
Beberapa hari kemudian.
Bagas, Anita dan Adrian sedang berada di ruangan Kayla. Anita tak henti - henti nya mengucapkan terima kasih kepada Kayla.
"Kay, terimah kasih telah jadi bagian dari keluarga kami. Mama bersyukur kamu yang jadi menantu mama dan istri yang baik untuk anak mama ini. Mama nggak nyangka kalau kamu bisa merubah kebiasaan buruk Adrian dan menjadikan nya sebagai orang yang lebih baik dan mama juga mau mengucapkan terima kasih karena kamu udah melindunginya dan mau bertahan nak. Cepat sembuh ya, mama kangen kita masak bareng."kata Anita dengan raut wajah sedih.
"Tidak apa - apa ma, lagi pula sudah sepatutnya kan seorang istri itu melindungin suami nya. "balas Kayla tersenyum kepada Anita.
"Kamu bilang apa? Kamu itu istri dan aku suami nya, seharus nya aku yang melindungimu. Lihat sekarang, karena kamu sok jago mau lindungin aku, kamu jadi terkapar di rumah sakit." gerutu Adrian.
" Adrian terlalu mencintaimu Kay, makanya di kaya gini. Di maklumin aja ya"ucap Bagas tersenyum geli. Adrian pun menundukkan kepala nya karena malu.
"Iya pa, lagian aku udah bisa sama dia ini."balas Kayla.
"O iya kak, apakah setelah ini aku boleh ketemu dengan Rafi di penjara? Aku ingin minta maaf pada nya, karena aku dia sampai khilaf seperti itu. Bagaimana pun dia tetap lah sahabat ku."tutur Kayla.
Semua terdiam dan saling pandang, Adrian memberi isyarat kepada kedua orang tua nya untuk keluar.
"Kay. Mama dan papa keluar dulu ya, kalian silahkan ngobrol berdua"kata Anita yang langsung keluar bersama Bagas.
Kayla merasa ada yang aneh dengan kedua mertua nya itu, Kayla beralih menatap Adrian.
"Ada apa ini kak?"tanya Kayla.
Adrian masih diam, dia berjalan mendekati Kayla lalu duduk di samping ranjang yang di tiduri Kayla. Raut wajah nya sangat bingung. Bagaimana dia menyampaikan berita kematian Rafi?
"Kay, sebenar nya setelah dia menembak mu. Dia...." Adrian tampak ragu.
"Dia kenapa kak?"tanya Kayla tak sabar. Bahkan dia sudah menangkap gelagat aneh dari suami nya itu.
"Dia menembakkan pistol itu ke kepalanya dan meinggal di tempat"
Kayla sangat kaget mendengar nya, rasa nya ini benar - benar mimpi. Dia masih sangat sulit untuk menerimanya. Karena semua ini tidak lah sesuai dengan kepribadian sosok Rafi yang ia kenal.
Seorang yang baik, ramah, tidak pesimis dan yang jelas Rafi yang ia kenal sangat lemah lembut. Rasa nya membunuh seekor nyamuk pun Rafi tak akan tega. Lalu ini apa, bagaimana bisa Rafi melakukan ini?
"Tidak... Tidak... Ini tidak benar! Kamu pasti bohong kan kak, ini tidak mungkin" Kayla pun menangis, Adrian memeluknya dan mengusap kepala nya.
"Kamu harus terima, dan ini bukan salah kamu. Tapi salah Rafi sendiri yang tidak bisa mengendalikan emosi nya.lkata Adrian pelan.
"Kamu harus sabar, dan ingat Rafi udah tenang di sana sekarang. Sekarang aku mohon kamu jangan pikirkan itu dulu ya, pikirkan tentang diri kamu. Tentang kesehatan kamu ya."kata Adrian berusaha menenangkan Kayla yang masih menangis.
Adrian mengerti kenapa Kayla sampai menangis seperti ini. Karena bagaimana pun dulu Rafi lah orang sering membantu dan menghiburnya. Dan Adrian juga memahami perasaan Kayla, karena Rafi juga adalah cinta pertama dari istri nya itu. jadi sangat wajar jika Kayla merasa kehilangan.
Setelah lama menangis Kayla kembali tenang. Dia mulai menerima kepergian Rafi yang terbilang tragis itu.
~
Sepakan kemudian
Adtian sedang menemani Kayla di ruangan nya. Sejak Kayla di rumah sakit. Adrian memang tidam pernah sekalipun meninggalkan rumah sakit. Semua keperluan nya di bawa dan di siapkan oleh Adam.
"Kak, kapan aku bisa pulang?"tanya Kayla.
"Mungkin besok." jawab Adrian sambil membelai rambut Kayla.
"Lama sekali, aku mau nya sekarang." ucap Kayla yang memang sudah merasa sangat bosan berada di rumah sakit.
Padahal dia sudah sembuh namun suami nya ini ingin kondisi nya benar - benar pulih baru lah diperboleh kan pulang kembali kerumah.
"Aku sudah pulih kak, bahkan sekarang aku sudah bisa berlari, kalau nggak kepercaya ayo kita buktikan di luar."ucap Kayla.
Adrian gelang - geleng kepala melihat istri nya. Dia berdiri dan berbalik menghadap Kayla yang sedang duduk. Dia membungkukkan tubuh nya agar sejajar dengan Kayla.
"Jika kamu sudah pulih, itu arti nya kita bisa bertarung di ranjang ini bukan?"kata Adrian tersenyum nakal dan membuat Kayla menjadi gugup.
"Tidak, tidak ini rumah sakit."tolak Kayla
"Siapa bilang ini di hotel?"Adrian mulai mendekatkan wajah nya. Kayla berusaha untuk menghindar namun Adrian terus mendekat.
"O ayolah, apakah tidak bisa menunggu sampai kita pulang saja?"tanya Kayla.ADrian terus menatp nya intens.
Tiba - tiba suara seseorang mengaget kan mereka. Dia adalah Geva yang tengah berdiri dengan raut wajah kesal.
Adrian membenarkan posisi nya begitu juga dengan Kayla.
"Kenapa harus aku yang melihat ini? Kalian sengaja ya. Kalian pasti udah tau ka kalau gue akan datang dan kalian ingin pamer kemesraan depan gu."kata Geva menggelengkan kepala nya.
"Maka nya buruan nikah, agar elu tau bagaimana rasa nya merindukan seseorang itu."cibir Adrian
"Diam lah, gue masih terlalu mudah untuk itu. Winda juga bilang gitu, pas gue ajakin nikah."kata Geva.
"Apa Winda? Berarti kalian udah pacaran?"Adrian terlihat sangat kaget mendengar perkataan Geva yang sebenar nya keceplosan itu.
Geva pun jadi salah tingkah karena kini Adrian dan Kayla tua kalau dia dan Winda sudah berpacaran.
"Sudah diam lah, kalian lanjutkan saja yang tadi, gue cabut dulu."kata Geva kesal. Geva keluar dari ruangan Kayla dengan mulut yang mengerutu dna merutuki keodohan dirinya sendiri, bisa - bisa nya ia mebeberkan rahasianya sendiri.
Adrian menoleh ke arah Kayla.
"Aku nggak nyangka kalau dia akan jadian sama musuh nya sendiri."kata Adrian.
"Musuh maksud nya?"tanya Kayla
"Iya, Winda itu adalah cewek yang paling nggak di sukai oleh Geva, katanya dia sangat membenci cewek itu. Bahkan dulu dia pernah bilang kalau dia rela jadi perjaka tua dari pada harus bersama Winda."kat Adrian.
"Yang benar?"Kayla nggak percaya.
"Berarti sekarang kak Geva menjilat ludah sendiri dong."kata Kayla terkekeh.
Adrian diam saja memperhatikan Kayla yang sedang tertawa.
"Apa kamu sengaja?"
Kayla melihat kearah Adrian. "maksud nya.?"
"Ia kamu sengaja membahas Geva agar aku melupakan yang tadi."kata Adrian. Kayla pun kembali jadi gugup.
"Yasudah ayo kita lanjutkan yang tadi, tadi kan Geva juga bilangnya gitu."kata Adrian
"Apa?Tidak. Aku tidak mau ada lagi yang memergoki kita."Kayla berusaha mendorong tubuh Adrian. Namun, Adrian terlalu cepat dan berhasil mencuri sebuha ciuman,
Adrian melepaskan ciuman nya saat Kayla mencubit lengan nya kuat. Kayla langsung berlari ke kamar mandi. "Hoeeeek Hoeeeekkk."
~•••~