My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 131



Tak lama kemudian Kayla pun selesai mandi, ia hendak keluar kamar mandi, namun ia masih melihat Adrian di sana.


"Kenapa dia masih ada di sana? Gimana ini aku nggak bawa baju ganti lagi."kata Kayla pelan.


Kayla sedikit membuka pintu kamar mandi dan mengintip di cela pintu. Ia melihat Adrian yang sedang memejam kan mata nya.


"Apakah dia tidur?" Kayla melilit kan handuk ke tubuh nya. Lalu, ia keluar dari kamar mandi dan mendekati lemari. Ia, membuka lemari pakaian dengan perlahan - lahan berharap tidak membangun kan Adrian.


Padahal , Adrian tidak tidur. Ia membuka salah satu mata nya dan memperhati kan istri nya tersebut dari atas tempat tidur dan tersenyum usil melihat nya.


Kayla menengok ke arah Adrian dan memasti kan nya kembali, " Dia masih tidur." Kayla mengambil baju milik nya dan cepat - cepat mengenakan nya.


"Huh.."


"Kenapa buru - buru sekali memakai baju nya? Aku kan belum puas melihat nya."suara Adrian mengejut kan Kayla hingga membuat kedua mata wanita itu membulat dengan sangat sempurna.


"Kakak.... Kamu pura - pura tidur?"tanya Kayla.


"Menurut mu.."ujar Adrian menarik salah satu sudut bibir nya.


"Kak, kamu ini sungguh menyebal kan! Kamu benar - benar menyebal kan!!!"Kayla menutup wajah suami nya itu mengguna kan bantal hingga membuat Adrian terkekeh.


"Cepat bangun lah dan sarapan!" perintah Kayla seraya berlalu dari sana.


"Gadis bodoh."Adrian menggeleng - geleng kan kepala nya sembari memperhati kan Kayla yang baru saja keluar dari kamar nya.


~


Kayla berjalan sambil menggerutu kesal akan Adrian, kedua mata nya menyapu sekitar villa itu untuk mencari keberadaan Sandra.


"Dimana mereka?"gumam Kayla.


"Kayla...."Suara Sandra mengejut kan Kayla, seakan membuat jantung wanita itu hendak terlepas dari tempat nya.


"Astaga, elu ngagetin gue aja!"seru Kayla seraya memegang dada nya.


Sandra tertawa dan membawa Kayla intuk duduk di dalam kamar yang biasa di tempati nya jika sedang bermain ke sini bersama dengan para sahabat kakak nya itu.


Sandra begitu hebo menanya kan aktivitas apa saja yang di lakukan oleh Kayla selama bulan madu bersama Adrian. Namun, Sandra tak mendapat kan jawaban yang memuas kan . Karena, Kayla hanya menjawab nya dengan seada nya saja.


"Elo tau nggak, gue kira dengan kalian bulan madu, sikap elo sama kak Adrian itu akan berubah. apa namanya, gue kira kalian bakal lebih romantis gitu."ujar Sandra


"Ya, elo kan tau sendiri, kak Adrian gimana. Dia itu suka bikin gue kesel ketimbang romantis - romantis."balas Kayla.


"Udah yuk, nggak usah bahas masalah bulan madu - bulan madu. Mending sekarang kita sarapan yuk."ajak Kayla.


"Tunggu bentar, gue ke kamar mandi dulu bentar."Sandra beranjak berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kama itu.


Setelah menyelesai kan hajat nya, Sandra keluar kamar mandi, saat berdiri di ambang pintu. Sandra melihat Kayla yang sedang menyisir rambut nya.


"Kayla...." Sandra berteriak hingga membuat tubuh Kayla berjingkat.


"Sandra! Suara elo itu ya, selalu saja mengaget kan! Apa elo ngak bisa nggak teriak kaya gitu, lama - lama bisa jantungan gue." kata Kayla sambil memegang dada nya.


"Kalau gue mati mendadak dan kak Adrian akan menjadi duda bagaimana? Apa elo mau tanggung jawab?"tanya Kayla kesal, karena sering kaget dengar suara Sandra yang selalu teriak di dekat nya.


"Jangan dong Kay, bisa - bisa di bunuh gue sama tante Anita."kata Sandra.


"Maka nya jangan ngagetin."kata Kayla


"Emang nya ada apa sih, elo sampai teriak gitu?"tanya Kayla.


"Leher elo kok merah gitu? Apa elo alergi?"tanya Sandra.Kayla dengan seketika berbalik ke arah cermin dan dia sangat kaget saat melihat nya penuh oleh bekas bibir jahanam suaminya.


"Astaga"Kayla berdecak


"O-oooh, i-ini--"Kayla gelagapan menjawab pertanyaan Sandra seraya menggerai rambut nya ke depan agar terurai dan menutupi lehernya.


"Untung gue bawa foundation, nah gunakan ini. Elo kok bisa seceroboh ini, udah tau alergi masih aja di makan."kata Sandra sambil membantu Kayla mengoleskan foundation di leher sahabat nya itu.


"San, ini tu bukan alergi."kaa Kayla


"Terus apa dong, kalau nggak alergi, biasa nya juga kulit elo akan kaya gini kalau elo makan seafood."kata Sandra.


"Ini tu... Elo bakalan tau, saat elo udah sah sama Adit ntar"kata Kayla menatap Sandra sambil tersenyum.


Sandra menghenti kan gerakan tangan nya mengoleskan foundation di leher Kayla dan ia menatap sahabat nya itu.


"Maksunya?...."tanya Sandra yang nggak ngerti maksud dari perkataan Kayla.


"Udah ntar juga elo bakal, ngerti sendiri"kata Kayla yang nggak mau menjelaskan.


" Ah lo mah gitu, bisa nya bikin penasaran."ucap Sandra cemberut.


"Jelek banget elo kalo mulut nya manyun gitu, ntar Adit ilfeel lihat nya."goda Kayla


"Bodo amat, gue nggak peduli soal dia."kata Sandra.


"Hmm.... Hmm... Nggak boleh ngomong gitu, Elo harus ingat perjuangan dia buat mendapat kan restu dari kakak sama orang tua elo. Demi mempertahan kan hubungan kalian agar elo nggak jadi janda muda, dia rela di gebukin sama kakak dan papa elo."kata Kayla menasehati


Untuk sesaat Sandra pun terdiam, "Asal elo tau Kay kalau gue itu benar - benar nggak suka sama Adit. Tapi gue tu suka nya sama Ravi cinta pertama elo. Dan demi persahabatan kita gue rela menyembunyiin ini semua. Karena gue tau elo itu suka banget sama Ravi dan Ravi pun begitu."kata Sandra dalam hati.


"San, kok mala diam.?"tegur Kayla.


"Ha, nggak kok. Siapa yang ngelamun sih?"sangkal Sandra.


"Alah pake ngeles lagi, gue tau kali. Udah ngaku aja, elo lagi mikirin apaan?..."tanya Kayla


"Beneran gue nggak lagi mikirin apa - apa."kata Sandra.


"San elo tau kan, kalau kita ini nggak kenal 1, 2 bulan. Jadi gue itu udah hafal sama sifat - sifat elo."kata Kayla.


"KAYLAAA, SANDRAAAA..."suara teriakan Adit


"Itu kita udah manggil kita tu."seru Sandra.


"Hmmm.... Yaudah , ayo kita ke balkon sarapan bersama. Elo duluan deh, gue mau manggil kak Adrian dulu."ujar Kayla. Sandra pun mengiyakan. Kayla berlalu kelaur dari kamar untuk memanggil Adrian yang masih di kamar.


Sementara Sandra masih diam, termenung di dalam kamar.


"Gue harus bagaimana, nggak mungkin kan gue bilang sama Kayla kalau yang gue suka itu Ravi cinta pertama nya dan sementara Adit juga nggak mencintai gue karena dia suka nya sama Kayla."gumam Sandra pelan.


"ARRGGGG... Kenapa jadi seribet ini sih,."kata Sandra menggaruk rambut nya, hingga rambut nya sedikit berantakan.


"Kalau kondisi dan situasi nya nggak memungkin ntar, gue terpaksa jujur dan ceritain semua nya. Gue nggak mau Kayla tau nya dari orang lain."kata nya lagi.


"SANDRAAAA..."Adit meneriaki nama nya kembali.


"IYAAAA...."balas nya.


~•••~