
Setelah bel istirahat berbunyi semua siswa dan siswi, segera berhamburan menuju ke kantin, begitu juga dengan dua cewek cantik Sandra dan Kayla yang sedang berjalan santai melewati lorong - lorong kelas untuk menuju ke kantin.
Di dalam perjalanan tak hentinya mereka mendengar percakapan teman - teman sekolahnya, tentu saja para kaum hawa mereka sedang membicarakan tentang anak - anak Osis yang memang sudah menjadi hal yang lumbrah untuk di dengar.
"Mereka gak bosan apa ngomongin tentang mereka mulu?" tanya Sandra.
"Ya mana gue tau? Elu tanya aja sama mereka!" suruh Kayla.
"Yeee... Ogah banget, ntar yang ada gue dapat mala petaka lagi. Karena hal itu doang." ujar Sandra.
"Biar hidup elu sedikit bewarna sekolah di sini, mending elu gabung dengan mereka" ucap Kayla tersenyum
"Ih gak banget, iya deh iya yang fansnya salah satunya dari mereka juga.." sindir Sandra.
"Gue secret fans.." seru Kayla tersenyum
"Fans yang kalau di dekati sama idolnya, bisa beruba jadi galak..." ledek Sandra.
"Bukan galak tapi grogi aja" balas Kayla. Sandra melirik kearah Kayla sambil tersenyum meledek.
"Gue paling benci sama ekspresi lu kaya gitu" seru Kayla.
Sandra pun tersenyum mendengar perkataan Kayla. "Ayo cepat jalannya, gue udah haus banget" sambung Sandra menarik tangan Kayla untuk berjalan sedikit lebih cepat.
Setelah sampai di kantin mereka berdua pun memesan minuman.
"Elu mau makan gak?" tanya Sandra
"Gak gue masih kenyang" jawab Kayla
"Tapi gue kok laper banget ya, apa karna otak gue banyak di pake tadi buat pelajaran matematika ya" ujar Sandra
"Udah gak usah banyak bacot, kalau laper yaudah pesan makanan. Gak usah pake mokhodima segala." seru Kayla.
"Hehe... Mang biasa ya" pesan Sandra kepada mang Ujang, si tukang bakso di kantinnya.
"Siap neng, eh neng Kayla gak makan?" tanya mang Ujang.
"Enggak mang, Kay masih kenyang" jawab Kayla.
"O iya mang, tolong di anterin ke meja pojok sana ya." suruh Sandra.
Mang Ujang memperhatikan telujuk Sandra sembari mengangguk.
"Yuk Kay" ajak Sandra. Mereka pun berjalan menuju meja yang ada di sudut dekat jendela.
"Sumpah gue mumet banget kalau pelajaran Matematika, Kenapa sih pelajaran itu harus ada?" tanya Sandra, sembari menarik kursi dan mendudukinya, begitu juga dengan Kayla ia duduk di depan Sandra.
"Itu karena elu gak mau memahami dan memelajarinya" seru Kayla.
"Memahami gimana, orang dianya ogah bener untuk di pahami."sungut Sandra. Ia merebahkan kepalanya di atas kedua tangannya yang di lipat di atas meja.
Kayla hanya bisa geleng - geleng melihat kearah Sandra.
~
Saat dua buah mobil ferrari hitam dan putih memasuki area kampus, semua mahasiswa dan mahasiswi terus memperhatikan mobil tersebut, mereka penasaran siapa yang datang ke kampus dengan mobil mewah itu.
Apa lagi pas pintu mobil terbuka semua mahasiswi yang ada di situ menjerit histeris, bagaimana tidak jika yang keluar adalah cowok - cowok ganteng dan sangat terkenal akan ke tajiran mereka semua.
"Lihat mereka... Ya ampun" teriak salah satu mahasiswi.
"Itu mereka perawatan apaan sih, itu muka kok sempurna gitu."
"Ya ampun bang,, aku pada mu deh pokoknya" seru yang lainnya.
"Ah... Jadi tambah semangat rasanya" ucap yang lain.
Ya begitulah drama yang terjadi jika Adrian dan teman - temannya datang ke kampus.
"Ehh Manda liat deh tuh bukannya Adrian dan kawan - kawannya ya??" ucap Silvi teman Manda
"Hehemmm...." jawab Anda singkat, tapi tentu saja Manda sangat penasaran dengan siakap Adrian keadanya kemaren, dia pun tersenyum dengan penuh Arti.
"Ingat elu udah punya Yoga..." Jelas Silvi mengingatkan sahabatnya itu. Silvi tidak tau kalau dia sudah pernah jadi gebetannya Adrian tanpa sepengetahuan Yoga.
"Gue tau... Tapi elu lihat aja deh nanti..." jawab Manda masih dngan senyum yang sangatbsulit di artikan.
Sepanjang perjalanan, banyak sekali mahasiswi ya g terus menatap Adrian dan teman - temannya dengan tatapan kagum, ada juga yang dengan sengaja memfoto mereka untuk di jadikan wallpaper di ponselnya, tentunya denagn sembunyi - sembunyi alias si empuhnya tidak tau
Sesampai di kelas Adrian dan ketiga temannya duduk, dan tak lama Diky teman sekelas mereka datang menghampiri.
"Bro ..." sapa Diky
"Apaan?" tanya Adrian.
"Gak ada cuma nyapa doang" jawab Diky
"Kirain ada info penting..." saut Geva.
"Emang info apaan yang eku harapkan wahai Gempi"ujar Diky menatap Geva.
"Ya info dosen gak masuk lah, emang info apalagi yang bisa di dapat dari elu" Balas Geva dengan nada mengejek
"Yaudah kalau gitu permintaan elu gue kabulin" seru Diky.
"Elu serius?" tanya Nino
"Iya, buat apa sih gue bohong sama kalian." baalsnya.
"Haish... Kalau tau kaya gini, mending gue gak usah dateng" ujar Adrian.
"Ho' O... Lagian nih bocah, gak ngumumin lagi di grub."sewot Geva.
"Ih ogah banget, masa iya gue aja yang harus bangun pagi dan dateng ke kampus, kalian juga"
"Lagian gue dapat infonya barusan, " imbuhnya tersenyum,dan itu sangat menyebalkan menurut Geva.
"Yaudah kalau gitu gue cabut dulu." ucap Adrian, beranjak berdiri.
"Mau kemana?" tanya Nino
"Nyari Loly..."ujar Adrian.
"Oh oke.." balas Rangga.
Adrian pun berlalu pergi meninggalkan kelasnya. Dia mengabaikan tatapan dari para mahasiswi yang masih memenuhi koridor kampus.
Adrian melajukan mobilnya meninggalkan kampus, ia berniat ingin mencari keberadaan kekasihnya yang tiba - tiba tidak ada kabar dua hari belakangan ini.
"Ini dia kemana sih?" tanyanya.
"Nomor ponselnya juga gak aktif" seru nya, saat mencoba menghubungi nomor Loly.
~
Sore hari nya sesuai perjanjiannya tadi dengan Adrian, Kayla menyuruh Mita untuk menemui Adrian di taman rumah sakit tempat Anita di rawat.
"Mana sih, ini orangnya? Dari tadi di tungguin gak nongol - nongol" gerutu Mita.
"Tanya Kayla dulu deh." Mita mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kayla.
Tuuuut.... Tuuuuuuttt....
"Hallo Mit, iya ada apa?" tanya Kayla to the poin.
"Kay, ini jadi apa nggak sih? Gue udah nunggu dari tadi tapi dia belum juga nongol - nongol "gerutu Mita kesal.
"Elu sabar bentar lagi ya, mungkin dia lagi di jalan. Kan elu tau sendiri jalanan kalau jam segini macet banget" bujuk Kayla.
"Iya iya, ini gue lakuin cuma karna elu aja ya , Kay. Yaudah, gue matiin dulu." seru Mita.
Kayla menarik nafas lega saat dia berhasil meyakinkan Mita.
"Semoga aja, dia berhasil meyakinkan tante Anita" gumam Kayla.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜