My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 94



Adrian segera menyelesaikan pekerjaannya karena sebentar lagi hampir jam 2 siang.


Ceklek


"Adriannn" panggil Loly


"Loly? Iya ada apa?" tanya Adrian


"Kamu lagi sibuk ya?" tanya Loly berjalan menghampiri Adrian.


"Seperti yang kamu lihat, ada kamu kesini? Kamu nggak ada pemotretan emang?" tanya Adrian


"hmm, nggak aku lagi free, kamu mau nggak nganterin aku ke rumah Chika?"tanya Loly.


"Memangnya dia kenapa?"tanya Adrian


"Fia baru pulang dari rumah sakit habis operasi jantung." jawab Loly


"Emmn gimana ya, aku ada kerjaan setelah ini" kata Adrian berusahan untuk menolak.


"Kenapa sih sekarabg tiap aku ajakin keluar kamu pasti banyak alasan?!" seru Loly.


"Bukan begitu, tapi.."


"Kamu mau nganterin aku atau kita PUTUS." potong Loly, dia benar - benar tidak memberikan Adrian kesempatan untuk menolak.


"Sekarang pilihan ada sama kamu, Terserah!" kata Loly memberi pilihan


"Oke oke aku anterin kamu" kata Adrian terpaksa.


"Nah gitu dong, ya udah aku tunggu kamu ya, jangan lama - lama" seru Loly berjalan ke sofa yang ada di ruangan Adrian.


"Nggak usah nunggu, kita pergi sekarang." ucap Adrian, beranjak berdiri dan memasang jas kerjanya.


~


Sementara di sekolah Kayla tengah duduk di halte bis sambil membaca buku.


"Kay.."


"Eh San, elu belum pulang? "Tanya Kayla


"Belum, gue temenin ya sampai kak Adrian datang." ucap Sandra.


"Nggak ngerepotin emang?" tanya Kayla


"Ya elah, kaya sama siapa aja." balas Sandra.


"Hehe.."


"Emang dia mau jemput jam berapa? Udah di telfon belum?" tanya Sandra.


"Nggak tau juga, tapi tadi pagi gue udah bilang pulang jam dua pas dia nanya. "jawab Kayla


"Ponsel gue mati,kehabisan batrei jadi nggak bisa ngehubungi dia, yaudahlah gue tunggu aja spai dia dateng, dari pada dia ngamuk ntar kalau nggak nemu gue ada di sini." imbuh Kayla.


"Ya ampun Kay, elu ampe segitu nya sama dia. Sementara dia masih aja terusan nyakitin elu, kapan taubatnya sih tu anak."kata Sandra kesel.


"Biar aja lah San, gue sekarang cuma mau mencoba menerima takdir, capek tau harus berantem sama dia."balas Kayla


"Huft... Seharusnya elu nggak nikah sama dia Kay, seandainya elu nikah sama kakak gue, hmmm pasti hidup elu akan sangat bahagia." ucap Sandra tanpa sadar.


"Maksudnya?" tanya Kayla.


"Huh... Apa? Maksudnya apa? Aduh ponsel gue mana ya" Sandra mencoba mengalihkan pembicaraannya.


"San..."


"Lupain aja, gue tadi cuma asa ngomong,ya ya. Jangan salah paham" seru Sandra


"Kayla.."Panggil seseorang. Kayla dan Sandra pun menoleh ke sumber suara.


"Eh Ravi, elu belum pulang?" tanya Kayla


"Belum, gue tadi habis rapat sama anggota OSIS"jawab Ravi


"Kalian kenapa belum pulang? ini udah hampir jam 3 loh" tanya Ravi melihat jam tangannya.


"Hmm.... Kay, berhubung di sini udah ada Ravi, gue cabut dulu ya." pamit Sandra, ia sengaja ingin pergi untuk menghindari pertanyaa dari Kayla mengenai ucapannya tadi.


"Mau kemana, cerita kita belun kelar?" seru Kayla.


"bye.."


"Kay, elu belum jawab petanyaan gue, kenapa belum pulang? nungguin siapa?" tanya Ravi lagi


"Gue lagi nunggu jemputan Kak Adrian" jawab Kayla.


"Ooo kalau gitu gue temenin ya " tawar Ravi berjalan dan duduk di samping Kayla.


Ravi dan Kayla pun duduk bersama sambil mengobrol, tak terasa waktu begitu cepat berlalu.


"Kay kok jemputan lo, belum datang juga?" tanya Ravi


"Nggak tau juga, mungkin dia lagi sibuk" kata Kayla membela Adrian


"Elu pulang bareng gue aja gimana?Udah sore banget ini" tawar Ravi


"Emm.. Gue nunggu aja deh Vi, takut nya nanti kak Adrian nyariin gue di sekolah.


"Ya udah kalau gitu, tapi kalau sampai jam 5 kakak elu itu nggak juga dateng, nggak ada penolakan, elu bareng gue!" tegas Ravi


"Iya..." balas Kayla


Ravi pun masih setia menemani Kayla, menunggu ke datangan Adrian.


Seertinya Adrian benar - benar tak datang di tunggu sampai jam 5 pun belum juga nongol di sekolah, akhirnya Ravi mengajak Kayla untuk pulang


"Kay, kita makan dulu ya? Gue udah laper banget ini." ajak Ravi


"Langsung pulang aja"Tolak Kayla


"Tapi gue belum makan siang.."rengek Ravi


"Ummm.. Ya udah deh terserah elu aja, mau makan di mana?" tanya Kayla


"Hmm... Kita makan makanan Korea mau nggak?" tanya Ravi


"Boleh"


Ravi memakirkan mobilnya di salah satu resto Korea favoritnya. Mereka pun langsung memesan makan. Tak lama makanan pun terhidang dan mereka dengan segera menyantapnya. Sesekali Ravi melirik ke arah Kayla yang tengah asyik menyantap makanannya.


"Setiap kali menatap nya, jantung gue selalu berdebar - debar tak karuan. Apa gue benar - benar udah terlalu jatuh dalam pesonanya, gawat ini kalau seperti ini terus gue bisa terserang penyakit jantung benaran" batin Ravi


Kayla dan Ravi baru selesai makan, kemudian mereka akan meninggalkan reston. Saat akan pergi, Kayla bertemu dangan Adrian dan Loly yang baru turun dari lantai atas tepatnya di ruangan VIP. Ravi begitu geram saat meliht Adrian yang malah enak - enak di sini sementara Kayla menunggunya dari jam 2 siang.


"Ayo Kay, kita pulang!"Ravi menarik pergelangan tangan Kayla dan mengajaknya pergi. Sementara Adrian yang akam mengejar mereka pun di tahan sama Loly.


"Kalau kamu kejar pada saat itu juga kita PUTUS!" ucap Lolu kepada Adrian dan seketika membuat Adrian langsung mematung di tempat.


~


Kayla sudah sampai di rumahnya.


"Makasih yah Vi, dan untuk yang tadi lo bisa kan melupakannya aja."ujar Kayla, ia tak ingin Ravi menjadi salah paham kepada Adrian.


"Elu nggak apa - apa kan Kay?" tanya Ravi yang menyadari raut wajah Kayla yang penuh kekecewaan


"Gak apa - apa kok, mungkin tadi kak Adrian lupa aja jemput gue atau mungkin tadi dia lagi sibuk kerja." kata Kayla membela Adrian.


"Jujur, kalau bukan karen banyak orang tadi, gue udah jadiin perkedel kakak elu itu!" geram Ravi


"Udah lah, nggak usah ambil pusing, biarin aja. Yang penting gue udah sampai di rumah kan." Kata Kayla.


"Tolong, kalau ada apa - apa elu kasih tau gue ya, " ucap Ravi


"Iya ah, kok elu jadi sok - sok an baik gini sih sama gue!" canda Kayla mencoba untuk tersenyum.


"Seriusan loh ini Kay, rasanya ya gue pengen bawa elu keluar dari rumah ini!" kata Ravi.


"Maksudnya??"tanya Kayla nggak ngerti.


Hmm... nggak hmm itu, gue langsung pulang ya, bye" balas Ravi mencoba mengelak


" Aneh, ya udah hati - hati ya" ucap Kayla


"Siap tuan putri"balas Ravi dan cepat masuk kedalm mobil dan meninggalkan rumah Kayla


~•••~