My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 50



Kayla melepaskan pekukannya pada tubuh Adrian dan ia juga melepaskan pelukan Adrian pada tubuhnya dengan hati - hati, karena ia takut jika Adrian bangun dan dia masih memeluk tubuh pria itu, mau di taruh di mana mukanya ini.


Jelas - jelas dia sendiri yang mengatakan kalau dirinya sangat tidak sudi untuk di sentuh oleh pria itu, tapi ini kenyataannya malah dirinya yang memeluk pria itu.


"Bagaimana bisa gue tidur di sini?" tanya nya dalam hati.


"Perasaan gue tidur di sofa.." gumamnya lagi


Tanpa pikir panjang, Kayla masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Saat keluar dari kamar mandi, dia mendapati Adrian sudah terbangun dari tidurnya dan sudah duduk di sisi ranjang.


Melihat Kayla keluar kamar mandi, Adrian pun bergegas ke kamar mandi untuk membuang air kecil.


"Dia kenapa?" tanya Kayla, ia berjalan menuju walk in closet untuk mengganti pakaiannya. Tadi setelah mandi Kayla mengenakan pakaian tidurnya kembali untuk keluar kamar.


Setelah selesai mengganti pakaian, Kayla keluar dari walk in closet dan ia melihat Adrian kembali bergelung di dalam selimut tebalnya.


"Kirain beneran bangun, ternyata cuma kebelet..." gumam nya.


Kayla menyisir rambutnya dan memakai pelembab biar wajahnya tidak terlihat kusam dan kucel. Setelah itu Kayla pun memilih turun ke bawah untuk membantu menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi mbak..." Sapa Kayla kepada pelayan keluarga malik.


"Eh non Kayla, udah bangun non?" tanya mbak Titin.


"Belum mbak..." jawab Kayla.


"Lah ini...?" tanya mbak Titin bingung dengan jawaban Kayla.


"Ini ngingau mbak... " balas Kayla tersenyum


"Non bisa aja.." mbak Titin ikut tersenyum.


"Non ada perlu apa ke dapur, apa non lapar?" tanya Titin.


"Panggil Kayla aja mbak, aku gak biasa di panggil pake non, non gitu.." kata Kayla.


"Gak boleh non, kami emang harus manggilnya gitu.." balas Titin.


"Yaudah terserah mbak aja.." pasrah Kayla. Titin tersenyum mendengar ucapan Kayla.


"Lagi bikin apa mbak?" tanya Kayla.


"Ini mau bikin sarapan, non." jawab Titin.


"Yaudah, sini Kay bantu ya.." tawar Kayla.


"Gak usah non, biar kami saja. Non lebih baik kembali ke kamar saja." ucap mbak Titin.


"Iya non, ini tu udah kerjaan kami..." tambah mbok iyem.


"Gak apa - apa, Kay udah biasa masak kok" kekeh Kayla.


"Udah sini, Kay aja yang bikin nasi gorengnya dan mbak sama mbok bikin yang lain saja. Oke" seru Kayla tersenyum


"Tapi.."


"Udah gak ada tapi - tapian, yuk mulai nanti keburu orang rumah pada bangun.." kata Kayla.


Para pelayan hanya bisa geleng - geleng mendengar perintah Kayla. Mereka senang, karena menantu majikannya ini tidak lah sombong melainkan sangat ramah dan baik.


Kayla mulai mencuci tangannya dan mulai menyiapkan bahan - bahan yang di butuhkan untuk membuat nasi goreng.


"Tunggu non!" cegah Titin.


Kayla menoleh kearah Titin yang saat itu sedang berdiri di sisi kanannya.


"Iya, ada apa mbak?" tanya Kayla.


"Ini pakai dulu celemeknya, biar nanti bajunya gak kotor." ujar Titin, mengukurkan sebuah celemek baru kepada Kayla


"O iya lupa, makasih ya.." ucap Kayla menerima celemek tersebut.


Setelah memastikan semua bahan - bahan yang di butuhnya sudah lengkap semua, Kayla pun mulai meracik nasi goreng ala dirinya.


"Semoga mereka suku.."kata Kayla saat iya memindahkan nasi goreng itu kedalam wadah.


"Wangi banget non, kaya nya enak.." seru Titi.


Kayla tersenyum mendengar pujian Titin, ia mengambil dua buah piring dan mengisi piring itu dengan nasi goreng yang lengkap dengan telur dan juga timun serta tomat.


"Nah buat mbok sama mbak. Semoga kalian suka ya.." kata Kayla menyodorkan dua piring nasi goreng kepada para pelayan itu.


"Eh gak usah non, kita nanti saja. " ucap Iyem merasa gak enak, karna Kayla mengambilkan khusus untuknya.


"Gak apa - apa ambil aja, ini masih banyak kok." ujar Kayla tersenyum.


Kayla beranjaka dari dapur dan mulai menghidangkan sarapan untuk keluarga barunya itu.


"Eh noonn biar kami saja, non lebih baik kembali kemar, kan habis masak pasti capek.." seru Titi.


"Gak apa - apa kok, ini gak berat kan cuma menghidangkan, kalian makan aja nanti nasi gorengnya keburu dingin." ujar Kayla.


"Tapi non, nanti kalau nyonya Anita melihat non kerja, bisa - bisa kami yang kena semprot." ujar Titin


"Iya non bener." tambah iyem, yang sedikit khawatir.


"Gak, mama gak akan marah kalian tenang aja. Kalau mama marah aku yang akan tanggung jawab" jawab Kayla meyakinkan.


Dengan sedikit paksaan dari Kayla, akhirnya Titin dan Iyem mengizinkan nya untuk menghidangkan sarapan pagi itu.


Pukul Enam tiga puluh Kayla selesai menghidangkan semua kebutuhan untuk sarapan pagi itu.


"Gak nyangka, cowok aneh itu masih minum susu di pagi hari.." gumam Kayla sambil mengaduk segas susu untuk Adrian.


"Akhirnya semua selesai, aku panggil mama dan papa dulu deh..." serunya.


Kayla mulai beranjak dari ruang makan dan berjalan menuju ke kamar Anita yang berada di lantai bawah.


Tok... Tok...


"Ma... pa..."panggil Kayla


"Iya tunggu.." saut Anita dari dalam.


Ceklek.


Anita membuka pintu kamarnya, dan dia melihat Kayla sedang berdiri di deoan kamarnya


"Iya sayang , ada apa?" tanya Anita.


"Itu ma, sarapannya udah siap, ayu sarapan." ajak Kayla.


"Oo ... udah siap ya, padahal ini mama batu mau bikin sarapannya." Balas Anita.


"Gak perlu ma, semuanya udah siap kok. yu.." ajaknya,


Anita tersenyum dan mengangguki ajakan Kayla.


"Papa mana?" tanya Kayla, saat ia tidak melihat keberadaan papa mertuannya.


"Oo... Kalau papa jam segini dia lagi joging keliling komplek." jawab Anita.


"Tapi bentar lagi dia juga selesai, kita duluan aja ke meja makannya." imbuh Anita.


Kayla pun mengangguk dan mereka pun mulai berjalan menuju ke ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, Anita mengernyitkan dahinya.


"Adrian mana?" tanya Anita.


"Tadi sih dia masih tidur ma." jawab Kayla.


"Benar - benar deh anak itu, selalu saja susah kalau bangun pagi." ujar Anita.


"Yaudah kamu bangunkan dia.." perintah Anita.


"Ha... I- iya ma tunggu bentar ya." jawab Kayla sedikit kaget.


Kayla pun mulai berlalu pergi meninggalkan ruang mkan dan naik ke lantai atas untuk membangunkan Adrian.


"Menyusahkan saja sih, udah besar juga masih aja pake di bangunin." gerutu Kayla sepanjang jalan menuju kamar.


Sesampai di kamar Kayla melihat Adrian yang masih betah bergelubg di dalam selimutnya.


"Tc..." decak Kayla


Ia berjalan menuju kamar mandi lalu mengambil handuk kecil dan membasahkannya.


Kemudian ia membawanya kembali kedalam kamar, Kayla berjalan mendekati ranjang, ia mulai meneteskan air dari handuk kecil itunke wajah Adrian.


Setetes...


Dua tetes...


Tiga tetes...


~•••~