My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 120



Ke esokan pagi nya.


Kayla berangkat ke sekolah dengan semangat, ini adalah harinya sekolah dari sekian lama dia cuti dan tinggal beberapa hari lagi dia pun akan menjadi alumni di sekolah ini.


"Gimana kalau aku ikut masuk juga?" tanya Adrian, Kayla menoleh dengan ceoat kearah Adrian.


"Bukan kah kita sydah membicarakan nya semalam? Please jangan mulai lagi..." ujar Kayla dengan ekspresi memelas kepada suami nya itu.


"Tapi, nggak tau kenapa aku jadi nggak tenang memikirkannya."Adrian memegang tangan Kayla


"Hm.. Mending kakak gak usah mikirin yang itu deh, dari pada kakak mikirin masalah ini lebih baik kakak pikirin kita mau honeymoon kemana. Bukankah setelah ini kita akan pergi honeymoon?" seru Kayla membalas pegangan tangan Adrian sambil tersenyum. Dia hanya nggak ingin suaminya itu terlalu memikirkan dirinya.


"Honeymoon?"Adrian membeo


"Iya, apa kita batalin aja recana honeymoonnya?Bagi aku sih nggak masalah." seru Kayla


"Nggak, nggak. Enak aja main batal - batalin kamu tau nggak aku udah nunggu lama dan udahan nahan dari lama untuk 'itu' . Enak aja main batal" balas Adrian


" Menahan ' itu' maksudnya apa?"tanya Kayla mengerutkan dahi nya.


Adrian menepuk jidatnya, di lupa kalau istrinya ini masih polos.


"Lupakan, sekarang kamu masuk lah itu Sandra juga sudah datang." kata Adrian menujuk Sandra yang baru saja memasuki pekarangan sekolah.


"Iya, bye."pamit Kayla hendak turun, namun tangan nya di tahan Adrian. Seketika Kayla menoleh kearah suaminya itu.


"Ada ap..."


Cup


"Kamu melupakan nya lagi." ucap Adrian mencium Kayla dengan cepat.


"Dasar" Kayla pun keluar dari mobil, sebelum masuk kedalam sekolah Kayla melambaikan tangannya kearah Adrian terlebih dahulu sambil tersenyum.


"Cieee... Yang dianterin, selamat pagi non Kayla.." sapa pak Toyo security sekolah sambil tersenyum.


"Pagi pak... Bapak apa kabar?" tanya Kayla


"Baik non... Bapak udah lama nggak lihat non Kayla, jadi kangen, hehe.." kata pak Toyo


"Rindu sama Kay atau sama sarapan nya?" tanya Kayla sambil tersenyum dan menyipitkan matanya


"Haha... Itu juga lah Non." jawab pak Toyo malu,


"Haha... Yaudah nih, udah Kay siapkan sarapan buat bapak.." Kayla meyerahkan sekotak makanan yang sengaja di siapkan nya tadi setelah sarapan. Mungkin karena sudah terbiasa dulu dia selalu membawakan pria paru baya itu makanan setiap pagi.


"Yaudah, Kay ke kelas dulu ya.." pamit Kayla


"Iya, makasih lo non.." kata pak Toyo tersenyum


Kayla melangkahkan kakinya menuju kelasnya, sepajang perjalan menuju kelas semua siswa melihat kearah Kayla dengan ekspresi kaget.


Mereka kaget melihat Kayla kembali ke sekolah dengan kondisi sehat wal afiat, berdasarkan info terakhir yang mereka dengar mengenai Kayla yaitu kalau gadis itu telah meninggal di makan binata buas di hutan.


Kayla sampai di kelas dan tersenyum saat melihat Sandra yang sedang duduk di bangkunya sambil tersenyum menatap kearahnya.


"Lama banget sih lo dateng nya, udah gue tunggu dari tadi juga." gerutu Sandra. Kayla berjalan menghampiri Sandra.


"Iya, tadi gue mampir dulu ke tempat pak Toyo, uda lama kan nggak jumpa sama dia, jadi temu rindu gitu" balas Kayla tersenyum.


"Gimana?" tanya Kayla


"Sesuai rencana, "jawab Sandra tersenyum


"Elu lihat dia memakan umpan kita, " ucap Sandra.


"Oke, janjian jam berapa?"tanya Kayla lagi


"Hmm... jam 9 " jawab Sandra, Kayla pun mengangguk.


~


Tatapan matanya terlempar jauh ke depan, menatap keindahan alam sekitarnya yang menyejukkan mata di pagi hari.


" Lu jangan senang dulu Kayla?!" suara seseorang yang mengejutkan wanita berambut hitam itu.


seketika Kayla membalikkan badannya dan sedikit kaget saat mendapati cinta datang tidak hanya sendiri, Sinta bersama temannya Wella.


"Kalian...!"


" Gue kira lu sudah mati, tapi ternyata Tuhan masih membiarkan lu kesempatan untuk bernapas sampai hari ini." kata Sinta tersenyum sinis menatap tidak suka kepada Kayla.


"Kenapa, elu tega ngelakuin ini semua ke gue? Apa salah gue sama elu?"tanya Kayla penasaran dengan motif di balik kejahatan Sinta selama ini kepadanya.


"Hahaha...." Sinta tertawa


"Kesalahan? Elu nanya, apa kesalahan elu sama gue. Haha.. Kesalahan elu masuk ke sini, dan ngerusak hubungan gue sama Ravi." kata Sinta


Deg! Kayla sangat kaget saat mendengar ucapan Sinta.


"Gue ngerusak hubungan elu sama Ravi? Hubungan yang mana yang elu maksud? Setau gue elu sama Ravi nggak ada punya hubungan kecuali sebatas rekan kerja osis." kata Kayla yang sengaja memancing emosi Sinta.


"Haha... Berani elu ngelawan gue. Kalau nggak ada elu, mungkin gue dan Rvi udah jadian sejak lama."balas Sinta


"Benarkah? Tapi gue rasa, ada nggak adanya gue kalian juga, nggak bakal jadian. Tau kenapa?"tanya Kayla


"Alahhh... Jangan sok tau, elu tau apa emang nya?"Balas Sinta sinis.


"Karena gue tau, kalau Ravi itu suka sama cewek yang tulus bukan bermuka dua kayak elu." kata Kayla masih memanjancing emosi Sinta.


"Elu lihat Wella, itu makanya gue pengen banget ngabisin dia dan untuk kali ini elu jangan tahan gue..." Kata Sinta yang tiba - tiba mengeluarkan pisau dari saku tasnya.


"Sin, elu jangan gila."bisik Wella berusaha mencegah sahabatnya itu.


"Gue nyesel kenapa nggak dari dulu aja gue habisin Elo. Dasar cewek miskin nggak tau diri... MATILAH KAUUUU..." teriak Sinta.


Seketika Ravi dan Adit kekuar dari tempat persembunyiannya dan menahan Sinta yang hampir menikam Kayla dengan pisaunya.


"Kalian?.."tanya Sinta kaget saat melihat Ravi dan Adit berada di sana.


"The end.." kata Adit tersenyum


Ravi menatap Sinta sinis, dia merasa sangat jijik melihat wanita yang selama ini dianggapnya sangat baik itu.


"Beraninya kalian ngejebak gue, lepas. Lepasin gue." kata Sinta meronta - ronta Minta di lepaskan.


"Gue nggak nyangka, kalau bentuk asli elu itu kaya gini. Mungkin benar kata Kayla. Meskipun nggak ada dia, kita nggak akan mungkin bisa jadian. Nggak akan pernah malah, karena gue benar - benar nggak suka sama cewek bermuka dua kaya elu."seru Ravi menatap Sinta tajam.


"Kayla elu nggak apa - apa kan?" tanya Sandra menghampiri Kayla, setelah ia mengikat Wella disudut pohon.


"Nggak, gue baik - baik saja kok." jawab Kayla tersenyum.


"Tadi guenudah telpon polisi, mungkin sebentar lagi mereka sampai ke sini." ucap Sandra


Kayla beralan menghampiri Sinta, dia menatap gadis itu dengan tajam.


"Asal elo tau ya, gue itu udah punya suami dan nggak mungkin gue pacaran atau punya hubungan dengan Ravi atau siapa pun kecuali suami gue." ucap Kayla memberitahu kan kepada Sinta kalau dia sudah menikah.


Sinta sangat kaget mendengarnya, dia menatap Kayla dengan tatapan tak percaya.


"Nyesel elo kan, karena cemburu sampai rela berbuat sejauh ini dan akhirnya elo sendiri yang rugi."tambah Sandra berdiri di samping Kayla


"Selamat membusuk di penjara Sinta sayang.." kata Adit mengelus pipi Sinta sambil tersenyum sinis.


~•••~


Hai, wahh hari ini yeoja sengaja kasih kalian double up... Nggak juga sih kalian bakal senang apa kagak😁