
"Berdasar kan itu, gue membuat surat perjanjian ini. Supaya kita sama - sama bisa terikat tapi bebas, atau nama lainnya ini adalah solusi dari hungan kita." sambungnya.
"Iya gue paham, sekarang mana suratnya?" tanya Kayla.
"Sabar dulu kenapa sih" balas Adrian
"Hufft...." Kayla menghela nafasnya.
"Ini ada beberapa persyaratan yang harus elu setujui bacalah kemudian tanda tangani itu jika elu ingin menambahkan poinnya elu bisa menulisnya langsung" Adrian menyerahkan selembar kertas kepada Kayla.
Kayla pun meraih kertas yang diserahkan Adrian kepadanya. Dia membaca isi surat itu dengan teliti.
Isi persyaratan :
Dilrang ikut campur dnegan urusan pribadi masing - masing pihak.
Pihak kedua (Kayla) harus menuruti semua perintah pihak pertama ( Adrian).
3.Perjanjian berlaku, hingga pihak pertama yang menetukannya dan setelah perjanjian ini berakhir pihak kedua harus menghilang dari kehidupan pihak pertama.
Jika pihak kedua melanggar maka akan di kenakan denda sebesar 250 juta.
"Apa - apaan ini?" protes Kayla.
"Ini bukan perjanjian tapi pemerasan, yang benar aja dong lo." ujarnya tak terima
"Terus elu maunya gimana?.. " tanya Adrian.
"Tunggu bentar!.." ucap Kayla.
Kayla beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri tas sekolahnya, disana ia mengambil dua lembar kertas hvs dan dua buah pena.
Kemudian ia kembali duduk di tempatnya semula.
"Tulislah apa aja kewajiban dan larangan yang harus gue lakukan. Gue janji akan mengikutinya tapi ingat semua itu dalam hal yang wajar tidak seperti yang tadi.." ujar Kayla
"Cerewet..."
"Dan gue juga akan melakukan hal yang sama dan elu gak boleh melanggarnya atau pun mengingkarinya. Kita harus sama - sama taat dengan kesepakatan yang kita buat ini, bagaimana?" tanya Kayla menatap Adrian
Kayla mengernyitkan dahi agak was - was, takut Adrian akan menyemburnya setelah ini.
Walau bagaimana pun ia sama sekali belum terlalu mengenal sosok Adrian, ia tidak mau terjebak dalam pernikahan yang tidak jelas akan bagaimana nasib kedepannya.
Harus ada kesepakatan sebelum semuanya terlanjur dan Kayla tidak ingin menjadi korban dari ini semua.
"Oke, silahkan!" Adrian tampak tenang menghadapi Kayla, dia menatap Kayla sejenak kemudian berkata.
"Tulislah seberapa banyak perintah, permintaan dan larangan elu untuk gue, sebanyak yang elu mau. Gue juga akan menulis hal yang sama, ok" Kayla menyerahkan selembar kertas hvs dan pena kepada Adrian.
Adrian menerima kertas yang di ulurkan oleh Kayla kepadanya.
Kemudian Kayla beranjak berdiri berjalan mendekati meja belajarnya. Ia mulai menulis apa - apa saja yang tidak boleh dan harus dilakukan Adrian hingga menghabiskan selembar penuh dari kertas itu. Sesekali Kayla berhenti menulis untuk berfikir.
Ia harus memastikan tidak ada satu pin larangan yang terlewatkan. Bagaimana pun Kayla cemas, jika suatu hari suaminya akan memukulnya atau melakukan tindakan lain yang tidak menyenangkan. KDRT di dalam rumah tangga sering kali menghiasi layar kaca, dan Kayla tidak ingin itu terjadi pada kehidupannya.
Ada banyak larangan yang Kayla tulis, misalnya suami di larang memukul istri, suami di larang menghardik istri, tidak boleh ada skinship, suami harus jaga jarak dari istri, suami harus berkata lembut kepada istri dan masih banyak lagi.
Mungkin Adrian akan membutuhkan waktu yang lama untuk membaca dan mempelajarinya. Jari - jari Kayla bahkan sampai keram menulis serentetan kalimat yang memenuhi selembaran kertas HVS.
Sedangkan Adrian ia tidak menulis, pria itu menunggu Kayla selesai menulis. Terlalu lama menunggu, ia pun fokus ke ponselnya dan menggeser - geser layarnya dengan jempol.
"Selesai." Kayla menandatangani kesepakatan yang telah ia tulis di atas materai yang telah disiapkannya juga.
Kemudian Kayla kembali berjalan menghampiri Adrian, ia duduk di tempat duduknya semula.
"Bacalah biar elu paham dan mengerti!!" Kayla menyerahkan kertasnya kepada Adrian .
Kayla mendengus merasa aneh dengan sikap Adrian. Lelaki itu tiba - tiba berubah jadi dingin seperti es batu, dia juga mendadak menjadi sangat cuek dan juga tidak banyak bertanya. Tidak seperti biasanya.
Tapi Kayla senang karena Adrian tidak membaca isi perjanjiannya. Artinya Adrian akan mengikuti semua permainannya tanpa protes.
"Syukur lah dia gak baca, jadi gue gak capek - capek buat jelasinnya." pikir Kayla.
Ia meliha Adrian yang masih.fokus dengan ponselnya, Kayla melihat kearah bawah dan meraih kertas milik Adrian.
"Lah ini kok kosong?" tanya Kayla.
Namun, Adrian tidak mengubris Kayla, ia masih fokus kepada ponselnya.
Karena kesel, dia merasa di abaikan oleh Adrian, Kayla pun merebut ponsel Adrian.
"Eh, eh... Kembalikan!!" pinta Adrian
"Gak mau, selesaikan ini dulu, setelahnya baru gue kembalikan."ancam Kayla.
"Apa lagi sih, kan udah gue tanda tangani. Apa lagi coba." seru Adrian
"Ya setidaknya elu nulis beberapa kata kek di kertasnya, ini gak. Ini lihat, kertasnya masih bersih." ujar Kayla.
"Makanya, elu kalau apa - apa itu di lihat dulu, baru protes. Nah lihat gue udah nambahin poin dibkertas elu." ujar Adrian mengangkat kertas Kayla tadi.
Kayla merebut kertas itu dan melihat, poin yang di tambahkan oleh Adrian. ISTRI TIDAK BOLEH MINTA CERAI KE SUAMI!!!
Kayla sangat kaget saat membaca poin yang di tulis dengan huruf kapita semua itu.
"Udah kan, sekarang kembalikan ponsel gue!" pinta Adrian.
Dengan pasrah Kayla menyerahkan ponsel Adrian kembali.
" Ini tidak bisa di ganti apa?" tanya Kayla.
"No protes!" ucap Adrian
"Udah kalau gitu gue pergi dulu." pamit Adrian.
Kayla tidak memperdulikannya, ia masih menatap poin yang di tulis Adrian.
"Ini sama aja dong dengan yang tadi... Akhhhhhh" Kayla berteriak gusar.
Sementara Adrian yang masih berdiri di depan pintu kamar Kayla tersenyum puas saat mendengar teriakan Kayla.
"Dasar Bocah..." gumamnya.
Kemudian dia berlalu pergi kembali ke kamarnya, setibanya di kamar Adrian membaringkan tubuhnya atas ranjangnya.
Drrrrrtttt....
Melihat ada satu panggilan masuk di ponselnya dan saat ia melihat nama kontak yang menghubunginya, Adrian sangat kaget dan dengan cepat ia menerima panggilan itu.
"*Hallo honey" sapa sang penelpon.
^^^"Kamu dari mana aja sih, kok tiba - tiba ngilang kemaren?" tanya Adrian dengan sedikit nada kesal^^^
"Sorry sayang, kemaren aku ada kerjaan dadakan dan gak sempat kasih tau kamu" jawab Loly.
^^^"Lalu ponselnya kenapa gak Aktif?" tanyanya lagi^^^
"Karena lokasi nya jauh dari kota, jadi susah jaringan." jawab Loly lagi*.
Adrian pun terdiam mencerna alasan yang di berikan oleh kekasihnya itu.
"*Apa kamu marah kepadaku?" tanya Loly.
^^^"Tidak aku tidak marah."jawab Adrian^^^
"Kamu dimana? Aku kangen" tanya Loly dengan nada manjanya.
"Tunggu aku akan ketempatmu..." seru Adrian*.
Kemudian Adrian mematikan sambungan telponnya secara sepihak.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜