My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 51



Sesampai di kamar Kayla melihat Adrian yang masih betah bergelubg di dalam selimutnya.


"Tc..." decak Kayla


Ia berjalan menuju kamar mandi lalu mengambil handuk kecil dan membasahkannya.


Kemudian ia membawanya kembali kedalam kamar, Kayla berjalan mendekati ranjang, ia mulai meneteskan air dari handuk kecil itunke wajah Adrian.


Setetes...


Dua tetes...


Tiga tetes...


"Hais... ini Atapnya kenapa bisa bocor si" gumam Adrian, ia mengusap wajahnya yang terkena tetesan air itu.


Tes... Tes...


"Aish..." Adrian menutup wajahnya dengan selimut. Namun Kayla menarik selimut itu, lalu Kayla menutup wajah Adrian dengan handuk basa itu.


"Aaarggg..." teriak Adrian kesal, ia duduk dan memandang Kayla dengan kesal.


"Elu? Mau elu apaan sih, gangguin gue tidur aja. rese banget sih.."Adrian menggaruk kepalanya dengan kesal.


"Bangun ini udah pagi!" seru Kayla,berkacak pinggang di depan Adrian.


"Terus kalau pagi kenapa emangnya? Udah sana perg, jangan gangguin ue tidur!!" Adrian mengusir Kayla.


"Gak, elu harus bangun mama sama papa udah nungguin elu buat sarapan.." kata Kayla.


"Bodo amat.." balas Adrian yang kembali berbaring di atas ranjangnya.


"Eehhhh... Malah tidur lagi, benar - bener deh ni orang" gerutu Kayla.


"Woi bangun..." Kayla menarik tangan Adrian, hingga Adrian terduduk


"Ada apaan lagi sih..." kesal Adrian.


"Bangun, bangun..." Kayla menari tangan Adrian hingga turun dari ranjang kemudian ia mendorong tubuh Adrian masuk kedalam kamar mandi.


"Cepat mandi, dan turun ke bawah!!" perintah Kayla.


Adrian menatap Kayla geram, bisa - bisanya wanita itu memerintahnya seperti ini. Tapi bagaimana pun Adrian tidak melakukan penolakan.


"Awas elu, gue balas!!" ancam Adrian sebelum menutup pintu kamar mandi.


"Uuuhhh gue gak takut tuh..." balas Kayla.


Kayla menyiapkan baju yang akan digunakan oleh Adrian nantinya. Walau pun bagaimana ia tetap menjalankan kwajibannya seperti apa yang di pesan oleh ibunya kemaren.


Kemudian Kayla melangkah keluar dari kamar dan pergi ke ruang makan menghampiri Anita yang sedang mengambil sarapan untuk Bagas.


"Pagi Kay..." sapa Bagas


"Pagi pa," balas Kayla


"Adriannya mana Kay?" tanya Anita saat ia tidak melihat keberadaan putranya bersama Kayla.


"Masih mandi ma, dia baru bangun." jawab Kayla


"Anak itu belum juga berubah, udah nikah pun masih aja suka bangun telat."ujar Anita.


Bagas dan Kayla hanya diam mendengar ucapan Anita.


"Kay, Adrian tidak menyukai sayuran. Jadi cukup telur saja." cegah Anita saat ia melihat Kayla hendak menambahkan sayuran di atas nasi goreng Adrian.


"Hmmm.... Nasi gorengnya kok beda rasanya dari yang biasa.." kata Bagas mengunyah sarapannya.


"Ya bedalah mas, kan kokinya udah beda juga." saut Anita.


"Hmm... Beneran enak. Kamu ganti pelayan?" tanya Bagas


"Bukan, untuk apa aku ganti pelayan." balas Anita.


"Terus siapa yang masak?" tanya Bagas, menatap istrinya.


"Benarkah Kay, wah masakanmu sangat lezat nak." puji Bagas.


"Papa bisa aja, lagi pula ini Kay masaknya di bantu sama mbak Titin." ucap Kayla.


"Good morning.... Mama ku yang cantik dan papaku yang biasa aja.." sapa Adrian saat memasuki ruang makan.


Adrian berjalan ke tempat duduknya di samping kiri Bagas dan sisi kiri Kayla.


"Istrinya gak di sapa nih..." goda Anita.


"Kalau dia, yang pertama dong ma, " balas Adrian, mengedipkan matanya kepada Kayla.


Bagas dan Anita tersenyum melihat interaksi Adrian dan Kayla. Sementara Kayla sendiri hanya bisa menghela nafas melihat Adrian.


"Dia sangat cocok jadi aktor" gumam Kayla dalam hati.


Mereka pun sarapan dalam keheningan, hanya terdengar suara dentingan sendok yabg beradu.


Setelah menyelesaikan ritual sarapannya, mereka berkumoul di ruang keluarga sedangkan Kayla terlihat sedang membantu mbak Titin membereskan meja makan. Kayla sebenarnya sudah di larang oleh Anita namun Kayla tetap kekeh ingin membantu.


Sebenarnya ini hanya sebuah alasan bagi Kayla untuk menghindari duduk di tengah - tengah keluarga itu.


Ia merasa tidak pantas untuk menjadi bagian dari mereka, makanya Kayla selalu memilih menyibukkan dirinya.


"Benerkan, mama gak salah dalam memilih menantu." ucap Anita bangga


"Kamu benar, kita sangat beruntung punya menantu seperti Kayla. Dia tetap tidak berubah meskipun dia sudah menjadi menantu dari keluarga kita" tutur Bagas.


"Rian, kamu jangan sampai pernah menyia - nyiakan Kayla. Karna kamu akan sangat menyesal jika kehilangannya."nasehat Bagas.


"Menyesal apanya, malahan gue sangat beruntung bisa jauh dari cewek aneh itu." gumam Adrian dalam hati.


"Iya pa, kalian tenang saja. Aku akan menjaganya." jawab Adrian.


"Ma, panggil Kayla sana, suruh dia kesini. Ada sesuatu yang mau papa sampaikan" suruh Bagas.


"Bentar ya.." balas Anita beranjak berdiri dan berlalu pergi ke dapur menghampiri menantunya itu.


"Kay..." panggil Anita, ia melihat Kayla sedang berbincang dengan mbak Titin.


"Iya ma... " saut Kayla, ia menoleh ke sumber suara.


"Mbak aku pergi dulu ya, nanti kita lanjutin lagi." pamit Kayla, kemudian ia menghampiri mertuanya itu yang sedang berdiri di ambang pintu dapur.


"Kamu ngapain disini?" tanya Anita.


"Itu tadi lagi ngobrol sama mbak ma.." jawab Kayla


"Yaudah yuk, kedepan papa udah nanyain kamu." ajak Anita iya mulai mengiring Kayla berjalan menuju ruang keluarga.


"Papa nyari Kay?" tanya Kayla sembari mendudukkan tubuhnya di samping Adrian, Adrian sejenak melirik kearah Kayla.


"Iya Kay, kamu dari mana aja?" tanya Bagas.


"Itu tadi dia keasikan ngobrol sama Titin pa." saut Anita tersenyum.


"Maaf pa, ma." ucap Kayla menunduk.


"Kenapa minta maaf sayang, kita gak marah kok. Malahan kita tu senang, berarti kamu punya teman di rumah ini." tutur Anita lembut.


"Katanya papa mau mengatakan sesuatu,apa?" tanya Adrian, ia sudah merasa bosan.


"O iya hampir papa lupa."kata Bagas. Anita dan Adrian hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Rian, sekarangkan kamu udah nikah, maka jadilah suami yang bertanggung jawab dan selalu siaga buat istrimu ya, Lindungi dia dan jangan pernah sakiti dia." kata Bagas.


"Dan Kayla, sekarang kan kamu sudah menikah dengan anak papa, jadilah istri yang sholiha untuk suamimu ya, turuti apa perkataan suamimu selagi itu tidak bertentangan dengan agama dan jangan membantah ucapannya. Layani dia dengan baik ya Kay, Kalau ada masalah maka bicarakan lah dengan baik - baik jangan cepat ambil keputusan saat sedang emosi. Papa dan mama tau kalian itu masih sangan mudah apa lagi Kayla ya, pikiran kalian itu pasti amsih berubah - ubah. Kami juga tau kalau kalian belum bisa menerimah pernikahan ini, tapi papa sama mama yakin suatu saat kalian akan menerimanya dan saling mencintai satu sama lain." Bagas menasehati anak dan menantunya panjang lebar.


"Adrian dengerin kata - kata papa.." seru Anita saat melihat anaknya itu seperti tidak menghiraukan ucapan suaminya itu.


~•••~