My Secret Wife

My Secret Wife
24



masih flashback.


malam harinya di hotel keluarga aydan pesta perpisahan di adakan,rata rata tamu undangan hanyalah anak anak remaja dari kalangan yang berbeda beda,aqeela turut hadir dalam acara tersebut ia tampak cantik menggunakan gaun berwarna babby blue begitu juga dengan nadia yang menggunakan gaun berwarna cream.keduanya tampak kaku duduk menunggu acara utama di mulai.


"bagaimana keadaan orang tuamu nad?"tanya aqeela sambil meminum jus lemon di tangannya.


"cukup baik..."singkat nadia.


"kau baru kelihatan hari ini kemana saja kau beberapa hari ini?"tanya aqeela.


"itu privasi"ucap nadia dingin lalu ia beranjak dari sana membuat aqeela mengerutkan alisnya tak mengerti.


"ada apa sebenarnya dengan anak itu"ucap aqeela lalu memusatkan perhatian nya kearah panggung kecil di depan di mana pesta sudah di mulai.


sedangkan nadia berjalan kearah toilet ia tak sengaja mendengar percakapan seseorang.


"kau..jangan mengganggunya,aku tak ingin dia tersakiti oleh mu."ucap seseorang yang nadia kenal pasti bahwa itu adalah suara aydan nadia mencoba melihat siapa saja yang berada di bilik toilet laki laki tersebut.


"ternyata benar aydan tapi dia dengan siapa?"ucap nadia begitu melihat wajah aydan di cela pintu yang sedikit terbuka. namun ia tak dapat melihat wajah pria yang satunya karna membelakangi pintu.


"huft..terserahlah aku harus segera pergi sebelum ketahuan."monolog nadia namun ia tak sengaja menginjak kaleng bekas dan alhasil menimbulkan suara.


"siapa di sana!!!"teriak aydan.


"aku akan memeriksanya"ucap aydan meninggalkan alex sendiri yang terdiam begitu menyadari sesuatu.


"mau kemana kau"ucap alex begitu memegang tangan nadia yang keluar dari persembunyian nnya alex lemudian menarik tangan nadia ke dinding samping pintu toilet.


tak sengaja matanya menangkap keberadaan aqeela tanpa aba aba alex langsung menciumi nadia membuat aqeela yabg mengira itu aydan begitu tercengang.


"bagaimana bisa"monolog nya menutup mulutnya tak percaya ia kembali tercengang begitu melihat alex membawa nadia pergi dari sana menuju ke salah satu kamar hotel di lantai atas.dengan bodoh dan rasa penasaran yang tinggi aqeela mengikuti keduanya hingga mereka tiba di depan kamar dan klek..pintu tertutup dan di kunci dari dalam.


"ini tidak mungkin...bagaimana bisa...nadia dan aydan."lirih aqeela dan tak lama bruk


nadia jatuh pingsan dan terbangun besok paginya ia berada di kamar hotel dengan keadaan yang tak pantas.


"mana ozi?"tanya alex begitu nadia masuk.


"sudah tidur dengan kakek neneknya"ucap nadia lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"kau sudah mau tidur?"tanya alex menggerutu.


"hmmm"gumam nadia


"hei...ayolah sayang kita harus olahraga buat kan adik untuk ozi."ucap alex manja sambil menarik narik baju nadia.


"kau sendiri saja"ucap nadia cuek lalu tidur kembali.


"bagaimana bisa aku melakukannya sendiri?sedangkan kau yang akan di buahi."ucap alex tak Habis pikir.


"terserah..."ucap nadia menyembunyikan senyumnya.


"sayang....ayo dong...


orang yang di panggil malah tidak menyaut.alex menatap nadia lama penuh cinta.


"entah apa yang kau perbuat padaku nadia?sampai aku se cinta ini sama kamu...aku rela kehilangan semuanya asal jangan kamu dan juga ozi."ucap alex mengelus wajah ayu nadia.


"benarkah?...."tanya nadia genit.


"kau belum tidur?"tanya alex gemes membuat nadia menarik tengkuk alex lalu melumst bibir nya perlahan.


"belum...aku menantikan mu terus memohon padaku"ucap nadia dengan tatapan genit nya.


"aku kalah...m"ucap alex lalu menyerang nadia dengan brutal.


"ah...ampun alex..hahaha"erangan nadia dari dalam kamar yang kedap suara tersebut.