
"Kay, kan ujian kelulusan kamu tinggal 2 bulan lagi, gimana kalau setelah itu kita pergi Honeymoon? "ujar Adrian
Uhuk!
Uhuk!
"Hati - hati dong sayang makannya.." Adrian mengulurkan gelas minum kepada Kayla.
"Sayang?..." batin Kayla menatap Adrian.
"Kamu sih, jelas orang lagi makan, malah di ajakin ngobrol yang begituan." ujar Kayla.
"Lah, apa salahnya? Emang kapam lagi coba waktunya buat bahas itu, kamu tu terlalu sibuk sama buku dan kerja di cafe itu." jawab Adrian.
"O iya, soal kerja, gimana kalau kamu berhenti aja kerja di cafe Nino?" seru Adrian lagi.
"Kenapa memangnya? Aku suka kerja di sana." tanya Kayla
"Ya biar waktu kamu lebih banyak buat aku."
"Hmm... Lebay deh kamu, aku udah nyaman di sana, lagi pula kalau aku nggak kerja, adek - adek aku di panti nanti akan kelaparan." balas Kayla, sambil menyuap sarapannya.
"Hey... Kamu lupa ya, kalau suami kamu ini sekarang udah kerja, aku mampu kok buat biaya in adek - adek di sana." seru Adrian.
Kayla diam dan menatap Adrian yang sekarang juga sedang menatapnya.
"Hmm... Biar nanti aku pikirkan dulu" kata Kayla.
"Baiklah.."Balas Adrian sambil memegang tangan istrinya itu.
"Ayo cepat habiskan sarapannya!" seru Kayla, Adrian mengangguk patuh dengan perintah Kayla.
"O iya hampir saja aku lupa.." Kayla menoleh melihat kearah Adrian
"Emmm.. Kay kamu mau nggak temani aku kondangan? Tapi kalau kamu sibuk nggak usah Kay"
"Tapi Aku kan harus kerja...." Mendengar kata kerja, raut wajah Adrian langsung berubah murung, dan Kayla sadar akan hal itu.
"Yaudah kalau kamu nggak bisa juga nggap apa - apa kok" ucap Adrian
"Aku mau kok kak, nanti aku hubungi kak Nino dulu" seru Kayla.
"Benarkah, nggak usah biar aku aja yang menghubunginya, kamu siap - siap aja. " ujarnya.
"Ok kalau gitu jam 11 kita berangkat ya" ucap Adrian semangat.
"Iya" jawab Kayla.
Adrian begitu senang karena Kayla mau ikut pergi bersamanya untuk kondangan hari ini, selama ini jika ia harus pergi kondangan atau acara resmi apapun ia akan pergi bersama Loly.
~
Kayla dan Adrian sudah bersiap untuk berangkat ke kondangan tersebut. Kayla baru keluar dari kamarnya dan begitu terkejut karena Adrian sudah ada di depan kamarnya.
"Astaga, kakak ngagetin aja deh" ucap Kayla mengusap dada nya.
"Maaf ya cantik..... Yuk kita berangkat" Adrian menggandeng tangan Kayla dan mengajaknya berlalu pergi meninggalkan rumah.
Kayla dan Adrian sampai di hotel tempat dimana acara resepsi pernikahan tersebut diselenggarakan.
Adrian menggandeng Kayla masuk ke dalam, itu banyak pasang mata melihat ke arah mereka. Tidak begitu terlihat aneh sih, namun cukup mengalihkan perhatian pasalnya Kayla begitu cantik hari ini dengan balutan dress yang sangat senada dengan kulitnya.
Adrian menyapa Dimas dan istrinya, sang raja dan ratu sehari yang tengah berbahagia itu.
"Selamat ya bro, semoga langgeng sampai maut memisahkan" kata Adrian sambil menyalami Dimas.
"Makasih Bro, siapa tuh Bro? Cewek baru lagi?" tanya Dimas berbisik ke telinga Adrian.
"Bidadari Surgaku Bro" jawab Adrian santai.
"Semoga cepat nyusul deh kalian, jangan lama-lama Bro, ntar keburu dipingit orang" gurau Dimas.
"Doain aja ya bro" balas Adrian
Adrian hanya menyapa istri Dimas tanpa bersalaman, sama seperti Kayla yang hanya tersenyum kepada Dimas dan bersalaman hanya dengan istri Dimas.
Setelah mereka menemui pengantin, Adrian mengajak Kayla untuk menemui koleganya yang saat itu juga hadir di acara tersebut. Saat mereka sedang asyik mengobrol, seorang wanita memanggil Adrian.
" Adrian"
Deg!
"Aku mau ngomong sama kamu!"Loly menarik tangan Adrian dan mengajaknya pergi, sementara Kayla masih berdiri mematung melihat kepergian mereka.
"Kamu Kayla sepupunya Adrian ya?" tanya Tio
"Iya"jawab Kayla cuek.
"Kenalkan aku Tio, temannya Adrian dan Loly" kata Tio memperkenalkan diri.
"Iya." Kayla menggapinya dengan cuek.
Tio memperhatikan Kayla dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ia begitu kagum dengan kecantikan Kayla yang begitu alami.
"Pantes aja Adrian mencampakkan Loly, gadis ini bener-bener cantik" pikir Tio memuji kecantikan Kayla.
"Kayla" Kayla menoleh ke sumber suara
"Loh Ravi, elo kok di sini??" tanya Kayla.
"Iya, ini tu pernikahan sepupu gue, elu sama siapa kesini?"tanya Ravi balik.
"Sama kak Adrian, tapi tadi dia di ajak pergi sama pacarnya, yaudah deh gue pulang dulu ya. bye" pamit Kayla.
"Kay, aku antar kamu pulang ya" tawar Tio
"Nggak usah kak Tio, aku pulang naik bus aja" tolak Kayla sopan.
"Jangan pulang sendiri Kay, cewek cantik itu gak boleh pulang sendiri, bahaya." kata Tio dengan tatapan memburu yang terlihat di matanya.
"Biar gue aja yang antar dia pulang" seru Ravi.
Rafi memegang pergelangan tangan Kayla dan mengajaknya pergi dari tetapan Tio.
"Ngga usah repot-repot Vi, gue bisa pulang pakai bus kok" kata Kayla
"Elu mau dianterin sama gue atau dianterin sama lelaki mesum itu? Lu nggak lihat tadi tatapan matanya itu seolah ingin menerkam lu!" kata Ravi
~
Loli mengajak Adrian ke taman belakang hotel untuk mengajaknya bicara berdua.
" Adrian!" panggil Loly
"Apaan sih sayang? Kenapa sih kita harus sejauh ini kalau cuma mau ngobrol?" ucap Adrian santai.
"Kamu jujur deh sama aku,kamu ada hubungan apa sama sepupu kamu itu?"
"Maksudmu Kayla.?"
"Iya lah siapa lagi coba." jawab Loli kesel
"Gimana lagi sih aku harus jelasin sama kamu yang? Aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia" tutur Adrian.
"Bohong! Aku curiga ya sama kamu! jangan-jangan waktu bibir kamu luka tempo hari itu gara-gara cewek cupu itu ya, apaan sih bagusnya dia? Aku tuh kurangnya apa- apa buat kamu? Orang tua kamu yang nggak hubungan kita, tapi aku tetap masih terus bertahan sama kamu! Aku sayang sama kamu Adrian.?" kata Loli kesal, terlihat dari matanya api cemburu sedang bekobar.
"Udah ya Yang, aku nggak mau ribut sama kamu cuma gara-gara kamu cemburuan kayak gini! Sekarang aku tanya sama kamu ada hubungan apa kamu sama Tio?" tanya Adrian Tegas.
Deg!
Jantung Loly berdebar debar saat Adrian menanyakan itu
"Aku dan Tio itu..."
"Kita hanya teman! Kamu nggak perlu khawatir soal itu!" sahut Tio saat melihat Loly yang sudah terlihat hampir pucat.
"Ohh hanya teman?? Bagus deh, jangan sampai kalian jadi teman di ranjang!" sindir Adrian
"Maksud elu apa ha?" Tio terpancing emosinya dan akan menghajar Adrian.
"Udah jangan berantem! Lebih baik kita pulang sekarang!!" lerai Loly
Loly menarik Adrian dan mengajaknya pulang, sementara Tio begitu kesal karena loly lebih memilih Andrian daripada dirinya.
~•••~