My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 138



Setelah Adrian berkata seperti itu, suster itu pun langsung bergegas keluar dari ruangan itu dan memanggilkan Dokter.


Tak lama kemudian, seorang Dokter dan seorang suster di belakang nya pun masuk ke dalam ruangan itu dan langsung mengecek keadaan Kayla yang mulai kritis.


"Cepat siapkan ruang operasi, pasien sudah kritis!!!"perintah Dokter itu.


"Baik Dok." kata Suster itu bergegas keluar untuk menyiapkan semua nya.


"Tuan tenang saja, saya akan melakukan yang terbaik untuk nya."kata Dokter itu kepada Adrian.


"Tolong Dok, bagaimana pun cara nya. Kalian harus menyelamat kan istriku!!"ucap Adrian penuh penekanan saat mengucapkan kata istri.


Deg!


"Pantesan dia terlihat begitu panik, ternyata gadis ini istrinya."batin dokter itu.


"Saya usaha kan, tuan."bales Dokter itu.


~


Sementara itu di tempat lain, Adit yang sedang mencari pelaku penusukan Kayla pun mendapat kan titik terang.


Ia melihat sosok pria yang di carinya itu di dekat tempat pakiran.


Orang itu berjalan menuju ke sebuah mobil Sport hitam, yang terpakir tak jauh dari taman.


Orang itu mendekati mobil itu, dan seketika kaca mobil itu di turun kan.


Adit yang tidak mau lengah, ia pun mengeluar kan ponsel nya dan merekam semua yang terjadi di sana.


Setelah mendapat kan bayaran nya, orang itu berjalan ke pakiran taman khusus motor, sementara mobil sport itu melaju pergi.


Adit berjalan mendekati orang berbaju hitam itu, dan ia memukul bagian belakang orang itu hingga pingsan.


"Berani nya elu celakain, Kayla."kata nya kesal. Adit kembali memukul orang itu hingga babak belur, melepaskan kekesalan hati nya saat melihat Kayla bersimbah darah tadi.


~


Setelah memakir kan mobil Adrian, Sandra dengan cepat - cepat pergi menyusul Adrian kedalam.


Setelah sampai di dalam Sandra bingung di ruang mana Kayla di tempatkan.


Ia pun memutuskan untuk bertanya ke resepsionis rumah sakit.


"Permisi sus, saya mau nanya. Pasien atas nama kayla di rawat di mana ya?"tanya Sandra


"Tunggu sebentar ya, dek. saya cek dulu."


Suster itu pun mengecek ruang pasien yang berdasarkan nama yang di cari Sandra itu. Tapi ia tidak menemukannya, karena Kayla memang belum ada di daftrakan sama sekali.


"Maaf dek, pasien atas nama kayla tidak ada di sini."jawab suster itu.


"Masa iya sus, suster salah cek kali, orang tadi jelas - jelas kami ke sini, dan baru masuk lagi."ujar sandra.


"Ooooo.... Apa yang kamu maksud itu, Kayla istri nya tuan muda Malik?"saut salahseorang suster.


"Nah, benar sus. Apa suster tau dimana dia di rawat?"tanya Sandra.


"Iya tau, sekarang nona kayla sedang di tangani di ruang opersi"ucap suster itu.


"Apa sus, ruang operasi ?" tanya Sandra kaget


" Ruang operasi nya di mana?"tanya Sandra lagi.


"Itu di sana kamu jalan lurus dan belok kiri..."


"Ok, makasih."potong sandra, yang segera berlari menuju ke ruang operasi.


"Serius, di sini ada tuan muda Malik?"tanya suster yang berdiri di balik meja resepsionis.


"Iya,"


"Yang mana, kok aku nggak tau?"tanya lagi.


"Itu tadi, pria yang berteriak tadi, dia adalah tuan muda malik dan apa kau tau, aku barusan sudah di bentak nya, sungguh orang kaya yang kasar dan angkuh."ucap suster itu.


"Kau melakukan kesalahan apa memang nya, hingga kau di bentak nya?"tanya suster resepsionis.


"Aku menyuruh nya untuk melakukan pembayaran terlebih dahulu seperti ke pasien lain nya."ucap suster itu


"Bodoh!!"teman nya itu pun mendorong kepalanya.


~


"Kak, gimana Kayla?"tanya sandra.


"Belum tau, dokter masih melakukan tindakan."jawab Adrian.


Sandra mengangguk, dia pun ikut jalan mondar mandir bersama Adrian. Dia sangat mengawatir kan sahabat nya itu.


Tak lama ponsel Sandra pun berdering dan dengan segera ia mengambil ponsel itu dan melihat nama Adit tertera di layar ponselnya.


^^^"Hallo"sapa sandra^^^


"Hallo ,San. Apa elu masih bersama kak Adrian?"tanya Adit.


^^^"Iya, dia ada di sini. Kenapa emang nya?"tanya Sandra.^^^


"Tolong kasih kan ponsel elu ke kak Adrian sekarang!!"suruh Adit.


"Kak, ini Adit mau ngomong."Sandra memberikan posnselnya kepada Adrian. Adrian dengan segera mengambil ponsel itu.


^^^"Hallo, Dit. gimna?"tanya Adrian to the poin.^^^


"Dapat kak, pelaku nya udah sama gue. Ini mau dia apakan, apa aku langsung kasih ke polisi atau gimana?"tanya adit.


^^^"Jangan dulu, kamu tahan aja dia dulu. Apa elo punya tempat yang aman buat nahan dia sementara?" tanya adrian.^^^


"Hm... Ok kak, untuk sementara biar ini gue yang urus. O iya kak, gue juga punya bukti lain mengenai ini."kata Adit


^^^"Bagus, elo simpan dulu, ntar malam baru elo kasih ke gue, tapi saran gue. Bukti nya elu salin juga ya, biar aman aja"kata Adrian^^^


"Baik kak, kalau gitu. Gue beresin dia dulu."kata Adit


^^^"Hm" Adit pun mematikan panggilan nya.^^^


Adrian, mengembalikan ponsel Sandra.


"Gimana kak, apa pelakunya ketangkap?"tanya Sandra.


"Kerja suami elo, patut di acungi jempol."kata adrian.


Sandra hanya tersenyum menanggapi ucapan Adrian.


"Iyalah, dia akan berusaha nangkap pelakunya. orang yang di sakiti, cewek ke sayangan nya."batin Sandra.


~


2 jam kemudian.


Akhir nya, operasi Kayla pun telah selesai dan Dokter pun keluar dari ruangan itu.


Adrian yang melihat dokter itu pun dengan segera mendekatinya ."Bagaimana, dok?" tanya Adrian


"Operasi nya berjalan dengan lancar dan pasien juga sudah bisa di pindah kan ke ruang rawat ." kata Dokter


"Kenapa, operasi nya lama banget Dok, apa luka nya separah itu?"tanya Sandra.


"Iya, luka nya cukup dalam dan hampir mengenai organ bagian dalam dan tadi pasien sempat mengalami pendarahan."kata Dokter.


"Apa ada lagi yang ingin di tanya kan?"tanya Dokter


"Tidak dok, silahkan.' ucap Sandra mempersilahkan dokter itu pergi.


Setelah dokter itu pergi, baruh lah Adrian merasa bisa bernapas dengan lega.


"San, mending sekarang elo pulang deh. Kayla biar gue yang jaga."kata Adrian.


"Nggak mau, kakak aja yang pulang, aku juga bisa menjaga Kayla."balas Sandra.


Adrian menatap adik sahabat nya itu ." Kenapa sih elo nggak pernah mau ngikut omongan orang, pantesan Nino selalu ngeluh sama siaft elu yang keras kepala itu."kata Adria.


"Dan gue bodoh amat, lagian gue juga udah nyuruh pelayan buat ngantar pakaian dan makanan kesini."kata Sandra.


"Kak, tolong ngertiin gue. Ini udah kedua kali nya kayla di cekai orang dan kejadian nya itu setelah kita bersama, rasa nya gue sebagai sahabat nggak gue banget tau nggak."kata Sandra yang akhirnya menumpahkan air mata nya.


Adrian tertegun, dia lupa jika Sandra juga sangat menyayangi istrinya itu.


~•••~