My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 145



"Aku, apa?" tanya Firman mengulang perkataan Leni.


Firman mengambil sebotol minuman dan sebuah pil pe rang sang.


"Keputusan ada pada kamu, saya sih cuma bertanya dan ingin mendengar jawaban nya se segera mungkin."kata Firman berjalan mendekati Leni sambil tersenyum misterius


"Siapa yang menyuruh kamu?" tanya Firman.


Leni diam, menutup mulut nya rapat - rapat.


"Ayolah, kamu nggak usah mempersulit dan membuang waktu kita saja. Siapa boss kamu?"tanya Firman lagi.


Leni masih diam membisu, dia masih enggan untuk mengeluarkan suaranya.


"Hmm...Baiklah, kalau gitu jangan salah kan saya."kata Firman.


Dia memasukkan sebutir pil ke dalam air mineral lalu, mengocok nya hingga obat itu larut dalam botol tersebut.


Firman memegang mulut Leni dan memaksa gadis itu untuk meminum nya. Leni berusaha untuk menolak, namun tenaga Firman lebih besar dari nya, hingga akhir nya Leni pun dengan terpaksa meminum air itu sedikit.


"Gila, ngeri juga om Firman."bisik Geva kepada Rangga saat melihat kebringasan Firman memaksa Leni untuk minum.


"Dia pantas mendapat kan nya."saut Adrian.


"Ingat Leni, obat yang kamu minum itu bukan lah obat dengan dosis, rendah. Tapi ini adalah obat kualitas terbaik dengan dosis yang paling tinggi"ujar Firman.


"Jika kamu tidak menjawab pertanyaan ku lagi, maka jangan salah kan aku jika harus berbuat yang lebih kepada mu!"seru firman.


Leni sudah mulai gelisah, di merasa ada sesuatu dalam tubuh nya yang tiba - tiba membuat suhu tubuh nya terasa panas yang menjalar.


"Bagaimana, apa obat nya sudah mulai bereaksi?"tanya Firman.


"Baiklah, aku akan mengulang pertanyaan ku lagi. Siapa bos A itu?"tanya Firman. Leni menggelengkan kepala nya sebagai jawaban ketidak tahuan nya.


"Tidak mungkin kamu nggak tau!"seru Firman


"Apa kamu ingat mencoba yang lain? Ayolah jangan paksa aku untuk berbuat lebih padamu."ujar Firman.


"Siapa yang menyuruhmu untuk mencelakai nona Kayla?"tanya Firman dengan nada yang penuh dengan penekanan.


"Tidak mungkin kan, kalian mencelakai nya tanpa sebab yang jelas."ujar Firman.


Leni masih saja diam, dia mencoba menahan efek dari obat yang di minum nya tadi.


"Jadi kamu tidak juga mau mengatakan nya, baiklah!"seru Firman


Firman kembali memasukkan satu butir lagi pil kedalam air botol tadi. Dan karena Leni masih saja tidak mau mengaku, dengan terpaksa Firman pun menggunakan semua alat yang di sediakan oleh Adit.


"Ini yang terakhir Leni!"ucap Firman.


"Dit, tolong panggilkan pegawai wanita mu, suruh dia mengenakan ****** ***** ini kepada wanita itu."perinta Firman.


"Apa ini tidak terlalu berlebihan?"tanya Bagas yang sudah mulai khawatir saat melihat keadaan Leni yang sudah terlihat tak berdaya.


"Gas, Ayolah ini belum setimpal dengan yang di lakukan mereka kepada menantu mu. Apa kamu tau, apa yang dilakukan oleh wanita ini tadi pagi kepada menantumu?"tanya Firman.


Bagas mengerutkan kening nya, dia tidak tau apa yang di maksud oleh teman nya itu.


"dia menyuntikkan racun kedalam infus nya."kata firman.


"Apa om? Tapi om tau dari mana?"tanya Adrian yang kaget.


"Om, udah selidiki semua nya. Dan om juga udah ngasih penawar sama istri kamu, jadi tenang aja."kata Firman santai.


"Jadi, apa kamu masih menganggap ini berlebihan Gas?"tanya firman.


Bagas tak bisa berbuat apa - apa, awal nya ia benar - benar kasihan melihat gadis itu. Tapi setelah mendengar penuturan dari teman nya itu. Rasa iba itu seketika menguap entah kemana dna yang tersisa hanya rasa amarah.


"Ayo, Dit. Suruh pelayan wanita mu ke sini!"suruh Bagas langsung.


"Baik om."ucap Adit.


Firman tersenyum miring mendengar nya, ia kembali mendekati Leni.


"Hhahahah.... Akhirnya, kamu nyerah juga."ujar nya.


"Jadi, katakan siapa yang menyuruh mu?!"tanya Firman.


"Jangan kata kan Leni, kau akan menyesal jika melanggar nya."saut pria yang ada di samping Leni.


"Hey kawan kau diam lah, tenang saja bagian mu juga akan ada. Jadi sabar lah."kata Firman.


"Persetan dengan semua nya, aku sudah nggak tahan lagi."kata Leni dengan suara yang tersengal.


"Good girl, ayo cepat kata kan. semakin cepat kau mengatakan nya, makan semakin cepat pula kau mendapat kan penawar dari obat itu."kata Firman.


"Dia adalah Angel."kata Leni.


"Angel? siapa itu Angel, apa kalian mengenal nya?"tanya Firman menatap kearah Adrian dan yang lain nya.


"Angel? Seingat aku, aku sih nggak ada teman yang nama nya Angel, tapi nggak tau kalau Kayla. "Kata Adrian.


"Dit, apa lu kenal dengan nama nya Angel?"tanya Adrian melihat ke arah Adit yang duduk di samping papa nya.


"Tunggu bentar kak, aku ingat - ingat dulu."jawab Adit.


Adit berfikir keras, dimana ia pernah mendengar nama Angel.Adit mengeluarkan ponsel nya, ia mengecek dengan teliti nama - nama teman teman nya yang sekira nya punya hubungan atau yang di kenal juga dengan Kayla.


Semua orang, meihat kearah Adit, dengan tak sabaranAdrian pun menghampiri Adit dan ikut melihat apa yang di lihat Adit di ponsel nya.


"Tapi Dri, enatah kenapa. Gue tiba - tiba kepikiran dengan teman Kayla yang tempo hari deh."ucap Rangga.


"Nggak mungkin dia, lagian dia kan masih di penjara."Kata Adrian.


"Siapa bilang kak, dia udah di bebaskan 3 hari yang lalu."kata Adit.


"Ha.. Serius, koko bisa?"tanya Adrian Kaget, bagaimana ia bisa tidak tau mengenai hal ini.


"Apa lagi kalau bukan pake duit, bokap nya itu punya kuasa jadi, masalah kaya begini bukan lah pekara yang sulit bagi nya."jawab Adit.


Adit membuka profil keluarga Sinta, ia melihat satu persatu Anggota keluarga gadis itu.


"Angela Prasetya?"gumam Adit.


"Menurut kakak, bisa jadi nggak sih kalau dia pelaku nya?"tanya Ait kepada Adrian


"Nggak tau juga, tapi coba deh kamu coba cek profil nya. Siapa tau ada petunjuk di sana."kata Adrian.


Adit pun mengecek profil dari kakak Sinta pun, setelah di telurusuri nya dan ternyata wanita yang bernama Angela Prasetya itu telah tiada 1 tahun yang lalu.


"Nggak mungki."Ucap Adrian kaget.


"Ada apa?"tanya Firman.


"Om yang nama nya Angel itu udah tiada? Jadi nggak mungkin dia yang melakukan nya."kata Adrian.


"Berarti ada yang ingin mencoba mengecoh kita, Tapi...


"Hey, benarkah yang menyuruh kalian itu Angel?"tanya Firman lagi.


"Iya tuan, saya bersumpah."kata Firman.


"Besok saya akan cari tau mengenai, angel itu. Kalian tenang aja, dalam 2 hari ini kita pasti bisa menangkap pelaku nya."kata Firman.


"Sekarang ayo kita pulang, ini sudah larut."kata Firman.


"Oiya Dit, kamu harus hati - hati dan tolong makin di perketat keamanan nya. Karena bisa bahaya jika kita sampai ke hilangan mereka."Kata Fiman


"Baik om."ucap Adit.


Mereka semua pun beranjak dari tempat duduk itu, mereka berlalu ke luar dengan berbagai macam pertanyaan di benak mereka