
Keesokan pagi nya, Kayla dan Adrian melakukan perjalanan kembali mengguna kan mobil untuk pulang ke rumah bersama Adit, Sandra dan Nino. mereka melakukan perjalanan dengan mengguna kan dua mobil.
Adrian, Kayla dan Sandra terdapat dalam satu mobil dan Adit dan Nino di mobil satu nya lagi.
Perjalanan yang mereka tempuh terhalang kemacetan yang panjang karena saat itu kebetulan terjadi kecelakaan lalu lintas di jalanan yang mereka lewati. Sehingga memakan banyak waktu akibat kemacetan itu.
Tubuh Kayla tiba-tiba gemetar ketakutan seolah tak ingin melihat kecelakaan itu, jelas aja, ia masih trauma akan Kecelakaan yang dialami oleh orang tuanya ketika ia masih kecil dulu.
"Kamu kenapa?"tanya Adrian yang menyadari perubahan Kayla.
" Tidak apa-apa" Kayla meremas tangannya yang basah akan keringat. Dan wajah nya terlihat pucat karena takut.
" Kalau kamu takut, tutup matamu dan bersandar lah di Bahu ku!." perintah antrian dan Kayla pun mengiya kan
"Jangan menggigit!"seru Adrian, saat merasakan gigi Kayla.
"Kenapa dia suka sekali menggigitku?"batin Adrian.
" Iya!" seru Kayla. Kayla menutup kedua mata nya dan menyandar kan wajah nya di bahu suami nya tersebut.
"Jangan takut, Kay"tutur Sandra dari belakang dengan napas naik turun
"Tc, elu sendiri takut gitu, malah sok nasehati orang agar tidak takut."saut Adrian, yang melihat Sandra dari pantulan kaca.
" Gue kan Dari dulu emang takut melihat kecelakaan atau pun darah. Entahlah, Bagaimana jika kalau resmi menjadi dokter seperti yang kita inginkan Kay. Mungkin gue akan kejang-kejang terlebih dahulu setiap kali menangani pasien yang mengalami kecelakaan." Sandra membulat kan kedua mata nya dan bergidik nyeri saat membayang kan jika harus melihat dan menyentuh banyak darah setiap harinya, kelak.
" Udah tahu takut darah, terus kenapa lu masih mau mengambil pendidikan kedokteran?" tanya Adrian
" Ya karena gue nggak mau pisah sama Kayla, jadi kemana pun Kayla, gue harus ngikutin dong biar nggak pisah. Gue kan orang nya setia kawan" kata Sandra dengan bangga, meski pun dia sangat terpaksa sebenar nya memilih jurusan itu.
" Ya sudah, nikmati saja Takdir mu, jangan mengeluh! Tidak mungkin kan jika sahabat mu seorang dokter sedang kan lu seorang penari. Kan nggak lucu juga dan kalian pasti akan sangat jarang ketemu." kata Adrian tertawa membayangkan Sandra jika menjadi seorang penari.
"Diam lah kak, nggak lucu sama sekali. Kay, lihat lah, suami lo ini."kaduh Sandra kepada Kayla.
"Lucu!"saut Kayla
" Apa kalian bisa diam? Kalau kalian nggak bisa diam mending gue bareng mobil Kak Nino aja deh. daripada dibully sama suami istri nyebelin di sini." ujar Sandra. Kayla dan Adrian pun terdiam seketika, meski mereka masih menahan tawanya.
~
Sebelum pulang ke rumah, Adrian terlebih dahulu mengantarkan Sandra ke rumahnya. Setelah nya baru lah ia dan Kayla pulang ke rumah mereka.
Setiba nya di rumah mereka, Kayla langsung minta izin kepada Adrian untuk pergi ke taman yang ada di dekat rumah mereka. Karena tadi saat di perjalanan Kayla mendapat kan pesan dari seseorang, yang menyuruhnya untuk ke taman. orang itu mengatakan jika ia ingin mengatakan sesuatu hal yang penting kepada Kayla mengenai panti asuhan.
Entah siapa yang sedang mencari nya Kayla pun tidak tau. Tapi jika hal itu menyangkut panti asuha Kayla akan sangat khawatir.
namun, Adrian melarang keras Kayla untuk pergi kemanapun. Dan menyuruh nya agar pergi beristirahat saja di kamar. Dengan terpaksa Kayla pun mengiyakan perintah suami nya itu. Jujur Ia juga sangat kelelahan setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh dan dengan drama kecelakaan lalu lintas tadi.
~
Malam harinya, selesai makan malam Kayla pergi ke kamar dan membawakan Adrian Secangkir Kopi.
" Ini kopinya, aku nggak bisa nemenin kakak untuk duduk menghabiskan kopinya, Aku mau langsung istirahat saja. capek banget." kata Kayla Letakkan kopi itu di meja depan sofa yang sedang diduduki oleh Adrian.
Adrian beranjak dari duduknya, Iya berpindah tempat ke atas tempat tidur. Yang menyelon jarak dan meregangkan tubuhnya akibat siang tadi begitu lelah selama melakukan perjalanan jauh. tiba-tiba suara dari ponsel miliknya membuat dirinya harus bergerak kembali dan berdecak kesal mengambil ponselnya itu.
"Adam?"Adrian berucap tanpa bersuara melihat nama itu tertera di layar ponselnya, Iya segera mengangkat panggilan masuk tersebut.
"Iya, adam ada apa? kenaoa kamu menelponku nalm - malam begini"tanya Adrian dengan nada kesal
"Tuan, aku memiliki kabar baik, mengenai tender kita kemaren."suara Adam terdengar begitu semangat dati balik ponsek itu.
"Kata kan kabar baik apa itu?"tanya Adrian yang begitu penasaran.
Adrian pun melakukan panggilan bersama Adam sang asisten sekaligus sekretaris utama yang paling di percaya nya.
~
Kayla kembali ke kamar dan ia melihat Adrian merupakan tubuhnya di sana dengan mata yang sudah terpejam, Kayla menutup jendela dan tirai yang terlihat masih terbuka. Kayla ikut merebahkan tubuhnya di samping suaminya tersebut. Saat kayla hendak membalutkan selimut di tubuh suaminya, namun, Adrian kembali membuka kedua matanya.
" Kukira kakak udah tidur!" ujar Kayla.
"Belum, mana Bisa aku tidur, sementara dirimu masih di luar." balas Adrian sambil tersenyum kepada Kayla.
" Oh iya, kamu tahu, aku memiliki kabar baik." kata Adrian
" Kabar baik apa?" tanya Kayla dengan penasaran.
" Tadi saat kamu ke dapur mengantarkan gelas kotor, Adam menghubungiku dan mengatakan kalau tender yang sedang kami usahakan itu, akhirnya bisa kami dapatkan dengan harga terbaik." kata Adrian dengan senang
" Ini adalah tender besar Pertamaku sejak memimpin perusahaan" ibunya lagi.
" Wah, Selamat ya sayang, akhirnya kamu bisa buktiin kepada papa, kalau kamu itu bisa diandalkan dan juga bisa membuat papa dan mama bangga." kata Kayla mengusap bahu suaminya.
" Tapi apa kamu sudah menghubungi papa dan memberitahunya?" tanya Kayla dan Adrian pun menggeleng.
" Kenapa?"
"Apa kamu,nggak lihat jam berapa. Mereka pasti sedang tidak bisa di ganggu."kata Adrian tersenyum.
"Kalau gitu, aku adalah orang pertana yang tau kabar baik ini dong?"tanya Kayla
"Iya"
"Kalau gitu aku juga orang pertama yang mengucapkan selamat?"tanya lagi, Adrian menganggukkan kepala nya, Kayla tersenyum senang.
"Tapi percuma jika hanya mengucap kan selamat aja."Kata Kayla.
"Lalu kamu mau nya apa?"tanya Kayla dengan ketus nya. Adrian tersenyum, ia tiba - tiba memeluk Kayla dan menggeluti tubuh nya
"Jika tau seperti ini, aku tidak akan mengucapkan selamat dan mau jadi yang pertama untuknya."Kayla menggerutu dengan tidak jelas saat Adrian mengajaknya bergelut.
~•••~
Hai semua, jika ada kesalahan kata atau huruf, saya mohon maaf karena belum sempat mengeditnya🙏maaf jika kalian puas.