My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 56



Tiiiiiiinnnn...


Kayla menoleh ke sumber suara, dan ia sangat kaget saat mengetahui siapa yang telah membunyikan Klakson mobil itu.


"Elu..." kata Kayla tak percaya.


Orang itu pun keluar dari mobilnya, dan berjalan menghampiri Kayla.


"Elu?" kata Kayla lagi, ia mengernyitkan dahinya bingung.


"Elu ngapain disini?" tanya orang itu.


"Bukan urusan elu.." jawab Kayla


"Aduuuhhh... Kenapa bisa ada dia sih" pikir Kayla


Ravi melihat ke sekeliling, halte itu lalu berkata." busnya udah lewat" ujarnya


"Jangan sok tau.." balas Kayla


"Gak percaya, coba deh lihat ke belakang." seru Ravi menunjuk ke belakang Kayla


Kayla pun berbalik dan melihat di belakangnya, di sana terdapat sebuah kertas daftar jadwal bus berhenti di halte itu.


"Aish..." desis Kayla. Kemudian tanpa mengucapkan sepata kata pun Kayla pergi begitu saja.


"Heyy... Mau kemana?" tanya Ravi mengejar Kayla.


"Kepasar..." jawab Kayla asal.


Ravi tersenyum saat mendengar jawab Kayla." Yuk bareng gue aja!" tawar Ravi


"Gak perlu" tolak Kayla


"Jangan bilang kalau elu mau jalan kaki ke sekolah?" tebak Ravi, ia meraih tangan Kayla dan seketika langkah Kayla pun terhenti.


"Buka urusan elu!!" balas Kayla ketus, dengan sekali sentakan pegangan tangan Ravi pun terlepas, lalu Kayla melanjutkan langkahnya.


"Dasar keras kepala..." pikir Ravi.


"Elu yakin gak mau bareng gue?" teriak Ravi, namun diabaikan begitu saja oleh Kayla.


Ravi kembali ke mobilnya dan melaju pergi meninggalkan Kayla begitu saja.


"Eh malah ninggalin gitu aja, paksa dikit lagi kek. Huft... Nasib - nasib, semoga aja gue gak telat." gumam Kayla


Kayla terus berjalan hingga dia keluar dari lingkungan perumahan elit itu.


Tak jauh dari tempatnya berdiri Kayla melihat ada bengkolan ojek.


"Pas banget ada Ojek." serunya dengan semangat Kayla berlari mendekati bengkolan ojek itu.


"Ojek bang..." seru Kayla.


"Iya neng mau kemana?" tanya tukang ojek itu.


"Ke SMA IDOL bang" jawab Kayla.


"Ok, yuk neng." kang ojek itu menyerah sebuah helm kepada Kayla.


Kayla pun menaiki sepeda motor itu dan mulai pergi ke sekolah.


Sementara Ravi, ia terlihat baru saja sampai di sekolah. Setelah selesai memakirkan mobilnya, Ravi pun keluar dari mobil dengan buru - buru, ia berjalan ke pos security.


"Selamat pagi den Ravi.." sapa pak Toyo


"Pagi pak..." balas Ravi


"Aden lagi nungguin siapa?" tanya pak Toyo yang melihat Ravi sedang melihat kearah luar gerbang.


Pak Toyo sedikit heran melihat tingkah Ravi pagi ini, karena tidak biasanya Ravi bediri di dekat gerbang, biasanya selalu anggota osis yang lain yang bertugas menertibkan murid yang telat.


"Iya pak saya lagi nunggu seseorang." balas Ravi sambil melihat kearah luar gerbang


"Hmm... Pak bentar lagi silahkan di tutup gerbangnya ya, dan tahan murid yang terlambat tanpa terkecuali" titah Ravi.


"Baik den..." jawab Pak Toyo


"Kalau gitu saya ke kelas bentar antar tas, tapi nanti saya balik lagi kesini." kata Ravi


Pak Toyo pun mengangguk paham, Ravi pun berlalu meninggalkan pak Toyo.


"Aneh banget, biasanya dia gak seperti itu" ucap Pak Toyo heran


Pak Toyo melirik jam tangannya, disana menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh. Pak Toyo pun menutup pintu gerbang sekolah, sesuai dengan arahan Ravi tadi.


~


"Bang bisa lebih cepat gak?" tanya Kayla


"Iya neng, ini juga udah cepat " jawab Kang ojek.


"Aduh gue udah telat banget ini..." ucap Kayla gusar.


"Bang cepatan dikit dong udah telat banget ini." seru Kayla


"Mana bisa naik jet bang, gak ada tempat pakirnya." jawab Kayla.


"Kenapa harus dipakir neng..."seru kang ojek


"Lah terus gimana saya turunnya?..." tanya Kayla.


"Neng loncat aja dari atas... Haha.." jawab kang ojek sambil tertawa.


"Ah ada - ada aja nih abang, udah cepat saya udah terlambat ini" seru Kayla yang sedang gak mood untuk becanda.


Tak lama Kayla pun sampai di depan gerbang sekolah nya.


"Nah helm nya bang." Kayla menyerahkan helm yang di pakainya.


"Berapa bang?" tanya Kayla mengeluarkan dompetnya.


"Lima puluh ribu neng." ucap kang ojek


"Lah mahal amat bang, perasaan jaraknya gak jauh - jauh amat."protes Kayla.


"Sebenarnya, harga biasa dua puluh lima neng.Tapi tadi kan kamu nyuruh saya ngebut, jadi tarifnya jafi dua kali lipat." ujar kang ojek.


"Yang benar aja dong bang, ini namanya pemerasan" kata Kayla.


"Udah cepat bayar neng, saya mau cepat, lagian uang sebanyak itu gak akan ngurangin kekayaan eneng ." seru kang ojek.


"Amin, tapi saya bukan orang kaya pak. kasih diskon ya" tawar Kayla.


Ravi yang sedari tadi memperhatikan Kayla dari dalam gerbang, dia meihat Kayla sedang ada sesuatu dengan tukang ojek itu dan dia tidak tahan untuk tidak menghampiri gadis itu.


"Kenapa Kay?" tanya Ravi dari belakang.


Kayla menolehkan kepalanya ke sumber suara.


"Ada apa ini?" tanya Ravi lagi, saat ia sudah berdiri di samping Kayla


"Ini, tadi neng...."


"Nah, makasih.." potong Kayla, dia menyerahkan uang warna biru kepada tukang ojej itu.


Setelah membayara, Kayla pun berlalu masuk kedalam gerbang sekolah, Ravi menatap kepergian Kayla.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Ravi kepada tukang ojek itu.


"Tadi neng itu gak mau membayar ongkos." jawab kang ojek


"Alasannya?..." tanya Ravi mengernyit


"Katanya, ongkosnya terlalu mahal."


"Emang berapa ongkosnya?" tanya Ravi.


"Lima puluh ribu saja kok" jawab kang Ojek


"Yang benar saja, jarak nya kan gak jauh." seru Ravi.


"Tapi neng itu minta kecepatan penuh..." ujar kang ojek.


Ravi menggelengkan kepalanya, kemudian ia meninggalkan kang ojek itu begitu saja. Ia berlari masuk kedalam sekolah untuk mencari Kayla.


"Aish... Di jalannya cepat banget," ucapnya.


"Dia kira bisa lari dari Ravi Mahendra" gumam Ravi tersenyum.


Sementara Kayla ia sampai di kelasnya dengan nafas yang ngos - ngosan.


"Kay elu kenapa?" tanya Sandra yang melihat sahabatnya itu seperti habis di kejar - kejar seseorang.


"Elu punya minum?" tanya Kayla


"Ada nih.." Sandra menyerahkan botol minum miliknya kepada Kayla.


kayla meraih botol itu, dan meminum isinya hingga tak bersisa, Sandra menggelengkan kepalanya.


"Buset langsung habis, haus bener neng." seru Sandra


"Iya haus banget." Jawab Kayla ,menutup kembali botol minum milik sandra.


"Emang elu kenapa sih?" tanya Sandra lagi.


"Gue di kejar Ravi.." jawab Kayla


"Cieee... Yang udah main kejar - kejaran" seru Sandra.


"Cie cie apaan, orang gue dikejar karba telat" keluh Kayla, dirbahkannya kepalanya di atas meja.


"hufft... Makanya jangan telat udah tau dia itu sangat disiplin" balas Sandra, ia mengambil tissue yang ada di dalam tasnya dan mengelap keringat yang menempel di dahi Kayla.


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜