian.
"Makasih ya mbak" ucap Rangga
"Iya sama - sama den" balas Titin. Setelah meletakkan piring di depan teman - teman Adrian Titin pun berlalu pergi dari ruang makan itu.
"Gimana keadaan tante Anita?" tanya Nino sambil mengisi piringnya dengan makanan.
"Mama udah mulai membaik sih tadi saat gue pulang. Ngga tau deh sekarang" jawab Adrian
"Emang tante sakit apa Dri?" tanya Geva, ia menyuapkan sesendok penuh makanan kedalam mulutnya.
"Kata dokternya sih, gejala jantung" ucap Adrian
"Bahaya itu, berarti tante gak boleh shok atau merasa tertekan" saut Rangga
"Iya dokter juga bilang gitu." ucap Adrian.
Semuanya asik menikmati makanan mereka masing - masing. Dan Adrian pun tiba - tiba kepikiran dengan tantangan yang di berikan oleh papanya kepadanya.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜