
Pagi hari nya, Adrian telah siap dengan stelan pakaian kantornya, ya ia memilih untuk pergi bekerja dari pada ke kampus untuk saat ini, setidak nya perhatian nya sedikit teralihkan dari Kayla, sampai saat ini dia belum juga mendapat kan kabar tentang istri nya itu.
"Aden yakin, ke kantor saat ini?" tanya mbak Titin.
"Iya mbak, dari pada di rumah aku jadi ke pikiran sama Kayla terus"balas Adrian.
"Baiklah kalau, gitu Aden harus makan banyak - banyak biar Aden nggak lemes dan ada tenaga saat kerja nanti"Mbak Titin menyodorkan sepiring nasi goreng kepada Adrian.
Mau tak mau Adrian pun memaksa kan diri nya untuk makan sarapan nya, karena benar kata mbak Titin, kalau dia nggak makan maka bagaimana di bisa mencari Kayla.
"Kamu dimana sih yang, Aku kangen.." gumam Adrian pelan.
~
Di kantor...
Terdengar suara ketukan pintu, yang mengalihkan tatapan Adrian seketika. Pintu terbuka, dan menampilkan Adam sang sekretaris nya yang memasuki ruang kerjanya.
"Ada apa Adam? "tanya Adrian, dengan menatap intens sekretaris nya itu.
Adam berjalan menghampiri meja kerja boss nya itu.
"Katakan pada ku, sepertinya ada sesuatu hal yang penting yang ingin kau sampaikan, apa itu, katakan lah?!" Bertanya lagi, saat Adam tak kunjung mejawab dan hanya diam menatap boss nya itu.
"Maaf tuan, saya baru mendapat telepone dari Ravi temen sekolah nya nona Kayla, kalau dia ingin bertemu dengan anda dan hendak menjalin kerja sama dengan perusahaan kita." kata Adam dengan nada yang terdengar berat.
Adrian menyandarkan pundak nya pada sandaran kursi kebesaran nya, dengan senyuman sinis di wajahnya. Dan dalam dirinya sedikit terkejut saat mendengar keberanian Ravi yang ingin bertemu dengan nya.
"Apa kamu yakin, anak ingusan itu yakin untuk bertemu dan bekerja sama dengan ku?" Tanya Adrian untuk memastikan apa yang di dengar nya tidak lah salah.
"Iya tuan, dia sendiri yang menghubungi saya."kata Adam
Adrian menghembuskan napas dalam, yang terasa sesak di dadanya, saat mendengar keberanian Ravi yang ingin bertemu dengannya.
Memorinya memutar kembali bagaimana kedekatanKayla dan juga Ravi saat di kemah kemaren, membuat rasa cemburu timbul seketika dalam diri nya.
"Baiklah, kamu hubungin dia kembali, dan bilang kalau kita bisa bertemu dengan nya pukul sepuluh nanti" kata Adrian
"Baik, tuan, nanti. Saya sampaikan" Jawab Adam , dengan melangkahkan kaki nya meninggalkan ruangan kerja boss nya itu.
Adrian berdiri dati duduk nya dan berjalan ke pinggir jendela besar di ruangannya.
"Aku sangat yakin, ini hanya alasan nya saja agar bisa bertemu dengan ku. Dan aku penasaran, dengan itu" kata Adrian dengan seringai di sudut bibirnya.
~
Restoran XXXX
Saling menatap dan terlihat santai, walau pun dalam diri mereka, punya rasa saling tidak suka pada diri masing - masing.
Ravi hanya tersenyum, dan dia tahu Adrian merupakan suami dari wanita yang dia suka dan dia pun tahu pria tampan itu tengah menahan rasa kesal pada diri nya.
"Bagaimana kak, Adrian? Kapan kita akan memulai kerja sama ini?" tanya Ravi dengan senyuman menatap Adrian yang menatap nya dengan tatapan tidak suka.
"Aku tidak yakin kalau anak ingusan sepertimu, bisa menangani proyek sebesar ini. Karena aku mau melakukan kerja sama yang dapat menguntungkan perusahaan ku, bukannya merugikan." Kata Adrian sedikit meremehkan Ravi.
Tawa kecil membingkai di wajah pria blasteran Korea itu, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Adrian kepadanya.
"Aku memang baru di dunia bisnis, tuan Adrian tapi aku yakin mampu menangani proyek besar itu begitulah dengan cinta walaupun aku tahu dia bersuami, tapi aku tulus mencintainya. Dan jika anda memberikan dia padaku, aku akan menjaganya dengan baik dan tentu tidak akan membuatnya patah hati aku menyakiti perasaannya. "balas Ravi
Emosi Adrian seketika membuncah saat mendengar keberanian Ravi yang mengatakan hal itu padanya. Dengan kasar ia meraih kerah baju pria tampan itu dan menatapnya dengan tatapan kebencian.
"Jangan pernah bermain-main denganku, bocah? Dan sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan siapapun memilikinya" tegas Adrian
Tawa kecil membingkai di wajahnya, saat mendengar apa yang dikatakan Adrian padanya, dan dalam diri Ravi tidak ada rasa takut sedikit pun pada pria itu.
"Kalau memang benar anda mencintainya, tidak mungkin anda akan selalu membuatnya menangis dan membiarkan wanita lain hadir dalam kehidupan kalian Adrian? Dan aku tahu, saat Kayla hilang di hutan bukankah anda sebagai suaminya tidak mampu menjaganya dengan baik . Bahkan sampai sekarang pun ada tidak mampu menemukannya."kata Ravi menyindir Radit
Raut wajah Adrian semakin terlihat memerah, dan dia sangat kaget saat mendengar apa yang dikatakan Ravi padanya. Dan dia tidak menyangkah, pria itu tau banyak tentang kehidupan pribadi nya.
"Aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu. Ayo Adam, kita pergi dari sini" ucapnya dengan melangkah keluar, tapi langkah kaki itu terhenti saat Ravi kembali berbicara.
"Lepaskan dia, karena aku yakin, aku bisa membuatnya lebih bahagia. Sebab Aku sangat mencintai istri anda. "Kata Ravi menantang.
Kemarahan Adrian semakin terlihat jelas di wajah tampannya itu, saat mendengar apa yang dikatakan padanya.
"Dan itu tidak akan, pernah terjadi! !! " balas Adrian dengan tegas, dengan berlalu dari ruangan itu.
~
Matanya masih saja Setia terpejam, di beberapa hari yang terlewati. Dan belum ada tanda-tanda, Kayla akan bangun dari tidurnya.
Irwan yang tengah menjaganya, hanya bisa menatap iba pada Kayla yang masih saja Setia memejamkan kedua matanya.
"Sebenarnya siapa dirimu nona? Seandainya aku tahu siapa Anda , aku pasti akan menghubungi keluargamu. " kata Irwan pelan sambil terus menatap Kayla.
~
Mike yang merupakan sepupu Adrian, terlihat melangkahkan kakinya bersama sahabat baiknya Rani, yang merupakan seorang dokter yang menangani Kayla.
" Apakah pasien yang kau tangan itu belum juga sadar dari komanya, Ran?" tanya Mike, saat mereka melewati lorong menghampiri ruangan Keyla.
"Belum, dia belum sadarkan diri sampai sekarang juga Mike. Maka dari itu, Aku meminta kamu yang menanganinya"seru Rani menoleh ke arah Mike
Pintu ruangan, di mana Kayla dirawat terbuka. hingga mengalihkan tatapan Irwan yang sedang menjaga Kayla.
" Permisi tuan Irwan, ini kenalkan dokter Mike , dia adalah sahabat saya. Dan dia yang akan memeriksa pasien ini" Kata Rani menjelaskan kepada Irwan.
"Oh tentu dokter silakan" dengan bangun dari duduknya, memberi ruang bagi dokter Mike untuk memeriksa Kayla.
Mike menghampiri tubuh yang terbaring lemah di atas kasur Rumah Sakit tersebut dan dia begitu terkejut saat melihat yang terbaring di atas ranjang itu adalah Kayla .
"Kayla...?" gumam Mike
~•••~