My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 85



Sampailah mereka di sekolahnya Kayla


Adrian memberhentikan mobilnya tidak jauh dari gerbang sekolah, saat Kayla bersiap hendak turun tiba - tiba saja Adrian menahan tangannya.


"Ada apa?" tanya Kayla menoleh kearah Adrian


Entah apa yang merasuki Adrian, tiba - tiba tanpa aba - aba sama sekali Adrian langsung mengecup Kayla saat itu juga.


Di raihnya tenggkuk Kayla dan memperdalam ciuman mereka. Kayla membuka matanya lebar karena merasa sangat kaget dengan serangan Adrian yang mendadak.


Ia pun mendorong tubuh Adrian, namun Adrian tak mau melepaskannya, dan jurus terakhir yang terpikirkan oleh Kayla adalah, Kayla menggigit bibir bawah Adrian.


"Awwww, sakit Kay? Apa yang elu lakukan?" kata Adrian memegang bibirnya.


"Bodo!Salah siapa yang main nyosor aja?"kata Kayla, ia merasa pipinya sangat pasanas dan bisa di pastikan saat ini pipi sudah merah seperti tomat.


"Tapi suka kan??" goda Adrian menggoda Kayla, ia pun tersenyum menatap Kayla


"Dasar Buaya!!"kata Kayla, dengan cepat ia keluar dari mobil dan dengan sengaja membanting pintu mobil Adrian saking kesalnya dia terhadap suaminya itu.


Adrian pun hanya terkekeh kecil melihat tingkah Kayla, ia sangat suka melihat istrinya itu saat sedang kesal begitu. Adrian memegangi bibirnya yang terlukan akibat di gigit Kayla barusan.


"Sialll, bagaimana bisa gue menciumnya begitu! Kenapa gue nggak bisa mengontrol diri ya kalau lagi berdekatan dengan Kayla. Berbeda dengan dengan cewek lain, gue sangat bisa mengendalikan diri, kalau dengan Kayla... Aish." gumam Adrian yang merasa heran dengan dirinya.


Adrian mulai menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan sekolah Kayla menuju ke kantornya.


~


Kayla berjalan cepat menuju ke kelasnya, tiba di kelas Kayla duduk di bangkunya sambil memegangin bibir nya.


"Aish, kenapa gue malah jadi mikirin hal tadi sih.." kata Kayla memukul kepalanya pelan.


"Kenapa elu kay?" tanya Sandra yang baru datang.


"Tumben elu telat?.." Kayla gelagapan melihat Sandra.


"Hmm... Iya tadi gue ketemu dulu sama Adit." jawab Sandra.


"Adit? Elu ngapain ketemu Adit pagi - pagi gini?" tanya Kayla menatap Sandra curiga.


"Apaan sihn Jangan aneh - aneh, dia cuma nitip ini buat lo." Kata Sandra menyerahkan sebuah kotak bekal kepada Kayla.


"Apa ini?" tanya Kayla menatap kotak bekal itu.


"Lihat aja sendiri, gue juga nggak tau isi nya apaan?" balas Sandra berjalan menuju ke bangkunya


Kayla membuka kotak bekal itu dan menemukan sebuah surat di atas roti lapis.


Sandra melirik kearah Kayla dari bangkunya, sebenatnya ia sangat penasaran dengan isi kotak bekal itu.


"Kenapa gak di baca suratnya?"tanya Sandra mengernyit heran.


"Gak ah, gue nggak mau tahu isi nya apa dan gak tertarik juga." jawab Kayla


"Apa lo mau?" Kayla menyodorkan kotak bekal itu kepada Sandra.


Kayla tau kalau sahabatnya itu menyukai Adit dan ia tidak ingin membuat Sandra sedih.


"Tapi kan itu buat elu."


"Nggak apa - apa,hmm... Ini aja untuk gue." kata Kayla mengambil surat yang tadi belum sempat di bacanya. Kayla yakin kalau isi suratnya bisa membuat sahabatnya itu sedih.


"Hmm... Thank you" ucap Sandra menerima kotak bekal itu dengan senang hati.


~


Sementara dikantor....


Adrian tengah sibuk memeriksa laporan proyek barunya dan pertamanya, tak lama Loly pin datang dengan membawakan kopi kesukaan Adrian


"Pagi Ayang..."sapa Loly masuk ke ruangan Adrian tanpa mengetuk pintu.


"Ini aku bawain kopi ke sukaan kamu." Loly meletakan kopi yang di bawanya.


"Makasih ya... Kamu nggak kuliah?" tanya Adrian


"Nanti siang, sekarabg aku lagi free, makanya aku kesini dari pada bosan di apartement ."jawab Loly.


Adrian mengangguk, lalu ia melanjutkan pekerjaannya.


Loly duduk di kursi deoan meja Adrian, saat ia memperhatikan wajah kekasihnya itu. Loly begitu kaget saat melihat bibir bawah Adrian yang terluka.


"Loh yang, itu bibir kamu kenapa? kok luka gitu?" tanya Loly curiga


"Eh ini, tadi ke gigit sendiri" Adrian terpaksa berbohong karena tak ingin Loly mengetahui hal yang sebenarnya. Namun, Loly bukan lah gadis bodoh , dia lebih tau soal yang begituan karena sudah jadi kebiasaannya bermain bersama laki - laki di luar sana karena ia tak bisa mendapatkan apa yang ia butuhkan dari Adrian.


"Ohhh gitu... Kok bisa ya yang? apa pas lahi makan ya yang ke gigitnya?" tanya Loly sengaja pura - pura gak tahu.


Adrian hanya tersenyum datar,


"Ya udah aku cuma mau ngaterin kopi aja, lagi kamu lagi sibuk banget kayaknya, mending aku ke mall aja." seru Loly.


" Sorry ya.." kata Adrian menatap Loly


"Nanti siang kita makan bareng ya?" ajaknya Loly.


"Emmm.... Siang ini aku ada jadwal meeting sama pak Vero. Kayak nya nggak bisa deh, maaf ya.."tolak Adrian.


"Huh... Sibuk terus! Ya udah kalau gitu!" kaya Loly berlalu pergi meninggalkan ruangan Adrian dengan perasaan kesal.


"Bagaimana bisa Adrian berbohong gitu?? Jelas - jelas itu bekas gigitam saat berciuman! ****** mana yang berani melakukan itu!!" gerutu Loly sepanjang jalan.


~


Siang harinya


Adrian keluar kantor untuk menemui seseorang yang sudah membuay janji dengannya tadi


Sementara Loly pergi makan siang bersama pria lain untuk mengobati rasa kesalnya pada Adrian. Mereka pun ternyata berada di restoran yang sama namun beda meja nya saja.


"Sayang kamu kenapa sih terlihat murung gitu?


"Aku tu lagi sbeel banget sama Adrian, tau nggak dia tadi pagi pas aku temui dia di kantor, bibir bawah nya itu terlukan kayak habis di gigit sama cewek gitu!" kata Loly.


"Benarkah??"


"Iya, terus dia coba bohong sama aku, katanya dia sendiri yang gigit, emangnya aku sebodoh itu aa?!" kata Loly kesal


"Kan aku udah sering bilang sama kamu, kalau Adrian itu playboy! Pacarnya banyak! Coba kamu pikir deh sama kamu aja dia mau melakukan 'Itu' apa lagi sama cewek lain. Udah mending kamu tinggalin dia aja, lagi pula dia itu cuma mau main - main aja sama kamu." kata Tio.


"Tapi lo harus tau, kalau Adrian itu nggak pernah mau aku ajak ' itu ' dia cuma sebatas kissing doang " kata Loly


"Itu kan sama kamu, sama cewek lain? nggak Ada yang tau." seru Tio


Loly pun memikirkan perkataan Tio yang sepertinya benar.


"Jadi gue harus gimana?"tanya Loly.


"Kamu udah tau kan kalau dia itu cowok brengsek, jadi mending kamu tinggalin dia dan lagi pula kita kan udah lama bersama dan juga kita uda sering melakukan ' itu', jadi aku pengen kita nikah"kata Tio


"Tapi aku nggak bisa ninggalin dia gitu aja, Sebenarnya aku tuh masih sayang sama Adrian vuma aku nggak suka sama keluarganya, karena mereka selalu memandang rendah diriku."


"Kenapa kamu nggak bisa?"Tanya Tio mengernyit heran


"Aku harus bisa masuk kedalam keluarga Malik, karena aku ingin membalaskan dendam atas kematian kakak aku!" terlihat kobaran kebencian di mata Loly.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mendukungmu" kata Tio


Deg!


~•••~