My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 126



Saat pintu kamar di buka, begitu banyak sekali kelopak bunga mawar yang bertaburan di sana. Bahkan, bau bungan mawar itu begitu semerbak menari - nari di indera penciuman Kayla dan juga Adrian. Kayla menghirup dalam - dalam aroma dari bunga tersebut, lalu ia tersenyum di buatnya.


"Aku suka sekali"Kayla dengan begitu girang masuk ke dalam sana. Ia mendekati jendela dan sedikit membuka jendela itu. Hingga udara malam masuka kedalam sana, Kayla menghirup dalam - dalam udara itu, bahkan bau tumbuhan dna tanah basa begitu pekat di indra penciuman nya. Adrian berjalan mendekati Kayla dan berdiri tepat di sampingnya.


"Aku sangat suka, kak. Pasti kalau pagi, pemandangan nya sangat indah sekali."ujar Kayla


"Iya, memang sangat indah sekali."jawab Adrian sembari memperhatikan Kayla yang tak henti menghirup udara yang masuk dari luar jendela itu.


Tiba - tiba ia tersenyum saat melihat istri nya tersebut. Seakan ada kepuasan tersendiri di dalam matanya.


"Kalau pemandanga nya seperti ini, aku akan sangat betah, disini kak"kata Kayla menoleh dan melebarkan senyumnya di hadapan Adrian.


"Hem,, ayo kita makan."ajak Adrian , Kayla menygiyakan nya. Mereka berdua keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk makan malam bersama. Kayla dengan lahap menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh penjaga villa itu untuk mereka.


~


Seusai makan malam, mereka berdua kembali ke dalam kamar. Adrian duduk di sofa sembari menikmati kopi yang baru saja di antarkan oleh penjaga villa milik papanya.


Sementara, kayla ia terlihat baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat berseri karena ia habis mencuci wajahnya yang sempat kusam akibat perjalanan panjang tadi. Bahkan, ia sudah memakai mini nigth gown yang berjarak 5 cm di atas lutut nya, hingga membuat lekuk tubuhnya terlihat begitu menggoda.


Kayla mendekati cermin rias dan mengeringkan wajahnya yang masih setengah basa dengan menggunakan handuk kecil berwarna putih.


Adrian menyeruput kopi dan memperhatikan Kayla dari sudut sana. Kemudian, Kayla berjalan menghampiri nya. Kayla berdiri persis di depan sofa yang sedang di duduki oleh Adrian.


"Kak, apa ada sesuatu yang bisa untuk di baca atau apalah itu? aku sangat bosan."tanya Kayla sembari kedua mata nya memperhatikan ke sekitar kamar itu.


"Tidak ada , duduk lah kemari!"kata Adrian menarik tangan Kayla dan menyuruhnya duduk di sampingnya.


"Aku sungguh bosan dan mata ku belum mengantuk"ujar Kayla.


Adrian mengambil cangkir kopi dan sedikit meminumnya. Lalu, ia meletakkan kembali cangkir kopi itu ke tempat nya semula.


"Kamu merasa bosan?"tanya Adrian, Kayla menganggukkan kepala nya tanpa bersuara. Tiba - tiba tangan Adrian merengkuh pinggang Kayla. dan menggeser tubuhnya lebih dekat kepada istri nya itu. Ia memperhatikan wajah Kayla dengan begitu seksama.


"Adrian, tangan mu!"ucap Kayla pelan dan mencoba menepis tangan adrian dari pinggangnya. Namun, rasa nya sia - sia. adrian malah semakin mengeratkan nya.


"Kenapa memangnya dengan tangan ku?"tanya Adrian. Ia menggerakkan satu tangan nya untuk mengusap bibir Kayla hingga membuat Kayla kepanasan dan gelisah di buatnya.


"Ka - kak, a-aku ingin ke kamar mandi."kata Kayla hendak beranjak dari duduknya . Namun, Adrian kembali menarik tangan Kayla dan menahan tubuhnya.


"Untuk apa ke kamar mandi?untuk menghindar dari ku?"tanya Adrian. Kayla menggeleng kan kepala nya dan menelan saliva nya dengan susah payah , peluh it berjatuhan membasahi dahi nya.


"Aku hanya ingin kau memenuhi apa yang seharusnya aku butuhkan."ucap adrian


"A-apa?"tanya Kayla begitu gelgapan. Demi apa pun ia tidak pernah merasa sekacau seperti ini di depan adrian, bahkan dulu mereka saat mereka bermesraan pun Kayla masih bisa mengontrol dirinya.


"Kak.." Kayla kesulitan mencari cela untuk berbicar.


"Adrian." Kayla mencoba menjauhkan tubuhnya. Namun, Adrian tak menghiraukan Kayla. Ia masih sibuk menikmti bibir yang ia rasa begitu manis. Adrian mengiring tubuh Kayla ke tempat tidur dan menjatuhkan nya di sana. Ia menindih tubuh Kayla dan memperhatikan wajah cantuk istrinya tersebut.


"Kita sudah menikah bukan?" tanya Adrian.


"I - iy." jawab Kayla.


"Aku sudah berhak atas diri mu. Aku ingin, sekarang kita melakukan nya. Apa aku boleh melakukan nya?" tanya Adrian mengusap dahi Kayla yang berkeringat. lagi - lagi, perkataan Adrian seakan menghipnotisnya. Kayla menggigit bibirnya dengan begitu bingung, lalu, kepalanya Menggangguk pelan menandakan bahwa ia mengiyakan permintaan suaminya itu.


Bibir Adrian kembali ******* dengan lembut bibir Kayla. Kayla mencoba untuk membalas ciuman itu. Namun, rasa nya diri nya tidak pernah berciuman sebelumnya.


Kini, bibir Adrian mulai menggeluti leher jenjang Kayla dan membuat beberapa tanda di sana. Demi apa pun, Kayla begitu menikmatinya. Tangan nya mulai bergerilya menyusupi setiap jengkal tubuh Kayla dari balik gaun yang di kenakan oleh kayla itu.


Adrian melepas baju yang kala itu masih membalut tubuh nya. Hingga membuat Kayla melihat dengan begitu jelas bentuk tubuh kekar suami nya tersebut. Lalu, Adrian mencoba untuk melucuti baju milik Kayla, namun tiba - tiba Kayla menahan tangan Adrian hingga membuat dahi suami nyabitu mengerut kesal.


"A-aku..."


Adrian semakin mengernyitkan dahi nya, ia mengira Kayla tidak mau melakukan nya sehingga ia mengurungkan niat nya.


"Pergilah!"seru Adrian. Ia menjauh dari tubuh Kayla dan hendak memakai kembali baju yang sempat di lepasnya tadi.


"Kak, tunggu."Kayla menggelayuti lengan Adrian , namun Adrian menepisnya.


"Keluar dari kamar ini dan tidurlah di kamar lain!"bentak Adrian


"Kenapa kakak jadi marah sampai seperti ini? Aku bukan nya belum siap, tapi karena aku hanya malu saja."kata Kayla, ia terus mencoba untuk memegang tangan Adrian. Namun, Adrian hanya diam tak bergeming,dia masih merasa kesal dengan Kayla.


"Sayang, bicaralah. Ayo kita lakukan, tolong jangan marah."mohon Kayla.


"Kak, kakak tolong jangan marah "rengek Kayla. Ia menatap sendu kedua mta Adrian. Hingga membuat Adrian tak tega melihatnya.


"Aku sudah kehilangan selera, kita lakukan lain kali saja, aku ingim beristirahat. " Adrian merebahkan tubuhnya dan tidur membelakangi Kayla.


"Kak Adrian?" Panggil Kayla. Namun, Adrian tak menghiraukan nya dan mencoba memejamkan matanya. Entah kenapa Kayla begitu bersedih saat melihat Adrian begitu marah dengan nya.


"Kak? Aku mohon jangan marah"Kayla memeluk Adrian dari belakang.


Adrian membuka kedua matanya dan memperhatikan tangan Kayla yang sesang melingkar di dada nya. Ia juga merasakan ada sesuatu yang basah di bahu kekarnya itu. Adrian langsunh melepaskan tangan Kayla dan menghadapkan kearahnya.


"Kenapa menangis? Begitu saja menangis."Adrian mengusap air mata Kayla.


~•••~